Grand Prix Argentina

Lorenzo Pilih Kubur Kenangan Pahit di Argentina

BeritaBintang –  Jorge Lorenzo tak ingin berlama-lama menyesali kegagalannya di Grand Prix Argentina, Senin (4/4/2016) dini hari WIB. Sebab joki Movistar Yamaha itu telah mengubur kenangan pahit tersebut untuk mengalihkan perhatiannya menuju balapan seri ketiga musim ini di Sirkuit Austin, Texas, akhir pekan ini.

Perlu diketahui sejak Sirkuit Termas de Rio Hondo masuk kalender MotoGP pada 2014 lalu. Lorenzo tercatat hanya satu kali berdiri di podium, sehingga tak heran jika juara dunia musim lalu itu menempatkan trek yang memiliki panjang 4.805 km sebagai sirkuit angker untuk dirinya.

Pasalnya Lorenzo merasakan insiden kecelakaan yang menyebabkannya kehilangan poin. Namun ia mengakui bahwa peristiwa memalukan itu adalah kesalahannya sendiri saat dirinya berusaha keras menaklukan balapan dalam kondisi basah.

“Kami memiliki masalah selama sesi latihan. Tapi untungnya kami mendapatkan baris pertama di kualifikasi dan ini merupakan awal yang baik. Namun dengan kondisi basah seperti ini dan ada beberapa bagian kecil di sudut membuat saya kurang nyaman. Saya pikir itu adalah kesalahan saya, karena sebagai pembalap saya tidak merasa cukup nyaman untuk mempertahankan barisan pertama. Teruma ketika pembalap mulai mempertaruhkan segalanya demi merebut podium,” beber Lorenzo seperti dikutip MCN, Selasa (5/4/2016).

Lorenzo menceritakan kronologis kejadian tersebut. Saat itu ia tengah memacu kecepatan penuh di lap ke-15, namun ketika masuk ke tikungan pertama ia mulai kehilangan keseimbangan. Alhasil, motor YZR M1 2016 Yamaha hancur sehingga X-Fuera tidak bisa meneruskan balapan.

“Saya membuat kesalahan di tikungan pertama lap 15. Saya mengambil bagian kecil yang lebih basah dan saya bermanuver terlalu melebar. Sehingga saya kehilangan ban depan dan tidak bisa melanjutkan. Ini adalah ajang balap, terkadang Anda menang dan terkadang Anda kalah. Saya harus menerimanya dan berpikir positif,” tukas Lorenzo.

Saingan Rio Haryanto Berkurang Satu di Bahrain

BeritaBintang – Rio Haryanto sedikit mendapat keringanan saat bersaing di Grand Prix Bahrain akhir pekan nanti. Pembalap McLaren Fernando Alonso dipastikan absen di seri kedua akibat tes medis menyebutkan kondisinya tidak cukup fit kembali memacu jet darat.

Seperti diberitakan Motorsport, Kamis (31/3/2016), Alonso mesti menjalani tes medis setelah mengalami kecelakaan fatal di Grand Prix Argentina 20 Maret lalu. Pembalap Spanyol datang ke Pusat Medis Sirkuit Internasional Bahrain dan menjalani CT Scan selama 90.

Hasil pemeriksaan menyebutkan kondisi Alonso belum cukup fit sehingga tidak diperkenankan balapan. “Setelah pemeriksaan dilakukan pagi ini di Bahrain International Circuit Medical Centre, diputuskan pembalap tim McLaren Honda F1 Fernando Alonso harus absen di Grand Prix Bahrain akhir pekan ini,”

“Dua set hasil CT scan di bagian dadanya sudah dibandingkan dan diputuskan demikian dengan alasan keselamatan yang ada di mana resolusinya cukup menandakan dia tidak harus berkompetisi dengan alasan keamanan. Scan dada berulang sudah diminta sebelum Grand Prix China dan hasilnya akan dipertimbangkan apakah mengizinkan dia balapan di sana,” demikian pernyataan FIA.

Absennya Alonso membuat persaingan di papan bawah berkurang. Rio Haryanto sebagai rookie dan diprediksi kembali start dari posisi belakang, jelas mendapat keringanan saat balapan sesungguhnya, Minggu (3/4/2016) nanti.

Selama tes pramusim kemarin, catatan Rio sedikit lebih baik ketimbang Alonso. Pembalap Indonesia menutup tes pramusim dengan waktu 1 menit 28.266 detik, lebih baik ketimbang juara dunia F1 dua kali yang justru bermasalah pada mobilnya.

Absennya Alonso juga meneruskan catatan miringnya di awal musim. Tahun lalu, ia mesti absen di balapan pertama usai mengalami kecelakaan di Barcelona. McLaren pun akan menggunakan jasa pembalap cadangannya Stoffel Vandoorne.