Grand Prix

GP Inggris Beri Motivasi Besar untuk Rio Haryanto dan Pascal Wehrlein

BeritaBintang – Usai bertarung di GP Austria akhir pekan lalu, para pembalap Formula One (F1) akan bertarung di GP Inggris pada Minggu 10 Juli 2016. GP Inggris disebut memberikan motivasi besar untuk orang-orang di dalam Tim Manor Racing, termasuk dua pembalapnya yakni Rio Haryanto dan Pascal Wehrlein.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Balap Manor, Dave Ryan. Ryan mengungkapkan, Inggris merupakan basis Tim Manor. Karena itu, tak heran hal tersebut memberikan motivasi lebih agar bisa menunjukkan performa yang lebih baik.

“Secara alami, menuju ke Grand Prix asal negara tim minggu berikutnya akan memberikan semua orang motivasi besar,” kata Ryan, sebagaimana dimuat dalam keterangan pers yang diterima Bintangbola.co.

Meski demikian, Ryan tidak mau berekspektasi besar dan sesumbar. Ia menyatakan, penting bagi kedua pembalapnya beserta orang-orang di dalam Tim Manor untuk tetap memasang target yang realistis.

“Kami perlu tetap tenang dan realistis. Setelah banyak kerja keras di paruh pertama musim ini, semua orang layak menikmati momen hari ini sebelum kerja keras dimulai lagi besok,” terangnya.

Tertarik Curi Ilmu Rossi Jadi Alasan Vinales Gabung Yamaha

BeritaBintang – Calon pembalap Movistar Yamaha MotoGP, Maverick Vinales, mengaku bertekad ingin belajar banyak dari tandemnya yakni Valentino Rossi. Menurutnya, ia memiliki kesempatan untuk bisa merajut mimpinya sebagai juara dunia MotoGP di masa yang akan datang.

Vinales akan hijrah ke Yamaha pada musim depan. Ia menggantikan posisi Jorge Lorenzo yang hijrah ke Ducati. Rider asal Spanyol tersebut yakin motor YZR-M1 bisa memenuhi hasratnya untuk berkendara bersama kuda besi terbaik.

“Motivasi saya bergabung dengan Yamaha adalah saya punya peluang mewujudkan mimpi menjadi juara sejak balapan pertama. Bergabung dengan Yamaha, target itu pun kian jelas, karena saya akan punya motor terbaik di MotoGP. Saya yakin bisa beradaptasi secepat mungkin dengan M1,” ujar Vinales mengutip Panduan Judi Online, Jumat (1/7/2016).

Selain itu, Vinales dikenal mengidolakan The Doctor sejak kecil, dan ia mengaku bangga menjadi tandem pembalap berusia 37 tahun tersebut. Menurut Top Gun– julukan Vinales- , ia bisa belajar banyak dari pengalaman Rossi, yang sudah menjalani musim ke-21 di Grand Prix.

“Setelah balapan bertahun-tahun, Rossi pasti punya rahasia dan saya ingin mencari tahu. Namun saya yakin ia takkan membaginya cuma-cuma. Ia selalu memerhatikan hal detail dan mau belajar. Cara kerja Yamaha telah membantunya meraih banyak kesuksesan, jadi saya juga ingin seperti itu,” tuntas pembalap berusia 21 tahun tersebut.

Kehadiran Pembalap Muda Buat Valentino Rossi Tetap Jago di Lintasan

BeritaBintang –Mantan pembalap andalan Tim Ducati, Loris Capirossi, menyebut penyebab utama Valentino Rossi tetap andal di lintasan meski sudah berusia 37 tahun. Capirex –sapaan akrab Capirossi– menilai, kehadiran pembalap muda di akademi yang dimiliki yakni VR46 membuat Rossi selalu termovitasi ketika menunggangi sang kuda besi.

The Doctor –julukan Rossi– membangun akademi balap bernama VR46 pada 2014. Akademi tersebut dibangun di kampung halamannya di daerah Tavullia, Italia.

Jika tak ada jadwal Grand Prix, The Doctor –julukan Rossi– bersama pembalap akademi selalu berlatih. Namun, motor yang digunakan bukanlah motor yang biasa dipakai di ajang Grand Prix, melainkan tipe motorcross.

Pada momen latihan itulah, jiwa serta kualitas balap Rossi benar-benar terasah. Alhasil, Rossi masih tampil kompetitif di ajang MotoGP 2016 meski sudah tak lagi muda. Hingga MotoGP 2016 memasuki tujuh seri, Rossi masih duduk di posisi tiga klasemen, tertinggal 22 angka dari Marc Marquez yang memuncaki klasemen.

“Valentino Rossi berlatih bersama pembalap-pembalap muda. Hal itu membuat Rossi semakin kuat dan tampak masih muda,” jelas Capirossi mengutip dari TaruhanBolaOnline, Sabtu (18/6/2016).

Dovi Bertekad Bertahan di Ducati dan Tantang Lorenzo

BeritaBintang  –  Andrea Dovizioso bertekad mempertahankan posisinya sebagai joki Ducati Corse dan ingin menantang Jorge Lorenzo di atas motor Desmosedici di MotoGP tahun depan. Dalam wawancaranya dengan Berita Bintang, Rabu (27/4/2016), Dovi pun membeberkan hubungannya dengan Lorenzo sejak kecil.

Dovi kini berusia 30 tahun, hanya dua tahun lebih tua dari Lorenzo. Keduanya sudah menjadi rival berat sejak usia belia, dan terkenal dengan persaingan ketat mereka saat memperebutkan gelar juara dunia kelas 250cc pada 2006 dan 2007. Lorenzo sendiri sukses menjadi juara dan Dovi harus puas sebagai runner-up.

“Saya berada di generasi yang sama dengan Jorge dan kami selalu balapan bersama. Kami juga selalu berpindah kelas bersama, dari kejuaraan Eropa sampai di berbagai kategori Grand Prix. Ia selalu menjadi rival langsung saya. Jalan kami terpisah saat ia membela Yamaha dan saya membela Honda, Tech 3 dan Ducati. Akan sangat menarik menantangnya di atas motor yang sama tahun depan. Ya, tekad saya adalah bertahan di Ducati dan menantangnya tahun depan,” jelas Dovi.

Kontrak Dovi dengan Ducati sendiri akan habis akhir musim ini, dan ia pun berharap mendapatkan perpanjangan kontrak agar bisa bertandem dengan Lorenzo yang hijrah dari Movistar Yamaha per musim depan. Meski begitu, ia yakin melawan Por Fuera tak akan mudah dan menyatakan sang jawara MotoGP 2015 itu bisa kian menakutkan di atas motor Desmosedici.

“Sangat sulit membuat prediksi sampai Jorge benar-benar menjajal motor Ducati. Tapi akhirnya kini motor kami lebih seimbang, bahkan tim satelit pun mengakuinya. Jadi saya tak ragu Jorge bakal cepat, bahkan mungkin memenangkan gelar juara dunia lagi jika kombinasi berbagai elemennya tepat,” terang The Little Dragon.

Incaran Ferrari Kecewa Berat

BeritaBintang –   Pembalap Tim Williams yang juga pernah diincar Ferrari, Valtteri Bottas, kecewa berat dengan performanya pada Formula One (F1) 2015. Pembalap berpaspor Finlandia itu mengaku gagal menampilkan performa 100 persen di musim keempatnya tampil di ajang lomba balap mobil paling prestius tersebut.

Dibandingkan musim 2014, Bottas memang mengalami penurunan peringkat. Pada 2014, pembalap berusia 26 tahun tersebut duduk di posisi empat dengan raihan 186 poin. Sementara pada musim 2015, Bottas hanya duduk di tangga lima dengan koleksi 136 angka.

Dari segi statistik, raihan Bottas di 2015 memang mengalami penurunan ketimbang 2014. Pada 2014, Bottas hanya sekali gagal finis. Sementara di 2015, mantan pembalap Lotus di ajang GP3 dua kali gagal menyelesaikan balapan.

Begitupun dari raihan podium. Pada 2014 Bottas sukses lima kali naik podium. Sementara pada musim 2015, ia hanya dua kali naik podium tepatnya di Grand Prix di Kanada dan Meksiko. Karena itu, tak heran pembalap yang pernah bersaing dengan Rio Haryanto di ajang GP3 tersebut kecewa.

“Saya tidak senang dengan raihan saya musim ini. Saya kurang beruntung di beberapa balapan dan kerap tidak meraih kondisi mobil yang 100 persen,” sesal Bottas seperti mengutip dari Bioskop168 , Rabu (9/12/2015).

Valentino Rossi Lupa Tahun Kemenangannya di GP Ceko

BeritaBintang – Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, yakin akan memiliki peluang menang lebih besar di MotoGP Republik Ceko, Minggu (16/8). The Doctor mengaku dirinya memiliki kenangan indah di Sirkuit Brno.

Keunggulan Rossi di puncak klasemen sementara MotoGP 2015 semakin terkikis setelah hanya mampu finis di posisi ketiga pada MotoGP Indianapolis, Minggu (9/8). Hasil di Indianapolis membuat Rossi kini hanya unggul sembilan poin atas rekan setimnya, Jorge Lorenzo. Sementara pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, berada di posisi ketiga terpaut 56 poin.

Rossi yakin tikungan cepat di Sirkuit Brno akan lebih cocok dengan karakter motor M1 Yamaha, daripada Sirkuit Indianapolis. Kondisi itu membuat pebalap asal Italia itu lebih otimistis meraih kemenangan di Ceko.

Selain itu Rossi juga memiliki kenangan indah di GP Ceko. Pebalap 36 tahun itu kali pertama meraih kemenangan pada ajang balap motor Grand Prix di Sirkuit Brno, yakni pada kelas 125cc musim 1996.

Lucunya, Rossi sempat tidak ingat tahun berapa dirinya meraih kemenangan debut di GP Ceko. “Brno adalah trek yang saya suka. Saya meraih kemenangan pertama Grand Prix di sana. Tahun berapa? Hmm, saya lupa. Tahun 1575 kalau tidak salah,” ujar Rossi seperti dilansir Motorsport.

Kemenangan terakhir Rossi di GP Ceko terjadi pada musim 2009. Musim lalu, Rossi hanya mampu meraih podium ketiga setelah sempat kecelakaan di latihan bebas keempat dan mengalami cedera jari kelingking.

“Hasil tahun lalu tidak terlalu buruk. Kami harus bekerja maksimal setelah tiga hari istirahat. Kejuaraan ini akan sangat berat, persaingan akan berlangsung hingga balapan terakhir,” ucap Rossi.