GTO

Lewis Hamilton Ternyata Penggemar Berat Ferrari, Ini Buktinya

BeritaBintangLewis Hamilton Ternyata Penggemar Berat Ferrari, Ini Buktinya

Di arena balap Formula One (F1), Lewis Hamilton bersaing ketat dengan Ferrari. Tapi di luar sirkuit, pembalap tim Mercedes Benz ini ternyata merupakan penggemar merek Kuda Jingkrak.

Pria asal Inggris yang lahir 32 tahun lalu itu diketahui memiliki hypercar Ferrari LaFerrari. Teranyar, ia menunjukkan Ferrari 599 GTO berkelir hitamnya saat berada di Monaco pada pekan lalu. Saat itu ia menghadiri pesta dengan rekannya. Demikian dikutip dari Carscoops, Jumat 28 Juli 2017.

599 GTO merupakan mobil eksklusif karena Ferrari karena hanya membuatnya sebanyak 599 unit. Di balik kapnya terdapat mesin 6 liter, V12, naturally aspirated, yang mampu menghasilkan tenaga 661 hp pada 8.250 rpm dan torsi 460 lb-ft pada 6.500 rpm.

{ Baca Juga, ” Mau Tahu Isi 4 Hotel Mewah yang Didesain di Bangunan Bekas Biara? ” }

Pemegang tiga kali gelar juara Grand Prix itu juga diketahui memiliki koleksi supercar lain, yakni Pagani Zonda 760 LH, Mercedes Benz SLS AMG Black Series, dan McLaren P1. Tentunya harga mobil-mobil tersebut bukan masalah besat bagi pria berpenghasilan USD40 juta per tahun ini.

Hamilton tepergok menggunakan LaFerrari di New York, Amerika Serikat, pada 2015 untuk menghadiri acara amal pengumpulan dana bagi anak-anak. ia datang ke tempat acara bertajuk ‘Keep A Child Alive’ di Hammerstein Ballroom menggunakan mobil seharga 1 juta poundsterling itu. Kedatangan Hamilton di basement direkam seorang pengunjung.

Hypercar bermesin hybrid itu diluncurkan pertama kali di Geneva Motor Show 2013. Di tahun itu, rival Hamilton yang juga pembalap Ferrari yakni Fernando Alonso dan Kimi Raikkonen dijanjikan mendapat salah satu dari supercar Ferrari jika mereka berhasil merebut gelar juara dunia. Namun, Hamilton mengalahkan mereka menggunakan Mercedes Benz sekaligus merebut gelar juara dunia keduanya saat itu.

Jaguar E-Type Klasik Senilai Rp98 Miliar Ini Cari Pemilik Baru

BeritaBintangJaguar E-Type Klasik Senilai Rp98 Miliar Ini Cari Pemilik Baru

Mobil klasik Jaguar E-Type versi Lightweight termasuk paling diburu oleh para kolektor. Alasannya mobil ini bisa dikategorikan sebagai legenda balap serta nilai eksklusifnya karena hanya diproduksi 12 unit di era 1960-an.

Salah satu E-Type Lightweight akan dilelang di ajang Bonmahs Quail Lodge Auction di California, Amerika Serikat, pada 18 Agustus 2017.

Selain mengikuti ajang ketahanan 24 jam Le Mans, Jaguar E-Type yang akan dilelang ini juga pernah mengikuti Bridgehampton 500 serta Road America 500..

{ Baca Juga, ” Baru Beli Sepatu Boots? Hangatkan Lebih Dulu biar Enggak Lecet ” }

Sayangnya, Bonhams tidak merilis estimasi harga mobil sport eksotis pesaing Ferrari 250 GTO ini. Namun berdasarkan lelang Scottsdale, Jaguar E-Type produksi 1963 terjual dengan harga USD7,37 juta. Angka itu menjadikannya sebagai E-Type termahal yang terjual di ajang lelang. Meski demikian, harga tersebut masih di bawah perkiraaan awal Bonhams saat itu yakni antara USD7,5 juta-USD8,5 juta.

Sebenarnya Jaguar berencana memproduksi 18 unit E-Type Lightweight, namun pada era 1960-an hanya 12 unit yang dibuat. Meski demikian, Jaguar tetap menepati janjinya dengan menyempurnakannya menjadi 18 unit. Produksi sisa enam unit E-Type dilakukan beberapa tahun lalu dan per unitnya dijual dengan harga USD1,5 juta.

Ada 30 orang yang mengajukan pemesanan E-Type Lightweight. Namun hanya enam dari mereka yang beruntung mendapatkan mobil reborn itu.

Ferrari Klasik Ini Bakal Jadi Mobil Termahal di Dunia, Harganya Rp773 M

BeritaBintangLONDON – Sebuah Ferrari 250 GTO akan menjadi mobil termahal di dunia setelah dijual di Inggris beberapa waktu ke depan. Mobil ini ditaksir laku dengan harga 45 juta poundsterling atau sekira Rp773 miliar.

Salah satu daya tarik dari Ferrari 250 GTO adalah penampilan, tingkat kelangkaan, serta mampu memadukan dalam hal performa, baik baik di lintasan balap maupun jalan raya. Tak heran model ini selalu menjadi primadona di ajang lelang mana pun.

Mobil yang diberi nama ‘Holy Grail’ ini hanya dibuat sebanyak 36 unit. Sedangkan mobil dengan warna biru yang akan dilelang ini merupakan unit kedua yang diproduksi. Ferrari 250 GTO sendiri diproduksi pada periode 1962-1964.

Keunggulan lain adalah Ferrari 250 GTO ini juga pernah terjun di ajang balap Le Mans dan Sebring. Meski usianya sudah lebih dari 50 tahun, namun performanya masih terjaga dengan sangat baik. Akeselerasi dari 0-96 kilometer per jam dapat dicapai dalam enam detik dengan top speed 272 km/jam.

Mobil Ferrari ini terakhir dijual 20 tahun lalu. Perusahaan Talacrest selaku pemilik akan menjual mobil ini dengan harga mulai 45 juta poundsterling. Menurut pemilik perusahaan, John Collins, ini merupakan Ferrari 250 GTO kesembilan yang ia jual.

“Mobil 250 GTO kedua yang diproduksi. Ini mobil Ferrari yang indah. Mobil klasik ‘Holy Grail’ yang memiliki sejarah balap. Finis keenam di Le Mans dan juara pertama di Sebring,” jelas Collins, seperti dikutip dari Agen Judi Online.

Dengan harga 45 juta poundsterling maka mobil ini 245 kali lebih mahal dari mobil Ferrari 488 baru.

Sebelumnya atau pada 2014 model yang sama pernah dilelang oleh Bonhams. Saat itu Ferrari 250 GTO terjual USD38 juta.

Ultah Ke-50, Ferrari Jepang Mengadakan Pesta di Atas Sungai

BeritaBintangOSAKA – Merayakan 50 tahun kehadirannya, Ferrari Jepang mengadakan pesta di atas sungai di Osaka. Sekira 100 pemilik mobil Ferrari dari berbagai wilayah, memamerkan kendaraan mereka di hadapan 3.000 penggemar yang hadir.

“Osaka kembali menunjukkan koneksi besar dengan merek Ferrari tahun ini. Saya menghargai semua yang menghadiri acara tersebut, dan terima kasih untuk mengatur acara besar lain, di mana kami merayakan 50 tahun Ferrari di Jepang,” kata  Enrico Galliera, Wakil Presiden Ferrari untuk bagian pemasaran dan penjualan, seperti dikutip dari Carscoops.

Menariknya, pengunjung juga bisa melihat secara langsung beberapa mobil dengan mesin paling ikonik yang pernah diproduksi oleh perusahaan mobil asal Italia tersebut. Mobil-mobil tersebut di antaranya Testarossa, LaFerrari, 599 GTO, 488 GTB, dan California T.

Sebagai kegiatan pembuka, pemilik Ferrari berkumpul di suatu tempat, kemudian bergerak secara bersama-sama untuk meninggalkan Nakanoshima Island yang dipimpin oleh Ferrari F2003-GA menuju jembatan Dotombori. Tempat tersebut sengaja dipilih sebagai titik finis karena sudah dikenal oleh warga dan menjadi salah satu tempat tujuan para wisatawan di Osaka.