KAA

22 Kepala Negara Hadiri Historical Walk KAA di Bandung

Agen Bola

22 Kepala Negara Hadiri Historical Walk KAA di Bandung

 

BeritaBintang Rangkaian acara Konferensi Asia-Afrika (KAA) ke-60 akan segera berakhir. Puncak dari acara itu digelar di Bandung, Jawa Barat.

Di Kota Kembang itu, para pemimpin dunia rencananya akan melakukan napak tilas KAA dengan menggelar historical walk dari Hotel Savoy Homan ke Gedung Merdeka.

Menurut Direktur Jenderal Asia, Pasifik, Eropa Kementerian Luar Negeri puncak acara ini pun akan dihadiri oleh 22 Kepala Negara/Pemerintahan dan deputi Asia/Afrika. Mereka ada yang sudah ikut dari Jakarta dan ada pula yang terbang langsung dari negaranya untuk berpartisipasi dalam historical walk tersebut.

“(Tamu) VVIP yang ke Bandung PM Nepal, Presiden Madagaskar, Wapres Zambia, Aljazair, Liberia, Libya, Filipina, Uganda, PM Rwanda, Ketua Dewan Presidium Korut, Presiden Sierra Leone, Presiden Timor Leste,” ujar Yuri Jumat (24/4/2015).

“Lalu Presiden Zimbabwe, Raja Swaziland, PM Malaysia nyusul (langsung ke Bandung). Wapres Afsel dan Angola, PM Kamboja, Presiden Vietnam, Presiden Sierra Leone, Presiden Myanmar, Presiden China, Presiden Vietnam, Wapres Venezuela,” sambung dia.

Meski demikian, ada pula pemimpin dunia yang sudah datang di Jakarta memilih absen di Bandung. Ketidakhadiran mereka pun mayoritas karena harua menyelesaikan persoalan internal di negaranya.

“VVIP yang tidak ke Bandung itu Raja Yordania, PM Jepang, PM Singapura, PM Thailand, Sultan Brunei, PM Bangladesh, PM Mesir, Presiden Iran, Wapres Seychelles, PM Palestine. Totalnya 10,” pungkas Yuri

KAA ke-60 ini dilaksanakan di 2 kota, yaitu Jakarta pada 19-23 April dan Bandung pada 24 April. Agenda KAA meliputi ‘Asia-Afrika Bussiness Summit’ dan ‘Asia-Africa Carnival’. Tema KAA kali ini adalah peningkatan kerja sama negara-negara di kawasan selatan, kesejahteraan, serta perdamaian.

Antisipasi Demo, 2 Kompi Polisi Disiagakan di Bunderan HI

BeritaBintang – Imbauan Polda Metro Jaya untuk tidak melakukan unjuk rasa selama kegiatan Konferensi Asia Afrika yang berlangsung di Jakarta, tampaknya tidak digubris.

Hari ini, Senin 20 April 2015 tersiar kabar sejumlah massa akan melakukan demo di Bundaran Hotel Indonesia dan di gedung Istana Merdeka.

Mengantisipasi hal tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat sudah menyiagakan dua kompi petugas dari Sabhara dan Brimob.

“Saya datang ke sini untuk mengecek demo, katanya ada demo hari ini,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Hendro Pandowo, di sekitaran Bundaran HI.

Terkait dengan pengamanan sejumlah area yang dilewati iring-iringan mobil peserta KAA, Pandowo mengatakan, seluruh area itu menjadi prioritasnya untuk diamankan. Rekayasa lalu lintas juga dilakukan untuk menghindari kemacetan di ruas jalan tersebut.

“Soal jalan macet, kan direkayasa oleh Dirlantas Metrojaya. Dari Halim, Soetta, ada rekayasa. Buka tutuplah, tetapi tidak ditutup setiap hari, kalau ada delegasi lewat baru dilakukan penutupan,” tuturnya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Unggung Cahyono mengatakan tak segan untuk membubarkan massa aksi yang tetap nekat menggelar demo selama pelaksanaan periingatan 60 tahun KAA.

“Selama pelaksanaan KAA, mohon maaf kalau tidak bisa melakukan unjuk rasa,” ujar Unggung.

Presiden Afrika Selatan Batal Hadiri KAA

BeritaBintang – Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma, memastikan pembatalannya untuk hadir dalam Konferensi Asia Afrika (KAA). Kepastian ini didapat dari Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu), Retno Marsudi.

“Tentunya kita amat menyayangkan Presiden Zuma tidak bisa menghadiri KAA,” ujar Menlu Retno, ketika ditemui beritabintang di sela-sela hari pertama penyelenggaraan KAA di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (19/4/2015).

“Namun kami masih bisa mengerti keadaan dalam negerinya lebih membutuhkan Presiden Zuma berada di sana”. Tambahnya.

Kendati demikian, Menlu Retno menegaskan acara KAA tetap akan berlangsung tanpa kehadiran Presiden Zuma. Pemerintah Afrika Selatan tetap akan mengirimkan perwakilannya untuk menghadiri pertemuan dan peringatan ke-60 tahun KAA, yaitu Deputi Presiden Afrika Selatan.