Jet Darat

Rosberg Berikan Saran kepada Ferrari untuk Kalahkan Mercedes

BeritaBintang –   Nico Rosberg memberikan sedikit sarannya kepada rival Tim Mercedes AMG, yakni Tim Scuderia Ferrari terkait persaingan di gelaran Formula One (F1) musim 2016. Ia menyarankan agar Tim Ferrari untuk tampil hebat sejak awal musim jika ingin mengalahkan Mercedes.

Seperti diketahui, dalam dua musim terakhir dominasi Tim Mercedes di F1 memang tak bisa dibantahkan oleh siapa pun. Bahkan dengan banyaknya perubahan regulasi serta perpindahan antar pembalap tak mampu menghentikan laju positif tim pabrikan asal Jerman tersebut.

Namun alih-alih ingin terus mempertahankan dominasi timnya di ajang balap Jet Darat tersebut, Rosberg justru memberikan sarannya kepada Tim Ferrari. Ia menuntut agar sang rival tersebut mampu menjaga konsistensi sejak awal hingga akhir musim.

“Saya sempat menilai bahwa mereka (Tim Ferrari) bakal menjadi pesaing utama kami pada tahun lalu. Sebab di seri pembuka bergulir, mereka tampil benar-benar sangat luar biasa di atas lintasan,” ujar Rosberg, seperti dikutip BintangBoLa, Minggu (6/3/2016).

“Namun sayangnya itu hanya sebuah gebrakan awal saja. Sebab di seri-seri berikutnya mereka tertinggal sangat jauh dari kami, dan pada akhirnya musim kembali menjadi milik kami,” sambung pembalap berkebangsaan Jerman itu.

“Jadi saya sangat mengharapkan agar mereka bisa tampil konsisten sepanjang tahun, mulai dari awal hingga seri-seri terakhir. Sebab bersaing dengan mereka merupakan hal yang sangat menyenangkan untuk kami di sini,” tuntas pria berusia 30 tahun tersebut.

Demi Popularitas, Legenda Sarankan Rombak Total F1

BeritaBintang –    Balapan yang monoton, regulasi yang menitikberatkan hanya kepada satu tim, hingga bunyi mobil yang tak lagi bising merupakan alasan utama Formula One (F1) dijauhi penggemarnya saat ini. Bahkan F1 kalah gengsi dengan MotoGP yang kian bertambah fansnya saat ini.

Legenda F1, Niki Lauda pun ikut memberi komentar. Sebagai mantan pembalap McLaren yang menjadi saksi sukses kejayaan masa lalu F1, Lauda menilai bahwa regulasi ajang Jet Darat bergengsi itu harus dirombak total.

Bukan dalam konteks yang tentunya membahayakan jiwa pembalap. Tapi Lauda ingin agar para pembalap memegang kembali kontrol akan mesin dan mobil yang dikendarainya. Di mana saat ini semua hal itu tidak terjadi, karena teknologi yang memonitori segalanya.

“Pada dasarnya regulasi F1 telah lama mati bertahun-tahun dan semuanya terpaku di dalamnya. Pembalap tak bisa melewati beberapa batas tertentu, dan regulasi berlebihan ini sama sekali tak bagus untuk olahraga apapun. Semua ini harus dirombak, tentu tidak dengan maksud mengurangi keamanan F1,” papar Lauda di BT Sport, Rabu (3/2/2016).

“Tapi tak semua regulasi benar-benar dirombak besar-besaran, dimonitor dan otomatis. Para pembalap pada prakteknya memiliki kuasa penuh memutuskan, ketimbang teknologi yang menguasi belakangan ini,” terangnya.

Eks Pembalap F1 Pecahkan Rekor di Sirkuit Tsukuba

BeritaBintang –   Mantan pembalap Formula One (F1), Kamui Kobayashi kembali ke kampung halamannya yang berada di Jepang dan memecahkan rekor baru di Sirkuit Tsukuba. Pria yang pernah membela Toyota, Sauber dan Caterham pada kurun waktu 2009-2014 menjajal mobil Super Formula.

Ajang Super Formula merupakan event anyar perkembangan dari Formula Nippon dan baru menjalani musim keduanya. Meski baru Super Formula banyak menarik atensi pembalap besar, seperti halnya juara GP2 Stoffel Vandoorne yang akan mengikuti Super Formula 2016.

Dan menurut laporan Bioskop168 (3/1/2016). Kobayashi memecahkan rekor catatan tercepat Sirkuit Tsukuba dengan catatan waktu 44.008 detik dan ia juga menggunakan alat penghitung detak jantung. Alat yang digunakan untuk melihat detak jantungnya saat tengah mengendarai mobil Super Formula.

Hasilnya pun terlihat jelas dan jadi gambaran bagaimana pembalap-pembalap F1 memacu adrenalinnya saat tengah mengendarai mobil yang disebut Jet Darat, karena kecepatan tingginya itu. Pasalnya detak jantung Kobayashi terus meningkat seiring meningkatnya kecepatan mobil.