India Utara

Ngeri, Pernikahan di India Malah Bisa Hilangkan Nyawa

BeritaBintang – Perayaan pernikahan seharusnya menjadi momen yang membahagiakan bagi pasangan dan keluarga. Namun di India Utara, peristiwa ini malah kerap menjadi duka.

Sejumlah tragedi di sebuah pesta pernikahan berulang kali terjadi di desa Raipur Bhood, negara bagian Uttar Pradesh. Akhir pekan lalu, seorang fotografer yang dipekerjakan untuk mengabadikan momen pernikahan itu, justru terkena tembakan oleh anggota keluarga calon pengantin pria, menjelang pesta pernikahan.

Raju, terkena luka tembak di perut dan meninggal karena luka tersebut ketika dilarikan ke rumah sakit. Seorang gadis berusia 17 tahun bernama Meenakshi juga menjadi korban. Tembakan perayaan yang menjadi simbol pernikahan itu tidak dimaksudkan untuk melukai seseorang, namun korban kerap berjatuhan.

Raju dan Meenakshi juga bukan satu-satunya korban. Pekan lalu, ayah dari pengantin pria di sebuah desa lain di India Utara juga secara tidak sengaja melukai seorang anak berusia 12 tahun. Sementara di sebuah desa ketiga, seorang wanita terluka saat menyaksikan perayaan pernikahan.

Pada bulan Februari saja, total empat orang tewas dalam tembakan perayaan di pernikahan yang dilakukan hanya di negara bagian Uttar Pradesh. Dalam salah satu insiden, pengantin pria terluka parah setelah salah satu tamunya melepaskan tembakan di udara. Ada pula Amit Rastogi, yang memimpin prosesi tradisional ke rumah pengantin wanita, juga terkena tembakan di kepala.

Tembakan perayaan ini telah lazim dilakukan di India. Namun, kini pemerintah India ingin menghapusnya.

“Melepaskan tembakan dengan senjata selama prosesi pernikahan telah menjadi semacam tren di India. Sudah saatnya pemerintah mengencangkan prosedur pemberian lisensi senjata dan juga mengembangkan mekanisme yang kuat untuk memastikan lisensi ini tidak disalahgunakan,” kata Manoj Jain, seorang hakim di Delhi, seperti dilansir dari BBC, Kamis, 17 Maret 2016.

Tembakan perayaan dengan menggunakan senjata ini untuk menunjukkan kejantanan dan status, sebagian juga digunakan sebagai alternatif untuk pengganti kembang api. Hal serupa juga terjadi di Afghanistan dan Timur Tengah, Balkan, dan di beberapa tempat lain.

Pada umumnya, beredar pemahaman yang keliru bahwa menembakkan senjata ke udara akan menghindari luka kepada siapa pun. Namun, seorang dokter di Los Angeles menyebutkan bahwa senjata yang ditembakkan ke udara justru lebih membahayakan dan bisa melukai orang, dibandingkan penembakan biasa

Wanita Ini Tewas Setelah Kepala Bayinya Putus dan Tertinggal di Rahim

BeritaBintang – Malang benar nasib perempuan India ini.

Geta Devi tewas setelah kepala bayi yang dilahirkannya putus dan tertinggal di rahimnya.

Dengan ceroboh dokter yang menanganinya menarik si bayi, nahas, hanya badannya yang keluar sementara kepalanya tertinggal di rahim Devi.

Di tengah kondisi yang serba kacau, perempuan 32 tahun itu kemudian dikirim ke rumah sakit lain.

Di sana, dokter berhasil mengeluarkan bayi yang belum sempat diberi nama itu dari rahim ibunya, tapi ia tak bisa menyelamatkan si ibu.

Devi dibawa ke rumah sakit pemerintah di Shahjahanpur, Uttar Pradesh, India Utara, pada Sabtu malam, setelah ia merasakan nyeri sebagai tanda-tanda hendak melahirkan.

Alih-alih berbahagia dengan berkah Yang Kuasa, ibu dan anak itu justru harus lebih cepat menghadap Yang Kuasa sehari kemudian.

Hemant (40), suami Devi, tentu saja sangat kecewa dengan palayanan rumah sakit.

Ia secara terang-terangan menyebut bahwa ini semua adalah kesalahan dokter yang menangani istrinya.

“Pertama, mereka telah membunuh bayi saya, dan kedua mereka menyuruh kami untuk pergi ke rumah sakit lain. Mereka menelantarkan kami,” terang Hemant, geram.

Dan kita tahu akhirnya, nyawa Devi juga tidak bisa diselamatkannya—meski kepala bayi yang tertinggal di rahimnya berhasil dikeluarkan.

Hakim Distrik Shahjahanpur, Shubhra Saxena, menyebut ini sebagai kelalainya yang sangat fatal.

“Saat ini kami tengah menyelidiki kasus ini,” tegasnya.