Jalur Gaza

Spiderboy dari Gaza Ingin Cetak Rekor Dunia Baru

BeritaBintang –Mohammed al Sheikh, remaja 12 tahun asal Gaza, Palestina, menyatakan keinginannya untuk mencetak rekor dunia baru. Anak laki-laki yang dijuluki Spiderboy ini mengundang perhatian masyarakat internasional karena kelenturan tubuhnya.

Tinggal di kawasan rawan konflik tak menyurutkan asanya. Sebelumnya, dia pernah tampil di ajang pencarian bakat Arabs Got Talent Show di Lebanon. Sayang, kemahirannya menekuk-nekuk tubuh tidak mampu membuat 14 juta orang terkesan.

Namun sekali lagi, Sheikh membuktikan optimisme dalam dirinya. Pemuda itu sekarang berharap dapat mencetak rekor baru di catatan Guinness World dalam kategori, revolusi penuh tubuh manusia dalam mempertahankan posisinya berdiri dengan dada selama satu menit.

Dari pelataran rumahnya di Gaza, anak itu merekam aksinya berputar 360 derajat dengan dadanya menempel di tanah. Dalam waktu satu menit, ia berhasil melakukan putaran sebanyak 33 kali dengan posisi aneh tersebut.

Pencapaian ini merupakan percobaan keempatnya, dalam upaya dia melampaui rekor yang pernah dibuat orang lain sebelum dia. Yakni 29 putaran dalam semenit.

Kini, setelah sukses mencetak rekor baru dalam dunia ketangkasan, Sheikh tengah menunggu hasil penilaian dan pengakun dari lembaga pencatat rekor dunia yang berbasis di Inggris tersebut.

“Banyak orang Arab dan lainnya dari seluruh penjuru dunia mendukung saya dengan memberi tanda suka (like) di video yang saya unggah ke Facebook. Itu membuat saya sedih, karena tidak bisa bertemu dan berinteraksi langsung dengan mereka, karena blokade (di Jalur Gaza),” ujar Spiderboy, seperti dikutip dari Taruhan Bola Online, Selasa (24/5/2016).

Blokade yang diberlakukan Mesir dan Israel di Jalur Gaza sejak 2007 telah membatasi pergerakan arus masuk dan keluar penduduk setempat. Sampai-sampai kawasan di perbatasan Israel dan Palestina itu dikenal dengan sebutan penjara ruang terbuka di atas Bumi.

Tiga warga Palestina tewas terkena tembakan tentara Israel

BeritaBintang – Tentara Israel di perbatasan Jalur Gaza melepas tembakan ke arah pengunjuk rasa dan menewaskan sedikitnya tiga warga Palestina, Jumat 9 Oktober.

Dilaporkan sekitar 50 orang lainnya cedera dalam aksi yang belakangan menjadi kekerasan setelah para pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah tentara Israel, yang menjaga perrbatasan.

Unjuk rasa di Jalur Gaza ini digelar untuk menyatakan solidaritas atas warga Palestina di Tepi Barat dan Jerusalam,

Seorang juru bicara tentara Israel mengatakan sekitar 200 warga Palestina berkumpul di pagar perbatasan di Gaza utara melempari batu dan membakar ban di jalan-jalan.

Ditambahkannya tentara melepas tembakan untuk menghentikan gerak maju pengunjuk rasa dan membubarkannya.

Namun para saksi mata dan media setempat mengatakan penembak tepat Israel di pos perbatasan yang melepas tembakan ke arah pengunjuk rasa.

Sementara itu dalam insiden yang terpisah, seorang warga Palestina ditembak setelah menikam seorang polisi di dekat kawasan pemukiman Yahudi, Kiryat Arba.

Di kota sebelah selatan Israel, Dimona, polisi menangkap seorang pria Yahudi yang menurut mereka menikam dua orang Bedouin dan dua warga Palestina.

Ketegangan meningkat di kawasan ini karena kekhawatiran Israel akan mengubah kondisi untuk berkunjung ke Masjid al-Aqsa, yang sudah dibantah Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu.