Israel

‘Limusin’ Mercedes Benz untuk Pernikahan Warga Gaza

BeritaBintang‘Limusin’ Mercedes Benz untuk Pernikahan Warga Gaza

Hidup dalam keterbatasan tidak menghalangi warga Gaza, Palestina, untuk berkreasi. Bahkan hidup di dalam ‘penjara’ membuat mereka semakin kreatif. Israel menutup semua akses ke Gaza sejak 10 tahun terakhir.

Praktis, semua kebutuhan hidup maupun berbagai kebutuhan lain yang masuk ke Gaza dikontrol oleh Israel. Israel tak membolehkan semua barang masuk ke Gaza, apalagi yang berkaitan dengan logam.

Namun kondisi ini justru membuat Salama al Odi, pemilik event organizer (EO) pernikahan, semakin kratif. Bersama rekan-rekannya, ia membuat mobil ‘limusin’ yang bisa digunakan untuk pernikahan.

{ Baca Juga, ” 5 Taman Safari Terbaik di Afrika ” }

Di bengkel kerjanya, ia memandu 30 anak buah untuk menyulap sebuah Mercedes Benz menjadi limusin. Ada lima mobil yang dikorbankan, diambil beberapa komponennya untuk dipasangkan satu per satu ke Mercy putih, sehingga bentuknya berubah dari sedan menjadi limusin.

“Kami membutuhkan waktu 3 bulan dan biaya USD21 ribu (sekira Rp280 juta) untuk membangun mobil yang semua komponennya ini benar-benar didapatkan murni di Gaza,” kata Odi, seperti dikutip dari JUDI ONLINE.

Hasilnya, limusin itu tampak seperti perpaduan antara mobil dan pesawat. Ada tambahan ruang di atap. Di samping mobil ada kreasi tangan sebagai pemanis tampilan.

Odi berjanji untuk menyewakan mobil ini kepada para pengantin dengan harga yang terjangkau. Banyak acara pernikahan di Gaza yang terpaksa ditunda karena kondisi ekonomi.

Lebih dari itu, baginya, mampu menunjukkan rakitan lokal sama saja seperti mengirim pesan kepada dunia internasional, “Kami tidak menyerah dengan keterbatasan”.

Belgia Pakai Cara Israel untuk Amankan Bandara Brussels

BeritaBintang – Pemerintah Belgia melancarkan sistem keamanan baru di bandara Brussels, menyusul serangan bom bunuh diri Maret lalu. Untuk sistem baru ini, Belgia meniru cara Israel dalam mengamankan bandara Ben Gurion dari serangan.

Serangan pada 22 Maret lalu di bandara Brussels menewaskan 16 orang dan melukai lebih dari 150 lainnya. Selain di bandara, ledakan bom juga terjadi di sarana transportasi Brussels lainnya. Sejak saat itu, pemerintah Belgia mencari sistem keamanan yang tepat untuk menjamin keselamatan para penumpang.

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Belgia Jan Jambon mengaku kagum dengan sistem keamanan di Ben Gurion dan menerapkannya di bandara Brussels. Ben Gurion di Tel Aviv merupakan salah satu bandara dengan sistem keamanan dan pertahanan paling ketat di dunia.

Di Ben Gurion, kendaraan digeledah di pos-pos pemeriksaan sebelum masuk bandara dan direkam pelat nomornya. Di pos-pos ini, pasukan bersenjata lengkap ditempatkan.

Selain itu, sistem keamanan Israel memberi wewenang tentara untuk menghentikan orang-orang yang dianggap mencurigakan dan memeriksa mereka secara menyeluruh. Di bandara itu juga disebar kamera keamanan tersembunyi.

“Di sana, sistem keamanan memang ada tapi tidak selalu terlihat,” kata Jambon kagum, dikutip Bandar Bola Terbaik, Rabu (23/11).

Bulan ini, tenda keamanan di luar bandara Brussels untuk pemeriksaan penumpang telah dipindahkan. Sebagai gantinya polisi dilatih menggunakan sistem Israel, yaitu dapat mendeteksi tindak tanduk mencurigakan dari penumpang di pintu masuk bandara.

“Mereka tidak mengincar berdasarkan usia, warga kulit atau jenis kelamin, tapi mendeteksi tingkah laku,” lanjut Jambon.

Selain itu, bandara Brussels memiliki sistem kamera pengenal raut wajah. Jumlah kamera pengawas juga ditingkatkan 25 persen, menjadi total 1.250 buah, termasuk kamera pemindai pelat nomor mobil.

“Saat ini, jalanan akses ke bandara akan dipasangi gerbang dan hanya akan terbuka setelah pelat nomor dipindai,Linkalternatif.info” kata Jambon seraya mengatakan sistem keamanan serupa juga akan diterapkan di bandara lainnya di Belgia dalam waktu dekat.

CEO Bandara Brussels Arnaud Feist menjelaskan kaca-kaca bandara juga telah diperkuat untuk menahan ledakan jika serangan terjadi lagi. Langkah keamanan lainnya juga akan diberlakukan, seperti penyerahan bagasi di luar bandara.

“Kami ingin menjadi cetak biru bagi bandara-bandara di Eropa,” ujar Feist.

Para Pemimpin Dunia Hadiri Pemakaman Shimon Peres

BeritaBintang – Para pemimpin dunia menghadiri upacara pemakaman mantan presiden Shimon Peres di Yerusalem, Jumat (30/9).

Diberitakan Bandar Bola Terpercaya, Presiden Amerika Serikat Barack Obama datang bersama 33 orang anggota delegasi dari Washington, termasuk Menteri Luar Negeri John Kerry dan Ketua Kongres dari Partai Demokrat Nancy Pelosi.

Obama dalam pemakaman itu terlihat mengenakan kippah atau penutup kepala orang Yahudi berwarna hitam.

Turut hadir dari Amerika Serikat adalah mantan Presiden Bill Clinton yang tiba di Israel sehari sebelum pemakaman. Clinton sebelumnya sempat menyambangi plasa depan parlemen Israel dan menyampaikan penghormatan terakhir kepada Peres di pembaringannya.

Rencananya Obama dan Clinton akan mengucapkan kata-kata perpisahaan bagi Peres. Turut bicara di mimbar adalah penulis Amos Oz dan dua putra dan putri Peres.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga terlihat hadir, satu-satunya pemimpin Arab yang ada di tempat itu. Pemimpin Mesir dan Yordania, dua negara Arab yang memiliki perjanjian damai dengan Israel tidak hadir.

Mesir diwakili oleh Menteri Luar Negeri Sameh Shoukry, Yordania juga mengirim menterinya. Sebelumnya Raja Yordania Abdullah mengirimkan telegram ucapan duka cita.

Di antara kepala negara yang hadir juga adalah Presiden Perancis Francois Hollande, Perdana Menteri Italia Matteo Renzi, Presiden Polandia Andrzej Duda dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

Dari Inggris hadir Pangeran Charles dan mantan Perdana Menteri David Cameron dan Tony Blair.

Total ada perwakilan 70 negara yang hadir dalam pemakaman tersebut.

Pemakaman tersebut digelar dengan pengamanan tingkat tinggi. Sedikitnya 8.000 polisi dikerahkan untuk mengamankan acara itu. Sebelumnya polisi telah menangkapi warga Israel dan Palestina yang dianggap berpotensi membuat kekacauan.

Terakhir kali acara serupa digelar di Israel adalah saat pemakaman Yitzhan Rabin, mantan pemimpin Israel yang tewas dibunuh teroris Yahudi penentang perdamaian dengan Palestina pada 1995. Peres akan dimakamkan disamping kuburan Rabin dengan prosesi Yahudi.

Peres meninggal dunia di usia 93 tahun setelah dua pekan sebelumnya menderita stroke. Dia mendapatkan Penghargaan Nobel Linkalternatif.info Perdamaian bersama dengan Rabin dan Yasser Arafat setelah merancang rencana perundingan damai Israel dan Palestina di Oslo tahun 1993.

Walau dianggap tokoh perdamaian oleh Barat, namun bagi negara Arab, termasuk Palestina, Peres adalah “penjahat perang.”

Arab menganggap Peres adalah salah satu pembentuk Israel saat ini, termasuk peperangan yang menyertainya, pendudukan Palestina dan pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat.

Peres juga menjabat perdana menteri pada 1996 saat lebih dari 100 warga sipil terbunuh di pusat penampungan PBB di desa Qana, Libanon, akibat serangan Israel.

Spiderboy dari Gaza Ingin Cetak Rekor Dunia Baru

BeritaBintang –Mohammed al Sheikh, remaja 12 tahun asal Gaza, Palestina, menyatakan keinginannya untuk mencetak rekor dunia baru. Anak laki-laki yang dijuluki Spiderboy ini mengundang perhatian masyarakat internasional karena kelenturan tubuhnya.

Tinggal di kawasan rawan konflik tak menyurutkan asanya. Sebelumnya, dia pernah tampil di ajang pencarian bakat Arabs Got Talent Show di Lebanon. Sayang, kemahirannya menekuk-nekuk tubuh tidak mampu membuat 14 juta orang terkesan.

Namun sekali lagi, Sheikh membuktikan optimisme dalam dirinya. Pemuda itu sekarang berharap dapat mencetak rekor baru di catatan Guinness World dalam kategori, revolusi penuh tubuh manusia dalam mempertahankan posisinya berdiri dengan dada selama satu menit.

Dari pelataran rumahnya di Gaza, anak itu merekam aksinya berputar 360 derajat dengan dadanya menempel di tanah. Dalam waktu satu menit, ia berhasil melakukan putaran sebanyak 33 kali dengan posisi aneh tersebut.

Pencapaian ini merupakan percobaan keempatnya, dalam upaya dia melampaui rekor yang pernah dibuat orang lain sebelum dia. Yakni 29 putaran dalam semenit.

Kini, setelah sukses mencetak rekor baru dalam dunia ketangkasan, Sheikh tengah menunggu hasil penilaian dan pengakun dari lembaga pencatat rekor dunia yang berbasis di Inggris tersebut.

“Banyak orang Arab dan lainnya dari seluruh penjuru dunia mendukung saya dengan memberi tanda suka (like) di video yang saya unggah ke Facebook. Itu membuat saya sedih, karena tidak bisa bertemu dan berinteraksi langsung dengan mereka, karena blokade (di Jalur Gaza),” ujar Spiderboy, seperti dikutip dari Taruhan Bola Online, Selasa (24/5/2016).

Blokade yang diberlakukan Mesir dan Israel di Jalur Gaza sejak 2007 telah membatasi pergerakan arus masuk dan keluar penduduk setempat. Sampai-sampai kawasan di perbatasan Israel dan Palestina itu dikenal dengan sebutan penjara ruang terbuka di atas Bumi.

Israel-Palestina Berduka, Betlehem Tak Rayakan Natal

BeritaBintang –  Perayaan Natal yang merupakan kelahiran Yesus Kristus selalu disambut meriah setiap tahunnya. Setiap orang, terutama umat Kristen, bersuka menyambut kelahiran Sang Juru Selamat. Di kota kelahiran-Nya, Betlehem, dipenuhi kemeriahan, pesta, parade, tarian, dan makan-makan.

Namun, ada yang berbeda dengan suasana di Betlehem tahun ini. Alih-alih bersuka ria, warga Betlehem malah diselimuti duka. Tidak ada tanda-tanda perayaan menyambut Natal seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Sejujurnya, tahun ini adalah Natal yang menyedihkan. Saya hanya tidak sedang ingin merayakan apa pun,” kata Nabil Giacaman, seorang Nasrani asal Palestina yang memiliki toko suvenir, sebagaimana dikutip dari Bioskop168 , Kamis (24/12/2015).

Konflik Israel-Palestina yang tak kunjung menemui kata sepakat terus bergejolak di perbatasan. Israel terus membangun permukiman dan mendesak teritori Palestina hingga semakin kecil dan sempit. Warga saling berkelahi, berdemo dan melempar batu. Puluhan hingga ratusan korban pun berjatuhan dari kedua belah pihak.

Sebelumnya, 80 warga Israel tewas di tangan Palestina. Beberapa karena ditusuk, diamuk massa serta dihujam tembakan. Sementara 125 nyawa warga Palestina juga telah melayang akibat ulah Israel, 81 di antaranya meninggal karena ditembak mati dan 44 lainnya menjadi korban kekerasan unjuk rasa.

Sedikitnya empat orang meninggal di Betlehem. Salah satunya, Abdel Rahman Obeidallah (13), yang terkena peluru nyasar dari penembak jitu Israel, tepat di dadanya.

“Saat Natal, kita merayakan kehidupan, tetapi tahun ini kami harus menunjukkan penghormatan bagi mereka yang meninggal,” terang Wali Kota Betlehem, Vera Baboun.

Vera mengatakan, perayaan religi Natal di Betlehem tetap ada. Hanya, tidak ada pesta besar. Mereka memasang pohon Natal lengkap dengan kelap-kelipnya di Manger Square pekan lalu.

Jika tahun lalu dimeriahkan dengan kembang api, tahun ini pemasangan pohon Natal hanya diiringi lonceng gereja-gereja di Betlehem. Prosesi tahunan bagi para peziarah dari Kota Tua Yerusalem ke Betlehem juga tetap dibuka.

“Peziarah tidak perlu takut untuk berkunjung kemari. Terlepas dari ketegangan di sini (perbatasan Yerusalem), rute perjalanan bagi para peziarah tetap aman,” ujar Fuad Twal, Patriarki Latin di Yerusalem.

Fuad yakin kedatangan para peziarah menelusuri kota kelahiran Yesus akan dihormati dan dihargai semua pihak di Tanah Suci. Sayangnya, konflik Israel dan Palestina juga telah menurunkan jumlah peziarah dan wisatawan.

“Tidak hanya konflik di Tanah Suci ini, teror Paris, ketegangan antara Rusia dan Turki. Tragedi ditembak jatuhnya pesawat Rusia dan kecelakaan pesawat Rusia di Semenanjung Sinai (diduga ulah teroris). Semua itu juga berkontribusi mengurangi minat orang-orang datang kemari,” jelas Johnny Kattan, manajer Hotel Jacir Palace, salah satu hotel termewah di Betlehem.

Dampaknya, tambah Kattan, adalah dibatalkannya semua perayaan besar di hotel tempatnya bekerja.

“Kami memiliki fasilitas bar paling terkenal seantero Betlehem, tapi tahun ini kami terpaksa menutupnya. Perayaan makan malam besar (galadinner) untuk menyambut Natal juga dibatalkan, karena di luar hotel sering terjadi kerusuhan. Para demonstran membakar ban-ban bekas dan tentara Israel menembakkan gas air mata,” tambah dia.

Seorang peziarah di sana, Anthony Tay mengutarakan belasungkawa atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di sana.

“Kalian bertanya-tanya kapan ini semua akan berakhir kan? Ya, yang bisa kami lakukan hanya berdoa untuk mereka dan mendoakan kedamaian di atas tanah suci ini,” ujar Tay.

ISIS Ancam 60 Negara yang Melawannya, Indonesia Tak Termasuk

BeritaBintang – Kelompok ISIS lagi-lagi merilis sebuah video yang kali ini memperlihatkan bendera negara-negara yang dikatakan berkoalisi melawannya.

Dirilis pada Rabu (25/11/2015), video tersebut dikatakan IB Times menyuarakan ancaman ISIS kepada 60 negara yang tergabung dalam “koalisi iblis”.

Dalam video berdurasi empat menit itu, diperlihatkan 60 bendera negara, yang di atasnya diberi judul “Koalisi Global Melawan ISIS”.

Termasuk di antaranya adalah bendera Australia, Tiongkok, Israel, Denmark, Perancis, Korea Selatan, Jepang, Arab Saudi, AS, dan Inggris.

Sang Saka Merah-Putih, alias bendera Indonesia, tak turut serta dalam rentetan 60 negara yang diancam ISIS dalam video tersebut.

“Itulah koalisi iblis (60 negara), termasuk Iran, Turki, dan Rusia. Jadi, coba saja, kalian semua. Semakin banyak jumlah kalian hanya akan memperkuat iman kami,” demikian perkataan narator dalam video itu.

Dalam beberapa pernyataan di video itu, berulangkali sang narator menantang negara-negara yang tergabung dalam koalisi global itu untuk coba melawan ISIS.

“Kami menghitung bendera-bendera kalian, yang nabi kami sebut jumlahnya akan mencapai 80 dan lalu api peperangan akan membakar kalian di lembah kematian,” sebutnya lagi.

Video tersebut dirilis dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris, Perancis, Rusia, dan Turki. Semua video ditutup dengan sebuah ayat dari Alquran.

Perempuan-perempuan Cantik Palestina Bangkit Bawa Berpeluru Batu Lawan Israel

BeritaBintang – Siap beraksi di atas muslin merah muda, jarinya yang terawat mencengkeram batu yang diambil dari pinggir jalan.

Seorang perempuan berusia 18 tahun menyatakan bahwa “negara tidak hanya milik laki-laki!”

Wanita muda Palestina bergabung dengan laki-laki untuk melemparkan batu (intifadah) kepada tentara Israel sambil meneriakkan slogan, menyusul kerusuhan yang menyebar dalam beberapa hari terakhir di Tepi Barat yang diduduki.

Beberapa keluarga, dibungkus syal hitam-putih, bergabung di lini depan menghadapi peluru karet, gas air mata, granat dan bahkan api.

Bagi pasukan keamanan Israel, batu dan bom menimbulkan ancaman yang berpotensi mematikan.

“Kami juga memiliki hak untuk membela negara kami,” kata seorang mahasiswa dengan mata celak berlapis terlihat di belakang keffiyeh tradisionalnya.

“Kami 18 tahun, kami orang dewasa dan tidak lagi takut.”

Keluarganya mungkin tidak menyetujui, tapi dia percaya berada di sini adalah masalah hati nurani.

“Jika semua orang takut, tidak akan ada yang mengorbankan diri untuk bangsa,”

Tiga warga Palestina tewas terkena tembakan tentara Israel

BeritaBintang – Tentara Israel di perbatasan Jalur Gaza melepas tembakan ke arah pengunjuk rasa dan menewaskan sedikitnya tiga warga Palestina, Jumat 9 Oktober.

Dilaporkan sekitar 50 orang lainnya cedera dalam aksi yang belakangan menjadi kekerasan setelah para pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah tentara Israel, yang menjaga perrbatasan.

Unjuk rasa di Jalur Gaza ini digelar untuk menyatakan solidaritas atas warga Palestina di Tepi Barat dan Jerusalam,

Seorang juru bicara tentara Israel mengatakan sekitar 200 warga Palestina berkumpul di pagar perbatasan di Gaza utara melempari batu dan membakar ban di jalan-jalan.

Ditambahkannya tentara melepas tembakan untuk menghentikan gerak maju pengunjuk rasa dan membubarkannya.

Namun para saksi mata dan media setempat mengatakan penembak tepat Israel di pos perbatasan yang melepas tembakan ke arah pengunjuk rasa.

Sementara itu dalam insiden yang terpisah, seorang warga Palestina ditembak setelah menikam seorang polisi di dekat kawasan pemukiman Yahudi, Kiryat Arba.

Di kota sebelah selatan Israel, Dimona, polisi menangkap seorang pria Yahudi yang menurut mereka menikam dua orang Bedouin dan dua warga Palestina.

Ketegangan meningkat di kawasan ini karena kekhawatiran Israel akan mengubah kondisi untuk berkunjung ke Masjid al-Aqsa, yang sudah dibantah Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu.