Kota Tokyo

Pertama dalam 54 Tahun, Salju Turun di Tokyo pada November

BeritaBintang – Untuk pertama kalinya dalam 54 tahun, ibu kota Jepang, Tokyo, dilanda salju di bulan November, tiga bulan lebih cepat dari biasanya. Fenomena ini menegaskan perubahan iklim yang mengejutkan.

Mengutip Bandar Bola Terbaik, salju secara mengejutkan mulai turun di Tokyo pada Jumat (25/11). Awalnya, hujan es melanda kota Tokyo pada dini hari, perlahan berubah menjadi hujan salju.

Pagi itu udara dingin terasa tidak seperti biasanya dengan suhu temperatur nyaris nol derajat Celsius. Padahal, suhu Tokyo rata-rata di bulan November yang tertinggi biasanya hanya mencapai 20 derajat Celsius, sementara suhu terendah mencapai 14 derajat Celsius.

Menurut Badan Meteorologi Jepang, salju berhenti turun pada Kamis sekitar sore hari dan menyisakan tumpukan es setebal 2 cm di jalanan Tokyo.

Fenomena turunnya salju itu terbilang mengejutkan. Pasalnya, biasanya salju turun di Kota Tokyo antara bulan Januari dan Februari dan tidak bertahan lama.

Terakhir kali salju turun di Tokyo pada November adalah ketika John F Kennedy masih menjadi Presiden Amerika Serikat.

Turunnya salju yang lebih awal ini membuat sebagian warga terhambat melakukan aktivitas sehari-hari karena tidak mempersiapkan pakaian mereka untuk menghadapi salju.

“Saya kaget. Salju ini terlalu awal,Linkalternatif.info” kata Masaru Machida, seorang warga Tokyo yang baru saja pulang kerja di malam hari.

Tokyo berada di sekitar garis lintang yang sama dengan salah satu kota di AS, Realeigh, North Carolina yang pasti setidaknya mengalami turun salju sekali dalam satu tahun.

Sambut Olimpiade 2020, Jepang Buat “Hotel Godzilla”

BeritaBintangTOKYO – Hotel Gracery di Distrik Shinjuku, Kota Tokyo, Jepang, sering dijuluki “Hotel Godzilla”. Hal itu diungkapkan warga Shinjuku karena hotel tersebut memang memiliki banyak atribut yang bertema monster kadal raksasa itu.

Dimulai dari bagian atap gedung hotel. Di sana terdapat replika kepala Godzilla setinggi 12 meter. Kemudian pada bagian interior hotel, setiap kamar dihiasi pernak-pernik monster kadal yang terkenal melalui film pertama Godzilla pada 1954 itu.

Menurut Juru Bicara Hotel Gracery, Eigo Ueda, tema Godzilla dipilih sebagai strategi untuk banyak menarik wisatawan asing, juga sebagai persiapan Olimpiade Jepang 2020.

“Pembuatan replika kepala monster Godzilla merupakan bagian dari strategi dan persiapan untuk menggelar pesta olahraga terbesar yaitu Olimpiade Jepang 2020. Hotel Gracery juga sengaja dibuat dengan tema Godzilla untuk memberikan pengalaman terbaik terhadap setiap wisatawan lokal dan asing yang menginap di sini,” ungkap Ueda.

“Sejak dibangunnya Hotel Gracery, para warga Shinjuku sering menjuluki hotel kami sebagai hotel Godzilla,” lanjutnya.

Ueda menambahkan, bagi para penggemar film Godzilla pastinya tidak sabar untuk merasakan sensasi menginap di Hotel Gracery. Jika pada hari kerja, harga untuk menginap satu malam di kamar Hotel Gracery dibanderol sebesar USD335 (setara sekira Rp1 juta), sedangkan untuk akhir pekan, para pelanggan hotel akan dikenakan biaya sebesar USD400 (setara sekira Rp1,5 juta).