Jules Bianchi

Grosjean Dedikasikan Desain Helm untuk Sahabat

BeritaBintang –    Pembalap Tim Haas, Romain Grosjean, memperkenalkan desain helm baru untuk musim balap 2016. Pembalap asal Prancis itu mendedikasikan desain helm tersebut untuk sang sahabat yang meninggal pada 2014.

Melalui akun media sosial Twitter, Grosjean mengaku senang dengan penampakan desain helm barunya tersebut. Tak lupa, pembalap 29 tahun tersebut juga menaruh harapan tinggi untuk musim balap 2016 yang akan berlangsung pada 20 Maret 2016 di GP Australia.

“Sangat senang dengan penampilan #helmbaru saya! Saya harap untuk dapat meraih hasil yang sangat baik dengan (helm) ini! #R8G #f1 @haasF1Team desain @adripaviot,”kicau Grosjean, melalui akun Twitter @RGrosjean, Senin (15/2/2016).

Pada desain kali ini, perpaduan kuning-jingga dipilih menjadi warna yang mendominasi terutama di bagian atas. Sementara untuk bagian depan, sang desainer memilihkan warna biru dengan garis merah bertuliskan Haas Automation inc.

Grosjean mendedikasikan helm ini untuk sahabatnya dari Tim Manor, Jules Bianchi yang tewas akibat mengalami insiden di GP Jepang pada 2014. Grosjean menuliskan #JB17 pada bagian atas helmnya untuk mendiang Bianchi.

FIA Pensiunkan Nomor 17 dari Arena F1

BeritaBintang – Untuk menghormati pebalap Jules Bianchi, pihak F1 sepakat tak lagi menggunakan nomor 17 dalam ajang tersebut.

Pebalap Tim Marussia, Jules Bianchi, meninggal dunia Jumat (17/6/2015), setelah mengalami koma selama sembilan bulan akibat kecelakaan yang dialaminya saat GP Jepang musim lalu.

Keputusan pensiunnya nomor 17 diumumkan FIA melalui akun resmi mereka.

“Karena nomor kendaraan merupakan pilihan pribadi dari si pebalap, maka FIA memutuskan tak lagi menggunakan nomor 17 yang merupakan pilihan Bianchi.”

“Nomor tersebut tak akan lagi digunakan dalam lomba mobil F1,” demikian FIA.

Bianchi yang meninggal di usia ke-25, berjuang dalam kondisi koma selama sembilan bulan dengan menjalani perawatan di rumah sakit Centre Hospitalier Universitaire, Nice, Prancis.

Bianchi bergabung dengan Marussia pada 2013 dan ikut dalam 34 lomba. Ia merupakan pebalap pertama yang tewas di ajang F1 setelah kematian legenda balap asal Brasil, Ayrton Senna di sirkuit San Marino pada 1994.

Dunia Balap Formula 1 Berduka, Jules Bianchi Meninggal Dunia Sabtu, 18 Juli 2015 15:43 WIB

BeritaBintang – Dunia balap tengah berduka menyusul meninggalnya salah satu pebalap Formula 1, Jules Bianchi, pada Jumat (17/7/2015).

Bianchi meninggal setelah koma sejak Oktober tahun lalu akibat kecelakaan saat balapan.

“Jules sudah berjuang sangat keras, seperti yang selalu dia lakukan, tetapi hari ini pertarungannya berakhir. Rasa sedih yang kami rasakan sangat besar dan tak terlukiskan,” demikian pernyataan dari keluarga pebalap Prancis tersebut.

Bianchi meninggal pada usia 25 tahun. Dia meninggalkan orang tua, Philippe dan Christine, serta dua saudara, Tom dan Melanie.

“Kami sangat sedih kehilangan Jules setelah perjuangan yang sangat berat. Suatu kehormatan memiliki pebalap seperti dia di tim kami,” tulis tim Manor dalam akun Twitter mereka.

Bianchi mengalami koma setelah menabrak mobil derek yang tengah memindahkan mobil Adrian Sutil yang lebih dulu mengalami kecelakaan, pada GP Jepang di Sirkuit Suzuka, Oktober 2014.

Setelah beberapa waktu dirawat di Jepang, Bianchi dibawa pulang ke Nice, Prancis, dan tetap menjalani perawatan intensif.

Semasa aktif membalap di Formula 1 pada 2013-2014, Bianchi menyelesaikan 34 balapan.

Poin pertamanya didapat saat finis kelima pada GP Monaco 2014.