Jonas Folger

Kegunaan Minyak Kelapa untuk Kesehatan Mulut

BeritaBintangKegunaan Minyak Kelapa untuk Kesehatan Mulut

ADA banyak penelitian yang bahwa kegunaan minyak kelapa dapat menjaga kesehatan mulut. Salah satunya yakni sebagai pemutih alami gigi yang pasti diinginkan oleh banyak orang.

{ Baca Juga, ” Jelang MotoGP Amerika Serikat 2017, Jonas Folger: Saya Penuh Bersemangat! ” }

Dilansir JUDI ONLINE, Kamis (20/4/2017), berikut adalah lima kegunaan minyak kelapa untuk kesehatan mulut. Mau tahu ulasannya?

Mencegah plak gigi

Oleskan minyak kelapa di bagian gigi karena dapat mencegah timbunan plak yang berbahaya. Minyak kelapa dapat membunuh mikroorganisme jahat dalam rongga mulut karena mengandung zat anti-bakteri alami.

Putihkan gigi

Minyak kelapa memiliki sifat anti-bakteri alami, sehingga dapat membantu memutihkan dan membersihkan gigi. Minyak kelapa jauh lebih cepat memutihkan gigi, dibandingkan Anda pakai pasta gigi.

Mencegah gusi bengkak

Minyak kelapa juga dapat mencegah gusi bengkak yang berbahaya bagi kesehatan mulut. Gusi bengkak terjadi akibat penumpukan bakteri jahat dalam rongga mulut yang sebaiknya dicegah.

Mencegah kerusakan gigi

Menggunakan minyak kelapa juga menghindarkan Anda dari paparan bakteri streptococcus yang memicu plak. Anda harus melindungi diri dari kerusakan gigi agar tetap nyaman beraktivitas.

Mengurangi bau mulut

Konsumsi minyak kelapa murni atau oleskan ke dama rongga mulut. Minyak kelapa membantu mengurangi bau mulut yang sangat mengganggu, terutama di saat beraktivitas.

Ini Target Utama Tim Yamaha di MotoGP 2017

BeritaBintang Ini Target Utama Tim Yamaha di MotoGP 2017

Kiprah Tim Monster Yamaha Tech 3 di seri perdana MotoGP musim 2017 memang bisa dikatakan tak terlalu buruk. Bahkan salah satu pembalap mereka, yakni Johann Zarco, nyaris bisa menyelesaikan balapan di posisi terdepan.

Akan tetapi sangat disayangkan, Zarco harus mengubur dalam-dalam keinginannya meraih podium pertama di MotoGP Qatar lantaran gagal finis usai mengalami crash. Sementara rekan setim Zarco, yakni Jonas Folger, mampu menyelesaikan balapan di urutan ke- 10.

[ Baca Juga : ” Hidup Mati Manusia vs Kera di Film War for the Planet of the Apes ” ]

Dengan fakta tersebut membuat banyak kalangan memprediksi bahwa Tim Monster Yamaha Tech 3 bakal sangat kompetitif dan mampu meraih beberapa podium di MotoGP 2017. Namun hal itu disangkal oleh Bos Tim Monster Yamaha Tech 3, Herve Poncharal.

Ia menegaskan bahwa target utama Tim Monster Yamaha Tech 3 adalah membawa salah satu pembalap untuk meraih gelar Rookie of the Year MotoGP 2017, sehingga Poncharal tak terlalu menargetkan kepada Zarco atau Folger untuk meraih podium

“Tujuan utama kami di kejuaraan dunia tahun ini adalah mengatarkan Johann atau Jonas meraih gelar pendatang baru terbaik. Jadi, kami tidak menargetkan harus berapa banyak mereka meraih podium musim ini,” tegas Poncharal, seperti dikutip dari AGEN BOLA, Sabtu (1/4/2017)

Jadi yang Terbaik di Antara Para Rookie di Losail, Ini Kata Alex Rins

BeritaBintangJadi yang Terbaik di Antara Para Rookie di Losail, Ini Kata Alex Rins

Rider Suzuki Ecstar, Alex Rins mengaku puas atas pencapaiannya di GP Qatar akhir pekan lalu, di mana ia berhasil finis di posisi sembilan. Rins juga sukses menjadi yang terbaik di antara para rookie lainnya pada seri pembuka MotoGP 2017 tersebut. Ia mengungguli Jonas Folger dan Sam Lowes yang finis di posisi 10 dan 18, serta Johann Zarco yang gagal finis.

Rins, rider asal Spanyol berusia 21 tahun, mengaku sama sekali tak menyangka dirinya bisa finis di posisi top 10. Ya, Rins sebelumnya hanya menargetkan finis di posisi 13. Prestasi ini jelas membuatnya kian puas dan termotivasi, padahal sempat mengalami beberapa masalah pada fork depan motor GSX-RR tunggangannya.

[ Baca Juga : ” Alicia Vikander Tampilkan Sisi Lain Lara Croft ” ]

“Pada sesi pemanasan, kami mencoba mencari setup yang tepat, dan ternyata memang cocok. Saya cukup gugup saat menjalani start karena balapan sempat ditunda. Tapi saya melakukan start dengan baik pada balapan pertama saya, jadi saya sangat senang,” ucap Rins seperti dimuat AGEN BOLA.

Rins pun mengaku endapat banyak pelajaran saat bersaing ketat, bahkan side-by-side dengan pembalap dari pabrikan lain, terutama joki berpengalaman seperti Cal Crutchlow, Aleix Espargaro dan Jorge Lorenzo. Rins mengaku memperhatikan gaya balap mereka, dan mencari penyebab mengapa mereka melaju lebih baik darinya.

“Saya sedikit gugup ketika Cal membuat jarak, saya berkata, ‘Ayo, ikuti dia!’ Tapi ketika ia menjauh saya memilih untuk tenang dan memikirkan balapan saya sendiri. Ketika Aleix menyalip saya, saya juga ingin mengikutinya. Tapi di lintasan lurus, Jorge menyalip saya dan melaju cepat. Rasanya sangat menyenangkan!” ujarnya antusias.

Yamaha Kontrak Jawara Moto2 Setahun untuk MotoGP 2017

BeritaBintangSACHSENRING Tim balap Tech3 Yamaha resmi mengontrak juara Moto2 Johann Zarco MotoGP musim 2017. Rider asal Prancis tersebut mengaku sangat antusias atas kerja sama yang terjalin dengan tim pabrikan asal Jepang tersebut.

Seperti diketahui, Zarco sempat dikabarkan bakal bergabung bersama Tim Suzuki. Sayangnya, pabrikan asal Hamamatsu itu lebih memilih Alex Rins untuk berduet dengan Andrea Iannone.

Kendati demikian, mimpi untuk tampil di MotoGP hadir saat tawaran dari tim satelit Yamaha. Menurutnya, ia senang mendapatkan kesempatan untuk bisa mencapai targetnya pada musim bersama Yamaha.

“Tak perlu dikatakan bahwa saya sangat senang untuk bergabung di kelas MotoGP dengan Tech3 dan saya yakin bahwa kita dapat membentuk kemitraan yang solid,” kata Zarco mengutip dari TaruhanBolaOnlineTerpercaya, Sabtu (16/7/2016).

Mengacu pada fakta ini, maka skuad Tech3 Yamaha secara keseluruhan diisi para rookie atau pendatang baru (2017). Sebelumnya tim tersebut telah meminang pelaga asal Jerman, Jonas Folger dan ini sejarak pertama Tech3 sejak eksis 2001 di level MotoGP.

“Tim ini memiliki hubungan yang mendalam dan sejarah panjang dengan Yamaha dan mereka telah membuktikan bekerja dengan baik dari tahun ke tahun. Ini sangat menyenangkan dan memberikan saya motivasi ekstra untuk mencapai target di musim 2017,” pungkas pembalap berusia 25 tahun tersebut.

Yamaha Tidak Ingin Terburu-buru

BeritaBintang  – Tim satelit Yamaha, Monster Yamaha Tech 3, belum menentukan siapa pembalap yang akan menjadi tandem rider anyarnya Jonas Folger di MotoGP 2017. Sang bos, Herve Poncharal, menyatakan tidak ingin terburu-buru dalam menentukannya.

Yamaha Tech 3 belum tahu apakah akan melepas pembalapnya musim ini yakni Pol Espargaro, menyusul jejak Bradley Smith yang hengkang ke Tim KTM musim depan. Menurut Poncharal, saat ini semua kemungkinan masih terbuka.

“Saya tidak akan terburu-buru. Saya ingin merekrut Jonas (Folger) karena dia memiliki beberapa kesempatan dan bagi saya, penting untuk mengamankan setidaknya satu slot,” kata Poncharal, seperti dimuat Bintangbola.co, Minggu (15/5/2016).

“Tempat kedua saat ini masih menjadi milik Pol (Espargaro). Tapi, saya tahu ini bukanlah prioritas,” sambung pria yang juga menjabat sebagai Presiden Asosiasi Tim Balap Internasional (IRTA) tersebut.

Poncharal tahu Espargaro sedang berusaha mencari tim lain, yang sekelas pabrikan, untuk MotoGP 2017. Tidak ingin memaksakan apa pun, ia pun secara terang-terangan mendukung apabila adik dari rider Suzuki Ecstar, Aleix Espargaro, itu ingin pergi.

Yamaha Tidak Ingin Terburu-buru

BeritaBintang –  Tim satelit Yamaha, Monster Yamaha Tech 3, belum menentukan siapa pembalap yang akan menjadi tandem rider anyarnya Jonas Folger di MotoGP 2017. Sang bos, Herve Poncharal, menyatakan tidak ingin terburu-buru dalam menentukannya.

Yamaha Tech 3 belum tahu apakah akan melepas pembalapnya musim ini yakni Pol Espargaro, menyusul jejak Bradley Smith yang hengkang ke Tim KTM musim depan. Menurut Poncharal, saat ini semua kemungkinan masih terbuka.

“Saya tidak akan terburu-buru. Saya ingin merekrut Jonas (Folger) karena dia memiliki beberapa kesempatan dan bagi saya, penting untuk mengamankan setidaknya satu slot,” kata Poncharal, seperti dimuat Bintangbola.Co , Senin (16/5/2016).

“Tempat kedua saat ini masih menjadi milik Pol (Espargaro). Tapi, saya tahu ini bukanlah prioritas,” sambung pria yang juga menjabat sebagai Presiden Asosiasi Tim Balap Internasional (IRTA) tersebut.

Poncharal tahu Espargaro sedang berusaha mencari tim lain, yang sekelas pabrikan, untuk MotoGP 2017. Tidak ingin memaksakan apa pun, ia pun secara terang-terangan mendukung apabila adik dari rider Suzuki Ecstar, Aleix Espargaro, itu ingin pergi.

Folger Percaya Penuh kepada Yamaha

BeritaBintang –Pembalap Moto2, Jonas Folger, mengungkapkan siap bertarung di MotoGP 2017 bersama Tim Monster Yamaha Tech 3. Folger menyatakan percaya penuh dengan para teknisi yang ada di dalam tim barunya tersebut.

Menurut Folger, para teknisi Tim Yamaha Tech 3 akan tahu apa yang dibutuhkan seorang rookie seperti dirinya untuk menjalani musim debut di MotoGP musim depan. Karena itu, pembalap berusia 22 tahun tersebut akan menyerahkan hal-hal yang masih baru baginya kepada tim.

Salah satu hal yang pasti diserahkan Folger adalah terkait perangkat elektronik (ECU). Rider asal Bavaria, Jerman, itu mengungkapkan sama sekali belum paham tentang ECU sehingga masih butuh banyak waktu untuk mempelajarinya.

“Saya harus menyerahkan segalanya kepada tim saya untuk aspek yang satu itu (ECU). Saya pikir tim akan sangat tahu setting-an apa yang dibutuhkan seorang rookie di atas trek,” ujar Folger, seperti dimuat Indowins, Jumat (13/5/2016).

“Tim tahu langkah apa yang harus dilakukan untuk rookie. Herve (Poncharal, bos Yamaha Tech 3) dan tim pernah merasakan Bradley Smith dan Pol Espargaro sebagai dua rookie. Mereka tahu apa yang harus dilakukan,” lanjutnya.

Dua Bintang Muda Moto2 Masuk Radar Yamaha Tech 3

BeritaBintang –Setelah menyatakan ingin mempertahankan Pol Espargaro untuk MotoGP musim depan, Monster Yamaha Tech 3 kini dikabarkan tengah membidik salah satu dari dua rider muda yang kini berkompetisi di Moto2 untuk menggantikan Bradley Smith. Seperti diketahui, nama terakhir dipastikan hijrah ke KTM pada MotoGP 2017.

Dua joki muda intermediate class yang diincar Tech 3 adalah rider Paginas Amarillas HP 40, Alex Rins dan pembalap Dynavolt Intact GP, Jonas Folger. Bos Tech 3, Herve Poncaral, mengaku pihaknya memang tak punya banyak pilihan selain Rins dan Folger.

“Tak diragukan lagi Moto2 adalah kelas balap terbaik jika Anda ingin mencari rider bertalenta untuk MotoGP. Tapi, saat ini tak banyak rider Moto2 yang tersedia. Jadi, siapa yang tersedia? Alex Rins mendapat banyak tawaran, lalu ada Jonas Folger. Kurang lebih hanya mereka berdua. Meski begitu, keduanya rider hebat yang punya banyak potensi,” ucap Poncharal, seperti dimuat RACER, Selasa (19/4/2016).

“Kita semua tahu kualitas Alex. Sementara kita juga tahu kalau Jonas cepat, tapi ia akan lebih menarik jika konsisten masuk tiga besar di Moto2,” imbuhnya.

“Namun, sejauh ini saya belum melakukan negosiasi dengan siapapun. Masih terlalu dini. Pertama-tama saya harus berdiskusi dengan (tim pabrikan) Yamaha. Yamaha harus memastikan siapa rider kedua mereka di Movistar Yamaha (musim depan), setelahnya barulah kita lihat nanti untuk Tech 3,” tuntas Poncharal.