HS

Pesawat Hercules TNI AU Dipastikan Jatuh, 12 Korban Ditemukan

BeritaBintang Pesawat Hercules TNI AU Dipastikan Jatuh, 12 Korban Ditemukan

Sebanyak 12 korban pesawat Hercules milik TNI AU jenis C – 130 HS, A – 1334 yang men‎galami kecelakaan di pegunungan Wamena, pagi tadi, berhasil ditemukan.

Deputi Operasionan Basarnas Mayjen TNI Heronimus Guru mengatakan, terdapat 12 korban dalam kecelakaan pesawat tersebut. Saat ini para korban tengah dalam proses evakuasi.

[Baca Juga -“Warga Batam Digegerkan Bungkusan Diduga Bom yang Dilempar OTK“]

“Dalam proses evakuasi (korban), sepertinya ditemukan 12 orang,” ujar Heronimus saat dikonfirmasi Judi Bola, Minggu (18/12/2016).

Seperti diberitakan, pesawat hilang kontak beberapa menit sebelum mendarat di Bandara Wamena. Pesawat tersebut terbang dari Timika sekira pukul 05.35 WIT dan dijadwalkan mendarat sekira pukul 06.13 WIT.

Anggota Ditangkap karena Judi, DPRD Cirebon Tak Ikut Campur

BeritaBintangCIREBON – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon tidak akan memberikan bantuan hukum terhadap empat anggota DPRD Kabupaten Cirebon yang ditangkap petugas Polda Jabar saat asyik bermain judi di Hotel Prime Park, Bandung, Jawa Barat.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Mustofa mengungkapkan, keempat pelaku tersebut sedang melakukan bimbingan teknis (bimtek), namun praktik perjudian terjadi di luar jam bimtek.

“Jadi, kelembagaan tidak ikut campur karena di luar jam kegiatan bimtek,” tegas Mustofa, Jumat (22/7/2016).

Ia mengatakan, pihaknya masih berada di Mapolda Jabar untuk mengklarifikasi persoalan yang menimpa anggotanya itu.

“Kami serahkan kasus ini kepada masing-masing fraksi. Adapun kebijakan atau sanksi yang akan diberikan kepada keempat orang itu kewenangannya fraksi,” terangnya.

Seperti diketahui, adapun empat pelaku di antaranya berinisial HS, AS, A dan HT yang masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar.

Polisi Kejar Aset Para Tersangka Kasus Pemalsuan Vaksin

BeritaBintangJakarta Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menjerat pelaku vaksin palsu dengan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Besar kemungkinan, para pelaku mencuci uang hasil penjualan vaksin tersebut.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Polisi Agung Setya mengatakan pencucian uang sangat mungkin dilakukan oleh para tersangka, lantaran omset dari bisnis haram tersebut bisa mencapai puluhan juta tiap minggu.

TPPU kita kenakan kepada seluruh pelaku,” kata Agung di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (27/6/2016).

Menurut dia, sangkaan ini juga berlaku bagi Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina, suami istri yang turut menjadi tersangka kasus pemalsuan vaksin. Aset dari kedua pelaku dicurigai didapat dari hasil penjualan vaksin palsu.

“Kita akan terus proses pengejaran asetnya,” tandas Agung.

Pengungkapan kasus vaksin palsu ini bermula dari adanya keluhan masyarakat terhadap balita mereka yang tetap sakit walaupun sudah disuntik vaksin. Berbekal laporan itu, pihaknya langsung menyelidiki.

Terbukti vaksin tersebut didapat di sebuah apotek bernama Azka Medical di Jalan Karang Satri, Bekasi pada Kamis 16 Mei 2016 lalu. Dari lokasi penyidik menahan J selaku distributor.

Tak hanya di Bekasi, polisi juga menemukan vaksin palsu di Apotek Rakyat Ibnu Sina di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur. Penggerebekan pun dilakukan di lokasi pada 21 Juni 2016 dan mengamankan pelaku berinisial MF.

Selanjutnya penyidik melakukan pengembangan ke pembuat vaksin palsu yang ditemukan di kawasan Puri Hijau Bintaro, Tangerang dengan tersangka P dan istrinya, S.

Tak berhenti di situ, penyidik terus melakukan pengembangan. Sebuah rumah di Jalan Serma Hasyim dan di Kemang Regency, Bekasi, Jawa Barat pun digerebek. Ternyata di dua tempat itu digunakan pelaku untuk memproduksi vaksin palsu oleh tiga pelaku yakni HS, R dan H.