Istana Merdeka

Rencana Aksi 313, Polisi: Ngapain Lagi Sih?

BeritaBintangRencana Aksi 313, Polisi: Ngapain Lagi Sih? 

Polda Metro Jaya belum mendapatkan surat pemberitahuan terkait rencana aksi 31 Maret 2017 atau 313 yang digelar oleh sejumlah elemen organisasi ke-Islam-an. Aksi tersebut rencananya akan dilaksanakan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mempertanyakan tujuan dari aksi 313 tersebut. Meskipun begitu, Argo menegaskan tetap akan melakukan pengamanan dari aksi 313 itu.

“Sampai sekarang masih menunggu belum ada pemberitahuan ke kepolisian. Intinya bahwa ngapain lagi sih? Seperti itu,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, Argo menuturkan, lebih baik masyarakat melaksanakan kegiatan agama di rumah ibadah yang tersedia dan dirumah masing-masing saja.

[Baca Juga -“Ingat! Jelang Nyepi, Pelayaran dari Pelabuhan Ketapang Menuju Bali Ditutup Pukul 23.00 Wita“]

Terkait izin, Argo mengatakan akan mempelajari terlebih dahulu surat pemberitahuan tersebut. Pasalnya, dalam setiap aksi demonstrasi harus ada pihak yang bertanggung jawab.

“Soal izin nanti kita lihat perkembangannya. Kalau cuma permohonan untuk melakukan itu sesuai UU 1998 saja. Gunanya pemberitahuan agar tahu siapa penanggung jawabnya,” papar Argo.

Aksi yang menuntut untuk memberhentikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatan Gubernur DKI Jakarta itu. Argo pun mengatakan, sebaiknya menjelang pemilihan gubernur Jakarta putaran kedua seluruh elemen tidak usah memperkeruh suasana.

“Intinya kegiatan politik Jakarta ini biarkan lah berjalan dengan sendirinya. Tidak usah ditambah kegiatan yang perkeruh suasana biarkanlah berjalan sesuai aturan yang ada,” tutup Argo.

Presiden Jokowi Tegaskan 2 Desember Aman

BeritaBintang – Terkait rencana aksi demonstrasi 2 Desember 2016, banyak isu kepentingan tertentu yang ditengarai akan mengunggangi. Mulai dari upaya makar, penarikan uang perbankan secara besar-besaran (rush money), hingga eksodus pengusaha ke luar negeri.

Usai bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, berbagai isu tersebut tidak benar. Dikatakannya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah memberi jaminan bahwa demonstrasi 2 Desember akan berlangsung aman.

“Enggak ada apa-apa. Kemarin saya ke mal juga ramai saja, Enggak ada apa-apa. Kamu (awak media-red) jangan ikut memanas-manaskan,” kata Jokowi kepada Agen Bola Online di Istana Merdeka, Jakarta.

“Situasi di pasar ramai, di mal juga ramai, situasi di jalan juga masih macet. Jadi enggak ada (hal-hal yang dikhawatirkan-red),” sambung dia.

Mengenai pertemuannya dengan Megawati, Jokowi menyebut tidak seluruhnya terkait dengan suhu politik yang memanas di ibu kota, khususnya pasca aksi 4 November. Pertemuan keduanya juga membicarakan isu-isu lain yang tak kalah penting dibanding politik.

“Bahwa kita seperti hari ini bertemu dengan ibu Mega, ya biasa, kita bicarakan permasalahan bangsa. Tidak hanya politik dan ekonomi, hal-hal sosial juga kita bicarakan,” pungkasnya.

Ribuan Nasi Bungkus Untuk Pendemo

BeritaBintang – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan menyiapkan keperluan para pendemo, mulai dari toilet, ambulan, termasuk nasi kotak atau nasi bungkus. Pada pelaksanaanya hari ini, para pendemo akan diarahkan ke kawasan Monumen Nasional (Monas).

Seperti diketahui, puluhan ribu buruh menurut rencana akan menggelar aksi demonstrasi di beberapa titik di Jakarta, Selasa (1/9/2015) ini. Salah satu sasaran demo para buruh adalah Istana Merdeka.

Menurut Ahok, pihaknya akan menerapkan konsep penertiban demo seperti di London, Inggris, yaitu dengan menjadikan salah satu lokasi untuk menampung para pengunjuk rasa. Apalagi DPR, juga akan membuat lokasi khusus untuk para pengunjuk rasa di gedung baru nanti.

“Jadi, kami berencana, akan melakukan pertemuan dengan para buruh untuk bernegosiasi. Nah, saya kira paling tepat bukan datang ke Kemenakertrans (Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi) atau Kemenkes (Kementerian Kesehatan), karena jalan bakal macet. Jadi, saya tawarkan kalau mau bertemu para buruh, saya bersedia menyediakan tempat ini biar buruh datangnya deket. Saya siapin makan, deh,” kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (31/8).

“Besok (Selasa ini) kan ada demo buruh besar-besaran. Kami mau mulai uji coba orang berdemo itu kita arahkan ke Monas,” ujar Ahok

Di kawasan Monas tersebut, pihaknya akan menyiapkan ambulans. Sementara, untuk toilet memang sudah disiapkan untuk para pengunjung sebelumnya.

“Jadi, saya kira mungkin salah satu tempat yang disiapkan adalah Monas untuk para pendemo. Di situ disiapin toilet dan ambulan. Mungkin wartawan juga ada tenda booth-nya pakai AC biar kalian bisa nongkrong di situ. Orang demo kan cuma pengen masuk TV saja kan supaya bisa ngomong,” katanya.

Serentak 20 provinsi

Sementara itu, Presiden Kon­federasi Serikat Pekerja Indo­nesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, ribuan buruh direncanakan akan berjalan kaki (long march) dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) ke Istana Merdeka di Jalan Medan Utara, Selasa (1/9) ini. Mereka menuntut pemerintah untuk segera mengatasi persoalan ekonomi. Mereka khawatir, situasi perekonomian yang memburuk akan berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap buruh.

“Besok (hari ini-red), buruh akan melakukan aksi unjuk rasa serentak di 20 provinsi. Di Jakarta, kami rencanakan long march dari Bundaran HI ke Istana Merdeka,” kata Said.

Pilihan unjuk rasa di hari kerja, kata Said, sama sekali tak dimaksudkan untuk menyulitkan warga Ibu Kota. “Ini adalah aksi damai. Aksi yang tidak bermaksud mengganggu kepentingan orang lain,” ujar dia.

Dalam unjuk rasa ini, ada sejumlah hal yang akan mereka serukan. “Ada beberapa tuntutan kita kepada pemerintah, yaitu turunkan harga barang dan BBM, meminta pemerintah tidak melakukan PHK, menghentikan masuknya tenaga kerja asing, mengembalikan daya beli masyarakat, jaminan kesehatan harus diperbaiki, jaminan pensiun tidak boleh ada diskriminasi antara buruh dan PNS maupun yang lain, dan penegakan aturan keselamatan kerja,” tutur Said.

Unjuk rasa tersebut akan dimulai pukul 08.00. Para buruh dari luar Jakarta seperti Bogor, Bekasi, Depok, dan Tangerang akan masuk ke Jakarta. Mereka akan berjalan kaki dari Bunderah HI menuju Istana Merdeka. Unjuk rasa baru akan berakhir sore hari.

11.000 petugas

Polri dibantu TNI akan mengerahkan 11.000 persone untuk mengamankan Jakarta pada aksi demo buruh ini. Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan memastikan, para penegak hukum akan menindak tegas pendemo yang ricuh.

“Kita menghargai hak berdemokrasi, tetapi pelanggaran hukum akan kami tindak tegas. Yang melanggar hukum, siapa pun dia, kami akan tindak. Saya Menko Polhukam menggarisbawahi ini,” ujar Luhut usai memimpin Rakor di kantornya, Jakarta Pusat, kemarin.

Dalam pertemuan yang sama, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengutarakan harapannya agar demo buruh berjalan tertib. Secara spesifik, Badrodin meminta agar buruh tidak melakukan sweeping, aksi kekerasan, menutup jalan, atau menduduki tempat-tempat tertentu.

Sementara itu, Pangdam Jaya Letjen Agus Sutomo mengatakan, dari total 11.000 personil, TNI akan menyiapkan 17 satuan setingkat kompi (SSK) untuk pengamanan demo buruh. Sebanyak 3 SSK akan disiagakan sejak pagi di kawasan Monas.

Pengusaha khawatir

Sementara itu, para pelaku bisnis khawatir aksi demo akan mengganggu aktivitas perekonomian di Jakarta karena dampaknya akan memberikan sentimen yang negatif. Sejumlah pedagang perhiasan di Cikini khawatir, aksi demo akan berdampak ke tempat jualan mereka. “Daripada waswas lebih baik saya nggak buka toko,” kata Apung, salah seorang pedagang.

Para pedagang di Pasar Baru juga mengaku cemas karena lokasi usaha mereka berdekatan dengan tempat demo. Karena itu, mereka sebagian pedagang memilih tidak buka, Selasa (1/9) ini.

“Iya, kami khawatir, mungkin banyak toko yang tidak buka. Kalau saya akan lihat situasinya dulu,” ujar salah seorang pedagang pakaian di Pasar Baru.
Dampak demo buruh juga akan memacetkan sejumlah ruas jalan di ibu kota. Antara lain wilayah Karet, Jalan Karet Pasar Baru Barat, Jalan Karet Pasar Baru Timur, Jalan KH Mas Mansyur serta jalan di pinggir Kanal Banjir Barat (KBB) diprediksi bakal mampet.

Antisipasi Demo, 2 Kompi Polisi Disiagakan di Bunderan HI

BeritaBintang – Imbauan Polda Metro Jaya untuk tidak melakukan unjuk rasa selama kegiatan Konferensi Asia Afrika yang berlangsung di Jakarta, tampaknya tidak digubris.

Hari ini, Senin 20 April 2015 tersiar kabar sejumlah massa akan melakukan demo di Bundaran Hotel Indonesia dan di gedung Istana Merdeka.

Mengantisipasi hal tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat sudah menyiagakan dua kompi petugas dari Sabhara dan Brimob.

“Saya datang ke sini untuk mengecek demo, katanya ada demo hari ini,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Hendro Pandowo, di sekitaran Bundaran HI.

Terkait dengan pengamanan sejumlah area yang dilewati iring-iringan mobil peserta KAA, Pandowo mengatakan, seluruh area itu menjadi prioritasnya untuk diamankan. Rekayasa lalu lintas juga dilakukan untuk menghindari kemacetan di ruas jalan tersebut.

“Soal jalan macet, kan direkayasa oleh Dirlantas Metrojaya. Dari Halim, Soetta, ada rekayasa. Buka tutuplah, tetapi tidak ditutup setiap hari, kalau ada delegasi lewat baru dilakukan penutupan,” tuturnya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Unggung Cahyono mengatakan tak segan untuk membubarkan massa aksi yang tetap nekat menggelar demo selama pelaksanaan periingatan 60 tahun KAA.

“Selama pelaksanaan KAA, mohon maaf kalau tidak bisa melakukan unjuk rasa,” ujar Unggung.