KJRI

Bendera Bintang Kejora Sempat Berkibar di KJRI Melbourne

BeritaBintangBendera Bintang Kejora Sempat Berkibar di KJRI Melbourne

Seorang simpatisan Organisasi Papua Merdeka memanjat tembok kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne dan mengibarkan bendera bintang kejora pada Jumat (6/1).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, mengatakan bahwa insiden ini terjadi sekitar pukul 12.52 siang waktu setempat, ketika sebagian besar staf KJRI Melbourne sedang salat Jumat.

“Pelaku menerobos halaman gedung aparteman tetangga KJRI sebelum memanjat pagar tembok KJRI yang tingginya lebih dari 2,5 meter,” ujar Arrmanatha melalui keterangan resminya.

Pemerintah langsung menyampaikan protes ke Australia serta meminta agar pelaku segera ditangkap dan ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kemlu juga mengingatkan bahwa pemerintah Australia bertanggung jawab untuk melindungi perwakilan diplomatik dan konsuler yang ada di negara tersebut, sesuai dengan Konvensi Wina tahun 1961 dan 1963 mengenai hubungan diplomatik dan konsuler.

Baca Juga: ” Penampilan Terakhir Michelle Obama sebagai Ibu Negara

“Sabtu pagi ini Menlu RI (Retno LP Marsudi) juga sudah komunikasi dengan Menlu Australia (Julie Bishop) untuk menekankan kewajiban Australia sesuai konvensi Wina,” kata Arrmanatha.

Dalam perbincangan tersebut, Bishop menyampaikan keprihatinannya dan memastikan akan memburu pelaku. Ia juga berjanji akan meningkatkan keamanan di seluruh kantor diplomatik dan konsuler Indonesia di Australia.

Peristiwa ini terjadi setelah setelah Markas Besar Tentara Negara Indonesia menghentikan sementara kerja sama di bidang pelatihan bahasa dengan Pasukan Pertahanan Australia (DFA).

Penghentian kerja sama ini dilakukan karena ada materi pelajaran militer Australia yang diduga melecehkan Indonesia, seperti dukungan pada kemerdekaan Timor Leste dan Papua, serta Pancasila dipelesetkan menjadi Pancagila.

KJRI Ho Chi Minh Kembalikan Anak WNI yang Diculik Ayahnya di Vietnam

BeritaBintang – Konsulat Jenderal RI di Ho Chi Minh, Vietnam, berhasil mengupayakan kembalinya CAW (5 th) ke pangkuan ibunya, Ela Herawati, Minggu (9/8/2015), yang diculik ayahnya berkewarganegaraan Amerika Serikat, Karl Leonhard Wrerner.

CAW dapat dikembalikan setelah perjuangan panjang yang dilakukan bersama KJRI Ho Chi Minh dan masyarakat Indonesia di Vietnam serta dukungan kepolisian setempat. Guna memastikan keamanan dan keselamatan mereka, saat ini CAW dan ibunya ditampung sementara di kediaman Konjen RI (Wisma Duta).

Mulanya karena kasus ini berlatarbelakang sengketa perdata, KJRI bersama polisi setempat terus upayakan penyelesaian melalui mediasi. Namun, Karl beberapa kali tidak menghadiri pertemuan dan tetap bersikeras untuk menahan CAW. Lantaran mediasi gagal, KJRI manfaatkan hubungan dengan Kemenlu dan Polisi setempat untuk menggunakan pendekatan lain.

“Kami meminta kepolisian Vietnam untuk mengembalikan CAW berdasarkan keputusan Pengadilan Jakarta Selatan yang memberikan hak asuh kepada Ela. Jika Karl keberatan dengan keputusan tersebut agar mengajukan banding di pengadilan di Indonesia. Tampaknya pendekatan tersebut dapat diterima oleh Kepolisian Vietnam,” kata Jean Annes, Konsul Jenderal RI Ho Cho Minh, Senin (10/8/2015).

Dijelaskan Jean, pihaknya saat ini tengah memproses administrasi kepulangan CAW dan Ela ke Tanah Air. Keduanya akan diterbangkan ke Jakarta setelah seluruh administrasi selesai.

Sementara itu, Kepolisian Vietnam akan terus mendalami kasus perampokan dan pencurian uang dan barang milik Ela yang dilakukan oleh Karl dan teman wanitanya yang warga setempat.

Menlu Indonesia, Retno LP Marsudi menyambut baik keberhasilan KJRI Ho Chi Minh ini. Meskipun kasus ini berlatar belakang perdata, dimana akses Perwakilan RI sangat terbatas, tapi KJRI sudah melakukan upaya terbaik untuk membantu WNI yang menghadapi permasalahan di luar negeri