KRI

BBM Langka dan Sinyal Sulit Jadi Hambatan Pencarian Korban Pesawat Polri

BeritaBintang – Pencarian korban jatuhnya Pesawat Polri di Perairan Senayang Kabupaten Lingga, Provinsi Kepuluan Riau memasuki hari ke empat. Ratusan petugas terus menyisir kemungkinan lokasi korban pesawat hanyut berada.

Namun banyak kendala yang dihadapi oleh petugas dilapangan, salah satunya adalah stok bahan bakar minyak (BBM).

Kepala Bidang Humas Polda Kepri AKBP Airlangga mengatakan bahwa kapal-kapal yang dikerahkan untuk melakukan pencarian harus mengisi bahan bakar yang cukup jauh.

“Di daerah Senayang dan sekitarnya itu sangat sulit untuk mencari bahan bakar,” tukas juru bicara Polda Kepri AKBP Airlangga kepada Judi Bola, Selasa (6/12/2016).

Untuk melakukan pencarian korban pesawat Skytruck, tim gabungan diperkuat oleh 16 kapal termasuk KRI milik TNI AL. Selain itu dua helikopter dan satu pesawat juga membantu pencarian.

“Jadi untuk mengisi bahan bakar minyak, petugas harus kembali ke daerah Tanjung Pinang Ibukota Kepri yang lokasi cukup jauh. Ini tentu menyita waktu,” ucapnya.

Padahal saat ini pencarian jatuhnya pesawat semakin diperluas ke berbagai wilayah. Sementara Direktur Polisi Air Polda Kepri Kombes Teddy J mengatakan kendala lain yang dihadapi adalah masalah sulitnya sinyal.

“Ini menyulitkan tim untuk berkominikasi satu sama lain,” tukasnya.

HARI PAHLAWAN: Kereta Jenazah MH Thamrin Masih Terawat, Lho!

BeritaBintangPERINGATAN Hari pahlawan yang jatuh setiap 10 November menjadi momen untuk mengenang perjuangan pahlawan tanpa tanda jasa yang gugur saat berjuang melawan Belanda. Tanpa jerih payah dan darah mereka, mungkin Indonesia tidak akan senyaman saat ini.

Beberapa bangunan yang dulu pernah digunakan sebagai tempat para pahlawan berjuang kini dijadikan sebagai museum untuk mengedukasi penerus generasi bangsa selanjutnya. Di antara banyaknya museum, mungkin museum MH Thamrin yang masih terdengar asing di telinga masyarakat terutama untuk anak muda kekinian.

Gedung museum ini dulunya digunakan sebagai tempat berdirinya Kongres Rakyat Indonesia atau KRI. Sebelum digunakan sebagai tempat perkumpulan kongres, gedung ini dijadikan Belanda sebagai tempat gudang buah-buahan dan tempat penyembelihan binatang. Kemudian, hasilnya diberikan untuk konsumsi para masyarakat elite yang tinggal di perumahan besar.

“Kemudian di tahun 1920, Mohammad Husni Thamrin membeli gedung ini lalu dijadikan sebagai tempat perkumpulan kongres, KRI, ada kongres Gabungan Partai Nasional Indonesia, dan menjadi tempat pembekalan guru,” jelas Untung Supardi sebagai Pemandu Wisata di Museum MH Thamrin kepada Agen Judi Online.

MH Thamrin kemudian menjadikan gedung sebagai balai perkumpulan. Jika dilihat dari bagian halaman luar museum ini ada lapangan yang cukup besar dan di sanalah para rakyat yang memiliki partai sering mengadakan perkumpulan besar-besaran, sehingga rumah ini menjadi wadah bagi mereka.

Saat memasuki museum, di sana ada tiga ruangan, di ruangan bagian kiri, terdapat koleksi-koleksi yang digunakan semasa hidup MH Thamrin. Adanya Radio zaman dulu, kemudian diorama, dan ada replika sepeda ontel yang merupakan sumbangan karena sepeda MH Thamrin kala itu tidak dapat diberikan.

HARI PAHLAWAN: Kereta Jenazah MH Thamrin Masih Terawat, Lho!

HARI PAHLAWAN: Kereta Jenazah MH Thamrin Masih Terawat, Lho!

“Di sini hampir semuanya orisinal, dan di sana ada sebuah blangko yang digunakan oleh MH Thamrin semasa hidupnya,” jelasnya.

Semakin memasuki museum, ada sebuah ruangan yang berlokasi di belakang dan di sini ada sebuah panggung dengan suasana rumah Betawi yang kini digunakan untuk mengedukasi masyarakat mengenai perjuangan MH Thamrin.

Seperti diketahui, MH Thamrin memiliki jasa yang berguna untuk masyarakat Batavia, karena kala itu ia menjadi anggota DPR, kemudian membangun sebuah lapangan bola di kawasan Petojo yang dapat digunakan oleh para pribumi.

“Lapangan tersebut didirikan dari uang pribadi miliknya sendiri karena MH Thamrin suka dengan bola, jadi Beliau membuat lapangan untuk pribumi,” tuturnya.

Tak hanya itu, jasanya juga ada dengan dibuatkan bendungan di Manggarai yang bisa mengurangi kebanjiran yang terjadi di Ibu Kota saat itu. Oleh karenanya, Presiden Soekarno saat itu menobatkannya sebagai pahlawan karena berjuang untuk kehidupan pribumi Betawi saat itu dengan masuk parlemen.

Kemudian, semakin dalam menelusuri, Anda akan diantarkan ke ruangan kematian MH Thamrin. Di sana ada kereta jenazah yang masih terawat dengan baik. Kereta jenazah ini digunakan untuk mengantarkan jasad MH Thamrin, di samping kereta jenazahnya ada lagi meja yang digunakan untuk mengangkat jasad terakhir MH Thamrin.

“Semuanya masih asli, dan ini semuanya merupakan saksi kala jasad terakhir MH Thamrin di semayamkan,” tuturnya.

HARI PAHLAWAN: Kereta Jenazah MH Thamrin Masih Terawat, Lho!

HARI PAHLAWAN: Kereta Jenazah MH Thamrin Masih Terawat, Lho!