Kasus Penistaan Agama

Dua Bandar Ganja Seberat 10 Kg Diringkus Polisi

BeritaBintangDua Bandar Ganja Seberat 10 Kg Diringkus Polisi

Personel Satres Narkoba Polrestabes Medan menangkap dua orang bandar narkoba jenis ganja seberat 10 Kg.

Penangkapan tersebut dilakukan petugas dengan cara mengaku sebagai pembeli hingga langsung melakukan penyergapan di kawasan Medan Sunggal, Sumatera Utara.

Pelaku adalah AS (32) warga Medan Sunggal dan RF (22) warga Bireun, Aceh. Dari keduanya disita barang bukti ganja kering 10 kg dan 2 unit handphone.

Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan AKBP Ganda Saragih mengatakan, kedua tersangka ditangkap berdasarkan laporan warga yang kemudian ditindaklanjuti anggota.

[Baca Juga -“Kasus Penistaan Agama, Teman Ahok: Kelemahan Ahok Cuma di Mulut:]

“Untuk menangkap bandar narkoba, anggota menyamar sebagai pembeli dan bertemu dengan tersangka untuk transaksi ganja,” jelas AKBP Ganda Saragih.

Setelah bertemu, lanjutnya lagi, di dalam rumah tersangka yang kemudian menunjukkan ganja yang sudah dikemas menggunakan kardus minuman mineral dan diikat tali plastik seberat 10 kg.

Begitu melihat barang bukti ganja, polisi yang menyamar sebagai pembeli tadi, langsung menangkap kedua tersangka.

“Setelah ditangkap. Mereka langsung diboyong ke Polrestabes Medan bersama barang bukti 10 kg ganja,” pungkas AKBP Ganda.

Kasus Penistaan Agama, Teman Ahok: Kelemahan Ahok Cuma di Mulut

BeritaBintangKasus Penistaan Agama, Teman Ahok: Kelemahan Ahok Cuma di Mulut

Salah seorang anggota Teman Ahok, Noorman Hadinegoro menjelaskan bahwa kelemahan Calon Gubernur Petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok adalah mulutnya.

“Kerja Ahok nyata kok, kelemahannya cuma mulutnya saja, ceplas ceplos, kan memang tak ada pemimpin yang sempurna,” jelas Noorman dalam diskusi di iNews, Selasa (10/01/2016).

[Baca Juga -“Asyik Berjudi, Pasutri Bersama Empat Rekannya Ditangkap Polisi“]

Noorman juga menjelaskan bahwa pengawalan sidang penistaan agama yang menjadikan Ahok sebagai pesakitan tak perlu sampai melakukan demo di tengah jalan. Menurutnya, aksi di tengah jalan hanya akan merugikan masyarakat yang lebih luas.

“Kalau mau kawal sidang Ahok, enggak usah sampai turun ke jalan, tak perlu lagi itu adu-aduan massa, kan merugikan masyarakat, jadi macet di mana-mana,” jelas Noorman.

Untuk diketahui, sidang lanjutan perkara dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali digelar. Sidang hari ini merupakan yang agenda kelima. Sidang kali ini beragendakan mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).