Kabupaten Bogor

445 Rumah Gurandil Dimusnahkan, 117 Lubang Tambang Ditutup Paksa

BeritaBintang – Sekitar 445 bangunan yang digunakan penambang ilegal atau gurandil untuk melakukan aktivitas mencuri dan mengolah emas di Kampung Ciguha, Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, dimusnahkan tim gabungan Polres Bogor.

Pemusnahan bangunan yang sebagian besar bermaterial kayu itu dilakukan dengan menggunakan alat berat. Bahkan, terlihat bangunan-bangunan yang sudah dihancurkan juga ikut dibakar.

Kepala Polres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto mengungkapkan, pihaknya memang menargetkan membersihkan lokalisasi atau tempat tinggal sementara para penambang ilegal di kampung tersebut. Kampung Ciguha sendiri berjarak sekitar 21 kilometer dari kantor PT Antam atau tepat di dalam kawasan eksploitasi emas.

“Saat penertiban, tidak ada perlawanan,” ujar Suyudi, Sabtu (19/9/2015).

Selain memusnahkan perkampungan penambang liar, sebanyak 117 lubang emas ilegal telah ditutup. Namun, ada tujuh lubang yang harus ditutup menggunakan teknologi filling atau mengisi lubang dengan semen agar tidak bisa dipergunakan kembali.

Sementara itu, Mardi, salah seorang pemilik gubuk, mengaku pasrah dengan penertiban tersebut.

“Ya, saya pasrah, belum tahu harus kerja apa,” ungkapnya sedih.

Penertiban itu merupakan penegakan hukum yang dilakukan jajaran Polres Bogor terhadap ulah para penambang emas tanpa izin. Aktivitas penambangan liar di Gunung Pongkor, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor telah berlangsung selama puluhan tahun. Potensi kerugian PT Aneka Tambang akibat praktik tersebut setidaknya mencapai Rp 1 triliun per tahun.

Setidaknya, untuk periode 2012-2013, para penambang liar berhasil mencuri 1,6 ton emas yang jika diuangkan mencapai Rp 801 miliar. Belum lagi untuk biaya pengamanan, biaya pengelolaan kerusakan lingkungan, biaya penutupan lubang penambang emas tanpa izin (PETI), dan pendapatan negara serta daerah yang hilang begitu saja.

Nia Ramadhani Pamer Foto Perut Buncitnya

BeritaBintang –  ketika merayakan ulang-tahun ketiga Mikhayla Zalindra Bakrie di Komplek Wisata Jungleland, kawasan Sentul City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, awal Juni 2015, pesinetron Nia Ramadhani (25) berharap diberi momongan lagi.

Nia ingin hamil untuk kedua kalinya setelah usia Mikhayla menginjak tiga tahun.

Harapan hamil lagi itu akhirnya terkabul. Melalui akun Instagramnya, Nia menunjukkan kabar bahagia.

Tubuhnya mulai melar setelah Nia mengaku sedang mengandung janin anak keduanya.

Di akhir Juli ini, kehamilan menantu pengusaha dan Ketua Umum Golkar Hasil Munas Bali Aburizal Bakrie itu telah memasuki usia lima bulan.

Perut Nia bahkan sudah terlihat buncit. Foto diunggah Nia di akun Instagramnya, @ramadhania bakrie, Rabu (22/7/2015).

Di foto itu perempuan kelahiran Jakarta, 16 April 1990, yang bernama asli Prianti Nur Ramadhani tersebut sedang memperlihatkan kemesraannya bersama Mikhayla dan Anindra Ardiansyah Bakrie alias Ardi Bakrie, suaminya.

Mereka sedang asyik berjalan bersama. Nia yang memakai dress panjang cukup ketat seolah memperlihatkan lekuk tubuh dan perutnya yang mulai membesar.

Nia menulis, “5 months to go… Bismillah.. @ardibakrie.” Saat itu Nia sepertinya sedang berlibur bersama anak dan suaminya di Los Angeles, Amerika Serikat.

Nia sempat terkejut ketika memeriksakan diri ke dokter kandungan dan ternyata sudah hamil empat bulan.

Itu artinya, ketika repot menyiapkan pesta ulang-tahun ketiga Mikhayla di Jungleland, Nia sebenarnya sudah berbadan dua.

Hanya saja Nia tidak mengetahui jika sedang hamil muda. Beruntung, kesibukan menyiapkan pesta itu tidak mengganggu kehamilan Nia.

Nia menikah dengan Ardie pada 1 April 2010. Setelah menikah dengan Ardi, Nia yang sempat mengganti namanya menjadi Ramadhania Ardie Bakrie medio Oktober 2010 ini memutuskan berhenti dari dunia entertainment.

Dua tahun setelah menikah, Nia melahirkan Mikhayla pada 2 Juni 2012.