Harley Davidson

Harley Davidson Bikin Pabrik di Thailand, Apa Untungnya bagi Indonesia?

BeritaBintangHarley Davidson Bikin Pabrik di Thailand, Apa Untungnya bagi Indonesia?

Harley Davidson berencana membangun fasilitas perakitan baru di Thailand. Pabrik di Thailand akan menjadi fasilitas produksi ketiga Harley di luar Amerika Serikat, setelah di Brasil dan India. Ditargetkan, pabrik akan mulai beroperasi pada akhir 2018. Lantas, apa untungnya bagi pasar sepeda motor Harley Davidson di Indonesia bila pabrik sudah mulai beroperasi?

“Membawa keuntungan mungkin dari sisi harga ya, mungkin juga lebih murah karena masih ada Asean Free Trade Area (AFTA) itu. Kemungkinan unit juga lebih cepat,” ujar Ayu Kartika, General Manager Anak Elang Harley Davidson of Jakarta, kepada JUDI ONLINE, Rabu (1/5/2017).

{ Baca Juga, ” Keren Banget, Dekorasi Ruangan dengan Aksen Sepeda Gantung Bisa Jadi Inspirasi! ” }

Namun, lanjut Ayu, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi terkait jenis motor apa yang akan diproduksi di sana.

“Kami belum mendapat informasi. Nanti rencananya Agustus ini kita akan ada dealer meeting. Jadi kemarin kami baru ada meeting di Bali terus kita diinformasikan soal rencana Harley Davidson bikin pabrik, tapi belum ada detailnya di Thailand,” tambah Ayu.

Kalaupun jadi membangun pabrik di Thailand, lanjut Ayu, sepeda motor hasil produksi dari pabrik tersebut baru bisa dijual pada 2019.

Tidak ada informasi terkait total investasi yang bakal dikeluarkan untuk membangun fasilitas tersebut. Fasilitas perakitan di Thailand akan mendapat pasokan komponen dari Amerika Serikat untuk dirakit menjadi sepeda motor utuh. Hal ini juga dilakukan di pabrik Brasil dan India. Sepeda motor Harley tidak diproduksi sepenuhnya di luar Amerika.

55 Ribu Motor Harley Terjual di Seluruh Dunia pada Januari-Maret 2017

BeritaBintang55 Ribu Motor Harley Terjual di Seluruh Dunia pada Januari-Maret 2017

Harley Davidson melaporkan penurunan penjualan retail sepeda motor secara global pada kuartal I-2017 sebesar 4,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada periode Januari-Maret 2017, penjualan Harley Davidson mencapai 55.049 unit, sedangkan tahun lalu 57.458 unit.

Dalam keterangan resminya, Harley menyebutkan bahwa penurunan penjualan turut dipengaruhi oleh lesunya pasar di Amerika Serikat yang selama ini menjadi kontributor terbesar penjualan merek motor gede Milwaukee itu.

Pada kuartal I-2017 penjualan Harley di AS sebanyak 33.316 unit, turun 5,7 persen dibandingkan periode yang sama 2016 yang mencapai 35.326 unit.

CEO Harley Davidson Matt Levatich mengungkapkan, penurunan penjualan di AS sebenarnya sudah diprediksi. Meski begitu ia yakin akan terjadi pertumbuhan di tahun ini.

{ Baca Juga, ” Ini Lho Inspirasi Mix and Match Bantalan Kursi untuk Living Room ” }

“Penjualan kuartal pertama di AS sejalan dengan prediksi kami. Tapi kami masih percaya diri dengan rencana kami di sepanjang tahun ini meski penjualan internasional juga turun,” kata Levatich.

Penurunan penjualan juga terjadi di beberapa kawasan, Asia Pasifik mengalami penurunan sebesar 9,3 persen yakni dari 7.566 unit pada tahun lalu menjadi 6.863 unit. Lalu di kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika juga turun 0,4 persen yakni dari 10.210 unit pada tahun lalu menjadi 10.167 unit di kuartal pertama 2017.

Pertumbuhan justru terjadi di Amerika Latin yakni sebesar 24,2 persen menjadi 2.342 unit. Pada periode yang sama tahun lalu, penjualan di kawasan ini hanya 1.886 unit.

Harley Davidson Dimodifikasi Bergaya Limousine

BeritaBintang –Layaknya sebuah mobil mewah panjang yang dikenal dengan limousine, sepeda motor jenis Harley Davidson satu ini di modifikasi memiliki kabin yang mampu menampung empat penumpang.

Bodi mobil klasik yang tidak diketahui modelnya ini disambungkan dengan sepeda motor moge di bagian depannya. Khusus untuk penumpang gaya kemewahan dengan fasilitas jok kulit mobil disediakan untuk kenyamanan berkendara.

Terlebih bagi penumpang di dalam kabinnya, kesan mewah pada penggunaan material mahal tampak jelas ketika pintu model sayap dibuka. Jok dibalut kulit berwarna putih serta penggunaan material kayu di beberapa panel menjadikan motor limousine satu ini tak kalah mewah dengan mobil limosin.

Kabin juga dilengkapi dengan perangkat infotainment yang menggunakan layar monitor berukuran besar.

Berdasarkan tayangan video yang dirilis, diperkirakan motor limousine ini memiliki mesin dibagian belakang kendaraan. Namun tidak diketahui apakah pemilik menggunakan mesin moge atau mesin mobil.

Cukup Rp 800 Ribu Anda Bisa Sewa Harley Davidson Sehari Penuh

BeritaBintang – Anda memiliki keinginan menunggangi motor gede atau moge tapi belum mampu membeli? Jangan khawatir, hanya dengan Rp 800 ribu anda dapat menggendarai moge merek Harley Davidson.

Mahatma Suryomentaram, Marketing and Communication Manager PT Mabua Motor Indonesia, mengatakan pihaknya menyewakan motor Harley Davidson dengan minimal membayar Rp 800 ribu. Anda bisa mengendarai motor gede itu selama seharian penuh.

“Untuk harga sewa Harley mulai dari Rp 800 ribu sampai Rp 1,5 juta sehari dengan berbagai pilihan varian. Uang itu belum termasuk deposit yang harus dibayar penyewa,” kata Mahatma di stand Harley Davidson dalam pameran IIMS 2015 di Kemayoran, Jakarta, Minggu (23/8/2015).

Mahatma menuturkan, cara menyewakan motor Harley tersebut dinilainya cukup ampuh untuk menarik konsumen membeli motor itu. Namun, tidak jarang banyak penyewa memakai motor untuk berbagai keperluan.

“Bisa dipakai untuk syuting, untuk pre wedding atau untuk memang sengaja sewa sebelum membeli,” tuturnya.

Masih kata Mahatma, fasilitas sewa Harley Davidson ini hanya diberlakukan untuk dealer Mabua Motor Indonesia di tiga kota besar, yakni Jakarta, Bali dan Medan. Menurutnya, saat ini Bali kemudian Jakarta dan Medan, menjadi kota paling banyak peminat sewa moge tersebut.

“Di event IIMS masyarakat juga melakukan test drive motor Harley Davidson,” tandasnya.