Johann Zarco

Tidak Ingin Zarco Disudutkan, Poncharal: Rossi Juga Punya Gaya Membalap yang Berbahaya!

BeritaBintangTidak Ingin Zarco Disudutkan, Poncharal: Rossi Juga Punya Gaya Membalap yang Berbahaya!

Pembalap Tim Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco, sempat mengalami insiden dengan Valentino Rossi (Movistar Yamaha) di paruh musim pertama MotoGP 2017. Kedua pembalap saling bersenggolan saat memperebutkan posisi ketiga pada lap ketujuh di Grand Prix (GP) Amerika Serikat.

Saat itu, Zarco sedang berusaha mendahului Rossi di tikungan ketiga. Namun, kedua pembalap sempat bersenggolan meski akhirnya mereka bisa menyelesaikan balapan.

Alhasil, Rossi berhasil finis kedua saat tampil di Sirkuit Austin. Sementara Zarco menyentuh garis finis di urutan kelima.

Usai kejadian tersebut, Rossi sempat menyindir gaya membalap Zarco yang agresif dan seperti saat masih di kelas Moto 2. Tidak ingin Zarco disudutkan, Bos Yamaha Tech 3, Herve Poncharal pun angkat bicara.

[ Baca Juga : ” Tragis, Film Baru Kim Soo Hyun Gagal Total, Jauh dari Target Penjualan ” ]

Poncharal menilai Rossi juga pernah melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Zarco. Bahkan, ia menyebut pembalap berjuluk The Doctor itu mempunyai gaya membalap yang berbahaya.

“Saya katakan jika Anda pembalap paling top dan seseorang memberi Anda ‘gangguan kecil’, jelas Anda tidak puas. Tapi kita semua ingat bagaimana hal seperti itu terjadi ketika Valentino di 125cc, lalu 250cc, dan kelas MotoGP,” kata Poncharal, mengutip dari AGEN BOLA, Jumat (21/7/2017).

“Saat duel Rossi dengan Max Biaggi menjadi begitu terkenal. Sama halnya ketika persaingan dia dengan Sete Gibernau dan beberapa pembalap lain yang menyebut dia sebagai pembalap gila, berbahaya, dan agresif,” pungkasnya.

Akui Kehebatan Dua Pembalap Yamaha Tech 3, Valentino Rossi: Selamat atas Kesuksesan Mereka

BeritaBintangAkui Kehebatan Dua Pembalap Yamaha Tech 3, Valentino Rossi: Selamat atas Kesuksesan Mereka 

Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, mengakui kehebatan para pembalap tim satelit yang tampil apik di MotoGP 2017. Walau bermodalkan pemain rookie, tapi kedua pembalapnya mampu bersaing dengan pembalap top musim ini.

Sebut saja Johann Zarco, yang mampu membuat kejutan di MotoGP Prancis dengan meraih podium kedua. Sedangkan Jonas Folger pekan lalu mampu menaiki podium saat tampil di MotoGP Jerman.

[ Baca Juga : ” Paul Rudd Kembali Perankan Ant-Man di Sekuel Avengers ” ]

“Mereka mampu membalap dengan cepat hingga akhir. Mereka juga terhindar dari ban belakang yang cukup bermasalah,” ungkap Rossi, mengutip dari AGEN BOLA, Sabtu (8/7/2017).

Melihat keberhasilan Zarco dan Folger, VR46 pun mengucapkan selamat kepada keduanya. Pasalnya mereka mampu mengancam tim utama Yamaha yakni dirinya dan rekannya, Maverick Vinales.

“Tapi pembalap mampu membuat perbedaan. Jadi saya mengucapkan selamat atas kesuksesan mereka,” pungkasnya.

Komentari Hasil GP Jerman, Zarco: Saya Bisa Finis Lima Besar jika Mulai dari Baris Kedua!

BeritaBintangKomentari Hasil GP Jerman, Zarco: Saya Bisa Finis Lima Besar jika Mulai dari Baris Kedua!

Menutup gelaran MotoGP Grand Prix (GP) 2017 di Jerman, pembalap anyar Tim Yamaha Tech 3, Johann Zarco, masih menyisakan satu kekecewaan di hatinya. Tampil di Sirkuit Sachsenring, Zarco sendiri hanya puas menyelesaian balapan di urutan sembilan.

Pembalap asal Prancis itu pun mengatakan dirinya bisa berkompetisi untuk mengamankan posisi finis lima besar dengan grid awal yang lebih baik. Kala melakukan sesi kualifikasi, Zarco tidak mampu mengamankan baris depan.

[ Baca Juga : ” Aktris Korea Claudia Kim Bakal Main di Fantastic Beasts 2 ” ]

Sementara rekan setimnya, Jonas Folger, bernasib lebih baik dan mampu menjadi runner-up pada balapan di sirkuit sepanjang 3,7 km itu. Zarco kembali berujar dirinya kecewa tidak mampu melaju seperti lebih baik ketimbang Folger.

“Jika saya mulai balapan layaknya Folger di baris kedua, tentunya hasil yang didapat akan jauh lebih baik. Saya rasa saya bisa finis di urutan keempat atau kelima,” ucap Zarco percaya diri, seperti disadur dari AGEN BOLA, Selasa (4/7/2017).

“Tapi saya melaju di sepanjang akhir pekan di Jerman ini dengan catatan waktu sekira 1 menit 22 detik. Folger melaju lebih cepat dari catatan waktu saya saat race, jadi saya tidak mungkin tampil di podium seperti yang diraihnya,” tandas rider berusia 26 tahun itu.

Tampil Gemilang di GP Prancis, Zarco: Saya Termotivasi Raih Podium Lagi

BeritaBintangTampil Gemilang di GP Prancis, Zarco: Saya Termotivasi Raih Podium Lagi

Pembalap Tim Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco, memiliki motivasi besar untuk meraih podium di seri-seri MotoGP 2017 selanjutnya. Wajar saja, pembalap berkebangsaan Prancis itu punya keinginan tersebut lantaran meraih hasil gemilang di Grand Prix (GP) Prancis beberapa waktu lalu.

Zarco berhasil meraih podium kedua di Sirkuit Le Mans, Prancis. Dengan hasil itu, ia pun berada di posisi lima klasemen sementara MotoGP musim ini dengan mengoleksi 55 poin.

[ Baca Juga : ”  Intip Megahnya Kasur Hulk di Film Thor: Ragnarok ” ]

Penampilan Zarco di awal musim terbilang cukup konsisten dengan menyelesaikan balapan di posisi lima besar, kecuali di seri perdana saat terjatuh di Sirkuit Losail, Qatar. Pembalap berusia 26 tahun itu finis di posisi lima saat melintas di GP Argentina dan Amerika Serikat serta finis di urutan empat saat tampil di GP Spanyol.

Zarco mengatakan, dirinya termotivasi untuk melanjutkan raihan positif saat tampil di Le Mans. Ia pun bertekad untuk kembali meraih podium.

“Setelah saya berhasil finis kedua di Prancis, saya termotivasi untuk meraih hasil yang sama di setiap seri. Keinginan saya raih podium di setiap balapan semakin besar,” ujar Zarco, mengutip dari AGEN BOLA, Rabu (31/5/2017).

Zarco: Jika Sudah Pasti Raih Podium, Saya Tak Ingin Mengambil Risiko

BeritaBintangZarco: Jika Sudah Pasti Raih Podium, Saya Tak Ingin Mengambil Risiko

BORMES LES MIMOSAS – Pembalap Tim Yamaha Tech 3, Johann Zarco, mengakui bahwa dirinya tak ingin mengambil risiko saat mampu raih podium di GP Prancis 2017 beberapa waktu lalu. Zarco memang tampil mentereng saat balapan di tanah kelahirannya.

Bahkan Zarco mampu memimpin balapan di beberapa putaran awal. Namun sayang, pembalap asal Prancis itu harus tersusul oleh Maverick Vinales (Movistar Yamaha) di pertengahan race.

[ Baca Juga : “ FOTO: Akting Putri Shah Rukh Khan Dipuji Aktris Senior ” ]

Di akhir, dirinya sempat memiliki kesempatan untuk kembali menyalip Vinales setelah Valentino Rossi (Movistar Yamaha) terjatuh di putaran terakhir. Namun Zarco tak ingin mengambil risiko dan hanya berfokus untuk menjaga lajunya hingga balapan selesai.

“Jika Anda berkendara, Anda harus melakukan semuanya dengan sempurna. Anda harus mendorong kecepatan Anda ketika berada di tikungan tapi saya tak melakukannya. Padahal, Maverick memberikan celah itu untuk saya,” ujar Zarco, mengutip dari AGEN BOLA, Selasa (30/5/2017).

“Tapi ketika Anda akan meraih hasil podium, Anda tidak aingin mengambil risiko. Anda tak ingin mendorong lebih jauh lebih lagi. Jadi itu yang saya lakukan untuk itu,” tandasnya.

Sempat Memimpin Balapan, Zarco Puas Huni Posisi Kedua di Le Mans

BeritaBintangSempat Memimpin Balapan, Zarco Puas Huni Posisi Kedua di Le Mans

Penampilan salah satu pembalap Tim Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco, ketika mengaspal di seri kelima MotoGP musim 2017 memang cukup impresif. Bagaimana tidak pada balapan itu, Zarco mampu meraih podium kedua.

Zarco sendiri memang menjalani balapan yang dilangsungkan di Sirkuit Le Mans tersebut dengan performa yang luar biasa. Bahkan ia sempat memimpin race pada saat lap-lap awal. Namun posisi Zarco itu tak bertahan lama usai duo pembalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales dan Valentino Rossi, menyalipnya.

[ Baca Juga : ” VIDEO: Nih, Kemampuan Baru Bumblebee di Transformers: The Last Knight ” ]

Zarco pun akhirnya menyelesaikan balapan di MotoGP Prancis dengan menempati urutan kedua. Meski gagal meraih podium pertama, Zarco merasa tetap puas, dan memberikan pujiannya kepada Vinales yang menjadi juara di MotoGP Prancis.

“Itu adalah pekerjaan yang luar biasa dari Maverick. Sebab kemenangan ini sangatlah penting untuk Tim Yamaha. Sementara untuk saya, ini adalah balapan yang sangat luar biasa,” jelas Zarco, seperti dilaporkan oleh AGEN BOLA, Senin (22/5/2017).

“Balapan ini memberikan pengalaman yang luar biasa dengan saya yang sempat memimpin balapan untuk beberapa lap. Sungguh, saya merasa sangat senang dengan apa yang raih di akhir pekan ini,” tuntas pembalap berkebangsaan Prancis tersebut.

Dituduh Punya Taktik Rahasia, Ini Komentar Zarco

BeritaBintangDituduh Punya Taktik Rahasia, Ini Komentar Zarco

Performa salah satu pembalap Tim Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco, di empat seri perdana kejuaraan dunia MotoGP musim 2017 memang cukup mengesankan. Bahkan dalam balapan teranyar di Sirkuit Jerez, ia hampir meraih podium.

Akan tetapi sangat disayangkan hal tersebut urung terjadi. Pasalnya meski sempat berada di posisi kedua dan ketiga dalam kurun waktu yang cukup lama, Zarco harus puas menyudahi balapan di urutan keempat.

[ Baca Juga : ” Konflik Mematikan, Jadi Sajian Trailer War For The Planet Of The Apes! ” ]

Penampilan apik Zarco tersebut pun memunculkan indikasi bahwa Zarco memiliki sebuah strategi rahasia agar dirinya bisa tampil apik jelang balapan berakhir. Adalah salah satu pembalap didikan Valentino Rossi di VR46 Riders Academy, Franco Morbidelli.

Mengetahui kondisi tersebut lantas mendapatkan komentar langsung dari Zarco sendiri beberapa waktu lalu. Ia membantah bahwa memiliki taktik rahasia untuk bisa tampil langsung kompetitif di MotoGP musim ini.

“Itu tidak benar, hanya saja mungkin saya selalu membandingkan performa ban para rival. Terkadang saya memang merasa lebih nyaman saat balapan, terutama di lap-lap akhir. Tapi semua ini jelas berkat kerja keras sejak sesi latihan,” ucap Zarco, seperti dikutip dari AGEN BOLA, Rabu (17/5/2017).

Meski Tak Tampil Oke di GP Qatar, Zarco: Saya Butuh Start Layaknya Qatar

BeritaBintangMeski Tak Tampil Oke di GP Qatar, Zarco: Saya Butuh Start Layaknya Qatar

Pembalap tim Yamaha Tech 3, Johann Zarco mengatakan dirinya ingin memulai balapan di Grand Prix (GP) Argentina, Senin 10 April 2017 dini hari WIB seperti saat ia melaju di GP Qatar 26 Maret 2017. Zarco mengaku ia membutuhkan start yang sangat cepat jika ingin meraih podium di GP Argentina.

“Saat balapan GP Qatar, itu adalah start yang spesial! Saya bisa melaju dengan baik,” ungkap Zarco merujuk pada penampilannya di Qatar, seperti dikutip dari AGEN BOLA, Minggu (9/4/2017).

[ Baca Juga : ” Mengenal Lebih Dekat Pemeran Ahmanet dalam Film The Mummy ” ]

Meski saat itu sang rider tidak tampil hebat dan hanya puas mengekor di posisi 22, Zarco tetap menganggap cara ia memulai start di Qatar adalah hal yang memuaskan. Pembalap berusia 26 tahun merasa start dalam sesi kualifikasi yang digelar di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Minggu (9/4/2017) dini hari WIB tidak bagus.

“Saya sedikit merasa kecewa. Saya sangat percaya diri di Argentina sejak sesi latihan pertama baik di trek kering maupun trek basah. Saya memiliki kontrol yang bagus dan mampu membawa motor dengan baik. Hanya saja saya tidak mampu melakukan balapan yang bagus di momen yang hebat ini. Hasilnya pun jadi tidak begitu bagus,” tutup pembalap berpaspor Prancis itu.

Dari hasil kualifikasi, Zarco gagal tampil maksimal dan harus terhenti sejak kualifikasi pertama. Rider berusia 26 tahun itu memiliki catatan waktu 1 menit 49 detik dan akan memulai balapan Senin, 10 April 2017 dini hari WIB di baris kelima.

Kepala Kru Akui Vinales Start Buruk di Qatar

BeritaBintangKepala Kru Akui Vinales Start Buruk di Qatar

Kepala Kru Vinales, Ramon Forcada, mengakui kalau Top Gun –julukan Vinales– tidak membuat start yang bagus pada balapan perdana musim ini yang berlangsung di Sirkuit Losail, Qatar, Senin 27 Maret 2017 dini hari WIB.

Vinales yang memulai balapan dari tempat pertama, nyatanya gagal membuat start yang bagus sehingga mampu dilewati Johann Zarco dan beberapa pembalap lain. Kendati demikian, mantan rider Suzuki Ecstar itu tidak menyerah untuk memenangkan balapan perdananya bersama Movistar Yamaha.

[ Baca Juga : ” Sosok Wonder Woman yang Berbeda dari Superhero Lain ” ]

Perlahan namun pasti, posisi Vinales mulai memperbaiki posisinya. Pembalap 22 tahun tersebut akhirnya mampu menempati tiga besar di belakang Andrea Dovizioso dan Marc Marquez setelah Andrea Iannone mengalami kecelakaan di lap 15.

Tidak butuh waktu lama bagi Vinales menyalip Marquez untuk menempati posisi dua. Berada di tempat kedua, membuat mental Top Gun membumbung. Ia mampu memberikan tekanan kepada Dovizioso yang tengah memimpin balapan. Aksi saling susul pun tak terelakan sampai akhirnya Vinales sukses menyetuh garis finis pertama kali.

“Oke, ia (Vinales) tidak membuat start terbaiknya dan (Johann) Zarco sedikit lebih cepat. Lalu ia menunggu, tetap tenang saat (Andrea) Iannone terjatuh di depannya,” ungkap Forcada, seperti disadur dari AGEN BOLA, Selasa (4/4/2017).

Ini Target Utama Tim Yamaha di MotoGP 2017

BeritaBintang Ini Target Utama Tim Yamaha di MotoGP 2017

Kiprah Tim Monster Yamaha Tech 3 di seri perdana MotoGP musim 2017 memang bisa dikatakan tak terlalu buruk. Bahkan salah satu pembalap mereka, yakni Johann Zarco, nyaris bisa menyelesaikan balapan di posisi terdepan.

Akan tetapi sangat disayangkan, Zarco harus mengubur dalam-dalam keinginannya meraih podium pertama di MotoGP Qatar lantaran gagal finis usai mengalami crash. Sementara rekan setim Zarco, yakni Jonas Folger, mampu menyelesaikan balapan di urutan ke- 10.

[ Baca Juga : ” Hidup Mati Manusia vs Kera di Film War for the Planet of the Apes ” ]

Dengan fakta tersebut membuat banyak kalangan memprediksi bahwa Tim Monster Yamaha Tech 3 bakal sangat kompetitif dan mampu meraih beberapa podium di MotoGP 2017. Namun hal itu disangkal oleh Bos Tim Monster Yamaha Tech 3, Herve Poncharal.

Ia menegaskan bahwa target utama Tim Monster Yamaha Tech 3 adalah membawa salah satu pembalap untuk meraih gelar Rookie of the Year MotoGP 2017, sehingga Poncharal tak terlalu menargetkan kepada Zarco atau Folger untuk meraih podium

“Tujuan utama kami di kejuaraan dunia tahun ini adalah mengatarkan Johann atau Jonas meraih gelar pendatang baru terbaik. Jadi, kami tidak menargetkan harus berapa banyak mereka meraih podium musim ini,” tegas Poncharal, seperti dikutip dari AGEN BOLA, Sabtu (1/4/2017)