Jorge Lorenzo

Bersama Ducati, Lorenzo Yakin Bisa Lebih Baik Ketimbang Rossi

BeritaBintangPALMA Jawara MotoGP musim 2015, Jorge Lorenzo menegaskan bahwa dirinya bakal mampu beradaptasi dengan baik bersama Ducati musim depan. Bahkan ia sesumbar bakal lebih baik ketimbang Valentino Rossi.

Musim depan Lorenzo bakal memulai petualangan barunya bersama Ducati. Hal tersebut merupakan pengalaman baru semenjak mentas di MotoGP pada 2008. Pembalap berpaspor Spanyol itu tercatat hanya menunggangi kuda besi milik tim Yamaha.

Jorge Lorenzo mengaku belajar dari kegagalan Rossi saat membela Ducati selama dua musim yakni pada 2011-2012. Sebab pada saat itu The Doctor tak pernah meraih kemenangan dan hanya tiga kali naik podium.

“Kelebihan utama yang saya miliki adalah mampu beradaptasi dengan cepat pada hal yang baru,” ujar Lorenzo, mengutip Agen Judi Online, Senin (10/10/2016).

“Kita lihat saja nanti apakah saya bisa cepat dan kompetitif dengan Ducati. Saya sama sekali tak merasa tertekan. Namun tantangan utama saya adalah menjadi juara dunia,” pungkasnya.

Lorenzo-Rossi Finis Podium GP Aragon, Movistar Yamaha Pede untuk Race di Motegi

BeritaBintang –  Movistar Yamaha tampil kompetitif di GP Aragon karena Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi masing-masing berada di podium kedua dan ketiga. Hasil tersebut membuat Team Director Massimo Meregalli optimistis menatap seri berikutnya.

Balapan yang digelar di MotorLand Aragon itu berjalan sengit karena ada empat pembalap yang memperebutkan posisi satu. Akan tetapi, Marquez keluar sebagai yang tercepat meskipun sempat tercecer di urutan lima karena kesalahan sendiri.

Dua pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, bersaing memperebutkan urutan kedua. Lorenzo akhirnya mengungguli rekan setimnya tersebut dengan selisih lebih dari dua detik. Sementara Marquez melesat sendirian di depan.

“Kami meraih hasil luar biasa dengan dua pembalap yang finis di podium. Ketika tiba di Aragon, kami memasang target menang. Kami akan membawa misi ini untuk seri berikutnya karena kami ingin menang lagi,” kata Meregalli, seperti dikutip dari Agen Bola Tangkas, Selasa (27/9/2016).

Seri ke-15 MotoGP 2016 adalah GP Jepang. Grand prix tersebut akan digelar di sirkuit ikonik Twin Ring Motegi pada 16 Oktober 2016.

Pol Espargaro Sayangkan Perseteruan Rossi dan Lorenzo

BeritaBintang – Pembalap Yamaha Tech3, Pol Espargaro, buka suara terkait cekcok yang terjadi antara Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Aksi yang terjadi saat di konferensi pers tersebut dinilai tidak pantas.

Lorenzo menyulut perseteruan dengan mengklaim Rossi melakukan overtake yang terlalu agresif saat GP San Marino. Pembalap berjuluk X-Fuera itu menyatakan, VR46 seharusnya tidak perlu melakukan manuver yang agresif. Alhasil, The Doctor membantah tuduhan tersebut sehingga terjadi perang opini.

Melihat kejadian tersebut, Espargaro memahami sudut pandang dari Lorenzo dan Rossi. Kendati demikian, untungnya perseteruan dua rider Yamaha itu tak terjadi saat perlombaan berlangsung karena dapat membuat masalah menjadi lebih serius.

“Jorge menjelaskan masalah yang dihadapinya. Rossi juga begitu, hingga lahir diskusi kecil. Itu suatu kewajaran,” kata Espargaro mengutip dari JendralPoker.Co, Jumat (16/9/2016).

“Sayangnya sesi konferensi pers bukan lokasi yang tepat untuk menyelesaikan sesuatu. Beruntung, di lintasan tak terjadi hal yang serius,” pungkas sosok berusia 25 tahun tersebut kepada Kamusjudi.Com

 

– Start di Posisi Keempat, Marquez Pesimis Bisa Juarai GP San Marino

BeritaBintang – Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez merasa gagal bersaing untuk meraih pole position terdepan saat sesi kualifikasi di Sirkuit Misano. Rider asal Spanyol tersebut hanya bisa meraih urutan keempat dengan waktu 1 menit 32.443 detik.

Jawara MotoGP musim 2013 dan 2014 itu mengaku kehilangan ritme dalam memacu motornya. Sebab, pada latihan bebas ia sempat keluar sebagai yang tercepat, yaitu di FP3. Namun, start dari posisi keempat tak menyurutkan semangatnya untuk bisa bersaing dengan Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi.

“Saya sebetulnya merasa kuat hari ini, terutama setelah hasil di FP3 dan FP4,” ujar Marquez mengutip Agen Judi Online, Minggu (11/9/2016).

“Namun kami tidak bisa berbuat banyak di sesi kualifikasi kedua karena lintasan yang padat, dan saya tidak bisa membuat satu pun putaran yang sempurna,” tambahnya.

“Saya merasa cukup dekat dengan Lorenzo dan Rossi. Tentu dengan persiapan yang baik , kami akan bertarung naik ke podium,” pungkas pembalap berusia 23 tahun tersebut.

Rossi Akui Kehebatan Vinales dan Iannone di FP2 GP Inggris

BeritaBintang –  Pembalap Tim Ducati Corse, Andrea Iannone dan pembalap Tim Suzuki Ecstar, Maverick Vinales, berhasil menunjukkan performa apik pada sesi latihan bebas kedua (FP2) GP Inggris. Iannone sukses menyelesaikan FP2 sebagai pembalap tercepat.

Sementara Vinales berada satu posisi di belakangnya. Performa Iannone dan Vinales itu pun mendapat pujian dari pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi.

The Doctor –julukan Rossi– menilai bahwa Vinales dan Iannone tampil lebih kuat darinya pada FP2 GP Inggris tersebut. Sementara itu, ia menilai rekan setimnya, Jorge Lorenzo dan pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, gagal menunjukkan performa apik pada FP2 GP Inggris tersebut.

“Hasil yang saya raih mirip dengan Lorenzo dan Marquez. Namun Vinales dan Iannone berhasil tampil lebih kuat dari kami,” jelas Rossi, sebagaimana dikutip dari Bandar Bola, Sabtu (3/9/2016).

“Hal itu karena ban jenis keras yang mereka gunakan. Mereka jauh lebih cepat ketimbang saya. Ban jenis lunak yang mereka gunakan juga banyak memberikan keuntungan,” lanjutnya.

Ini yang Dibutuhkan Marquez untuk Jadi Juara di MotoGP 2016

BeritaBintang – Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, memang melalui gelaran MotoGP musim 2016 dengan performa yang sungguh luar biasa. Bahkan hingga saat ini, pemilik julukan The Baby Alien itu masih kukuh di puncak klasemen sementara pembalap MotoGP dengan raihan 170 poin.

Marquez sukses unggul 48 poin dengan juara bertahan sekaligus pembalap Tim Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo. Dengan fakta tersebut, Marquez pun kini disebut-sebut sebagai kandidat terdepan untuk merengkuh gelar juara dunia di MotoGP musim ini.

Melihat kondisi tersebut lantas mendapatkan komentar langsung dari Marquez sendiri beberapa waktu lalu. Pembalap berkebangsaan Spanyol tersebut pun mengaku masih membutuhkan lebih banyak kecepatan dari motor Tim Honda yang dikendarainya, yakni RC213V.

“Mungkin selama sesi paruh pertama, saya merupakan pembalap yang paling konsisten. Akan tetapi saya bukanlah pembalap yang tercepat,” ucap Marquez, seperti dilaporkan oleh Panduan Judi Online , Sabtu (30/7/2016).

“Maka dari itu, saya berharap kami bisa memperbaiki kekurangan ini saat di paruh kedua nanti. Saya rasa hanya itu yang kami butuhkan untuk bisa jadi juara dunia di sini (MotoGP 2016),” tandas pembalap berusia 23 tahun tersebut.

Persaingan Pembalap di MotoGP 2016 Terlalu Ketat

BeritaBintang – Pembalap Honda Marc Marquez berhasil unggul di puncak klasemen dengan catatan 170 poin. Dirinya unggul 48 poin dari Jorge Lorenzo yang berada di posisi dua dan 59 poin dari Valentino Rossi yang berada di posisi tiga.

Balapan MotoGP musim ini memang sangat ketat. Marquez dan Lorenzo memang sama-sama mengoleksi tiga kemenangan namun sukses Marquez untuk tetap berada di podium membuatnya mereka berada di posisi puncak klasemen. Sementara duo Yamaha yang meraih secara total lima kemenangan tak mampu mengejar Marquez.

Tak hanya Honda dan Yamaha yang bertarung musim ini. Ducati dan Suzuki juga sukses memberikan perlawanan untuk dua raksasa MotoGP tersebut.

Bos Yamaha, Lin Jarvis mengakui bahwa musim ini adalah musim yang berat. Ia berharap pada paruh kedua musim ini Yamaha dapat tampil lebih maksimal.

“Kompetisi di sini sangat tinggi. Dalam beberapa balapan Ducati sangat cepat. Saa hanya berharap tim kami bisa terus mencoba untuk memenangkan balapan. Kami harus memenangkan sisa balapan yang tak mudah. Namun segala hal masih bisa terjadi,” ujar Jarvis seperti diberitakan Bintangbola.co, Selasa (26/7/2016).

Jorge Lorenzo: Saya Harus Lakukan Sesuatu

BeritaBintang – Jelang pertengahan musim balap MotoGP 2016, menjadi saat kelabu bagi rider Tim Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo. Dalam beberapa terakhir, juara dunia musim lalu itu kesulitan untuk kembali ke performa terbaiknya.

Kendati demikian, Lorenzo enggan mengibarkan bendera putih dalam perebutan gelar juara dunia musim ini. Pembalap asal Spanyol itu menegaskan dirinya akan melakukan sesuatu untuk menemukan solusi memperbaiki posisinya di balapan.

Namun, masih belum jelas apa yang akan dilakukan Lorenzo untuk mengangkat kembali posisinya. Yang jelas, Rider 29 tahun tersebut akan melakukan sesuatu daripada hanya menunggu saja.

“Saya harus melakukan sesuatu. Saya tidak tahu apa itu tapi saya harus melakukan sesuatu,” ujar Lorenzo, seperti dilansir dari Bintangbola.co, Senin (25/7/2016).

“Saya harus melakukan sesuatu. Saya tidak tahu akan seperti apa, tapi itu lebih baik daripada tidak melakukan apapun dan berlatih di gym sambil menunggu masalah selesai dengan sendirinya,” tuntas rekan setim Valentino Rossi tersebut.

Tiga Keunggulan Ducati-Honda dari Yamaha di Tes Austria

BeritaBintangSPIELBERG – Juara bertahan MotoGP, Jorge Lorenzo, menilai Sirkuit Red Bull Ring Austria memberikan keuntungan untuk tim rival, Repsol Honda dan Ducati. Dirinya menyebutkan tiga hal yang jadi keunggulan tim lawan ketimbang Yamaha pasca-tes di sirkuit tersebut.

Dalam dua seri terakhir Yamaha memang kesulitan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Lorenzo hanya mampu finis di posisi 10 pada balapan di Assen, Belanda. Lalu dirinya harus puas finis di posisi 15 pada balapan di Jerman.

Sama halnya dengan Lorenzo, rekan satu timnya yakni Valentino Rossi juga mengalami kesulitan serupa di dua seri balapan terakhir. Pada seri Belanda, Rossi gagal finis akibat terjatuh, lalu di seri Jerman Rossi hanya finis di posisi kedelapan.

“Tampaknya trek ini memberikan keuntungan besar untuk mereka, terutama dalam hal stabilitas pengereman, akselerasi, dan top speed,” ujar Lorenzo seperti dikutip dari TaruhanBolaOnlineTerpercaya, Sabtu (23/7/2016).

“Mereka bisa mengerahkan seluruh kemampuan di trek ini dan perbedaannya dengan kami begitu jauh,” tambahnya.

Jorge Lorenzo: Saya Tampil Lebih Cepat di Hari Kedua

BeritaBintang – Pembalap Tim Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, lumayan senang setelah meraih catatan waktu yang lebih baik di hari kedua tes pengujian Sirkuit Red Bull Ring pada Rabu 20 Juli 2016 malam WIB. X-Fuera –julukan Lorenzo– mengaku motor YZR-M1 kepunyaannya melaju lebih cepat ketimbang hari pertama.

Pembalap berusia 28 tahun itu selalu mengaspal di dua hari tes. Pada hari pertama, rider berpaspor Spanyol itu harus puas menduduki posisi 12 dengan catatan waktu terbaik 1 menit 25.175 detik. Saat itu ia tertinggal 1,4 detik dari rider Tim Ducati, Andrea Dovizioso, yang keluar sebagai rider tercepat.

Di hari kedua tes, Lorenzo berada di posisi yang jauh lebih signifikan. Ia sanggup menduduki posisi enam dengan raihan waktu terbaik 1 menit 24.194 detik. Juara dunia tiga kali kelas MotoGP itu tertinggal 0,9 detik dari pembalap Ducati lain, Andrea Iannone, yang keluar sebagai rider tercepat.

Karena itu, perbaikan catatan waktu itu dapat dijadikan modal sebelum kembali tampil di sirkuit yang sama. Sekadar informasi, Sirkuit Red Bull Ring merupakan arena race ke-10 MotoGP 2016 yang berlangsung pada Minggu 14 Agustus 2016 malam WIB.

“Dibandingkan hari sebelumnya, saya meraih hasil yang lebih baik kali ini. Kami merasakan beberapa perkembangan pada motor, jadi saya terlihat sedikit lebih cepat. Sebelumnya, saya tertinggal 1,4 detik dari rider tercepat, namun kali ini hanya 0,9 detik,” jelas Lorenzo mengutip dari Bintangbola.co, Kamis (21/7/2016).