Lamborghini Aventador Roadster

Aksi Konyol Saudagar Arab: Nyetir Lamborghini di Padang Pasir

BeritaBintang Performa Lamborghini di darat memang tak bisa dianggap enteng. Kemampuan akselerasi dari diam hingga mencapai 100 km/jam tak dipungkiri membuat adrenalin tertantang.

Tapi, saudagar Arab yang satu ini punya cara lain menikmati keganasan banteng asal Italia itu. Ya, sebuah Lamborghini Aventador Roadster dan Huracan dipaksa ngebut di padang pasir.

Tentu saja, aksi ini menuai sorotan. Betapa tidak tenaga yang besar membuat pasir berhamburan. Sesekali pengendara melakukan aksi drifting. Keriangan pun pecah.

Bukan perkara sulit bagi Lamborghini Aventador dan Huracan untuk meluncur di pasir. Keduanya punya sistem penggerak all-wheel-drive (AWD).

Untuk urusan jantung pacu, Lamborghini Huracan ditopang mesin V10 berkapasitas 5,2-liter yang mampu menyemburkan tenaga 610 Tk. Sedangkan Aventador mengusung mesin V12 berkapasitas 6,5 liter bertenaga 690 Tk.

Nah, bagi Anda yang penasaran dengan aksi Lamborghini `meraung` di pasir, saksikan video di link bawah ini:

Lamborghini Seharga Rp5,3 M Ditelantarkan di Parkiran

BeritaBintang – Sebagai alat bantu beraktivitas, mobil sudah tentu dirawat pemiliknya, apalagi jika harganya sangat tinggi. Seperti pada mobil sport, tidak hanya dirawat tapi juga akan disayang-sayang.

Namun pemandangan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), ini memperlihatkan kondisi sebaliknya. Sebuah foto menunjukkan Lamborghini Aventador Roadster seharga 1,5 juta dirham UEA atau sekira Rp5,3 miliar tampak diabaikan pemiliknya.

Mobil yang diparkir di sebuah apartemen tersebut dipenuhi debu tebal. Tampaknya sudah diparkir dalam waktu lama dan tidak digunakan oleh pemiliknya. Di belakang Lamborghini terdapat BMW 7 Series yang masih kinclong. Ini mempelihatkan bahwa sang pemilik Lamborghini benar-benar mengabaikan kendaraannya.

Pelat nomor mobil bermesin 6,5 liter V12 tersebut menunjukkan lisensi Abu Dhabi. Dari pelat itu tampak nomor kendaraannya tidak berdigit banyak. Artinya, mobil itu berbiaya tinggi. Di Abu Dhabi, digit pada pelat juga menunjukkan status sosial pemiliknya.