Hari Perempuan Internasional

Tanda-Tanda Perempuan Kekurangan Zat Besi yang Bisa Berujung pada Anemia

BeritaBintangTanda-Tanda Perempuan Kekurangan Zat Besi yang Bisa Berujung pada Anemia

memperingati Hari Perempuan Internasional, tak ada salahnya membahas beberapa masalah kesehatan. Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh perempuan adalah kekurangan zat besi.

Perempuan paling berisiko menderita kekurangan zat besi dibanding pria. Salah satunya karena mengalami periode menstruasi yang berat, di mana akan kehilangan sel darah merah.

Kurangnya sel darah merah akan menyebabkan berkurangnya hemoglobin, sehingga tubuh tidak cukup mendapat oksigen. Untuk kembali meningkatkan kembali sel darah merah dan hemoglobin, perempuan perlu asupan zat besi, sehingga terhindar pula dari anemia.

Salah satu penyebab utama dari anemia pada perempuan adalah kekurangan zat besi. Jadi, ketika mengalami tanda-tanda berikut ini, sebaiknya perempuan cepat mengonsumsi makanan kaya zat besi, seperti bayam, brokoli dan kentang.

Rambut rontok

Apakah Anda kehilangan lebih dari 100 helai rambut sehari? Jika iya, maka itu adalah salah satu gejala Anda kekurangan zat besi. Ketika folikel rambut kekurangan oksigen, itu akan memengaruhi proses normal pembentukan dan pertumbuhan rambut. Hal ini akan mengakibatkan rambut menjadi rontok.

[ Baca Juga – AWAS! Liquid Rokok Elektrik Bisa Memicu Kanker ]

Kuku rapuh

Kuku rapuh dianggap salah satu gejala spesifik kekurangan zat besi. Sebelum pergi ke salin untuk manikur, lebih baik berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan penyebab kuku rapuh.

Kulit pucat

Kulit pucar adalah gejala yang paling menojol dari kekurangan zat besi. Dokter dapat mendiagnosa kekurangan zat besi dengan memeriksa kulit, lidah dan mata Anda.

Sering infeksi

Zat besi berperan penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Kekurangan mineral ini akan meningkatkan risiko sering terkena infeksi. Perlu diingat bahwa pasokan oksigen yang cukup ke limpa penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat.

Sakit kepala

Umumnya perempuan yang kekurangan zat besi sering mengalami sakit kepala. Tubuh yang kekurangan zat besi akan mengalami penurunan aliran ke jaringan organ, termasuk otak. Hal ini akan menyebabkan sakit kepala dan pusing.

Restless leg syndrome

Seseorang yang kekurangan zat besi memiliki risiko mengalami restless leg syndrome. Hal ini adalah gangguan di mana seseorang memiliki keinginan tidak terkontrol untuk menggerakkan kaki mereka, biasanya karena rasa tidak nyaman di kaki. Gangguan ini menyebabkan gelisah sekira 20 persen orang yang mengalami kekurangan zat besi.

Ingin mencoba beberapa makanan tak lazim

Keinginan mengonsumsi beberapa makanan tak lazim, seperti tanah liat, kotoran, es, kapur adalah salah satu dampak dari kekurangan zat besi. Biasanya, hal ini terlihat dalam tahap awal kekurangan zat besi, meskipun jarang terjadi.

Marah Tak Dibantu, Istri Rusak Alat Vital Suami

BeritaBintang –Seorang wanita di Rumania diduga telah melukai testis suaminya setelah korban menolak membantu pekerjaan rumah tangga. Peristiwa itu dilakukan tepat pada peringatan Hari Perempuan Internasional.

Ionel Popa, (39) dari Desa Dragomire di Rumania, dilarikan ke ruang gawat darurat dengan keadaan skrotum robek terbuka setelah istrinya meraih dan menarik buah zakar suaminya untuk memberi hukuman.
Dilansir dari laman Metro, Kamis, 12 Maret 2016, pelaku mengatakan tidak sadar dengan kekuatannya dan beranggapan sang suami layak mendapatkan hal itu.

“Korban mengalami luka sobek di bagian skrotum,” kata Aurora, paramedis yang membantu pengobatan Popa.  Namun, berbeda dengan penjelasan istrinya, Ionel mengatakan, istrinya marah dan menyerangnya karena tak diberikan bunga saat peringatan Hari Perempuan Internasional.

Istrinya yang bernama Marinela Benea mengatakan dirinya muak karena selama ini diabaikan oleh sang suami. Ionel, kata Marinela, digaji dengan wine sehingga setiap hari pulang dengan keadaan mabuk. Marinela menceritakan, ketika suaminya mabuk, ia harus menahan emosinya karena tidak mau bertengkar.

“Ketika pagi hari saya membuka jendela dan meminta dia pergi keluar untuk bekerja atau setidaknya membantu pekerjaan rumah tangga tapi dia berteriak bahwa saya tidak berhak memberinya perintah. Saya marah dan mengambil testisnya. Itu bukan salah saya karena ia mencoba menarik diri dan saat itulah insiden terjadi,” ujar Marinela.

Saat ini Ionel masih berada dalam perawatan medis di rumah sakit sementara kepolisian menginvestigasi insiden ini.