Jangan Sembarangan

Dian Sastro Ingatkan Pentingnya Membalikkan Ember untuk Cegah DBD

BeritaBintang Dian Sastro Ingatkan Pentingnya Membalikkan Ember untuk Cegah DBD

Sastrowardoyo, seorang ibu tangguh ini memiliki sikap yang disiplin dalam mengurus anak dan membimbing mereka menjaga kebersihan. Terutama dalam memberantas demam berdarah.

Karena air bersih jadi tempat favorit nyamuk demam berdarah untuk berkembang biak, Dian Sastro mengingatkan kepada para ibu untuk mencegah perkembangan jentik dengan mengosongkan ember berisi air dan membaliknya.

“Sebenarnya, gerakan membalikkan ember ini simpel banget dan bisa kita lakukan di mana saja. Tapi signifikan banget hasilnya. Enggak terlalu ribet juga,” ujar Dian di Grand Hyatt, Jakarta Pusat.

Setiap ember yang terdapat air, walau sedikit, bisa berpotensi menjadi “tempat tinggal” nyamuk aedes aegypti. Langkah sederhana ini menjadi upaya preventif untuk melindungi keluarga dari serangan demam berdarah.

[Baca Juga – Jangan Sembarangan. Ini Syarat Mendonorkan ASI untuk Bayi Prematur ]

“Aku mengingatkan fellow moms untuk bisa memberanikan diri jadi ibu-ibu yang tangguh dan tegas. Terutama menjaga kesehatan keluarga,” jelas istri Maulana Indraguna Sutowo.

Dian juga mengatakan, pentingnya SOP (standard operating procedure) untuk menjaga kerapian rumah, terutama di musim hujan ini. Setidaknya Anda bisa menelusuri tiap sudut rumah, apakah terdapat tampungan air bersih yang terabaikan atau tidak dan membalikkan ember atau baskom usai menggunakannya.

“Jadi, tempat-tempat yang berpotensial berkembangbiak nyamuk demam berdarah itu kita minimalisir seminimalnya. Sehingga rumah kita bisa terhindar dari penyakit demam berdarah,” pungkasnya.

Jangan Sembarangan. Ini Syarat Mendonorkan ASI untuk Bayi Prematur

BeritaBintangJangan Sembarangan. Ini Syarat Mendonorkan ASI untuk Bayi Prematur

ibu memiliki kemampuan mengeluarkan ASI atau air susu ibu yang berbeda-beda. Pada bayi prematur, kebutuhan ASI sangat penting untuk menstimulasi sistem pencernaan di dalam ibunya. Bahkan, ibu perlu memberikan ASInya dengan segera kepada si kecil.

Menurut dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi Partiwi, SpA MARS, spesialis anak, ibu yang tidak bisa mengeluarkan ASI bisa memakai ASI donor untuk kebutuhan bayi prematur. Namun, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi dari si pendonor.

“Donor (ASI) harus bebas dari infeksi, harus bebas dari HIV, hepatitis B dan hepatitis C. Itu bisa menularkan melalui si ASI tadi,” terang wanita yang disapa akrab, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Sementara, ASI yang khusus untuk bayi-bayi prematur, donornya dari ibu cukup bulan, harus terbebas dari CMT atau cytomegalovirus. Dr Tiwi menjelaskan, sebenarnya CMT pada ASI yang diberikan kepada bayi yang cukup bulan tidak memiliki pengaruh signifikan. Namun, ASI yang terdapat CMT bisa memengaruhi bayi prematur dan membahayakan perkembangan otak dan mata.

[Baca Juga –Konsumsi Makanan Manis Bisa Sebabkan Gigi Anak Berlubang, Orangtua Harus Lakukan Ini ]

“Jadi, harus diskrining. Enggak semudah dengan pemberian ASI main kasih-kasih saja. Tapi kita harus skrining ibunya dulu,” jelas dr Tiwi.

Perihal ASI, semua kolostrum pada ibu harus sesuai dengan bayinya. Ia menambahkan, salah satu syarat lain donor ASI, bayinya tidak boleh lebih dari 6 bulan. Paling tidak, usia bayi pendonor ASI harus sama dengan usia bayi prematur yang akan menerima donor.

“Meskipun anaknya umur setahun dan ASI-nya berlimpah, tidak bisa diberikan kepada bayi yang baru lahir. Kalau bisa, usianya harus mirip-mirip dengan bayi (yang akan didonorkan ASI),” pungkasnya.