Laut Sulawesi

Kapal Perang TNI AL Tangkap Kapal Pencuri Ikan Berbendera Filipina di Laut Sulawesi

BeritaBintang – Kapal Perang TNI AL, KRI Sultan Hasanudin-366 menangkap dua Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Filipina di perairan Laut Sulawesi, Rabu (21/10/2015).

Penangkapan dua KIA berbendera itu Filipina dilakukan KRI Sultan Hasanudin-366 saat sedang melaksanakan Operasi Gabungan Perisai Sakti-15 di perairan Laut Sulawesi.

“Dua kapal yang ditangkap yaitu FB. Dave dan Boko-Boko diduga melakukan aktivitas penangkapan ikan (menebar jaring) di perairan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia tanpa dilengkapi dokumen resmi dari Pemerintah Republik Indonesia,” ujar Kadispenal Laksamana Pertama M Zainudin kepada Tribunnews, Minggu (25/10/2015).

Dari hasil pemerikasaan yang dipimpin Komandan KRI Hasanudin-366 Letkol Laut (P) Endra Hartono, diketahui bahwa KIA FB Dave dan Boko-Boko adalah kapal penangkap ikan miliki perusahaan perikanan Filipina, General Santos Filipina.

Saat ditangkap FB Dave, kapal yang memiliki bobot mati 35 GT tersebut dinahkodai oleh warga Filipina, Wilson A. Estabor, dengan tiga orang ABK yang juga warga Filipina.

Sedangkan KIA Boko-Boko yang memiliki bobot mati 30 GT dinahkodai oleh Romeo Bari Watro dengan ABK berjumlah tiga orang warga Filipina.

Untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, dua KIA yang ditangkap di perairan Laut Sulawesi atau pada posisi 03 09’50” U- 120 13’28” T diamankan di Lantamal XIII Tarakan, Kaltim.

Ini Dia, Empat Kapal Pencuri Ikan dari Filipina yang Ditangkap TNI AL

BeritaBintang – TNI AL kembali menangkap kapal asing yang mencuri ikan di wilayah perairan Indonesia.

Kali ini upaya para pencuri ikan itu dapat digagalkan personel KRI Kakap di sekitar Laut Sulawesi.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama M Zainudin menjelaskan, penangkapan ini terjadi pada 28 September 2015 lalu.

Kala itu, radar KRI Kakap yang tengah berpatroli mendeteksi adanya objek tak dikenal sejauh 8 mil laut dari posisi mereka.

Personel KRI Kakap mencoba melakukan kontak lewat radio namun tak mendapatkan respons.

Komandan KRI Kakap Mayor Laut (P) Hastaria Dwi Prakoso, kemudian memerintahkan agar kapal mendekati objek tersebut.

Saat terlihat secara visual, diketahui bahwa objek yang terdeteksi pada radar adalah empat kapal ikan asing berbendera Filipina.

Perinciannya, kapal FB Rell dan Renn 8 dengan 20 orang ABK, FB Rell & Ren 6 (16 ABK), FBLB CNN (3 ABK), dan LB RR -8A (3 ABK),” terang Zainudin.

Personel KRI Kakap lalu menggeledah keempat kapal asing tersebut.

Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa kapal-kapal tersebut berlayar dari General Santos (Filipina) dengan tujuan fishing ground di perairan Indonesia.

Menurut Zainudin, meski kapal belum membawa ikan, telah terdapat sejumlah pelanggaran di sini, misalnya tidak adanya surat izin penangkapan ikan (SIPI), ABK tidak memiliki paspor, hingga semua dokumen kapal dari Filipina.

“Keempat kapal tersebut kemudian digiring KRI Kakap ke Pangkalan Utama TNI AL di Tarakan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Zainudin.