Kingsley Coman

Prancis Juara Grup, Swiss Ikut Lolos ke Babak 16 Besar

BeritaBintang – Prancis memastikan jadi juara Grup A usai bermain imbang 0-0 dengan Swiss. Hasil itu juga cukup mengantarkan Swiss menemani Prancis lolos ke 16 besar.

Pada laga ketiga yang dihelat di Stade Pierre-Mauroy, Lille, Senin (20/6/2016) dinihari WIB, Prancis memang kalah penguasaan bola dari Swiss punya 58 persen.

Meski demikian, Prancis tampil dominan dengan 14 attempts, tapi hanya empat yang on goal. Sementara, Swiss cuma punya enam attempts tanpa satu pun yang tepat sasaran seperti dilansir oleh Panduan Judi Online

Hasil ini sudah cukup membawa Les Bleus lolos sebagai juara Grup A usai menuntaskan dengan 7 poin. Lalu Swiss finis posisi kedua dengan lima poin.

Jalannya Pertandingan

Prancis memang mendominasi laga babak pertama kontra Swiss. Meski demikian, skor sementara masih imbang tanpa gol.

Prancis langsung tancap gas sejak menit awal dan menekan pertahanan Swiss. Tapi Swiss yang mendapat peluang bersih pertama di menit ke-8.

Berawal dari sepak pojok, terjadi kemelut di kotak penalti Prancis dan bola liar disundul Breel Embolo. Namun, bola dengan cepat dihalau Paul Pogba di garis gawang.

Setelah itu Prancis kembali melancarkan serangan demi serangan ke pertahanan Swiss. Di menit ke-12 Pogba melepaskan sepakan kaki kanannya yang masih bisa ditepis Yann Sommer.

Semenit kemudian, kerjasama Kingsley Coman dan Pogba membuat nama terakhir mendapat ruang tembak di kotak penalti lawan. Namun, sepakan kaki kirinya masih dapat dibendung Sommer.

Pogba lagi-lagi gagal memaksimalkan peluang yang didapatnya setelah pada menit ke-18, akselerasinya yang diakhiri sepakan keras kaki masih menerpa mistar gawang. Padahal Sommer sudah terpaku melihat datangnya bola.

Sommer membuat kesalahan lagi di menit ke-24 ketika dia gagal mengantisipasi bola silang ke kotak penalti Swiss. Beruntun tembakan Laurent Koscielny masih bisa diblok kaki Granit Xhaka.

Setelahnya tak ada lagi peluang bersih yang tercipta dari kedua tim, khususnya Prancis yang terus mendominasi Swiss.

Babak pertama tuntas tanpa gol.

Masuk di babak kedua, Prancis masih menguasai jalannya pertandingan tapi baru mendapat peluang di menit ke-57. Kerjasama antara Antoine Griezmann dan Andre Pierre-Gignac mampu membelah pertahanan Swiss.

Griezmann yang mendapat bola terakhir melepaskan sepakan kaki kanan dari jarak dekat, tapi tangan kanan Sommer masih mampu mengadangnya.

Demi menajamkan lini serang, pelatih Prancis Didier Deshamps lantas memasukkan Dimitri Payet menggantikan Kingsley Coman pada menit ke-62.

Payet punya kans pertamanya bikin gol pada menit ke-75 andaikan tembakan voli yang meneruskan crossing Moussa Sissoko tak ditepis Sommer.

Begitu pula tembakan kerasnya beberapa menit kemudian yang masih melebar dari sasaran.

Tak seperti babak pertama, Prancis relatif kesulitan untuk membuat peluang di babak ini. Alhasil mereka harus puas dengan hasil imbang 0-0

Susunan Pemain

Swiss: Sommer; Lichtsteiner, Schar, Djourou, Rodriguez; Behrami, Xhaka; Shaqiri (Fernandes 79′), Dzemaili, Mehmedi; Embolo (Seferovic 75′).

Prancis: Lloris; Sagna, Rami, Koscielny, Evra; Sissoko, Cabaye, Pogba; Coman (Payet 62′), Gignac, Griezmann (Matuidi 79′)

Kalahkan Albania, Prancis Lolos ke Babak 16 Besar

BeritaBintang – Prancis menjadi tim pertama yang lolos ke babak 16 besar Piala Eropa 2016. Kepastian tersebut didapat Les Bleus setelah mengalahkan Albania 2-0.

Menghadapi Albania di Stade Velodrome, Marseille, Kamis (16/6/2016) dinihari WIB, Prancis melakukan beberapa perubahan. Pada awal laga, mereka meninggalkan formasi 4-3-3 yang digunakan saat mengalahkan Rumania dan menerapkan formasi 4-2-3-1.

Perubahan formasi itu juga diiringi berubahnya susunan pemain. Anthony Martial dan Kingsley Coman mendapatkan kesempatan tampil sebagai starter. Keduanya menggantikan Paul Pogba dan Antoine Griezmann.

Prancis mengendalikan permainan di sepanjang pertandingan. Mereka menciptakan banyak peluang, tapi kesulitan mencetak gol hingga menit-menit akhir.

Prancis baru bisa menjebol gawang Albania pada menit ke-90 melalui Griezmann, yang masuk sebagai pemain pengganti. Di menit-menit akhir injury time, Dimitri Payet menggandakan keunggulan Prancis lewat golnya.

Kemenangan ini memastikan Prancis lolos ke babak 16 besar. Tim besutan Didier Deschamps itu sekarang memuncaki klasemen Grup A dengan enam poin dari dua laga. Albania menempati posisi terbawah dengan poin nol seperti dilansir Panduan Judi Online

Jalannya Pertandingan

Prancis mengambil inisiatif serangan sejak kick-off. Mereka berupaya mendapatkan gol cepat dengan langsung menekan Albania. Albania pun meresponsnya dengan menumpuk banyak pemain di kotak penalti.

Peluang pertama jadi milik Olivier Giroud. Giroud menyundul bola tendangan bebas Payet, tapi arahnya masih melambung.

Prancis mencoba berbagai cara untuk menembus pertahanan Albania, baik lewat sayap maupun tengah. Namun, barisan belakang Albania tampil disiplin dan tak menyisakan banyak ruang.

Justru Albania yang punya kesempatan bagus untuk unggul pada menit ke-44 melalui tendangan bebas Ledian Memushaj. Namun, sepakan Memushaj masih sedikit melambung.

Hingga berakhirnya babak pertama, kedua tim belum bisa mencetak gol. Skor masih 0-0.

Setelah babak pertama yang buntu, Prancis menyuntikkan darah baru pada awal babak kedua. Pogba masuk untuk menggantikan Martial.

Prancis nyaris unggul pada menit pertama babak kedua. Sial buat mereka, sundulan Coman masih melenceng tipis dari gawang Albania.

Pada menit ke-52, giliran Albania yang nyaris memimpin. Akan tetapi, bola sundulan Memushaj digagalkan tiang gawang.

Pogba gagal memaksimalkan sebuah peluang yang dia peroleh pada menit ke-54. Dia tak terkawal ketika menyambut umpan silang dari Payet, tapi tembakannya masih sedikit melambung.

Karena sulit menembus pertahanan Albania, Prancis pun mencoba tembakan-tembakan jarak jauh. Cara ini dilakukan Coman dan Payet, tapi tak efektif karena upaya mereka tak menemui sasaran.

Giroud mendapatkan dua peluang secara beruntun lewat sundulan kepalanya, tapi dua-duanya tidak berbuah gol. Yang pertama melebar, sementara yang kedua mengenai tiang gawang.

Bacary Sagna yang ikut membantu serangan juga punya peluang pada menit ke-79. Dia berdiri bebas di kotak penalti dan melepaskan sebuah tendangan voli, tapi arahnya sedikit melebar.

Kerja keras tak kenal lelah yang diperlihatkan Prancis akhirnya berbuah manis pada menit terakhir waktu normal. Griezmann menjebol gawang Albania lewat sundulan kepalanya dengan memaksimalkan umpan silang dari Adil Rami.

Prancis memantapkan kemenangan mereka melalui gol Payet di menit keenam injury time. Payet yang menusuk ke kotak penalti mengecoh dua pemain lawan sebelum menaklukkan kiper Etrit Berisha lewat tembakan kaki kanannya.

Susunan Pemain
Prancis: Lloris; Sagna, Koscielny, Rami, Evra; Kante, Matuidi; Coman (Griezmann 68′), Payet, Martial (Pogba 46′); Giroud (Gignac 77′)

Albania: Berisha; Hysaj, Ajeti (Veseli 84′), Mavraj, Agolli; Lila (Roshi 71′), Abrashi, Kukeli (T. Xhaka 74′), Memushaj, Lenjani; Sadiku