Herve Poncharal

Ini Target Utama Tim Yamaha di MotoGP 2017

BeritaBintang Ini Target Utama Tim Yamaha di MotoGP 2017

Kiprah Tim Monster Yamaha Tech 3 di seri perdana MotoGP musim 2017 memang bisa dikatakan tak terlalu buruk. Bahkan salah satu pembalap mereka, yakni Johann Zarco, nyaris bisa menyelesaikan balapan di posisi terdepan.

Akan tetapi sangat disayangkan, Zarco harus mengubur dalam-dalam keinginannya meraih podium pertama di MotoGP Qatar lantaran gagal finis usai mengalami crash. Sementara rekan setim Zarco, yakni Jonas Folger, mampu menyelesaikan balapan di urutan ke- 10.

[ Baca Juga : ” Hidup Mati Manusia vs Kera di Film War for the Planet of the Apes ” ]

Dengan fakta tersebut membuat banyak kalangan memprediksi bahwa Tim Monster Yamaha Tech 3 bakal sangat kompetitif dan mampu meraih beberapa podium di MotoGP 2017. Namun hal itu disangkal oleh Bos Tim Monster Yamaha Tech 3, Herve Poncharal.

Ia menegaskan bahwa target utama Tim Monster Yamaha Tech 3 adalah membawa salah satu pembalap untuk meraih gelar Rookie of the Year MotoGP 2017, sehingga Poncharal tak terlalu menargetkan kepada Zarco atau Folger untuk meraih podium

“Tujuan utama kami di kejuaraan dunia tahun ini adalah mengatarkan Johann atau Jonas meraih gelar pendatang baru terbaik. Jadi, kami tidak menargetkan harus berapa banyak mereka meraih podium musim ini,” tegas Poncharal, seperti dikutip dari AGEN BOLA, Sabtu (1/4/2017)

Yamaha Tidak Ingin Terburu-buru

BeritaBintang  – Tim satelit Yamaha, Monster Yamaha Tech 3, belum menentukan siapa pembalap yang akan menjadi tandem rider anyarnya Jonas Folger di MotoGP 2017. Sang bos, Herve Poncharal, menyatakan tidak ingin terburu-buru dalam menentukannya.

Yamaha Tech 3 belum tahu apakah akan melepas pembalapnya musim ini yakni Pol Espargaro, menyusul jejak Bradley Smith yang hengkang ke Tim KTM musim depan. Menurut Poncharal, saat ini semua kemungkinan masih terbuka.

“Saya tidak akan terburu-buru. Saya ingin merekrut Jonas (Folger) karena dia memiliki beberapa kesempatan dan bagi saya, penting untuk mengamankan setidaknya satu slot,” kata Poncharal, seperti dimuat Bintangbola.co, Minggu (15/5/2016).

“Tempat kedua saat ini masih menjadi milik Pol (Espargaro). Tapi, saya tahu ini bukanlah prioritas,” sambung pria yang juga menjabat sebagai Presiden Asosiasi Tim Balap Internasional (IRTA) tersebut.

Poncharal tahu Espargaro sedang berusaha mencari tim lain, yang sekelas pabrikan, untuk MotoGP 2017. Tidak ingin memaksakan apa pun, ia pun secara terang-terangan mendukung apabila adik dari rider Suzuki Ecstar, Aleix Espargaro, itu ingin pergi.

Folger Percaya Penuh kepada Yamaha

BeritaBintang –Pembalap Moto2, Jonas Folger, mengungkapkan siap bertarung di MotoGP 2017 bersama Tim Monster Yamaha Tech 3. Folger menyatakan percaya penuh dengan para teknisi yang ada di dalam tim barunya tersebut.

Menurut Folger, para teknisi Tim Yamaha Tech 3 akan tahu apa yang dibutuhkan seorang rookie seperti dirinya untuk menjalani musim debut di MotoGP musim depan. Karena itu, pembalap berusia 22 tahun tersebut akan menyerahkan hal-hal yang masih baru baginya kepada tim.

Salah satu hal yang pasti diserahkan Folger adalah terkait perangkat elektronik (ECU). Rider asal Bavaria, Jerman, itu mengungkapkan sama sekali belum paham tentang ECU sehingga masih butuh banyak waktu untuk mempelajarinya.

“Saya harus menyerahkan segalanya kepada tim saya untuk aspek yang satu itu (ECU). Saya pikir tim akan sangat tahu setting-an apa yang dibutuhkan seorang rookie di atas trek,” ujar Folger, seperti dimuat Indowins, Jumat (13/5/2016).

“Tim tahu langkah apa yang harus dilakukan untuk rookie. Herve (Poncharal, bos Yamaha Tech 3) dan tim pernah merasakan Bradley Smith dan Pol Espargaro sebagai dua rookie. Mereka tahu apa yang harus dilakukan,” lanjutnya.

4 Pembalap Calon Pengganti Lorenzo di Yamaha

BeritaBintang  – Jorge Lorenzo terus memberi sinyal bakal mengakhiri pengabdiannya di Yamaha akhir musim ini. Itu terlihat dari terus diundurnya tanda tangan kontrak baru dengan tim Garpu Tala. Kontrak Lorenzo berakhir musim ini dan dia digadang-gadang bakal gabung dengan Ducati.

Ducati dikabarkan sudah memberikan tawaran menggiurkan yang sulit untuk ditolak Lorenzo. Meski belum bicara terang-terangan sudah berikan tawaran, tapi Ducati tak menampik jika mereka tertarik rekrut Lorenzo.

Lorenzo sudah jadi andalan bagi Yamaha sejak 2008. Namun rivalitasnya dengan Rossi yang seakan-alam didewakan Yamaha membuat X Fuera, julukannya, kerap tersudut. Contohnya di MotoGP 2015 dimana Lorenzo disebut-sebut sudah tak fair karena mendapatkan bantuan dari Marc Marquez untuk mendapatkan gelar juara.

Rossi pun terus menyindir Lorenzo apakah punya nyali pindah ke Ducati seperti yang dia lakukan pada 2011. Jika Lorenzo pasti pindah, siapa kira-kira kandidat pengganti yang bakal mendampingi Rossi di musim berikutnya? Berikut ulasannya yang diambil dari berbagai sumber:

1.Maverick Vinales

Pembalap yang masih tampil bersama Suzuki ini dikabarkan bikin kepincut Yamaha. Dilihat dari usia, Vinales memang sangat prospektif. Dia baru berusia 21 tahun, tapi sudah dipercaya menjadi pembalap pabrikan sekelas Suzuki Ecstar mulai 2015 lalu.

Prestasi terbaiknya yaitu berhasil finis di posisi enam sebanyak dua kali, yaitu di MotoGP Katalunya dan Australia. Untuk pembalap debutan, prestasi ini sudah lumayan. Dia juga mampu merampungkan 16 seri dari 18 seri balapan sepanjang musim MotoGP 2015.

Bakat gemilang Vinales mulai terlihat ketika gabung KTM di Moto3. Di musim 2013, dia berhasil menjadi juara. Ini membawanya loncat ke Moto2 bersama Kalex. Di Moto2, dia hanya tampil semusim dan merebut posisi tiga klasemen.

2.Alex Rins

Pembalap Paginas Amarillas yang tampil di Moto2 ini juga digadang bakal menjadi pengganti ideal bagi Valentino Rossi dan juga Jorge Lorenzo. Penampilan pembalap berusia 20 tahun ini dinilai cukup menjanjikan.

Di Moto2 pada 2015, Rins berhasil finis jadi runner-up. Dia hanya kalah poin dari Johan Zarco yang keluar sebagai juara. Untuk saat ini, Rins memilih untuk bertahan di Moto2.

Manajer Movistar Yamaha, Lin Jarvis, mengakui bahwa Rins punya masa depan yang cerah. Jika naik ke MotoGP, Rins kemungkinan dimasukkan terlebih dahulu di tim satelit Yamaha Tech 3.

“Dia mengambil keputusan tepat bertahan di Moto2 tahun ini. Tak diragukan lagi, dia pembalap berbakat dan kandidat tunggangi Yamaha di masa depan. Dia masuk daftar incaran kami. Dia membuat kesalahan di 2015, tapi dia kencang,” kata Jarvis.

3. Pol Espargaro

Pol Espargaro sudah dua musim tampil di MotoGP. Dia menjadi andalan di Yamaha Tech 3 bersama Bradley Smith. Namun musim lalu, Espargaro mengalami penurunan prestasi.

Dia hanya meraih posisi 9, menurun ketimbang diraihnya pada MotoGP 2014, yaitu posisi enam. Sebaliknya dengan Smith yang naik ke posisi enam klasemen akhir musim lalu, lebih baik ketimbang posisi ke-8 pada 2014.

MotoGP 2016 diharapkan jadi ajang bagi Espargaro untuk unjuk gigi. Maklum, kesempatan untuk naik kelas jadi pembalap pabrikan amat terbuka, meski harus menunggu apakah Rossi atau Lorenzo memperpanjang kontrak atau tidak.

Bos Yamaha Tech 3, Herve Poncharal melecut dua pembalap untuk bersinar di musim ini. ” Mereka harus tunjukkan bisa bersinar sehingga dapatkan kursi di 2017,” ujar Poncharal.

4. Bradley Smith

Dibandingkan Espargaro, Smith memang lebih senior. Kengototannya untuk selalu meraih hasil lebih baik berbuah manis.

Dari musim ke musim, Smith terus naik posisi. Sejak bergabung Yamaha Tech 3 pada 2013, Smith terus mengalami peningkatan prestasi.

Kini di musim keempatnya bersama Yamaha Tech 3, Smith diharapkan meraih hasil yang mengejutkan. Ini bisa jadi jalan lapang bagi Smit untuk menjadi penerus Rossi dan Lorenzo.

“Smith sangat memukau kami pada 2015. Dia bersama Rossi satu-satunya pembalap yang cetak poin di setiap balapan. Dia konsisten, sesuatu yang sangat penting,” kata Herve Poncharal, bos Yamaha Tech 3.

Pujian Bos Tech 3 untuk Rider Potensial Suzuki

BeritaBintang – Team Principal Monster Yamaha Tech 3, Herve Poncharal, menyatakan kalau rider muda nan potensial Suzuki Ecstar, Maverick Vinales telah berhasil membawa angin segar ke MotoGP yang selama ini lebih sering didominasi oleh nama-nama macam Jorge Lorenzo, Valentino Rossi, Marc Marquez dan Dani Pedrosa.

Poncharal mengaku terkesan atas performa Vinales di MotoGP 2015, dimana jawara Moto3 2013 itu sukses merebut gelar Rookie of the Year.

“MotoGP tahun lalu sudah jelas persaingan sama sekali tak membosankan, tapi memang Marc, Jorge, Vale dan Dani masih mendominasi. Baiklah, Andrea Dovizioso mengesankan di awal musim dan Andrea Iannone akhirnya bisa menempel di akhir musim, tapi podium bagaikan monopoli. Jadi menyenangkan melihat Maverick (Vinales) hadir membawa angin segar,” celoteh Poncharal seperti dimuat RACER, Rabu (30/3/2016).

Poncharal pun meyakini bahwa rider Spanyol berusia 21 tahun tersebut akan membuat gebrakan lebih besar lagi tahun ini dan akan segera meraih podium di premier class.

“Kehadiran pebalap baru seperti Maverick di atas mesin yang juga baru, bukan Honda, Yamaha atau Ducati sangatlah menarik. Ia jelas punya potensi. Saya yakin potensinya akan makin tampak tahun ini. Ia pasti bisa bertarung melawan rider papan atas dan akan naik podium,” puji Poncharal lagi

Alasan Yamaha Lepas Pembalapnya

BeritaBintang –Pembalap Yamaha Tech 3, Bradley Smith, dipastikan hengkang dari timnya musim depan. Managing Director Movistar Yamaha, Lin Jarvis, mengungkapkan performa yang tidak memuaskan menjadi alasan utama Yamaha Tech 3 melepas Smith.

Jarvis mengungkapkan, tidak mudah bagi Herve Poncharal, selaku bos Yamaha Tech 3, melepas Smith. Sebab seperti yang diketahui, pembalap berusia 25 tahun itu sudah lima tahun di Tech 3, tepatnya sejak masih membalap di kelas Moto2.

“Secara mendasar, Tim Tech 3 dijalankan oleh Herve Poncharal. Pada akhirnya, keputusan pembalap berada di tangannya. Tapi ini bukan hal yang mudah (untuk diputuskan),” kata Jarvis, seperti diberitakan Speedweek, Minggu (27/3/2016).

“Kami telah membicarakan soal hal ini. Kami memiliki rencana dan strategi yang sama. Terkadang, kami (Movistar Yamaha) juga akan dilibatkan terkait masalah kontrak pembalap. Kami selalu berkata, jika pembalap memiliki performa yang baik, maka mungkin bagi Bradley (Smith) untuk bertahan di 2017,” sambungnya.

Pembicaraan mengenai masa depan Smith di Tech 3 memang sudah menyeruak dalam beberapa pekan ke belakang ini. Bahkan, Poncharal sempat terang-terangan mengaku tidak puas dengan performa yang ditunjukkan rider asal Inggris itu di musim lalu.

(zan)

Kendala yang Dialami Yamaha Jelang MotoGP 2016

BeritaBintang – Ketua Tim Monster Yamaha Tech 3, Herve Poncharal, menyebut kendala yang dialami timnya jelang tampil di MotoGP 2016. Poncharal menyebut, tim yang bermarkas di Bormes-Les-Mimosas masih beradaptasi dengan perangkat elektronik baru (ECU).

Pada MotoGP 2016, Dorna selaku promotor MotoGP mengeluarkan beberapa kebijakan baru. Salah satunya ialah keharusan menggunakan perangkat elektronik baru buatan Magneti Marelli dari Dorna.

Hal itu membuat pembalap yang tampil di MotoGP 2016 harus beradaptasi penuh, termasuk tim Monster Yamaha Tech 3. Dalam tes pramusim yang diadakan di Phillip Island, Australia pada 19 April 2016, dua pembalap Tim Monster Yamaha tech 3 yakni Pol Espargaro dan Bradley Smith gagal meraih hasil optimal.

Espargaro hanya menduduki posisi delapan, sementara Smith harus puas menempati tangga 16. Karena itu, pada tes pramusim selanjutnya yang berlangsung di Losail Qatar pada 2-4 April 2016, perbaikan harus dilakukan Tim Monster Yamaha.

“Saat ini kami berada di posisi harus menggunakan perangkat elektronik baru. Kami harus belajar atau mendalami perangkat elektronik baru ini,” jelas Poncharal, mengutip dari Speedweek, Rabu (2/3/2016).

Jagoan Yamaha Akan Jauh Lebih Hebat Lagi di 2016

BeritaBintang –   Seperti banyak kalangan, Team Principal Monster Yamaha Tech 3, Herve Poncharal juga ternyata terkejut melihat peningkatan drastis performa rider andalannya, Bradley Smith di MotoGP 2015. Poncharal pun mengaku sangat senang rider Inggris itu bertahan di timnya setidaknya sampai akhir musim 2016.

Setelah lima musim merasakan persaingan di kelas 125cc dan dua musim di Moto2, Smith akhirnya mengaspal di MotoGP pada 2013 bersama Tech 3. Setelah kalah dari Cal Crutchlow dan Pol Espargaro di dua tahun pertama, Smith akhirnya sukses menjadi rider terbaik tim pada musim lalu.

Hebatnya, dia sukses mengakhiri musim di peringkat enam. Rider berusia 25 tahun itu sukses menjadi rider tim satelit terbaik, bahkan mengungguli Andrea Dovizioso yang notabene merupakan rider pabrikan (Ducati) di papan klasemen.

“Musim lalu, Bradley (Smith) melakukan hal-hal yang tak diduga-duga banyak orang. Ia tampil jauh lebih baik dari ekspektasinya sendiri. Jelas kami menaruh kepercayaan besar padanya dan ia melebihi harapan kami. Dia berhasil tampil jauh lebih baik dari dugaan Yamaha dan media massa,” celoteh Poncharal, dari Bioskopsemi , Minggu (10/1/2016).

Poncharal pun takjub pada konsistensi Smith dalam mengalahkan Espargaro, begitu pula ketika ia hanya sekali finis diluar delapan besar pada MotoGP 2015.

“Musim 2015 kita telah melihat “The New Bradley”. Meski demikian, ini belum berakhir. Saya yakin ia bisa jauh lebih hebat lagi. Ini karena Bradley sangat terlibat dalam kerja tim, sangat termotivasi dan selalu ingin bekerja keras,” puji pria asal Prancis itu lagi.