LCR

Crutchlow Kecewa karena Tidak Dihargai LCR Honda

Berita Bintang – Crutchlow Kecewa karena Tidak Dihargai LCR Honda

Rider Tim LCR Honda, Cal Crutchlow, mengatakan tidak menutup kemungkinan dirinya menerima tawaran untuk bergabung dengan tim lain pada musim balap MotoGP 2019. Meski menyatakan masih kerasan berada di Tim LCR, saat ini Crutchlow menyatakan siap untuk mempertimbangkan jika ada tawaran dari tim lain.

Pernyataan mantan pembalap Tim Yamaha Tech3 itu secara tidak langsung merupakan sindiran yang ia tunjukkan kepada LCR Honda. Crutchlow menilai LCR kurang menghargai keberadaan dirinya di dalam tim. Meski mendapat perpanjangan kontrak hingga akhir 2019, rekan satu tim Takaaki Nakagami itu merasa LCR kurang memberikan dukungan kepada dirinya.

“Beberapa hal telah benar-benar hilang yang mungkin menarik bagi saya dan saya akan melihat apakah saya ingin pindah atau tidak. Itu tergantung pada apa yang terjadi di Honda. Seperti yang selalu saya katakan tahun ini, dukungan sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Crutchlow seperti dilansir oleh Agen Bola, Jumat (4/5/2018).

[ Baca Juga – ” Menangi Game Kedua, Jazz Samakan Kedudukan ” ]

“Saya sangat senang dengan dukungan tersebut tetapi itu tidak berarti bahwa hal-hal itu mungkin tidak berubah. Jika Anda melakukannya dengan sangat baik dan tidak mendapatkan imbalan untuk itu, maka Anda harus mempertimbangkan pilihan Anda,” lanjutnya.

“Tetapi saya senang dengan rencana yang saya miliki selama bertahun-tahun dengan Honda. Itu berjalan dengan baik. Saya senang dengan dukungan yang saya dapatkan, tetapi jika beberapa tawaran datang, Anda harus memikirkannya. Terutama jika Anda merasa tidak berkembang di sana. Sesederhana itu,” tutup mantan pembalap Superbike tersebut.

Saat ini Rekan satu tim Takaaki Nakagami itu sedang berada dalam performa terbaiknya. Terbukti, pembalap asal Britania Raya itu menempati posisi keempat klasemen sementara MotoGP 2018. Rider berusia 32 tahun itu tampil cukup konsisten pada MotoGP 2018.

Dari tiga seri balapan yang telah dilaksanakan, juara dunia British Supersport Championship itu sukses meraih podium pertama saat melakoni balapan di Argentina. Crutchlow juga mampu tampil apik pada balapan perdana di Sirkuit Losail, Qatar. Berkat penampilan apiknya, Crutchlow berhasil menyelesaikan balapan di urutan keempat.

 

Suzuki Ingin Menggebrak Tradisi dengan Membuat Tim Satelit

BeritaBintang –Team Manager Suzuki Ecstar, Davide Brivio, mengatakan bahwa pihaknya saat ini ingin memasok ke tim satelit. Langkah tersebut dilakukan untuk mengikuti tim pabrikan lainnya di MotoGP.

Memang, Suzuki memiliki tradisi hanya fokus pada motor tim utama mereka selama mengikuti kompetisi balap motor Premier Class. Namun kali ini mereka ingin membuka diri untuk membangun tim kedua pada musim 2017.

Brivio menambahkan bahwa kali ini Suzuki sedang melakukan proses membentuk sebuah tim. Sebab, memang banyak faktor teknis yang harus diselesaikan sehingga keputusan baru bisa dibuat sekira satu bulan.

“Suzuki sangat ingin melihat motornya lebih banyak di lintasan. Kami ingin memiliki motor untuk tim satelit. Namun saya tak tahu apakah bisa melakukannya pada 2017,” uncap Brivio mengutip Taruhan Bola Online, Selasa (31/5/2016).

“Meski sulit, kami sedang menjajaki itu dan kelihatannya memang tak mudah. Namun kita lihat saja nanti. Perkiraan saya mungkin bulan ke depan, maksimal dua bulan, kami harus membuat keputusan.” tuntasnya.

Sekadar informasi, Ducati merupakan pemasok terbanyak dengan mengirimkan enam motor ke tiga tim satelit (Avintia, Aspar, Pramac). Sedangkan Honda tiga motor (LCR, Marc VDS) dan  diikuti Yamaha dua motor bersama Tech 3.

Pembalap Muda yang Tak Kalah Cepat dari Marquez

BeritaBintangMONTE CARLOTeam Principal LCR Honda, Lucio Cecchinello, memuji pembalapnya, Jack Miller. Rider belia asal Australia itu dinilai mampu melaju secepat sang tandem sekaligus seniornya, Cal Crutchlow di beberapa tikungan pada MotoGP Argentina. Bahkan, Miller tak kalah cepat dengan juara bertahan MotoGP, Marc Marquez.

Perkembangan karir Miller memang luar biasa. Rider berambut ikal itu langsung melompat dari serie Moto3 ke MotoGP pada musim ini, tanpa melalaui Moto2. Cecchinello pun angkat topi pada runner-up Moto3 musim 2014 itu. Miller memang sukses menjadi pembalap Open Class terbaik pada balapan yang digelar di Sirkuit Rio Hondo, pada akhir pekan lalu.

“Data statistik telah menunjukkan bahwa Jack (Miller) adalah pembalap yang cepat. Dia terbukti secepat Cal (Crutchlow), bahkan Marc (Marquez) pada beberapa tikungan di Rio Hondo lalu. Ini sinyal baik, saya sangat yakin dengan line up kami (LCR) musim ini,” ungkap Cecchinello.

Meski begitu, pria Italia yang juga mantan pembalap kelas 125 cc itu meyakini perjalanan Miller masih sangat panjang. “Masih ada 15 serie lagi, Jack masih harus terus beradaptasi. Dia memakai open specification RC213V, tidak seperti Cal yang memakai factory specification. Tapi dia sudah bisa mengimbangi, itu hebat! Tapi ini baru awal,” urainya.