Jack Miller

LCR Honda Pastikan Menggunakan Jasa Dua Pembalap di MotoGP 2018

BeritaBintangLCR Honda Pastikan Menggunakan Jasa Dua Pembalap di MotoGP 2018

Tim LCR Honda tahun ini telah memperpanjang kontrak pembalap utamanya, Cal Crutchlow, hingga 2019. Hal ini dilakukan manajemen LCR Honda karena penampilan rider asal Inggris terus membaik setiap tahunnya.

Namun, musim depan tim yang bermarkas di Monte Carlo itu agaknya akan menambah amunisi mereka. Pembalap Moto2, Takaaki Nakagami, diprediksi akan menemani Crutchlow tahun depan Agen Poker Terpercaya.

Nakagami merupakan pembalap yang memiliki cukup banyak pengalaman di ajang balap motor. Pembalap kelahiran Jepang itu memulai balapan 2007 di ajang 125 cc. Namun selama tiga tahun di ajang 125 cc, Nakagami belum pernah meraih titel juara.

Sempat absen dari ajang balap pada 2010, Nakagami mulai naik level ke ajang Moto2 pada 2011. Hingga 2017, pembalap yang berusia 25 tahun itu belum pernah meraih titel juara. Namun prestasinya di musim ini cukup menjanjikan.

{ Baca juga : ” Babak Belur Dihajar Madrid, Valverde Ingin Skuad Asuhannya Bangkit Menyambut Musim ” }

Hingga 11 dari 18 seri Moto2 digelar, Nakagami berada di posisi tujuh. Bahkan posisi ini menjadi hasil yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Komposisi ini akan mengulang masa LCR Honda pada 2015. Saat itu LCR Honda mengusung dua pembalap yakni Crutchlow dan Jack Miller yang saat ini membela panji Marc VDS (musim depan bergabung dengan Tim Pramac Ducati).

Euforia Kemenangan Jack Miller Telah Selesai

BeritaBintangASSEN – Kemenangan pembalap Tim Estrella Galicia 0,0 Marc VDS, Jack Miller, di GP Belanda sukses menuai banyak pujian. Sebab, kala itu, Miller berhasil tampil impresif hingga akhirnya finis di posisi terdepan.

Namun ternyata, Miller menilai euforia kemenangannya di Sirkuit Assen, Belanda, telah selesai. Pembalap berusia 21 tahun itu menjelasnya bahwa dirinya langsung berlatih kembali pasca meraih kemenangan di Assen.

“Saya langsung melajutkan latihan. Saya telah menjajal dunia balap motor cukup lama, jadi saya selalu membuat diri sendiri sibuk. Saya sempat pergi ke Hawai selama empat hari untuk menghadiri pernikahan teman baik saya,” tutur Miller, seperti dilansir laman resmi TaruhanBolaOnlineTerpercaya, Rabu (6/7/2016).

“Saya tidak dapat kembali ke Australia selama libur musim panas, jadi senang rasanya dapat bertemu dengan teman baik saya. kemudian, kami langsung fokus kepada balapan di Sachsenring. Kami berhasil tampil baik di sana pada musim lalu dan saya tidak sabar menjajalnya kembali,” pungkasnya.

Hasil manis di GP Belanda tersebut sukses mengantarkan Miller naik posisi di klasemen sementara MotoGP 2016. Saat ini, pemuda berusia 21 tahun itu duduk di posisi ke-13 dengan raihan 33 poin.

Unggul Jauh atas Rossi di Klasemen, Marquez Kalem

BeritaBintang – Hasil MotoGP Belanda 2016 membuat pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, unggul 42 poin atas Valentino Rossi, rider Movistar Yamaha. Kesenjangan itu yang membuat Marquez bisa sedikit tenang.

Musim ini, laju dan gaya balap Marquez memang lebih stabil ketimbang musim lalu. Tak seperti musim lalu, Marquez kini mampu meraup poin beruntun dalam delapan balapan pertama. Bahkan, jarak yang diciptakan Marquez dengan para pesaingnya kini mulai melebar.

Dalam delapan balapan pertama di musim lalu, Marquez kehilangan banyak poin. Sebab ia tiga kali gagal menuntaskan balapan. The Baby Alien terjatuh di Argentina, Italia, dan Catalunya.

Berbeda dengan musim ini di mana Marquez mulai berhati-hati dengan gaya balapannya. Ia juga mengambil keputusan yang tepat saat melakoni balapan MotoGP Belanda di Sirkuit Assen, 26 Juni 2016 lalu.

Dalam balapan yang sempat diguyur hujan itu, Marquez memutuskan untuk tak menambah kecepatannya ketika Jack Miller menyalipnya. Pada akhirnya, ia sukses mengamankan podium kedua.

Baginya, podium itu seperti kemenangan karena salah satu rivalnya, Rossi, terjatuh di podium ke-17. Rekan Rossi di Yamaha, Jorge Lorenzo, juga mendapatkan posisi yang buruk dengan finis di urutan ke-10.

Hasil itu membuat Marquez kini unggul 24 poin atas Lorenzo dan 42 poin atas Rossi. Meski begitu, Marquez sama sekali tak mau jemawa. Ia menyatakan musim yang harus dilalui masih panjang. Tapi, ia tetap bersyukur bisa unggul jauh atas Rossi di klasemen pembalap.

“Kami bahkan belum setengah jalan pada musim ini. Tetapi, memang sangat penting bisa memiliki kesenjangan ini, terutama dengan Rossi. Semua manusia belajar dari kesalahannya. Saya salah satunya,” kata Marquez seperti dikutip Bintangbola.co.

Musim ini Marquez baru meraih dua kemenangan, yakni pada MotoGP Argentina dan Austin. Sebelum MotoGP Belanda, ia hanya bisa merebut podium ketiga di Qatar, podium ketiga di Spanyol, urutan ke-13 di Prancis, runner up di Italia, dan runner up di Catalan.

“Di Assen, Marquez memperlihatkan cara balap yang luar biasa. Ia menyadari tujuannya bukan menang. Kami melihat hal itu ketika ia sabar dan menunggu kesempatan. Marquez telah menunjukkan bahwa ia sudah belajar banyak dari musim lalu,” ucap bos Honda, Livio Suppo menimpali.

Pedrosa Sebut Balapan di Assen Seperti Lotre

BeritaBintang – Pembalap MotoGP dari tim Repsol Honda, Dani Pedrosa menilai balapan di Assen, Minggu (27/6/2016) seperti lotre. Hal itu tak terlepas dari perubahan cuaca yang terjadi saat balapan.

Cuaca tidak menentu terjadi saat GP Assen akhir pekan lalu. Di awal, balapan berlangsung dalam kondisi sirkuit yang kering. Namun tak lama kemudian hujan deras mengguyur sirkuit.

Balapan bahkan sempat dihentikan karena hujan yang turun terlalu deras. Saat balapan kembali dilanjutkan, beberapa pembalap termasuk Valentino Rossi terjatuh lantaran kondisi sirkuit yang basah.

Jack Miller dari tim Estrella Galicia 0,0 Marc VDS keluar sebagai juara. Menyusul di podium kedua dan ketiga ada pembalap Repsol Honda, Marc Marquez dan Scott Redding dari Pramac Ducati.

“Balapan yang sangat sulit di akhir pekan, tapi balapan kemarin itu seperti lotre,” ujar Pedrosa seperti dikutip Panduan Judi Online .

Pedrosa mengungkapkan untuk mengakali kondisi cuaca itu, dirinya memakai strategi yang berbeda. Saat hujan belum turun, dirinya menggunakan strategi pemakaian ban lembut. Namun saat balapan dihelat kembali dirinya menggunakan ban berbeda.

Alih-alih mujarab, Pedrosa mengaku strategi tersebut justru menjadi bumerang bagi dirinya. “Saya merasa tidak beruntung karena berpikir untuk menggunakan strategi berbeda ternyata tidak menguntungkan,” ujar Pedrosa yang finis di posisi 12 dalam balapan di Assen.

“Di balapan kedua, saya terjatuh di lap pertama karena ban baru saya tidak memiliki cengkeraman yang bagus. Balapan kemarin telah menjadi balapan yang sulit, tapi kami akan mencoba menemukan solusi untuk balapan selanjutnya,” kata Pedrosa mengakhiri.

Jack Miller Patahkan Predikat sebagai Rider Idiot di MotoGP

BeritaBintang – Tampil mengesankan di Sirkuit Assen membuat nama pembalap Estrella Galicia 0.0 Marc VDS Honda, Jack Miller mematahkan predikatnya sebagai rider idiot. Sebab, ia sukses keluar sebagai juara pertama di seri kedelapan MotoGP musim ini.

Sosok seorang Miller terbilang kontroversial usai membuat lonjakan kariernya dari Moto3 ke MotoGP pada musim lalu. Tak berhenti disitu, pembalap asal Australia tersebut dinilai tak mampu membuat prestasi di MotoGP.

Kendati demikian, semangat Miller tak pernah pudar untuk tetap memberikan yang terbaik bagi timnya. Lantas ia membeberkan kunci suksesnya kala menggeber RC213V di lintasan basah yang membuat pembalap kenamaan seperti Marc Marquez harus puas di posisi kedua.

“Saya terkadang mendapatkan sedikit semangat, Namun saya mencoba untuk tetap setenang mungkin,” kata Miller mengutip Panduan Judi Online, Senin (27/6/2016).

“Kami menggunakan ban lunak dan kami mampu membuat beberapa pengaturan yang tepat. Kami juga banyak melakukan uji coba dalam trek basah musim ini. Hasilnya tentu saya memiliki perasaan yang hebat dengan dengan jalur yang tepat,” pungkas pembalap berusia 21 tahun tersebut.

Sekadar informasi, Miller berhasil mengikuti jejak Toni Elias (Fortuna Honda) menjadi tim satelit yang memenangi balapan MotoGP. Ia berhasil menyamai rekor yang terjadi pada  10 tahun silam.

Lorenzo Menang Dramatis di Mugello

BeritaBintang – Juara bertahan Jorge Lorenzo keluar sebagai pemenang di MotoGP Italia. Lorenzo mengalahkan Marc Marquez menjelang garis finis untuk memenangi balapan.

Dalam balapan di Sirkuit Mugello, Minggu (22/5/2016), pebalap Movistar Yamaha itu tampil sebagai yang tercepat dengan catatan waktu 41 menit 36,535 detik. Lorenzo unggul hanya 0,019 detik dari Marquez di belakangnya.

Start dari posisi kelima, Lorenzo mengawali balapan dengan sangat baik sehingga bisa bersaing dengan pebalap dengan start terdepan, Valentino Rossi. Kedua rekan setim itu terlibat pertarungan sengit tapi kemudian berakhir usai Rossi mengalami masalah di motornya.

Lorenzo kemudian mendapat persaingan dari Marquez. Keduanya saling salip di lap-lap terakhir sebelum akhirnya Lorenzo keluar sebagai pemenang.

Andrea Iannone berhasil finis ketiga di depan Dani Pedrosa dan rekan setimnya Andrea Dovizoso.

Dengan kemenangan ini, Lorenzo masih di peringkat teratas klasemen dengan 115 poin, unggul 10 poin dari Marquez. Sedangkan Rossi di posisi ketiga dengan perolehan 78 poin.

Jalannya Balapan

Lorenzo melakukan start apik dengan melesat di barisan terdepan membuntuti Rossi di posisi pertama. Namun di tikungan pertama, Lorenzo berhasil mengambil posisi terdepan. Tiga pebalap crash: Loris Baz, Jack Miller, dan Alvaro Bautista.

Lap kedua, Rossi nyaris menyalip Lorenzo tapi buru-buru diambil alih kembali karena melebar saat melewati tikungan. Aleix Espargaro tetap di peringkat ketiga diikuti Marquez dan Pedrosa.

Di lap kelima, Marquez mulai unjuk kecepatan untuk bergabung dengan Lorenzo dan Rossi di barisan terdepan. Dovizioso berhasil menyalip Espargaro sedangkan Pedrosa tercecer di urutan keenam.

Rossi masih mencari cara melewati Lorenzo. Beberapa kali upayanya sejauh ini masih gagal. Sampai lap ketujuh, jarak kedua pebalap anya 0,09 detik. Marquez dan Dovizioso dibelakang duo Yamaha, diikuti Pedrosa di posisi lima besar.

Bencana bagi Rossi. Di lap kedelapan Rossi melebar dari lintasan sehingga tercecer di urutan belakang. Tampak motornya mengalami kerusakan dan mengeluarkan banyak asap. Rossi terpaksa retired, keuntungan besar bagi Lorenzo.

Di lap kesepuluh, Lorenzo cukup nyaman di urutan pertama. Marquez berada di belakangnya dengan tertinggal 0,7 detik. Dovizioso di urutan ketiga.

Balapan belum berakhir. Marquez mampu membayangi Lorenzo di lap ketiga belas dengan jarak kedua pebalap kini hanya terpaut 0,3 detik saja. Dovizioso di posisi ketiga dengan jarak lebih dari dua detik. Iannone membuntuti diikuti Pedrosa.

Di lap ke-16, Iannone akhirnya mampu menyalip Dovizioso untuk menduduki posisi ketiga. Dovizioso kembali mendapatkan posisi ketiga saat balapan tersisa enam lap. Pedrosa berhasil mendekati duo Ducati itu untuk memperebutkan posisi ketiga di akhir balapan.

Kesalahan Dovizioso yang melebar di tikungan pada lap ke 18 dimanfaatkan Pedrosa untuk merebut urutan keempat di belakang Iannone. Vinales di urutan keenam di depan Bradley Smith, Espargaro, dan Petrucci.

Marquez sempat menyalip Lorenzo dalam tikungan di lap ke 19, tapi Lorenzo segera mendapatkan kembali tempatnya setelah Marquez sedikit melebar. Iannone, Pedrosa, dan Dovizioso di barisan kedua.

Di lap ke-20, Pedrosa sukses menyalip Iannone guna mendapatkan urutan ketiga. Di balap berikutnya, Marquez kembali mendahului Lorenzo di tikungan pertama, tapi lagi-lagi tak mampu menjaga posisinya. Pedrosa dan Iannone masih teribat pertarungan tapi pebalap yang disebut terakhir mampu memperoleh tempatnya kembali.

Marquez akhirnya benar-benar mampu menyalip Lorenzo di lap terakhir. Saling salip kembali terjadi, tapi Marquez kali ini bisa menjaga posisi terdepan. Akan tetapi beberapa saat menjelang finis, Lorenzo bisa mendahului Marquez dalam menyentuh garis finis.

Hasil Lengkap MotoGP Italia
Nama Pebalap-Tim-Waktu

1. Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 41m 36.535s
2. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 41m 36.554s
3. Andrea Iannone ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 41m 41.277s
4. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 41m 41.445s
5. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 41m 42.791s
6. Maverick Viales ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 41m 45.205s
7. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 41m 49.875s
8. Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 41m 51.133s
9. Aleix Espargaro ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 41m 55.178s
10. Michele Pirro ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 41m 58.833s
11. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 42m 4.471s
12. Hector Barbera ESP Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 42m 12.247s
13. Eugene Laverty IRL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 42m 14.567s
14. Stefan Bradl GER Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 42m 16.629s
15. Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 42m 36.346s
16. Yonny Hernandez COL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 42m 40.932s

Tidak Finis
Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1)
Scott Redding GBR Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15)
Jack Miller AUS Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)
Alvaro Bautista ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP)
Loris Baz FRA Avintia Racing (Desmosedici GP14.2)

Top Sport: Lima Sirkuit Balap Motor Terangker di 2015

BeritaBintang –  NYARIS 1000 kecelakaan terjadi di olahraga balap motor sepanjang 2015. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari kecelakaan-kecelakaan yang terjadi di 18 seri MotoGP, Moto2, dan Moto3.

Lantas, seri mana yang paling angker sehingga sering terjadi kecelakaan pada sepanjang 2015? Diberitakan Bioskop168 , Jumat (01/01/2015), status seri dengan sirkuit terangker pada 2015 jatuh ke tangan GP Silverstone.

Pada seri yang digelar di Sirkuit Silverstone, Inggris, tersebut, diketahui ada 79 kecelakaan yang terjadi. Tercatat 12 pembalap mengalami kecelakaan tunggal di putaran ke-14 yang dinilai sebagai titik keangkeran sirkuit tersebut.

Di bawah Silvertone ada Sirkuit Le Mans Bugatti. Di sirkuit yang menjadi tempat diselenggarakannya GP Prancis ini, tercatat ada 78 kecelakaan yang terjadi. Jack Miller, Cal Crutchlow, dan Scott Redding masuk dalam daftar yang mengalami kecelakaan di Le Mans.

Sementara itu, Sirkuit Internasional Sepang yang sempat menjadi pembicaraan panas pada MotoGP 2015, tidak masuk dalam daftar lima besar sirkuit terangker. Posisi terakhir lima besar justru menjadi milik Sirkuit Sachsenring, tempat diselenggarakannya GP Jerman.

Berikut daftar lengkap lima sirkuit balap motor terangker di 2015:

1. Silverstone, Inggris (79 kecelakaan)

2. Le Mans, Prancis (78 kecelakaan)

3. Motegi, Jepang (71 kecelakaan)

4. Austin, Amerika Serikat (71 kecelakaan)

5. Sachsenring, Jerman (65 kecelakaan)

Debutan MotoGP Nothing to Lose Jalani Musim 2016

BeritaBintang –  Rider asal Spanyol, Esteve “Tito” Rabat, dipastikan akan melakoni debut di MotoGP tahun depan. Setelah malang melintang cukup lama di Moto2 dan sempat jadi juara dunia di musim 2014, rider 26 tahun itu akan membela panji Marc VDS Honda tahun depan. Dia akan bertandem dengan rider muda Australia, Jack Miller.

Memang menarik menanti aksi Rabat menggeber motor Honda RC213V. Meski demikian, sang rider rupanya tak mau terlalu muluk dan mematok target tinggi.

“Posisi 10 besar di akhir musim sudah cukup bagus bagi saya. Ya, itu akan menjadi musim yang bagus. Ada banyak rider hebat di MotoGP, levelnya berbeda disini. Jadi, saya realistis saja,” ujar Rabat, seperti dilansir Bioskop168 , Senin (28/12/2015).

“Pastinya saya harus tampil 200 persen dan mengeluarkan segalanya di trek. Kita lihat saja seperti apa ke depannya nanti,” imbuhnya.

Sementara ketika ditanya soal nomor motor, Rabat mengaku mantap untuk kembali menggunakan nomor 53. Nomor ini memang sudah akrab melekat padanya di ajang Moto2.

“Di musim 2015, saya mengganti nomor 53 menjadi nomor 1 setelah menjadi juara di 2014. Sayang, musim 2015 tak begitu baik dan saya gagal mempertahankan gelar. Nomor 53 membawa keberuntungan untuk saya, jadi saya mantap untuk memakai 53 di MotoGP 2016,” tuntas Rabat.

Pembalap Muda yang Tak Kalah Cepat dari Marquez

BeritaBintangMONTE CARLOTeam Principal LCR Honda, Lucio Cecchinello, memuji pembalapnya, Jack Miller. Rider belia asal Australia itu dinilai mampu melaju secepat sang tandem sekaligus seniornya, Cal Crutchlow di beberapa tikungan pada MotoGP Argentina. Bahkan, Miller tak kalah cepat dengan juara bertahan MotoGP, Marc Marquez.

Perkembangan karir Miller memang luar biasa. Rider berambut ikal itu langsung melompat dari serie Moto3 ke MotoGP pada musim ini, tanpa melalaui Moto2. Cecchinello pun angkat topi pada runner-up Moto3 musim 2014 itu. Miller memang sukses menjadi pembalap Open Class terbaik pada balapan yang digelar di Sirkuit Rio Hondo, pada akhir pekan lalu.

“Data statistik telah menunjukkan bahwa Jack (Miller) adalah pembalap yang cepat. Dia terbukti secepat Cal (Crutchlow), bahkan Marc (Marquez) pada beberapa tikungan di Rio Hondo lalu. Ini sinyal baik, saya sangat yakin dengan line up kami (LCR) musim ini,” ungkap Cecchinello.

Meski begitu, pria Italia yang juga mantan pembalap kelas 125 cc itu meyakini perjalanan Miller masih sangat panjang. “Masih ada 15 serie lagi, Jack masih harus terus beradaptasi. Dia memakai open specification RC213V, tidak seperti Cal yang memakai factory specification. Tapi dia sudah bisa mengimbangi, itu hebat! Tapi ini baru awal,” urainya.