Istana Negara

Jokowi Bandingkan Pertumbuhan Ekonomi Dubai dengan Indonesia

BeritaBintang – Dalam acara rapat kerja Pemerintahan dengan kepala daerah di Istana Negara, Jakarta, Kamis (21/10/2015), Presiden Joko Widodo membandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dibandingkan dengan negara lain, misalnya Dubai dan Abu Dhabi.

“Tahun 70-an dari Dubai ke Abu Dhabi, mereka masih naik unta. Tahun agak ke sana lagi, masih naik truk. Tetapi coba kita lihat, Dubai sudah seperti Manhattan, Abu Dhabi juga. Dubai seperti New York, Abu Dhabi juga sama. Betapa mereka cepat sekali,” ujar Presiden.

Presiden coba membandingkan dengan kondisi Indonesia pada tahun 60-an. Ia mengatakan saat itu warga sudah ada yang menggunakan mobil sedan, tapi sampai saat ini justru Indonesia kalah pesat dengan dua negara tersebut.

“Tahun 60-an saya belum lahir, kita sudah (ada yang) naik Impala (jenis mobil sedan). Apa kesalahannya?” kata Presiden.

Presiden kemudian menanyakan rahasia mengapa Abu Dhabi dan Dubai yang merupakan dua kota besar di Uni Emirat Arab tersebut bisa maju pesat kepada pimpinan negara itu ketika dirinya melakukan kunjungan kenegaraan ke sana.

“Saya tanya, Uni Emirat Arab bisa cepat seperti itu, jawabannya keterbukaan dan deregulasi total. Aturan-aturan harus sesederhana mungkin. Hanya itu, tidak ada yang lain,” kata Presiden.

Empat Negara Ini Bebas Visa ke Indonesia

BeritaBintang – Pemerintah memberikan akses bebas visa kepada empat negara untuk mendongkrak kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan Presiden Joko Widodo akan mengeluarkan keputusan presiden bebas visa untuk empat negara itu.

“Kami memperluas bebas visa dalam rangka melakukan promosi dan kehadiran turis,” ujarnya saat ditemui di Istana Negara, Jumat, 13 Maret 2015. Empat negara itu adalah Cina, Korea, Jepang, dan Rusia. Keempatnya akan menambah daftar negara bebas visa yang saat ini mencapai 15 negara.

Dengan pemberian bebas visa ini, Sofyan menuturkan 19 negara tersebut telah meng-cover 85 persen turis yang datang ke Indonesia. Pemerintah juga terus melakukan studi lagi untuk menambah penerimaan negara, agar kedatangan turis dapat menjadi salah satu sumber penambahan devisa.

Pemberian akses bebas visa ini adalah salah satu rencana kebijakan pemerintah memperbaiki struktur ekonomi (structural adjustment), selain memberikan tax insentif, perlindungan industri dalam negeri terhadap praktek anti-dumping.

“Ini kebijakan dalam rangka lebih lanjut dari reformasi struktural supaya ekonomi kita lebih atraktif,” ucapnya. “Hari Senin di-work out dalam rapat kabinet untuk membereskan aturannya. Keputusan presiden dan aturan lain harus segera disiapkan agar Senin bisa diputuskan bisa diefektifkan.