Islam Indonesia

Sidang Isbat Dianggap Tak Perlu jika Ada Kalender Hijriah

BeritaBintang –  Sidang Isbat Dianggap Tak Perlu jika Ada Kalender Hijriah

Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Sodik Mudjahid, mengharapkan umat Islam Indonesia menjadi pelopor penggunaan kalender hijriah permanen dan akurat sesuai standar syariah tapi menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi termutakhir.

“Dengan pola begini maka tidak perlu lagi ada kesibukan khusus jelang 1 Ramadan atau 1 Syawal,” kata Sodik melalui pesan singkatnya pada Sabtu, 24 Juni 2017.

Ia menilai cukup pengumuman Menteri Agama tentang kalender itu ditambah penjelasan mengenai keputusan sidang isbat di internal organisasi kemasyarakatan Islam.

[Baca Juga -“Menlu Retno: Terorisme Harus Ditangani dengan Cara Khusus“]

Menurutnya, sidang isbat untuk menentukan awal berpuasa Ramadan atau Hari Raya Idul Fitri mengesankan kurang baik jika kebetulan ada perbedaan hasil penetapan. Hal itu akan mengekspose perbedaan Ramadan atau Syawal di kalangan umat Islam.

“Jika masih diperlukan pertemuan ormas atau ulama dengan Menteri Agama dan lainnya pada H-1 Ramadan/Syawal, bukan untuk isbat, tapi untuk silaturahmi atau koordinasi kegiatan menjelang Ramadan atau Syawal,” kata Sodik.

Obama Ajak Jokowi Menyusuri Lorong Rose Garden yang Bersejarah

BeritaBintang – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengajak tamunya Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjalan di lorong sepanjang rose garden atau kebun mawar sampai masuk ke residence, tempat kediaman Presiden Obama.

Hal itu terjadi setelah kedua pimpinan negara itu menyampaikan pernyataan bersama di ruang Oval, Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Senin (26/10/2015) sekitar pukul 14.35 waktu setempat atau Selasa (27/10/2015) pukul 01.35 WIB.

“Setelah pertemuan kami yang bermanfaat, Presiden Obama mengajak menyusuri rose garden yang bersejarah,” ujar Jokowi dalam akun Twitter-nya, beberapa saat lalu.

Dalam pernyataan pers bersama, Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih kepada Presiden Obama yang telah menerima dirinya dan delegasi Indonesia dengan sangat baik, terutama saat berkunjung ke gedung putih.

Jokowi menegaskan, Indonesia menyambut baik strategic partnership kedua negara, yang menunjukkan sebuah simbol peningkatan kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat.

Lebih lanjut Presiden Jokowi mengatakan Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dan merupakan negara demokratis ketiga di dunia.

Kata dia, Islam Indonesia adalah Islam yang moderat, Islam Indonesia adalah Islam yang modern, Islam Indonesia adalah Islam yang toleran.

“Kami yakin Islam di Indonesia mampu berperan penting dalam menjaga demokrasi dan juga pluralisme dan menentang radikalisme dan terorisme,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan sebagai negara berpenduduk 250 juta, ekonomi Indonesia adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Dan Indonesia, imbuhnya bermaksud untuk bergabung dengan Trans Pasific Partnertship (TPT).

Selaini itu Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia adalah salah satu negara terbesar dalam ekonomi digital.

“Saya tadi mengajak Amerika untuk bekerjasama dengan Indonesia dalam hal ekonomi digital ini,” kata Presiden Jokowi.

Turut mendampingi Presiden, diantaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang PMK Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri ESDM Sudirman Said, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.