Kementerian Perhubungan

Bandara-bandara ini Beroperasi 24 Jam Saat Mudik Lebaran

BeritaBintangBandara-bandara ini Beroperasi 24 Jam Saat Mudik Lebaran

Kementerian Perhubungan mengatakan sejumlah bandara akan beroperasi 24 jam pada saat musim mudik lebaran tahun ini. Hal ini untuk mengakomodasi kebutuhan lonjakan penumpang yang diprediksi mencapai 5,4 juta pada masa angkutan lebaran.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara dari Kemenhub, Agus Santoso, mengungkapkan dari 35 bandara yang beroperasi pada saat lebaran di tanah air, ada yang buka selama 24 jam dan ada juga yang jam operasinya ditambah.

“Yang 24 jam itu khususnya Bandara-bandara besar yang sekarang kita tetapkan yaitu Cengkareng, Denpasar, Surabaya, Makassar, Kualanamu, Samratulangi, dan Halim Perdana Kusuma,” kata Agus di kantornya, Jumat 16 Juni 2017.

[Baca Juga -“Antisipasi Perampokan, 200 Polisi Jaga Bank dan Mesin ATM di Medan“]

Ia mengatakan, hal ini merupakan upaya dari pemangku kepentingan jasa penerbangan untuk memberi layanan maksimal kepada masyarakat agar bisa pulang ke kampung halaman dengan selamat, aman, dan nyaman. Selain itu, lanjut Agus, ada beberapa bandara yang operasionalnya ditambah hingga jam 24.00.

“Ini diantaranya bandara di Semarang, Yogyakarta dan Solo, yang tadinya kan cuma sampai jam 8 malam kami extend sampai jam 24.00,” ujarnya.

Selain itu, overlay landasan pacu selama masa angkutan lebaran dihentikan. Overlay atau perbaikan landasan, kata dia, biasanya dilakukan setiap hari oleh bandara-bandara besar di Indonesia.

“Nah, khusus untuk lebaran, semua overlay kami stop. Ini untuk memperpanjang jam pendaratan dari pesawat-pesawat di mudik lebaran,” jelasnya.

Bandara Inggris Mendapat Teror Jelang Hari Kemerdekaan AS

BeritaBintang –  Menteri Perhubungan Inggris Tareq Ahmad mengatakan pemerintah akan melakukan segala cara untuk memastikan keamanan publik usai adanya ancaman teror terhadap Bandara Internasional Heathrow, London.

Site Intelligence Group memberi tahu adanya ancaman yang dikeluarkan oleh sebuah akun Twitter terhadap Bandara Heathrow pada Jumat 1 Juli 2016 sore waktu setempat. Akun tersebut mengeluarkan ancaman serangan terhadap pesawat dengan tujuan Amerika Serikat (AS).

Serangan akan dilakukan sepanjang pekan libur panjang memperingati Hari Kemerdekaan AS pada Senin 4 Juli 2016. Mereka mengingatkan akan ada sebuah alat yang ditaruh di salah satu tempat antara Bandara Heathrow; Los Angeles, AS; dan John F Kennedy (New York), AS.

“Kami harus waspada terhadap ancaman terorisme global. Di Inggris, kami akan menggunakan seluruh aspek keamanan penerbangan dengan peninjauan ulang secara berkala dan bekerja sama dengan mitra internasional kami untuk mengurangi risiko,” tutur Ahmad, seperti dimuat BintangBola.Online, Sabtu (2/7/2016).

“Kami akan terus melakukan langkah yang dibutuhkan untuk membuat masyarakat merasa aman. Namun, demi alasan keamanan, kami tidak akan memberi detail langkah atau operasi apa yang akan dilakukan,” sambungnya.

Pihak Bandara Internasional Heathrow menolak berkomentar mengenai ancaman tersebut. Mereka meminta untuk menanyakan hal tersebut kepada pihak Kementerian Perhubungan.

Ancaman tersebut terjadi hanya beberapa hari usai Bandara Internasional Ataturk, Istanbul, Turki dihantam serangan bom. Sedikitnya 43 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka setelah tiga orang militan ISIS melakukan penembakan dan pengeboman di terminal Internasional bandara tersebut.

Penggunaan Teknologi Otonom Bisa Tingkatkan Hubungan Seks di Mobil

BeritaBintang –Kendaraan otonom, mobil yang bisa melaju tanpa dikendalikan sopir, segera menjadi kenyataan. Berbagai produsen automotif dan perusahaan teknologi sudah menguji coba penggunaan teknologi ini.

Penumpang tinggal menyeting titik tujuan lalu perangkat komputer akan bekerja mengantarkan kendaraan ke lokasi. Tidak perlu lagi membuang pandangan ke luar mobil, karena fitur keamanan akan bekerja secara otomatis menjaga kendaraan dari potensi tabrakan.

Pengaplikasian teknologi otonom diyakini oleh banyak pihak akan berdampak besar pada perubahan aktivitas penumpang di mobil. Mereka punya lebih banyak waktu untuk membaca, bermain, mengobrol, dan lainnya.

Bahkan, seorang ahli dari Canadian Automated Vehicle Centre of Excellent, Barrie Kirk, meyakini, angka hubungan seks di mobil akan meningkat sejalan dengan penggunaan teknologi otonom.

“Saya memprediksi hal itu bisa terjadi, sekali komputer mengambil alih kemudi, akan ada waktu lebih banyak untuk berhubungan seks di mobil. Pengemudi cenderung memercayakan kerja otomatisasi kendaraan lalu fokus mereka akan teralihkan dari jalan ketika fitur autopilot sudah diaktifkan,” kata Kirk seperti dikutip dari Indowins.

Di Kanada, aturan mengenai penggunaan mobil otonom masih terus disempurnakan oleh Kementerian Perhubungan. Aturan yang berlaku di Kanada saat ini tidak melarang penggunaan mobil otonom di jalan. Namun, dalam catatan Kementerian Perhubungan, ditegaskan bahwa setiap penumpang harus benar-benar sigap mengambil alih kemudi ketika jika terjadi peristiwa di luar dugaan.

Berhubungan seks di mobil dianggap sebagai aktivitas yang bisa membahayakan di mobil otonom karena konsentrasi ke jalan akan sangat berkurang.

Negara lain juga sudah mengatur mengenai penggunaan mobil otonom. Badan Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Amerika Serikat (NHTSA) membuat panduan baru mengenai penggunaan mobil otonom. Google bekerja sama dengan Ford dan Uber menjalin koalisi untuk menekan Pemerintah Federal mengenai penggunaan mobil otonom yang aman.

Di China, sebuah roadmap dibuat untuk penggunaan mobil otonom dalam lima tahun mendatang. Pada 2025, mobil canggih ini diharapkan sudah bisa digunakan di jalan-jalan perkotaan seiring dengan ketersediaan infrastrukturnya.

Marak Aksi Teror, Bandara Ngurah Rai Berstatus Waspada

BeritaBintang – Maraknya aksi terorisme belakangan ini membuat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, ditingkatkan statusnya. Bandara terbesar di Bali itu kini berstatus waspada.

Keputusan itu diambil setelah Kementerian Perhubungan mempertimbangkan saran dari Badan Intelijen Negara (BIN), di mana terjadi sejumlah aksi teror terhadap maskapai penerbangan di berbagai negara. Hal itu diakui General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Trikora Harjo, Rabu, 25 November 2015.

“Kami memang memperketat keamanan, status dari normal menjadi waspada. Tentu hal ini untuk mengantisipasi aksi teror,” kata Trikora saat dikonfirmasi.

Menurut Trikora, peningkatan status itu sesuai surat edaran dari Kementerian Perhubungan. Ia melanjutkan, peningkatan status itu bermakna pada peningkatan keamanan di Bandara Ngurah Rai.

Kata Trikora, pihaknya telah melakukan penyiapan keamanan tambahan berupa peralatan dan personel keamanan di seluruh kawasan Bandara Ngurah Rai.

Selain itu, ada penambahan peralatan seperti, X-Ray, detector, body scanning, detector logam serta penambahan CCTV di sejumlah titik yang dianggap rawan. Tak hanya itu, petugas juga dilengkapi dengan explosive detection system (sistem deteksi bahan peledak) dan pengerahan anjing pelacak.

Pengamanan ini juga melibatkan unsur pengamanan internal bandara, TNI dan Polri serta melibatkan pecalang.