Joko Widodo

Pengusaha Bantu Pemerintah Kembangkan 23 Pelabuhan

BeritaBintang – Pengusaha yang tergabung dalam Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) berkomitmen membantu pemerintah mengembangkan 23 pelabuhan.

Hal itu menjadi rencana Japnas untuk mendukung program presiden Joko Widodo dalam pembangunan jaringan tol laut.

“Kita sedang aktif mendukung pembangunan 23 pelabuhan itu,” ujar Ketua Harian Japnas, Widiyanto Saputro, Senin (26/10/2015).

Widiyanto mengungkapkan selama ini banyak pihak yang ingin melihat realisasi tol laut. Namun pada kenyataannya dari pengusaha lokal juga harus ikut membantu mempersiapkan barang dan jasa yang siap diperdagangkan saat tol laut tersebut selesai.

Widiyanto memaparkan jika tidak ada persiapan yang matang terutama dari investor dalam negeri, maka tol laut hanya akan digunakan oleh orang asing.

“Ini kalau kita nggak bersiap, ketika ini semua terbangun, yang ada kita hanya jadi pasar,” papar Widiyanto.

Widiyanto memaparkan visi misi Japnas dalam mengembangkan perekonomian negara dengan mengisi kekosongan investasi yang belum disadari pengusaha lainnya.

Sehingga saat pemerintah mengubah arah pembangunan dan investasi belum menghasilkan, Japnas sudah terlebih dahulu melakukan ekspansi bisnis.

“Kita bisa mengembangkan sentra-sentra produksi di sana, maka kita bisa mencegah gap kekosongan terjadi. salah satu agenda penting Japnas itu kita ingin mendorong produksi dalam negeri,” papar Widiyanto.

Widiyanto mengimbau untuk para pengusaha jangan berlarut dengan masalah yang dihadapi negara saat ini, namun sebaiknya mencari solusi yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kita di sisi pengusaha jangan fokus pada masalah, tapi fokus pada kesempatannya,” kata Widiyanto.

Megawati Cerita Di-bully karena Sebut Jokowi Petugas Partai

BeritaBintang – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menceritakan saat di-bully karena menyebut Joko Widodo sebagai petugas ‎partai.

Saat itu, Megawati memilih diam menghadapi bully di sosial media tersebut.

“Saya diam saja. Kalau wartawannya saya suruh keluar. Tidak dengar yang saya katakan. Enggak akan ribut,” kata Megawati saat memberikan pidato di Wisma Kinasih, Depok, Selasa (21/7/2015)

Megawati mengingatkan istilah petugas partai merupakan keputusan kongres dan bukan usulan pribadi dirinya.‎

Ia mengatakan kader PDIP merupakan petugas partai. Namun, hal itu berbeda bagi anggota biasa.

Tidak semua anggota PDIP disebut sebagai petugas partai.

“Memang betul Jokowi ditugaskan, ‎karena saya lihat kamu (Jokowi) akan mampu jadi pimpinan nasional maka ketua umum PDIP memberikan mandat kepada kader yakni Jokowi sebagai petugas partai sebagai calon,” katanya.

Megawati mengak‎u dirinya tidak peduli akan bully tersebut. Sebab, ia memiliki tanggungjawab untuk merekomendasikan seseorang maju dalam pemilihan.

Ia lalu mencontohkan Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang juga berstatus petugas partai.

“Siapa yang mau masuk PDIP pasti akan disebut hal itu dan mestinya merasa bangga. Karena baru menjadi anggota belum bisa disebut petugas partai,” katanya.

Ia menyebutkan petugas partai baru bisa didapatkan bila seorang kader masuk dalam tiga pilar yakni eksekutif, legislatif dan struktural.‎

“Karena segala yang dia lakukan harus sesuai perintah partai. Ideologi kita ini Pancasila, jabarannya Trisakti. Daripada bully saya kok engga nanya saya,” ujarnya.

Pernikahan Putra Jokowi Tanpa Pembatas Pejabat dan Rakyat

BeritaBintang – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negeri & Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Yuddy Chrisnandi menyatakan bahwa gelaran pernikahan putra Presiden Joko Widodo (Joko Widodo), Gibran Rakabumi & Selvi Ananda digelar bersama amat sangat sederhana.

hal tersebut nampak dari pemakaian gedung milik keluarga Joko Widodo & keterlibatan serentak warga dalam seluruhnya proses persiapan pernikahan, mulai sejak dari komsumsi, tenda, panggung sampai penyebaran undangan melalui beberapa ratus tukang becak.

“Jadi, keterlibatan rakyat ini memberikan kebahagiaan bagi seluruhnya orang tidak dengan sekat pembatas antara anak petinggi dgn rakyat,” ungkap Yuddy di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2015).

Belum lagi, kata Yuddy, tak ada batasan undangan dalam pesta pernikahan tersebut. Seluruh dapat hadir & mampu merasakan kegembiraan dari pernikahan tersebut.

“Anda tonton kabar di tv, rakyat bergembira, aku belum sempat akan satu juga komplain dari rakyat di Solo mengenai pernikahan putra Joko Widodo,” ungkapnya.

Yuddy melanjutkan, penduduk Solo serta bakal menggelar karnaval utk menyongsong pernikahan tersebut. ” Ini kan kemeriahan rakyat, tak ada jarak. dimana yg salah?” tutupnya.