Indonesia Raya

HUT Ke-498 Jakarta, Ahok Luncurkan LRT & Veldrome

BeritaBintang –   Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meluncurkan light rail transit (LRT) dan velodrome atau arena balap sepeda yang akan digunakan di Asian Games 2018 di Rawamangun, Jakarta Timur. Peluncuran itu tepat di Hari Ulang Tahun ke-498 Jakarta.

Ahok mengatakan, moda transportasi LRT merupakan kebutuhan yang mendesak bagi warga Jakarta. Sebab, Ibu Kota tak mungkin terus menambah ‎jalanan.

“Tidak mungkin kita membangun jalan dan rasio jalan tidak mungkin tumbuh lebih banyak.‎ Ada 300 mobil yang terus bertambah tiap harinya, kalau kota besar itu beli baru yang lama dihancurkan,” kata Ahok di lokasi, Rabu (22/6/2016).

Mantan Bupati Belitung Timur itu menegaskan, Jakarta harus memiliki standar intenasional dalam setiap pembangunannya. Hal itu, kata Ahok, agar masyarakat DKI mampu bersaing dengan kota maju lainnya di dunia.

“Saya maunya di Olimpiade suatu hari nanti, ada lagu Indonesia Raya dinyanyikan di veldrome ini.

Karena enggak mungkin kita dapat emas kalau kita latihannya beda kelas,” urai Ahok.

Ia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta akan segera menyelesaikan revitalisasi trotoar lantaran Jakarta menjadi kota yang tidak nyaman bagi pejalan kaki. Sehingga, pihaknya akan meminta para pengembang untuk membangun trotoar jalan setiap melakukan pengurusan izinnya.

“‎‎Dan saya mau selesai trotoarnya dan setiap pengusaha minta izin, saya bilang Anda beresin trotoar dulu deh. Dan saya yakin kenapa reklamasi itu kita kasih izin, karena waktu itu kita hitung kasar seluruh tanggul, trotoar dan LRT bisa selesai dari dana pengembang,” tandasnya.

Makna Peringatan Hari Musik Nasional

BeritaBintang –Tepat hari ini, masyarakat Indonesia juga memperingati Hari Musik Nasional (HMN). Lalu, apa makna dibalik peringatan hari tersebut?

Melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013, Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menetapkan tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional. HMN terbentuk atas dasar usulan dari Persatuan Artis Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI).

Tanggal 9 Maret ditetapkan sebagai perayaan HMN karena tanggal tersebut bertepatan dengan tanggal lahir dari pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang diciptakan oleh Wage Rudolf Soepratman. Dengan adanya HMN, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap musik Indonesia, meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi para insan musik Indonesia, serta untuk meningkatkan prestasi yang mampu mengangkat derajat musik Indonesia secara nasional, regional dan internasional.

Dalam Keppres tersebut juga disebutkan, bahwa musik adalah ekspresi budaya yang bersifat universaldan multi dimensional yang merepresentasikan nilai-nilai luhur kemanusiaan serta memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.

“Para insan musik Indonesia bersama masyarakat, selama ini telah memperingati tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional,” tegas Keppres tersebut.

Adrenalin Rio Terpacu di Sirkuit Monza

BeritaBintang – Pebalap GP2 Series asal Indonesia, Rio Haryanto, akan menjalani seri kedelapan GP2 Series 2015 di Sirkuit Monza, Italia, 4-6 September. Rio bertekad meraih hasil maksimal demi memuluskan jalan menuju pentas Fomula 1 tahun depan.

“Setiap trek memiliki tantangannya masing-masing. Monza memerlukan setelan mobil low downforce dan low drag demi mencapai kecepatan puncak tertinggi dan mencatat lap time terbaik,” kata Rio tentang sirkuit Monza.

“Adrenalin akan sangat terpacu ketika melaju kencang di trek lurus dan kemudian harus siap mengerem dengan keras tanpa mengunci roda atau kehilangan keseimbangan mobil,” lanjut pebalap 22 tahun tersebut.

Pada seri sebelumnya di Belgia, Rio hampir finis podium pada balapan pertama (feature race). Sayangnya, ada masalah teknis yang membuatnya terkena penalti dan akhirnya menutup sesi di urutan ke-13.

Pada balapan kedua (sprint race), kerusakan di bagian diffuser mobil menghambat laju Rio meraih hasil maksimal. Rio finis di urutan ke-10.

“Melihat performa sebelumnya, ketika bertanding tanpa kendala teknis, saya yakin peluang naik podium selalu terbuka lebar tahun ini. Semoga saya dapat kembali mengumandangkan ‘Indonesia Raya’ di Italia,” ujar Rio.

Musim ini, Rio berhasil memenangi tiga sprint race, di Bahrain, Austria, dan Inggris. Rio sementara berada di peringkat ketiga kelasemen dengan koleksi 109 poin

Elesta, Pilot Cantik ‘Penakluk Langit’ Indonesia Timur

BeritaBintang – Namanya Elesta Apriliana Wulansari. Gadis kece berumur 22 thn itu kerap memajang foto-fotonya di pesawat, memandang langit dari balik jendela atau duduk di kokpit memegang kemudi.

Elesta benar-benar bekerja di dalam pesawat. Bukan sbg pramugari, melainkan pilot. Semuda itu, dirinya sudah mengantungi 2.500 jam terbang memakai ATR 42 & ATR 72, mayoritas dicatatnya di langit Indonesia Timur, Kalimantan sampai Papua.

Siang itu, Tim Beritabintang menemui pilot maskapai Trigana Air itu di Bandara Halim Perdanakusuma. Wanita kelahiran Brebes itu tidak menggunakan seragam penerbang, tidak sedang bertugas. Wajahnya cuma disapu riasan tidak tebal.

Elesta menceritakan pengalaman pertamanya berada di balik kemudi pesawat. Hri itu, 17 Agustus 2010 pukul 11.00 WIB, dikala lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di penjuru Nusantara.

Penerbangan mula-mula Elesta memakai pesawat Cessna 172. “Waktu itu terbang dgn ketinggian 1.000 kaki. Tetap didampingi instruktur,” kata dirinya. “Kalau ditanya perasaan ya ada rasa suka, bangga, takut, campur aduk banget. Saya terbang sesudah upacara kemerdekaan, sekalipun tetap didampingi instruktur.”

Berita Online

Jadi penerbang sebenarnya bukan angan-angan Elesta waktu mungil. “Iseng list, di terima, menjadi menyambung ke sekolah pilot,” narasi dirinya.

Dulu, apa cita-citanya diwaktu mungil?

Dokter? Bukan. Insinyur? Serta bukan. “Jadi tukang nasi uduk & tukang pop ice,” kata wanita yg akrab dipanggil Nana itu.

Ia, saat itu, benar-benar senang makan nasi uduk & menyedot minuman manis itu. Walaupun tak akan menjadi penerbang, waktu mungil, Elesta kerap mendongak, memandang langit, menyaksikan pesawat yg melintas di atas rumahnya di Bintara. “Rumah di Bintara itu jalur melalui pesawat. Terbayang serta menerbangkan pesawat,” kata dirinya.

Adegan ketika Doel, pemeran ‘Si Doel Anak Sekolahan’, bertolak ke Jerman naik kapal terbang, senantiasa terbayang dalam benak Elesta mungil.

Berita Online

Elesta selanjutnya menempuh pendidikan penerbangan di Nusa Flying International School tatkala 18 bln. Beliau satu-satunya siswi, di antara 30 peserta didik laki laki. Berbaur dalam 1 asrama.

Sebelum dinyatakan di terima, dia mesti lewat beragam tes : kesehatan, bahasa Inggris, pun psikotes — yg memastikan apakah seorang pantas jadi penerbang.

Saat menempuh pendidikan itu lah, kecintaannya pada dunia penerbangan sejak mulai timbul & seiring kala semakin menguat. Di sekolah penerbangan, dirinya dididik oleh tenaga pengajar yg mayoritas militer. Patuh Aturan jadi harga mati.

Sesudah lewat sebanyak step, Elesta hasilnya diizinkan duduk di kokpit. Tidak Dengan didampingi instruktur.

Kali mula-mula Elesta menerbangkan pesawat ATR 42 300 PK YRR. Tetap juga sebagai kopilot. “Untuk penumpang 50 orang dgn rute Ambon, Samlaki, Langgur, Dobo, Langgur, Ambon. Terbang tanggal 5 Desember 2012.

Penerbangan pagi itu terjadi di tengah cuaca cerah. “Bangga dapat bawa penumpang di belakang. Mengantar mereka ke ruang maksud masing-masing,” kata beliau.

Apakah ada perasaan takut dikala menerbangkan pesawat? “Cemas atau takut nggak sih lantaran saya anggap ini tanggung jawabku. Seandainya masalah takut, kenapa-kenapa itu telah ada yg ngatur,” kata Elesta.

April 2015 dulu, Elesta lulus ujian Airline Transport Pilot Licence (ATPL). Saat Ini, dirinya telah dapat mengambil pesawat sendiri, tapi tetap mesti mencapai 3.500 jam terbang buat jadi kapten. Have a pleasant flying experience, Captain!