Jakarta Timur

Hastag #kamitidaktakut Viral Pasca Bom Kampung Melayu, Mabes Polri: Terima Kasih Netizen

BeritaBintangHastag #kamitidaktakut Viral Pasca Bom Kampung Melayu, Mabes Polri: Terima Kasih Netizen

Dua ledakan bom bunuh di sekitaran Teriminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, tadi malam menewaskan 5 orang dan melukai 10 lainnya. Meski begitu, warga diimbau tidak takut terhadap aksi teror tersebut.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengajak warga untuk melawan aksi teror. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada netizen yang mencetuskan hastag #kamitidaktakut.

[Baca Juga -“Pakar di PBB Minta Ahok Dibebaskan“]

“Terimakasih kepada netizen yang mem-viralkan hastag #kamitidaktakut,” tuturnya dalam konferensi pers di Mabes Polri, Kamis (25/5/2017).

Setyo menambahkan, aksi terorisme memang merupakan musuh global. Sebab di belahan dunia lain juga terjadi aksi serupa beberapa waktu lalu.

Ia mencontohkan serangan bom di Kota Manchester, Inggris. Jadi aksi itu diikuti dengan teror di Jakarta.

Teliti Berkas Jessica, Jaksa Memiliki Waktu 20 Hari

BeritaBintang –  Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat belum mengetahui kapan berkas Jessica Kumala Wongso (27) akan maju ke meja hijau.

“Belum dilimpahkan ke pengadilan, berkas sama barang bukti masih diteliti,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Hermanto saat dikonfirmasi BintangBola.Co, Rabu (1/6/2016).

Menurut Hermanto, pihaknya memiliki waktu 20 hari guna merampungkan berkas tersebut agar nantinya kuat bertarung di persidangan.

“JPU (Jaksa Penuntut Umum) saat ini sedang mempersiapkan surat dakwaan, sampai masa penahanan di Pondok Bambu selama 20 hari. Kalau sudah, baru dilimpahkan ke Pengadilan Negeri pusat untuk disidangkan,” tukasnya.

Setelah resmi menjadi tahanan Kejari, Jessica pun dititipkan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur selama 20 hari ke depan. Rencananya, wanita berkulit putih itu akan disidangkan pertengahan Juni.

Karena pidana yang dilakukan Jessica merupakan kasus menarik perhatian publik, maka Hermanto akan menyiapkan jaksa terbaik untuk menjatuhkan hukuman kepada tersangka pembunuh Wayan Mirna Salihin itu.

Jenguk Ayah, Marshanda Berikan Uang Jajan Rp100 Ribu

BeritaBintang – Suasana haru mewarnai pertemuan Marshanda dengan ayah kandungnya, Irwan Yusuf, di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Ceger, Jakarta Timur. Dalam pertemuan itu menurut bagian pembinaan PMKS, Danil, Marshanda sempat memberikan uang jajan Rp 100 ribu untuk sang ayah.

“Saya cuma antar mereka. Katanya mau quality time, cipika cipiki pelukan terus saya tinggal. Tapi terlihat haru ya. Tadi kata bapaknya, Marshanda kasih uang Rp100 ribu buat jajan. Kalau banyak-banyak ke ATM dulu katanya,” ungkap Danil di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (27/3/2016).

Setelah bertemu sang ayah, tak lama kemudian Marshanda meninggalkan Panti Sosial untuk berdiskusi dengan keluarga besar. Pertemua untuk memutuskan apakah Marshanda akan membawa pulang ayahnya atau tidak.

“Ini Chacha katanya pulang mau rapat dulu dengan keluarga besar,” jelasnya.

Sekadar diketahui, ayahanda Marshanda yang bernama Irwan Yusuf dijaring oleh Dinas Sosial DKI lantaran mendapat informasi dari masyarakat tengah mengemis di Jalan Bangka, Jakarta Selatan. Saat penjaringan, kondisi ayahg Marshanda sangat memprihatinkan.

Marshanda Tak Terkejut Ayahnya Jadi Pengemis

BeritaBintang –Mantan bintang cilik Marshanda, hari ini, Senin 28 Maret 2016 berkesempatan mengunjungi ayahnya, yang beberapa waktu lalu terjaring petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Jakarta Selatan.

Tanpa malu, Chaca mengaku tidak terkejut melihat kondisi ayahnya– Irwan Yusuf. Chaca bahkan tak kaget saat mengetahui sang ayah kini menjadi pengemis. Baginya itu merupakan cerita lama di dalam keluarganya.

“Aku enggak kaget, ini cerita lama di dalam keluarga. Pas aku tujuh sampai delapan tahun, Mama dan Papa pisah, aku kehilangan kontak. Usia 19-20 aku baru ketemu. Aku sudah dua tahun ini lost contact, ini baru ketemu. Ini good news, aku bisa ketemu lagi,” kata Marshanda di Panti Sosial Bina Insan, Jakarta Timur, Senin, 28 Maret 2016.

Wanita yang akrab disapa Chaca ini mengaku sudah mengetahui mendapat kabar dari temannya bahwa ayahnya dibawa dinas sosial dari kawasan Bangka, Jakarta Selatan.

Bagi kekasih Egi John ini, kabar tersebut  bukan menjadi kabar yang memalukan, namun meski begitu Chaca mengaku tetap menghormati Irwan Yusuf sebagai ayahnya.

“Ini bukan yang memalukan buat aku, aku sayang dia apa adanya. Aku pernah jenguk Papa di rumah sakit, semua orang pandang Papa sebelah mata karena dia kucel. Aku tetap salim,” tambahnya.

Lampu Laser Bisa Ingatkan Pengendara Jarak Aman Berkendara

BeritaBintang –Menjaga jarak dengan kendaraan lain bertujuan agar pengendara punya kesempatan untuk menghindari kendaraan di depannya bila tiba-tiba melakukan pengereman secara mendadak.

Jarak antara satu kendaraan dengan kendaraan lain dihitung dalam satuan detik, bukan meter. Dan jarak idealnya adalah 3 detik. Cara mengetahuinya gunakan benda tak bergerak yang ada di depan kita sebagai patokan dan titik untuk memulai hitungan jarak dengan satuan detik.

“Cara menghitungnya dimulai saat buntut kendaraan yang ada di depan melewati titik atau patokan yang sudah kita tentukan hingga berakhir di bagian depan kendaraan kita menyentuk titik tersebut,” papar Hanafi, Instruktur Rifat Drive Labs, dikutip dari Gilamotor, Sabtu (19/3/2016).

Hanafi melanjutkan, hitungan dimulai dengan satu dan satu, satu dan dua, satu dan tiga. “Saat hitungan satu dan tiga berakhir, moncong kendaraan kita harus tepat ada di titik yang sudah kita tentukan. Itulah ideal menjaga jarak,” lanjut Hanafi.

Tapi tak semua orang mengerti cara menghitung jarak ideal dengan kendaraan lain. Wira Sentosa, owner SACS Speedglow, daerah Pondok Gede, Jakarta Timur punya lampu yang bisa mengingatkan kendaraan di belakang agar menjaga jaraknya. Lampu yang terinstal di bagian belakang dan menyorot ke tanah itu dijadikan sebagai pembatas jarak.

“Biasanya pengendara di belakang kita terlalu dekat dan jarang sekali untuk mengatur jarak kendaraan dengan yang lainnya. Untuk itu, kita ingatkan dengan sebuah lampu laser ini agar menjaga jarak,” papar Wira Sentosa.

Komponen ini berupa lampu laser infrared yang terdapat kaca pembiasan dari akrilik di dalamnya. Sehingga cahaya yang dikeluar akan membentuk sebuah garis di jalanan. Dengan itu, pengendara di belakang bisa memantau jarak kendaraannya.

Keunggulan lain dari lampu laser tersebut, ketika hujan turun atau jalanan basah. Sinar laser itu bisa membiaskan cahayanya jadi buyar atau memudar, sehingga pengendara lain bisa melihat kendaraan di depannya untuk mengatur jarak dan kecepatan. Selain itu tak bikin silau pengendara lain yang ada di belakang.

Suzuki New Ertiga Varian Tertinggi Tinggal Tunggu Waktu Diluncurkan

BeritaBintang – Sedikitnya 1.915 unit Suzuki New Ertiga sudah dipesan konsumen. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menilai banyaknya penyegaran low MPV andalannya diterima pasar.

“Jumlah pesanan yang mencapai ribuan unit sejak diluncurkan pada Gaikindo Indonesia International Auto Show ini membuktikan antusias yang tinggi terhadap New Ertiga,” terang Susanto Winarto Kepala Diler Roda Empat Nasional SIS di sela test drive New Ertiga di Cawang, Jakarta Timur, Rabu (9/9/2015).

Varian GL tercatat yang paling dominan dipesan. Hal ini beralasan mengingat rentang harganya yang terjangkau pasar. “Boleh dibilang porsinya mencapai 60 persen dibanding varian lainnya,” sambung Susanto.

Di tempat yang sama, Makmur, Direktur Pemasaran Roda Empat SIS menambahkan angka penyerapan pasar low MPV sedang turun signifikan. Dia mengakui rendahnya daya beli membuat masyarakat cenderung memilih low cost and green car (LCGC).

Situasi ini tak menyurutkan Suzuki untuk menambah varian tertinggi seperti New Ertiga Elegant dan Sporty. Sayang, belum diungkap pasti kapan varian tersebut meluncur ke pasaran.

Bom Rakitan di Kalimalang Berisi Baterai, Kabel dan Tabung Besi

BeritaBintang – Tim Gegana Polri mengambil langkah cepat dengan meledakkan sebuah paket mencurigakan di dalam Kalimalang, Jakarta Timur, Sabtu (29/8/2015).

Paket yang diduga bom tersebut ditemukan warga di kedalaman satu meter di bawah permukaan air.

“Bom yang diledakkan antara lain terdiri dari baterai dan kabel,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Mohammad Iqbal dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (30/8/2015).

Dalam paket di dalam plastik hitam tersebut terdapat komponen utama.

Komponen tersebut merupakan sebuah tabung dengan bermaterial besi.

“Komponen utama tabung berupa besi dengan diameter 5 cm panjang 10 cm,” ujar Iqbal.

Sebelumnya, paket diduga bom ditemukan di Kalimalang, Jakarta Timur atau 100 meter dari Mal Cipinang Indah, pada Sabtu (29/8/2015) sekitar pukul 09.00.

Paket tersebut ditemukan seorang warga saat hendak membersihkan Kalimalang yang akan digunakan sebagai lokasi perlombaan panjat pinang.

Wujudkan Poros Maritim, TNI Butuh 12 Kapal Selam

BeritaBintangJAKARTA – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Ade Supandi mengaku, pihaknya membutuhkan 12 kapal selam untuk mewujudkan poros maritim.

Dia menambahkan, saat ini jajarannya telah memiliki dua kapal selam dan tiga alutsista jenis tersebut juga sedang dipesan dari Korea Selatan. Ade pun menargetkan, hingga 2018 mendatang TNI AL memiliki 12 kapal selam.

“Target kita punya 12, kan tiga sedang dipesan dari Korsel,” jelas Ade di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur (5/5/2015).

Selain itu, Ade mengaku tinggal menunggu peraturan presiden terkait rencana pembentukan sektor pengamanan armada tengah. Hal tersebut, nantinya bakal disertai dengan penambahan lantamal serta validasi terkait perencanaan komando gabungan wilayah pertahanan (kogabwilhan).

“Guna mendukung visi maritim, ada peningkatan kompetesi prajurit, pembentukan armada tengah, validasi keseluruhan terkait Kogabwilhan, ada penambahan lantamal, tinggal nunggu perpres,” pungkasnya.

Jokowi Kian Kehilangan Wibawa

BeritaBintangJAKARTA – Penangkapan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, semakin menegaskan tergerusnya wibawa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai kepala negara sekaligus panglima tertinggi.

Pasalnya, beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi menginstruksikan kepada KPK dan Polri agar saling menghormati dan tidak melakukan upaya kriminalisasi.

“Saya kira semakin kentara indikasi Presiden semakin kehilangan wibawa karena instruksinya diabaikan begitu saja oleh Polri,” ujar pengamat hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Masnur Marzuki.

Direktur Asia Pacific Law Institute & Constitutional Reform (Aplicore) UII tersebut menambahkan, Presiden Jokowi harus segera mengambil sikap tegas dan cepat terkait kisruh KPK-Polri, termasuk penetapan tersangka pimpinan KPK dan penangkapan penyidik KPK, Novel Baswedan.

“Bila hal itu tidak segera direspons cepat, wibawa dan citra Presiden Jokowi yang dalam janji kampanyenya akan memperkuat KPK, akan semakin anjlok karena mengecewakan publik. Apalagi, instruksi Presiden diabaikan begitu saja,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Novel Baswedan ditetapkan menjadi tersangka pada 2012 lalu, atas kasus penembakan seorang pencuri sarang burung walet di Bengkulu pada 2004 silam. Kejadian itu berlangsung saat Novel menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu.

Alasan penyidik Bareskrim menangkap Novel Baswedan di rumahnya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Timur pada Jumat, 1 Mei 2015 dini hari, karena dua kali mangkir dari panggilan tanpa alasan yang sah.

Jessica Iskandar Beberkan Cara Pernikahannya dengan Ludwig

BeritaBintang – Sidang gugatan pembatalan pernikahan Jessica Iskandar dengan Ludwig kembali digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta Timur.

Kuasa hukum Jessica, Brian Praneda menjelaskan, persidangan kali ini merupakan agenda tambahan. Kali ini, pihaknya membuktikan kepada majelis hakim tentang tata cara pernikahan berdasarkan peraturan yang berlaku.
“Hari ini agenda bukti tambahan. Kami memberikan bukti berupa peraturan mengenai masalah perkawinan campuran, serta tata laksana melakukan pernikahan,” ujar Brian saat ditemui di Pengadilan Tata Usaha Negara, Jakarta Timur, Kamis (19/3/2015).
Dari bukti tertulis tersebut, Brian optimis jika pernikahan kliennya dengan bangsawan Jerman itu sesuai prosedur. Bukti-bukti itu juga akan melemahkan gugatan yang diajukan Ludwig untuk menggugurkan akta nikah.
“Gugatan yang diajukan Ludwig telah lewat dari waktu mengajukan gugatan. Ludwig telah mengetahui dibuat akte perkawinan, ada bukti pernah menerima bulan Juli. Fakta-fakta Ludwig sudah mengetahui dan menerima,” jelas Brian.