IBL

IBL, Perbasi, dan ABL Sepakati Pemain Hanya Bisa Tampil di Satu Kompetisi

BeritaBintangIBL, Perbasi, dan ABL Sepakati Pemain Hanya Bisa Tampil di Satu Kompetisi

Operator IBL, ABL, dan PP Perbasi meneken kesepakatan bersama yang memunculkan aturan baru. Apa itu?

Menjelang bergulirnya Indonesian Basketball League (IBL) musim 2017/2018 dan Asian Basketball League di musim yang sama, operator dua liga itu dan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Indonesia (PP Perbasi) menyepakati peraturan baru. Setiap pemain hanya bakal bisa mengikuti satu liga pada satu musim.

IBL bergulir mulai 8 Desember, sedangkan Asian Basketball League (ABL) start pada November 2017 dan berakhir pada bulan April 2018.

“ABL dalam misinya berkomitmen untuk membantu perkembangan bola basket di Asia Tenggara. Kemitraan kuat dengan federasi nasional dan liga nasional mereka adalah untuk memperkuat komitmen tersebut,” kata COO ABL, ABL, Jericho Ilagan, dalam rilis kepada Poker Online.

[ Baca Juga – Ini Daftar 20 Pemain Asing IBL 2017/2018 ]

“Kerjasama dengan ABL, memastikan kedua liga mendapatkan pemain terbaik untuk setiap klub peserta, di saat yg bersamaan menunjukkan saling menghargai kalender liga masing-masing,” kata Hasan Gozali, direktur IBL, menimpali.

Nantinya, jika sebuah klub IBL berencana menjadi peserta ABL maka harus mendapatkan persetujuan dari Perbasi.

“ABL menghormati liga nasional dan juga peraturan dan ketentuan federasi nasional masing-masing. Layaknya sebuah tim bola basket, kerjasama tim merupakan kunci untuk kemajuan dan kesuksesan,” tutur Ilagan.

Hadapi Myanmar di SEABA 2017, Indonesia Akan Jadikan Warm Up Sebelum Bertemu Filipina

BeritaBintangHadapi Myanmar di SEABA 2017, Indonesia Akan Jadikan Warm Up Sebelum Bertemu Filipina 

Indonesia akan melakoni laga kelimanya di Kejuaraan Bola Basket se-Asia Tenggara (SEABA) 2017 pada Rabu (17/5/2017) pukul 14.00 WIB. Setelah meraih empat kemenangan beruntun pada laga sebelumnya, kali ini Indonesia akan menghadapi Myanmar.

Namun, bertemu peringkat terakhir klasemen sementara SEABA 2017 itu, ternyata Indonesia tak ingin meremehkan Myanmar. Ia bahkan akan menurunkan dua pemain terbaik IBL 2016 dan 2017 yakni Jamarr Andre Johnson dan Arki Dikania Wisnu.

Pelatih Indonesia, Wahyu Widayat Jati, mengaku menurunkan dua pemain terbaik Indonesia itu karena laga ini akan dijadikan pemanasan jelang menghadapi  tim berat di Asia Tenggara yakni Filipina. Sebab, di laga-laga sebelumnya keduanya tak dimainkan karena terkendala masalah izin dari FIBA.

[ Baca Juga – Pecahkan Rekor Mike Jordan, LeBron: Ia Inspirasi Saya! ]

“Saya akan turunkan Arki dan Jamarr melawan Myanamar. Anggaplah ini sebagai warm up game bagi keduanya sebelum melawan Filipina,” ungkap Wahyu, mengutip dari laman resmi IBL, Rabu (17/5/2017).

“Mungkin Indonesia dijadwalkan sebagai lawan terakhir Filipina karena mengacu pada hasil SEA Games 2015 di mana kedua tim bertemu di babak final. Tapi kami harus fokus terlebih dahulu menghadapi Myanmar,” tuntasnya.

Sang Kapten Kembali, Pelatih Satria Muda Optimis Kalahkan Pelita Jaya di Final IBL 2017

BeritaBintangSang Kapten Kembali, Pelatih Satria Muda Optimis Kalahkan Pelita Jaya di Final IBL 2017

Pelatih Satria Muda (SM) Pertamina Youbel Sondakh yakin kehadiran kapten tim Arki Dikania Wisnu bisa membangkitkan permainan SM di laga kedua final Liga Bola Basket Indonesia (IBL)  2017.

Pada pertandingan pertama final di GOR C-Tra Arena, Bandung, SM kalah dari Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta dengan skor 63-57. Ketika itu Arki belum bermain karena masih dalam pemulihan cedera yang didapatkan di semifinal IBL.

“Ketidakhadiran Arki memang berpengaruh pada permainan tim. Kami memang sengaja menyimpannya di laga pertama agar benar-benar pulih untuk gim kedua dan ketiga,” kata Youbel berdasarkan keterangan IBL yang diterima di Jakarta, Jumat.

Dia menegaskan, SM akan berusaha keras untuk memenangkan gim kedua demi menjaga peluang juara IBL, gelar yang pada 2016 direngkuh CLS Knights Surabaya.

[ Baca Juga – Mantap! FIBA Izinkan Pebasket Gunakan Penutup Kepala ]

“Kami harus bangkit,” ujar Youbel.

Sementara pelatih Pelita Jaya Johannis “Ahang” Winar tidak mau jemawa meski sudah menang di gim pertama.  Ahang mencoba menenangkan tekanan final untuk timnya dengan mengatakan Pelita Jaya masih berstatus “underdog” di gim kedua yang digelar di Britama Arena, Jakarta, Sabtu 6 Mei 2017 malam WIB.

“Kami tetap underdog. Untuk melawan SM, rencana bermain tetap sama. Kami fokus pada tim sendiri, karena itu tak masalah ada Arki atau tidak di SM,” kata dia.

Adapun jika pada Sabtu 6 Mei 2017 SM berhasil menaklukkan Pelita Jaya, kedudukan final menjadi imbang 1-1 dan laga final harus diteruskan ke babak ketiga sebagai partai penentu yang digelar Minggu 7 Mei 2017, masih di Britama Arena, Jakarta.

Kalahkan Tiga Kandidat Lain, Youbel Sondakh Dipilih Jadi Pelatih Terbaik IBL 2017

BeritaBintangKalahkan Tiga Kandidat Lain, Youbel Sondakh Dipilih Jadi Pelatih Terbaik IBL 2017

Pelatih Satria Muda (SM) Pertamina Youbel Sondakh dinobatkan menjadi pelatih terbaik Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2017 atau “Coach of The Year”.

Penghargaan kepada pelatih yang juga mantan bintang SM ini diberikan sebelum timnya berlaga melawan CLS Knights Surabaya pada pertandingan semifinal kedua Divisi Merah IBL di Britama Arena, Jakarta, Sabtu 22 April 2017 malam.

Youbel mengalahkan tiga kandidat lain yaitu AF Rinaldo (W88.News Aspac Jakarta), Bisih (Pacific Caesar) dan Mayckel Ferdinandus (NSH Jakarta).

Sepanjang IBL 2017, catatan Youbel memang sangat baik. Dia membuat timnya hanya sekali kalah di babak reguler dan saat ini masih berjuang memastikan tempat di final IBL 2017 yang digelar pada 4-7 Mei.

Adapun penentuan gelar pelatih terbaik dan penghargaan-penghargaan lain di IBL didasarkan pada penilaian yang melibatkan 15 media peliput IBL 2017.

Selain Youbel, dalam kesempatan yang sama juga diberikan penghargaan pemain debutan terbaik atau “rookie of the year” IBL 2017 kepada power forward Satria Muda, Juan Lauren Kokodiputra.

[ Baca Juga – Hadapi Partai Hidup Mati di Semifinal IBL 2017, CLS Knight Ingin Raih Kemenangan atas Satria Muda ]

Pemain berusia 21 tahin ini unggul dari dua nama lain yaitu Nuke Saputra (Pacific Caesar) dan Casiopea Thomas Manuputty (Satya Wacana Salatiga).

Kemudian, sebagai pemain bertahan terbaik IBL atau “Defensive Player of The Year”, muncul nama pemain Satya Wacana Salatiga Nate Maxey. Dia mengalahkan dua kandidat lain yaitu Galank Gunawan (Bank BJB Garuda Bandung) dan Nate Barfield (NSH).

Sebelum pertandingan pertama semifinal IBL 2017 CLS Knights Surabaya versus SM Pertamina di Surabaya, Rabu 19 April 2017 juga sudah diumumkan “Pemain Ke-enam Terbaik” atau “Sixth Man of The Year” yang diserahkan kepada shooting guard CLS Knights Arif Hidayat, yang mengungguli Daniel Wenas (Pelita Jaya EMP) dan Avan Seputra (Satria Muda).

Dengan demikian, masih ada tiga penghargaan lain IBL 2017 yang belum diumumkan yaitu pemain terbaik (“Most Valuable Player/MVP”), Pemain Paling Berkembang (“Most Improved Player”) dan pemain asing terbaik (“Foreign Player of The Year”).

Kandidat peraih gelar MVP adalah Mario Wuysang (CLS), Arki Dikania Wisnu (Satria Muda) dan Respati Ragil Pamungkas (Pelita Jaya).

Calon-calon penerima “Most Improved Player” yaitu Abraham Damar Grahita (W88.news Aspac), Andre Adriano (Satya Wacana) dan Diftha Pratama (Bank BJB Garuda).

Sementara tiga calon penerima penghargaan “Foreign Player of The Year” adalah Kevin Loiselle (Pacific), Gary Jacobs Jr (NSH) dan Nate Barfield (NS

Lolos ke Final IBL 2017, Satria Muda Dedikasikan untuk sang Kapten

BeritaBintangLolos ke Final IBL 2017, Satria Muda Dedikasikan untuk sang Kapten

Satria Muda (SM) mempersembahkan kelolosan ke babak final Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2017 untuk kapten mereka Arki Dikania Wisnu yang tak bisa tampil karena cedera.

“Permainan hari ini untuk Arki,” ujar pemain SM Christian Ronaldo “Dodo” Sitepu di Britama Arena, Jakarta, setelah timnya memastikan langkah ke final dengan mengalahkan CLS Knights Surabaya.

Dodo menambahkan, kehilangan Arki di tim cukup berat bagi SM. Namun, dia memuji teman-temannya yang bisa bahu-membahu berjuang menutup lubang yang ditinggalkan Arki.

Pemain-pemain lokal seperti Dodo, Kevin Sitorus dan Vamiga Michel bisa menutup lubang yang ditinggalkan Arki dan membawa SM menang dengan skor 74-69 dan berhak lolos ke final.

“Saya angkat topi untuk teman-teman setim karena bisa tampil bagus,” tutur Dodo.

Arki sendiri tidak tampil di laga ketiga semifinal Divisi Merah melawan CLS karena mengalami cedera di laga kedua, Sabtu 22 April 2017.

[ Baca Juga – Wizards Tumbangkan Hawks di Verizon Center  ]

Cedera telapak kaki kanan tersebut juga membuat peluang forward andalan SM tersebut terancam tak bisa tampil di final IBL, 4-7 Mei 2017.

Pelatih SM Youbel Sondakh pun berharap Arki bisa tampil di babak pamungkas melawan tim dari Divisi Putih, W88.News Aspac Jakarta atau Pelita Jaya Energi Mega Persada.

“Saya berharap Arki bisa turun. Saya yakin semua pemain mau tampil di final, termasuk Arki,” kata Youbel.

Satria Muda berhasil melaju ke final IBL 2017 usai mengalahkan juara IBL 2016, CLS Knights Surabaya dengan kedudukan 2-1 di semifinal berformat “best of three”.

SM kalah kala bertandang ke kandang CLS, GOR Kertajaya, Surabaya, Rabu (19/4), tetapi berhasil menjadi yang terbaik di dua laga terakhir yang digelar di kandangnya, Britama Arena, Jakarta, pada Sabtu 22 April 2017 dan Minggu 23 April 2017.

Di final IBL pada 4-7 Mei 2017, Satria Muda Pertamina akan bertemu tim terbaik dari semifinal Divisi Putih yang mempertandingkan W88.News Aspac Jakarta melawan Pelita Jaya Energi Mega Persada pada 27-30 April di GOR C-Tra Arena, Bandung.

Taklukkan Garuda Bandung, Satria Muda Pastikan Diri Lolos ke Final Four IBL 2017

BeritaBintangTaklukkan Garuda Bandung, Satria Muda Pastikan Diri Lolos ke Final Four IBL 2017

Tim Satria Muda Jakarta memastikan diri menjadi juara grup divisi merah Indonesia Basketball League (IBL) 2017 setelah mengalahkan Garuda Bandung di seri kedelapan. Pada pertandingan yang berlangsung di C’Tra Arena Bandung itu, Satria Muda sukses menaklukkan Garuda Bandung dengan skor 68-62.

Dengan kemenangan tersebut, anak asuh Youbel Sondakh itu sukses memuncaki klasemen divisi merah dengan raihan 27 angka. Hasil tersebut juga memastikan Satria Muda lolos ke babak empat besar di IBL 2017.

“Kami finis dengan bagus. Usaha anak-anak di babak reguler luar biasa,” ungkap Youbel, mengutip dari laman resmi IBL.

[ Baca Juga – Golden State Warriors Bantai Dallas Mavericks di America Airlines Center ]

Sementara  kekalahan yang dialami Garuda Bandung membuat mereka harus puas menempati posisi ketiga dengan raihan poin 21. Kekalahan tersebut juga membuat Garuda Bandung menjalani playoff divisi merah melawan CLS Knight.

CLS Knight Surabaya menempati posisi kedua klasemen divisi merah setelah mengalahkan Hangtuah Sumsel dengan skor telak 82-65. Kemenangan tersebut membawa CLS Knight menapaki posisi kedua dengan mengumpulkan 25 poin.

Taklukkan Garuda Bandung, Satria Muda Pastikan Diri Lolos ke Final Four IBL 2017

BeritaBintangTaklukkan Garuda Bandung, Satria Muda Pastikan Diri Lolos ke Final Four IBL 2017 

Tim Satria Muda Jakarta memastikan diri menjadi juara grup divisi merah Indonesia Basketball League (IBL) 2017 setelah mengalahkan Garuda Bandung di seri kedelapan. Pada pertandingan yang berlangsung di C’Tra Arena Bandung itu, Satria Muda sukses menaklukkan Garuda Bandung dengan skor 68-62.

Dengan kemenangan tersebut, anak asuh Youbel Sondakh itu sukses memuncaki klasemen divisi merah dengan raihan 27 angka. Hasil tersebut juga memastikan Satria Muda lolos ke babak empat besar di IBL 2017.

[ Baca Juga – Saling Duel di Playoff Divisi Merah IBL 2017, CLS dan Garuda Bandung Sudah Siap Bertarung ]

“Kami finis dengan bagus. Usaha anak-anak di babak reguler luar biasa,” ungkap Youbel, mengutip dari laman resmi IBL.

Sementara  kekalahan yang dialami Garuda Bandung membuat mereka harus puas menempati posisi ketiga dengan raihan poin 21. Kekalahan tersebut juga membuat Garuda Bandung menjalani playoff divisi merah melawan CLS Knight.

CLS Knight Surabaya menempati posisi kedua klasemen divisi merah setelah mengalahkan Hangtuah Sumsel dengan skor telak 82-65. Kemenangan tersebut membawa CLS Knight menapaki posisi kedua dengan mengumpulkan 25 poin.

Saling Duel di Playoff Divisi Merah IBL 2017, CLS dan Garuda Bandung Sudah Siap Bertarung

BeritaBintangSaling Duel di Playoff Divisi Merah IBL 2017, CLS dan Garuda Bandung Sudah Siap Bertarung

Duel playoff Indonesia Basketball League (IBL) 2017 Divisi Merah akan mempertemukan dua tim peringkat dua dan tiga yakni CLS Knight Surabaya melawan Garuda Bandung. Keduanya pun siap menjalani laga tersebut pada 31 Maret-3 April 2017 di Surabaya.

Pada pertandingan terakhir, Garuda Bandung dipastikan menjadi peringkat tiga klasemen akhir divisi merah setelah takluk dari Satria Muda Jakarta. Meski begitu, pelatih Garuda Bandung yakni Andre Yuwadi, mengaku tak mempersoalkan masalah tersebut. Sebab, mereka akan fokus pada playoff divisi merah pekan depan.

[ Baca Juga – Grizzlies Hadirkan Kekalahan Beruntun bagi Spurs ]

“Kami ingin tetap menang, namun dalam pertandingan ini saya lebih melihat pada kesiapan semua pemain menghadapi playoff nanti,” ungkap Andre, mengutip dari laman resmi IBL 2017.

Sementara itu, CLS Knight juga mengaku sudah siap menghadapi Garuda Bandung untuk memperebutkan satu tiket empat besar di IBL 2017. Menurutnya, mereka sudah mampu membuktikan kemampuan mereka di babak reguler dengan bermain apik di beberapa seri terakhir.

“Kami sudah membuktikan bisa bangkit dan bermain lebih baik. Sekarang siap berlaga di babak playoff,” tuntasnya.

Ini Dia Harapan Penggemar IBL All-Star 2017 terhadap Kemajuan Olahraga Basket di Indonesia

BeritaBintang Ini Dia Harapan Penggemar IBL All-Star 2017 terhadap Kemajuan Olahraga Basket di Indonesia

Kemeriahan acara IBL All-Star 2017 tidak bisa dilepaskan dari ramainya penonton yang memadati Britama Arena Mahaka Sports, Kelapa Gading. Para pencinta bola basket nusantara berkumpul untuk melihat pemain kesayangan mereka berlaga.

Olahraga bola basket telah memiliki posisi tersendiri di hati penggemarnya. Tidak terkecuali Revan, salah satu pencinta basket yang menghadiri pertandingan eksebisi ini.

Kepada tim Okezone, Revan mengaku jika dirinya memang menyukai basket dan datang untuk melihat pemain jagoannya. Dengan tidak malu-malu ia mengaku menjagokan Prastawa, pemain Tim Aspac, karena ia pun sendiri merupakan pendukung dari Tim Aspac.

[ Baca Juga –Aksi Jual Beli Serangan Hiasi Pertandingan Eksebisi IBL Pertalite All-Star 2017  ]

Revan berharap agar olahraga basket ini dapat dikenal lagi oleh masyarakat luas. Ia menyayangkan tidak adanya pembibitan pemain muda yang baik, sehingga masyarakat Indonesia kurang akrab dengan olahraga yang satu ini.

“Saya harap banyak pemain-pemain Indonesia yang bagus. Sekarang ini para pemain bintang di IBL lebih banyak berasal dari luar negeri, bukan dari Indonesia.

CLS dan Pelita Jaya Memburu Sejarah Baru

BeritaBintang –Kompetisi bola basket tertinggi di Indonesia bakal memiliki juara baru di tahun ini. CLS Knights Surabaya dan Pelita Jaya Jakarta berhasil mematahkan dominasi M88 Aspac dan Satria Muda Pertamina. CLS dan Pelita akan bertarung di final Indonesian Basketball League (IBL) 2016.

Partai final IBL mengusung format best of three. Artinya tim yang berhasil menang dua kali akan menjadi juara. Laga pertama final dihelat Kamis (26/5/2016). Final kedua dilaksanakan Sabtu (28/5/2016). Jika diperlukan partai ketiga digelar hari Minggu (29/5/2016). Seluruh laga final digelar di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta.

Baik CLS maupun Pelita sama-sama optimistis akan menjadi juara baru. CLS tak mau jumawa meski di musim reguler selalu mampu mengalahkan Pelita dalam tiga kali pertemuan.

“Babak playoffs dan final tentunya beda dengan babak regular season. Semuanya pasti mau menang. Meski kami tiga kali mengalahkan mereka, buktinya di semifinal kemarin kami menang dengan susah payah melawan Satria Muda. Yang pasti target kita adalah juara. Terserah mereka akan meladeni kami dengan bermain cepat atau lambat, kami siap tabrak dan fight di lapangan. CLS harus “believe” musim ini menjadi juara,” komentar Wahyu Widayat Jati, pelatih CLS Knights Surabaya.

“Kekuataan mereka terletak di posisi bigman dan mereka dihuni oleh kumpulan para pemain Nasional. Ibarat supermarket mereka itu kelas Premium (semuanya lengkap dan ada). Tapi mereka juga punya kelemahan yakni rata-rata mereka berada di usia emas, sedangkan di tim saya hanya 4 pemain senior (Mario Wuysang, Febri, Sandy, Thoyib), sisanya adalah pemain muda,” imbuhnya lagi.

Sementara pelatih Pelita, Benjamin Alvarezsipin III, ingin membalas tiga kekalahan di musim reguler. Coach Benji akan memanfaatkan momentum main di Jakarta.

“Saya katakan kepada para pemain jika kita kalah di final mungkin rekor pertemuan kami menghadapi CLS menjadi lima kali kalah selama musim ini. Tapi mengapa kita tidak membalas kekalahan tersebut dengan mengalahkan mereka di babak final di dua pertemuan saja dan saya yakin hal ini bisa saja terjadi. Pelita Jaya sudah bekerja keras menjadi juara pre season kemarin dan kini melangkah ke final, kami harus ambil kesempatan itu,” kata coach Benji.

Bersamaan dengan final IBL, promotor Starting5 juga akan menggelar final Women’s Basketball League (WIBL) 2016 yang memeprtemukan Surabaya Fever dengan Tomang Sakti Merpati Bali. Final WIBL juga memakai format best of three.