Kobe Bryant

Kobe Bryant Menginspirasi Semua Orang

BeritaBintang –Berakhir sudah kiprah 20 tahun Kobe Bryant di NBA. Pebasket berusia 37 tahun mengakhiri laga terakhirnya di NBA usai membawa LA Lakers mengalahkan Utah Jazz dengan skor 101-96, Kamis (14/4/2016).

Banyak yang sedih atas kepergian pemain bertinggi badan 198 sentimeter dari dunia yang membesarkan namanya tersebut. Rasa kehilangan ditunjukkan salah satu aktor Hollywood, Jack Nicholson.

Nicholson adalah penggemar berat Lakers sejak kecil. Karena itu, pria berusia 78 tahun itu hampir tak pernah melewatkan laga Kobe bersama tim yang total memenangi 16 trofi NBA tersebut.

“Kobe telah menginspirasi semua orang. Los Angeles mencintai Anda,” tegas Nicholson mengutip dari KamPusBet, Kamis (14/4/2016).

Namun sayang, Kobe gagal membawa Lakers melaju ke babak playoff NBA 2015-2016. Sebab Lakers hanya menduduki posisi juru kunci wilayah timur.

Top Sport: Bukti Kobe Bryant Meniru Gaya Michael Jordan

BeritaBintangMICHAEL Jordan merupakan pebasket legendaris yang mampu menjadi panutan banyak pebasket juniornya. Tak terkecuali legenda basket, Los Angeles Lakers, Kobe Bryant. Rupanya, Bryant merupakan pebasket yang sangat terinspirasi dengan Jordan dari berbagai pihak.

Berikut ini, kami rangkum beberapa gaya Kobe Bryant yang meniru gaya Michael Jordan.

Posterized Dunk

Bryant menjadi salah satu pebasket yang ahli dalam melakukan dunk. Ternyata, dunk yang biasa dilakukan oleh Bryant sangat mirip dengan dunk yang dilakukan oleh Michael Jordan. Terutama ketika keduanya berhasil melewati hadangan dua pemain lawan.

Tembakan Mundur

Selain ahli dalam melakukan dunk, Bryant juga menjadi pemain yang sangat ahli dalam melakukan tembakan dua angka. Salah satu yang identik dari tembakan Bryant adalah tembakan sambil melompat mundur. Rupanya hal tersebut sama dengan apa yang dilakukan oleh Michael Jordan.

Passing Tanpa Melihat

Michael Jordan dikenal sebagai pebasket yang sering memerkan kemampiannya yakni melakukan passing tanpa melihat temannya. Hal tersebut juga kerap diikuti oleh Bryant dalam beberapa kesempatannya.

Reverse Lay Up

Jordan memiliki lay up yang unik jika dibandingkan dengan pebasket lainnya. Tetapi lay up tersebut berhasil ditiru oleh Kobe Bryant.

Gaya Menggigit Seragam

Tak ada alasan yang jelas mengapa Bryant kerap sekali mengigit seragamnya selama kariernya di dunia basket. Namun, satu hal yang pasti, gaya tersebut rupanya sudah pernah digunakan oleh Jordan.

Mengularkan Lidah

Kobe Bryant memiliki perilaku yang unik ketika membawa bola yakni mengeluarkan lidah. Tak ada alasan jelas mengapa Black Mamba melakukan itu. Namun, gaya yang dilakukan oleh Kobe tersebut rupanya sudah pernah dilakukan oleh Jordan.

Free Agent Jadi Kuncian Lakers di Musim Panas

BeritaBintang –Musim ini memang sudah dipastikan berakhir untuk Los Angeles Lakers. Mereka hancur lebur, Kobe Bryant dan kawan-kawan memang sudah dipastikan tak lolos ke playoff karena serangkaian hasil minor dan kini terjerembab di peringkat buncit klasemen Wilayah Barat.

Fokus Lakers di sisa musim ini bisa dipastikan hanya untuk perpisahan Kobe Bryant – yang akhirnya memutuskan gantung sepatu di akhir musim, dan memaksimalkan barisan pemain muda yang memang cukup potensial.

Disisi lain, masa depan pelatih Byron Scott juga masih tanda tanya. Sosok 55 tahun ini memang  dianggap kurang kapabel dan kurang kharismatik.

Terlepas dari itu, Scott sendiri percaya kalau Lakers masih punya harapan untuk lebih baik ke depannya. Pasalnya, Lakers memang memiliki peluang besar mendapat satu nama istimewa dari jatah draft, dan juga bisa mendatangkan pemain berpengalaman lewat free agent. Scott pun mengungkap prioritasnya pada musim panas mendatang.

“Saya sangat yakin kami akan memiliki franchise yang baik musim depan. Kami berada di jalur yang benar. Musim panas ini akan sangat penting untuk kami, terutama di pasar free agent,” kata Scott, seperti dimuat ESPN, Rabu (30/3/2016).

“Musim ini juga penting terkait pekembangan tiga pemain muda, yakni D’Angelo Russell, Julius Randle, dan Jordan Clarkson. Jangan lupa juga ada Larry Nance Jr yang juga sangat bersemangat dalam berkembang, begitu pun dengan Anthony Brown. Lakers ingin mengembangkan pemain muda, dan menambah beberapa nama veteran pada musim panas nanti rasanya akan menolong kami cukup signifikan,” celotehnya lagi.

Kobe Bryant: Bukan LeBron James, tapi Kyrie Irving si Perusuh

BeritaBintang –Bintang LA Lakers, Kobe Bryant, menyatakan “perusuh” Cleveland Cavaliers adalah Kyrie Irving, bukan LeBron James. Akan tetapi, dia tetap menggambarkan James sebagai pebasket yang hebat dan pemersatu alias “penangkal petir”.

Bryant mengatakan hal itu setelah Lakers dikalahkan oleh Cavs dengan skor 120-108. Sosok yang akan gantung sepatu di akhir musim ini menyatakan setiap tim harus memiliki figur “penangkal petir” seperti James.

“LeBron bukan sosok seperti itu (perusuh). Dari perspektif Cavs, sulit buat saya untuk mengatakan dari jauh seperti apa orang itu seharusnya. James membuat tim bersatu, itu adalah sesuatu yang biasa dia lakukan dan dia melakukan itu dengan fenomenal,” kata Bryant, seperti dilansir cleveland.com, Sabtu (12/3/2016).

“Akan tetapi, Anda membutuhkan seseorang yang bisa menciptakan tensi seperti itu. Mungkin Kyrie?” jelasnya.

Konflik Bryant dengan Shaquille O’Neal berimbas pada runtuhnya dominasi Lakers di awal 2000-an. Dia juga pernah memiliki masalah dengan pelatih dan staf. Pebasket berusia 37 tahun tersebut juga memaksa Lakers mengabulkan permintaannya seperti membeli Pau Gasol.

Bryant berusia 31 tahun saat terakhir kali menjuarai NBA, atau seperti usia James saat ini. Menurut Bryant, sosok “perusuh” juga dibutuhkan setiap tim.

“Anda harus memiliki sebuah inner-conflict dalam tim. Anda harus memiliki orang seperti itu yang menyetir segala halnya,” tutup Bryant

Kobe Bryant: Bukan LeBron James, tapi Kyrie Irving si Perusuh

BeritaBintang –  Bintang LA Lakers, Kobe Bryant, menyatakan “perusuh” Cleveland Cavaliers adalah Kyrie Irving, bukan LeBron James. Akan tetapi, dia tetap menggambarkan James sebagai pebasket yang hebat dan pemersatu alias “penangkal petir”.

Bryant mengatakan hal itu setelah Lakers dikalahkan oleh Cavs dengan skor 120-108. Sosok yang akan gantung sepatu di akhir musim ini menyatakan setiap tim harus memiliki figur “penangkal petir” seperti James.

“LeBron bukan sosok seperti itu (perusuh). Dari perspektif Cavs, sulit buat saya untuk mengatakan dari jauh seperti apa orang itu seharusnya. James membuat tim bersatu, itu adalah sesuatu yang biasa dia lakukan dan dia melakukan itu dengan fenomenal,” kata Bryant, seperti dilansir cleveland.com, Sabtu (12/3/2016).

“Akan tetapi, Anda membutuhkan seseorang yang bisa menciptakan tensi seperti itu. Mungkin Kyrie?” jelasnya.

Konflik Bryant dengan Shaquille O’Neal berimbas pada runtuhnya dominasi Lakers di awal 2000-an. Dia juga pernah memiliki masalah dengan pelatih dan staf. Pebasket berusia 37 tahun tersebut juga memaksa Lakers mengabulkan permintaannya seperti membeli Pau Gasol.

Bryant berusia 31 tahun saat terakhir kali menjuarai NBA, atau seperti usia James saat ini. Menurut Bryant, sosok “perusuh” juga dibutuhkan setiap tim.

“Anda harus memiliki sebuah inner-conflict dalam tim. Anda harus memiliki orang seperti itu yang menyetir segala halnya,” tutup Bryant.

Top Sport: Momen Terbaik Kobe Bryant

BeritaBintang –  Bryant menjadi bintang dalam penyelenggaran NBA All-Star 2016 yang diselenggarakan di Toronto, Kanada. Ajang All-Star tersebut juga membuat dirinya telah tampil dalam 18 gelaran All-Star. Sayangnya ajang itu menjadi yang terakhir karena pada musim ini ia memutuskan untuk pensiun.

Selama berkarier di dunia basket, Kobe Bryant telah memberikan banyak sekali pelajaran dan memecahkan beberapa rekor di dunia basket. Berikut ini kami rangkum beberpa kejadian penting yang dialami oleh Bryant dalam 20 tahun kariernya di dunia basket.

Pertandingan perdana

Kobe Bryant menjalani laga perdananya dengan La Lakers pada 1996. Setelah ditransfer dari Hornets, pemain berusia 17 tahun itu langsung mencetak 27 poin saat melawan Detroit Pistons. Pertandingan tersebut terjadi sebelum musim reguler dilakukan.

Usai pertandingan ia langsung mendapat pujian dari pelatih lawan, Alvin Gentry. Menurut Gentry, dirinya belum pernah melihat pemain muda yang sangat berbakat seperti Bryant. Ia juga memprediksi Bryant akan menjadi pemain hebat pada nantinya.

Gelar juara perdana

Musim 1999-2000 menjadi musim pertama Kobe Bryant mendapatkan gelar NBA. Saat itu Lakers berada di babak final untuk melawan Indiana. Pertandingan penting terjadi saat pertandingan keempat final NBA. Ia yang menggantikan Shaq O’Neal berhasil mencetal 28 poin dan membawa Lakers menang 3-1. Pada dua pertandingan beriktunya ia berhasil membantu Lakers meraih gelar juara.

Gelar ketiga bersama lakers

Kobe Bryant menjadi saksi kehebatan Los Angeles Lakers pada 12 Juni 2002. Saat itu Lakers mengunci gelar juara ketiga mereka secara berturut-turut melawan New Jersey Nets. Bryant dan kawan-kawan berahasil menang dengan skor telak, 4-0.

Catatan poin tertinggi

Kobe Bryant menjadi perbincangan publik pada 22 Januari 2006. Saat itu pebaseket berjuluk The Black Mamba tersebut berhasil mencatatkan 81 poin dalam satu pertandingan. Rekor menakjubkan tersebut ia cetak saat menghadapi Toronto Raptors.

Medali emas olimpiade

Kobe Bryant berhasil memubuktikan bahwa dirinya tidak hanya ahli dalam basket di Amerika Serikat tetapi juga di dunia. Hal tersebut terbukti dengan prestasinya yang membawa Amerika Serikat meraih medali emas pada olimpiade 2008. Sat itu Bryant harus menghadapi rekan setimnya, Paul Gasol yang bermain untuk Timnas Spanyol.

Kobe Tersanjung Dihujani Pujian

BeritaBintang –   Musim ini menjadi musim terakhir bagi Kobe Bryant setelah dirinya memutuskan untuk pensiun. Ia langsung mendapat pujian dari beberapa pihak karena telah menghidupkan dunia NBA selama lebih dari 20 tahun.

Menanggapi banyak pujian, Kobe mengaku senang. Ia merasa dirinya tidak pernah mengharapkan banyak pujian ketika memulai karier menjadi pebasket. Ia hanya mencoba untuk mengejar impian yang ia yakini.

“Kita semua memiliki impian, dan ketika anda menjalankannya, terkadang anda menemui jalan buntu. Anda mungkin menyerah dan berhenti mengkhayal. Tetapi itu tidak terjadi pada saya. Saya tidak pernah menyerah,” ujar Kobe seperti diberitakan situs resmi NBA, Senin (15/2/2016).

“Ketika Anda muda, menjadi tua adalah suatu hal yang dihindari. Anda tidak pernah membayangkan akan merasakan sakit dan tubuh anda memutuskan untuk menyerah. Lucu bagaimana waktu mencoba melakukan itu. Itu akan membawa Anda merendah. Itu semua karena gravitasi,” tandasnya.

Kobe Bryant Jadi Inspirasi Pebasket Ini

BeritaBintang –   Pebasket ledengaris NBA, Kobe Bryant telah mengumumkan pensiun pada akhir musim 2015-2016. Banyak pihak yang tidak bisa menerima keputusan tersebut karena Kobe adalah sosok yang sangat berharga di dunia basket Amerika Serikat.

Setidaknya itu yang dirasakan oleh pebasket Oklahoma City Thunder, Russel Westbrook. Menurut Westbrook, Kobe adalah panutan dalam setiap latihan yang ia lakukan kala masih muda. Ia juga terbiasa untuk meniru gaya yang ditampilkan oleh The Black Mamba itu.

“Saya selalu mencoba untuk meniru gerakannya. Saya juga selalu berusaha untuk mempersiapkan pertandingan seperti yang selalu ia lakukan,” ujar Westbrook seperti diberitakan situs resmi NBA, Minggu (14/2/2016).

“Ketika saya pertama kali melawannya, saya sangat tegang dan beruntung saya tidak harus menjaga dirinya. Saat itu saya harus menjada Derek Fisher,” tandasnya.

Saat ini Kobe Bryant tengah mempersiapkan dirinya untuk bermain di ajang NBA All Star. Acara tahun ini adalah yang terakhir bagi dirinya karena ia memutuskan pensiun pada akhir musim.

Pesan Romantis Legenda NBA untuk Kobe Bryant

BeritaBintang –   Legenda NBA, Kareem Abdul Jabbar, turut angkat bicara mengenai keputusan Kobe Bryant untuk pensiun di akhir NBA Reguler Season 2015-2016. Ia lalu membuat sebuah surat romantis untuk Kobe. Hal itu ia lakukan karena keputusan Kobe membuat dirinya teringat dengan masa-masa menjelang pensiun yang pernah ia alami.

“Yang terhormat para pensiunan pebasket. Saya pernah berpikir saya payah ketika akan pensiun. Saya berpikir saya akan pensiun dengan tidak ada orang yang berpartisipasi,” kenang Jabbar seperti dilansir Bioskop 168 , Minggu (6/12/2015).

“Tetapi ternyata saya salah. Pensiun memberikan saya hadiah yang tidak pernah saya harapkan. Setiap kota yang saya kunjungi di musim terakhir memberikan saya hadiah dan ucapan terimakasih. Bukan karena saya mencetak angka tetapi karena mereka berterimakasih atas prestasi yang saya ukir,” tambahnya lagi.

“Pensiun membuat anda lebih bijak. Pensiun membuat saya sadar akan diri saya jika tanpa bola di tangan dan angka di sejarah saya. Pensiun membuat saya memiliki keberanian untuk membagikan cerita saya kepada dunia meski mereka terkadang tidak senang,” lanjutnya.

Selain mengingat masa-masa menjelang pensiunnya, Jabbar juga memuji Kobe Bryant yang disebut sebagai pemain yang telah menghidupkan kembali dunia NBA.

“Ia kembali membawa keindahan ke lapangan. Keindahan akan fungsi, pergerakan dan pemikiran. Ia melihat sebuah pertandingan seperti seni yang perlu diselesaikan. Pensiun, ajari dia apa yang telah kau ajarkan pada saya,” tandas mantan pemain Lakers tersebut.

Kobe Bryant Semoga Dapat yang Terbaik di Tahap Berikutnya kata Lionel Messi

BeritaBintang – Lionel Messi (28) ikut angkat bicara terkait keputusan Kobe Bryant pensiun sebagai pebasket profesional.

Megabintang Barcelona itu juga mengaku pebasket andalah Los Angeles Lakers itu adalah sosok yang sudah membuatnya tertarik dengan olahraga basket.

Kobe Bryant telah memutuskan untuk pensiun dari karier bermainnya pada akhir musim ini. Messi ikut mendoakan yang terbaik untuk fase selanjutnya dalam diri Kobe setelah pensiun.

“Selalu menyedihkan setiap mendengar seorang olahragawan pensiun. Namun, Kobe akan selalu dikenang dalam sejarah sebagai salah satu yang terbaik,” ucap Messi seperti dilansir Gazzetta World.

“Dia membuat saya tertarik dengan basket. Semoga Anda mendapatkan yang terbaik di tahap selanjutnya dalam kehidupan,” kata dia.

Bryant dan Messi merupakan dua olahragawan besar. Di NBA, pebasket berusia 37 tahun ini sudah memenangi lima gelar, jumlah sama dengan raihan Messi di La Liga.

Meski Messi mengidolai sosok Bryan, namun pebasket yang sudah 20 tahun berkarier di LA Lakers ini adalah fans AC Milan. Sepanjang kariernya, Kobe sudah mencetak 82.000 poin.

Jumlah tersebut telah menempatkannya di posisi ketiga pencetak poin terbanyak NBA sepanjang masa. Torehannya masih dibelakang Kareem Abdul Jabbar dan Karl Malone.