Jenson Button

Terbuang dari McLaren, Perez Ingin Berikan Bukti

BeritaBintangSPIELBERG – Pembalap Tim Force India, Sergio Perez, ingin memberikan bukti bahwa dirinya layak membela tim sekelas McLaren-Honda. Performa sepanjang F1 2016 dapat dijadikan rujukan bahwa pembalap asal Meksiko itu cukup kompetitif untuk tampil bersama McLaren.

Pada 2013, Perez sempat bertindak sebagai pembalap McLaren untuk berduet dengan Jenson Button. Namun, karena hanya finis di posisi 11 klasemen akhir, Perez pun ditendang.

Pembalap yang kini berusia 26 tahun itu pun hengkang ke Force India dan hingga kini masih membela tim tersebut. Hebatnya bersama Force India di F1 2016, Perez sukses dua kali menapaki podium, tepatnya di GP Monaco dan GP Baku.

Hasil itu membuat Perez menduduki posisi delapan klasemen sementara. Ia mengungguli dua pembalap McLaren yakni Fernando Alonso dan Jenson Button yang hanya menduduki posisi 13 serta 16.

“Saya tidak ingin membuktikan bahwa keputusan McLaren membuang saya adalah salah atau benar. Saya hanya ingin membuktikan cukup layak untuk menjadi juara dunia,” jelas Perez mengutip dari TaruhanBolaOnlineTerpercaya, Jumat (1/7/2016).

McLaren Tim Terbaik Setelah Mercedes

BeritaBintang – Pembalap Tim McLaren-Honda, Jenson Button, sesumbar dengan mengatakan bahwa mereka adala tim terbaik setelah Mercedes di ajang balap Formula One (F1). Sebab, sepanjang 2016, tim yang bermarkas di Woking, Inggris tersebut mengalami kemajuan yang sangat signifikan.

Musim ini, dua pembalap McLaren yakni Button dan Fernando Alonso berhasil mempersembahkan 23 poin bagi tim dari delapan seri yang sudah berlangsung. Meski kerap mengalami masalah, Button merasa mobil mereka sudah sangat baik secara keseluruhan.

Sebab, tak jarang McLaren bisa sangat kompetitif dengan menyaingi lawan-lawannya. Tak ayal jika Button merasa McLaren sebagai tim terbaik setelah Mercedes di masa depan.

“Ada pekan di mana kami sangat kompetitif dan terkadang kami mengalami masalah dengan lintasan lurus. Saya pikir secara keseluruhan tim sudah sangat bagus,” kata Button, seperti dikutip dari Bintangbola.co, Senin (27/6/2016).

“Setelah Mercedes, tim yang memimpin di olahraga ini, dan jika Anda melihat tim lain dan pabrikan, saya tidak berpikir ada yang memiliki posisi lebih bagus dari McLaren-Honda untuk masa depan,” jelas pemegang satu gelar juara dunia F1 tersebut.

Performa McLaren di GP Kanada Disanjungan Pembalap Tim Medioker

BeritaBintang – Kiprah Tim McLaren-Honda di gelaran Formula One (F1) musim 2016 memang belum terlalu menjanjikan. Bagaimana tidak dari enam seri yang sudah berlalu, kedua pembalap Tim McLaren, yakni Fernando Alonso dan Jenson Button, belum pernah mencicipi podium.

Namun jelang bergulirnya seri keenam di Sirkuit Gilles Villeneuve, Tim McLaren pun mampu menunjukkan performa yang lumayan di sesi latihan bebas kedua. Button mampu menempati posisi ketujuh, sementara Alonso berada di tempat ke- 11.

Melihat kondisi tersebut lantas mendapatkan komentar langsung dari pembalap Tim Sahara Force, Nico Hulkenberg. Ia mengaku tidak terlalu terkejut dengan penampilan para pembalap Tim McLaren dalam sejumlah sesi hari perdana di Grand Prix (GP) Kanada.

“Saya sama sekali tidak terkejut dengan apa yang mereka (para pembalap Tim McLaren) di sesi latihan bebas. Sebab saya memang masih memandang mereka sebagai calon pesaing terkuat kami di tahun ini,” ucap Hulkenberg, seperti dilaporkan Panduan Judi Online, Minggu (12/6/2016).

“Saya melihat banyak perubahan yang sangat positif telah meraka tunjukkan dalam beberapa hari terakhir. Saya rasa akhir pekan ini, peluang mereka meraih hasil terbaik sangat terbuka,” tandas pembalap berkebangsaan Jerman tersebut.

Ada Proposal Baru tentang Format Kualifikasi F1: Pakai Sistem Agregat

BeritaBintang –Pembahasan seputar kemungkinan mengubah format kualifikasi F1 masih jalan di tempat. Keinginan tim-tim balik ke format musim lalu belum terpenuhi dan mereka justru disodori proposal format dengan sistem baru lagi.

Sejak mulai digunakan di GP Australia, format kualifikasi dengan sistem eliminasi pada musim ini sudah menuai kritikan. Tim-tim dan para pebalap pun sudah menyatakan lebih senang jika bisa kembali menggunakan kualifikasi dengan format musim 2015 lalu.

Pembahasan pun kemudian sudah dilakukan, dengan yang teranyar dilakukan pada GP Bahrain lalu. Tetapi keinginan tim dan pebalap untuk mengubah format kualifikasi masih mentok.

Dalam pertemuan tersebut, bos F1 Bernie Ecclestone dan Presiden FIA Jean Todt justru menyodorkan format kualifikasi baru dengan sistem waktu agregat. Dalam sistem ini, posisi start pebalap akan didasarkan pada catatan waktu terbaik di tiap sesi kualifikasi.

Belum ada kesepakatan mengenai format kualifikasi macam apa yang akan dipergunakan pada GP China pada 17 April mendatang. Tim-tim dinyatakan bakal melakukan voting terhadap proposal itu pada hari Kamis (7/4/2016) lusa.

Sehubungan dengan proposal tersebut, driver Ferrari Sebastian Vettel dengan tegas menyatakan ketidaksepakatan. “Saatnya pergi ke sirkus lagi,” katanya kepada Sky Sports.

“Itu ide bagus kalau Anda ingin ada hal-hal acak untuk terjadi, tapi F1 harusnya mengenai balapan. Itu ide sampah,” sebutnya.

Pebalap Red Bull Daniel Ricciardo sepakat. Menurutnya kualifikasi adalah mengenai aksi seorang pebalap untuk mencatatkan satu waktu putaran terbaik, berseberangan dengan sistem agregat yang ada di proposal.

“Dengan sistem agregat malah jadi seperti bentuk balapan ketahanan. Saya tak terlalu suka dengan ide tersebut,” ujarnya.

Pun demikian, ada pula pebalap yang siap menguji format dalam proposal tersebut karena merasa itu berpotensi lebih baik daripada sistem eliminasi saat ini.

“Kami akan menjajalnya, sebenarnya cuma itu yang bisa kami katakan. Lebih baik daripada format sekarang, saya pikir apa saja akan lebih baik dari yang ada saat ini. Melaju dengan sebelah mata pun akan lebih baik. Saya menantikan perubahan,” ucap Jenson Button dari McLaren-Honda.

Dalam catatan Motorsport.com, format kualifikasi dengan sistem agregat sebelum ini sudah pernah dipergunakan–dan gagal memenuhi harapan. Hal itu terjadi pada tahun 2005 silam dan sistem tersebut ditanggalkan setelah enam balapan.

Petinggi Formula One Tak Ingin Mendengarkan Kritikan

BeritaBintang –Pembalap tim McLaren, Jenson Button mengatakan para pemangku kepentingan di Formula One seolah tak mendengarkan kritikan dari para pembalap. Sebab, pada saat GP Bahrain, sistem kualifikasi yang berlaku seakan sia-sia dan membuat para drivers kebingungan.

Button yang menjadi salah satu Ketua Asosiasi Grand Prix Drivers, beberapa waktu lalu mengeluarkan surat untuk merombak para petinggi Formula One (F1). Hal tersebut bertujuan agar suara para pembalap dapat didengar.

Setelah melakukan pertemuan selama 90 menit dengan para petinggi F1, tak ada kesepakatan baru untuk perubahan kembali. Lantas demikian, Button menilai para pembalap mungkin akan menggunakan satu mata dalam mengemudikan jet daratnya dan berharap ada jalan keluar menuntaskan polemik mengenai kualifikasi.

“ Jika ini merupakan sistem eliminasi, saya akan mencobanya. Semua yang dikatakan itu lebih baik dibandingkan sebelum-sebelumnya,” ucap Button mengutip ESPN, Selasa (5/4/2016).

“Para pembalap akan menggunakan satu mata kala melintas apabila masih seperti ini. Saya mengharapkan adanya perubahan di masa yang akan datang,” tuntas sosok berusia 36 tahun tersebut.

Bermasalah di Barcelona, Alonso Tetap Santai

BeritaBintang –    Pembalap Tim McLaren, Fernando Alonso, memiliki keyakinan tetap bisa menjalani tes pramusim dengan lancar, meskipun saat tes pramusim di Barcelona mengalami beberapa kendala. Alonso mengalami mimpi buruk terutama di hari terakhir, Kamis 25 Februari 2016.

McLaren tampil di bawah standar dengan menggunakan mesin Honda pada musim lalu. Kini, tim asal Surrey, Inggris, itu berambisi membuat mobil MP4-31 lebih kompetitif, dan terbukti di dua hari pertama tes Barcelona. Saat itu Alonso menyelesaikan 119 putaran pada Selasa 23 Februari 2016.

Masalah baru muncul pada Rabu 24 Februari 2016 dengan Jenson Button yang mengalami isu pada hidrolik. Kamis lebih buruk, sebab Alonso memiliki masalah pada mesin Honda sehingga sama sekali tidak bisa mengaspal bersama pembalap lain.

“Itu adalah hari yang mengecewakan karena hari-hari pertama berjalan sangat positif. Ini masih menjadi berita positif meskipun kami memiliki masalah pada mobil yang membuat kami melewatkan banyak kans mengaspal,” kata Alonso, seperti diberitakan BintangBoLa , Sabtu (27/2/2016).

“Ini bukan masalah besar dan akan teratasi dalam beberapa pekan ke depan. Secara keseluruhan, kami telah melakukan beberapa putaran yang bagus. Itu berarti kami memiliki banyak data untuk dianalisis. Kami akan bekerja keras untuk bersiap untuk tes selanjutnya, dan tujuannya jelas yakni mengaspal selama mungkin di trek,” jelasnya.

Bukan Ferrari, Ini Ancaman Terbesar Mercedes

BeritaBintang –   Sejak mesin berganti dari V8 ke V6 pada 2014 Mercedes begitu dominan, dan pembalapnya, Lewis Hamilton memenangi Formula One (F1) dua kali berturut-turut. Scuderia Ferrari baru bisa mengejar mereka musim lalu setelah musim sebelumnya tertinggal.

Dan jelang F1 2016 Engine Chief Mercedes, Andy Cowell memberikan pendapatnya mengenai ancaman besar lainnya selain Ferrari. Secara khusus ia mewaspadai McLaren yang menggunakan mesin Honda.

Meski duo pembalapnya, Jenson Button dan Fernando Alonso sering mengalami gangguan teknis musim lalu akibat mesin Honda. Cowell tetap meyakini di musim keduanya ini Honda akan belajar dari kesalahan musim lalu, dan mengembangkan mobil McLaren.

“Jika kita lihat apa yang dilakukan Ferrari selama 12 bulan terakhir, luar biasa hebat. Perkembangan mereka jadi kredit besar untuk perombakan yang dilakukan (internal tim), antusiasme mereka,” ucap Cowell diberitakan Planet F1, Senin (8/2/2016)

“Semuanya di sini berpikir ‘bagaimana kami akan melakukannya?’ tak ada orang di sini yang berasumsi kami akan menang, semuanya beramsusi bahwa kami akan dikalahkan oleh Ferrari dan Honda yang jadi ancaman terbesar,” lanjutnya.

“Honda berkembang dengan cepat dan mereka belajar di depan publik tapi mereka memiliki determinasi besar, dan bekerjasama dengan McLaren yang juga memiliki determinasi besar. Kami tahu bagaimana McLaren bekerja dari segi mengatasi data pembalap, jadi mereka akan melakukan perubahan besar,” pungkas Cowell.

Cara McLaren Tingkatkan Performa Mesin

BeritaBintang –    Pembalap Tim McLaren, Fernando Alonso, mengatakan timnya memiliki cara untuk meningkatkan performa mesin guna mengarungi kompetisi balap Formula One (F1) musim 2016. McLaren berhasil menaikkan catatan waktu sebanyak dua detik di uji coba.

McLaren mengalami hasil buruk dengan menempati posisi dua terbawah di klasemen akhir konstruktor musim 2015. Alonso serta Jenson Button menempati tempat 17 dan 16 di klasemen pembalap.

Selain bisa menutup kesenjangan waktu sebanyak dua detik selama musim dingin, Alonso mengatakan peningkatan catatan waktu bisa didapat dari segala aspek.

“Ada solusi di tempat yang logis dan cukup baik dan menjaga motivasi tinggi karena saya pikir 2016 akan menjadi musim yang berbeda. Kami sudah melalui beberapa masa sulit, tapi saya pikir kami belajar dari hal tersebut,” ujar pemegang dua gelar juara dunia, seperti diwartakan Bioskopsemi , Senin (4/1/2016).

“Jadi jika kami menerapkan beberapa solusi dan semuanya berkerja sesuai dengan yang kami harapkan, catatan waktu akan sangat besar,” tuntasnya.

Jauh dari Rumah Membuat Balapan Musim 2016 Tambah Sulit

BeritaBintang –   GP Azerbaijan dan GP Jerman resmi ditambahkan ke rangkaian seri balapan di musim 2016. Total, pembalap Formula One (F1) akan mengaspal pada 21 seri dalam satu musim kompetisi.

Hal itu dinilai sulit oleh pembalap Tim McLaren-Honda, Jenson Button. Menurut pilot asal Inggris tersebut, para mekanik akan semakin jauh dari rumahnya masing-masing karena harus banyak mengikuti tur tim balapnya. Hasilnya, konsentrasi para mekanik dan juga pembalap bisa terpengaruh.

“Saya pergi hari Kamis untuk balapan di Eropa, dan kembali pada Minggu malam. Sedangkan mekanik bekerja berjam-jam seperti itu dan mereka menghabiskan banyak waktu jauh dari rumah,” ungkap pembalap pengoleksi 51 podium itu, seperti diwartakan Bioskop168 , Kamis (17/12/2015).

“Saya pikir akan sangat sulit bagi semua mekanik dan insinyur mesin untuk menjalin hubungan saat ini. Jadi, harus membalap pada 21 seri akan sangat sulit. Saya berharap, ini (balapan 21 seri) tidak terjadi di musim 2017, karena terlalu banyak,” imbuhnya.

Alonso Takkan Ganti Tim

BeritaBintang –   Pembalap Tim McLaren-Honda, Fernando Alonso, gagal menunjukkan penampilan terbaik di Formula One (F1) 2015. Hasil tersebut dinilai membuat Alonso kecewa hingga memutuskan untuk mencari tim baru demi raihan yang lebih baik di 2016.

Renault disebut-sebut menjadi tim yang sangat tertarik memboyong Alonso dari McLaren-Honda. Mendengar hal ini, manajer pembalap 34 tahun itu, Flavio Briatore, langsung membantah tegas.

“Saat ini saya membantah hal tersebut. Kami memiliki kontrak dengan McLaren-Honda,” tutur Briatore, sebagaimana diberitakan Bioskop168 , Kamis (10/12/2015).

Pria 65 tahun itu membenarkan Alonso memang tidak senang dan puas dengan hasil akhir kompetisi musim lalu. Menurutnya, hal tersebut adalah wajar karena hanya duo Mercedes yakni Lewis Hamilton dan Nico Rosberg yang bisa dikatakan sukses pada musim 2015.

Meski demikian, ketidakpuasan itu tak serta merta membuat Alonso ingin berganti tim. Ketimbang memikirkan niat melakukan hal tersebut, Briatore menyatakan driver berpaspor Spanyol itu lebih menatap persiapan kompetisi musim depan.

Alonso menyelesaikan musim lalu di peringkat 17 dengan raihan poin 11. Ia hanya kalah lima poin dari rekan setimnya Jenson Button yang duduk di peringkat 16.