General Motors

Hore! Apple Dapat Izin Uji Mobil Tanpa Sopir

BeritaBintangHore! Apple Dapat Izin Uji Mobil Tanpa Sopir

Perusahaan elektronik Apple mendapat izin untuk menguji mobil tanpa sopir (otonom) di California, Amerika Serikat. Hal itu terungkap lewat situs resmi departemen kendaraan bermotor atau California Department of Motor Vehicles. Dengan begitu mobil otonom keluaran Apple akan segera menjadi kenyataan.

Perusahaan raksasa teknologi ini bakal bergabung dengan BMW, Honda, Ford, General Motors, Mercedes, Tesla, Faraday Future, NextEV, dan Volkswagen. Semuanya telah diberikan izin untuk menguji mobil berteknologi otonom di California.

Apple selalu berusaha merahasiakan pengembangan mobil otonomnya kepada publik termasuk soal pengujian. Namun rahasia Apple selalu bocor. Seperti yang belum lama ini diungkap oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) yang menginformasikan bahwa Apple akan melakukan investasi besar-besaran demi pengembangan mesin dan teknologi otonom.

{ Baca Juga, “ Ssstt.. Ini Lho 4 Cara Aman Cukur Bulu Kemaluan ” }

Selain itu, Appel juga kedapatan mengandeng Bosh sebagai salah satu perusahaan yang akan menyuplai komponen pendukung.

Dilaporkan JUDI ONLINE, ambisi Apple untuk menciptakan kendaraan tanpa sopir sempat menjadi perdebatan. Laporan awal menyebutkan bahwa perusahaan akan membangun kendaraan listrik berteknologi tinggi dengan nama kode Project Titan. Baru-baru ini, muncul rumor yang menyebutkan perusahaan akan menjual teknologi otonom kepada perusahaan lain.

Oldsmobile 98, Mobil Klasik General Motors Tampil Kinclong di IIMS

BeritaBintang –Nama merek mobil Oldsmobile dari General Motors tak terlalu dikenal luas. Namun merek ini bisa bertahan lumayan lama. Mobil oldsmobile diproduksi antara 1897 hingga 2004 di Amerika. Selama periode itu Oldsmobile sudah diproduksi sebanyak 35,2 juta unit.

Di Indonesia, mobil ini sangat langka. Namun Anda bisa mendapati salah satu modelnya yakni Oldsmobile 98 empat pintu di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016.

Mobil klasik yang didapat dari salah kolektor mobil klasik di Jakarta itu diproduksi 1963. Mobil ini masih tampil sesuai dengan standarnya. Meksi berusia tua, bodi mobil setebal 1,2 milimeter masih tampak kinclong.

“Mobil ini masih memiliki tingkat orisinalitas pabrikan 80 persen dan selurunya masih dalam kondisi baik tanpa ubahan sedikit pun,” ungkap Sandi, pemilik kendaraan sekaligus builder Cockin Sisters Garage, kepada Indowins di lokasi IIMS 2016, kemarin.

Sektor kabin hanya mengalami perubahan di jok yang diganti dengan pelapis kulit. Sementara seluruh panel indikator tetap dibiarkan orisinal dan masih berfungsi.

Untuk mengejar tenaga besar, sektor pacu sudah mengalami engine swap, menggunakan mesin small block 350 berkapasitas 5.700 cc. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga 350 hp.

Oldsmobile 98 ini bisa juga sudah dibuat ceper dengan penggunaakn airsuspension di tiga titik dengan tingkat kerendahan berbeda-beda. Meski klasik, Oldsmobile 98 ini telah dilengkapi peralatan elektrikal seperti power window dan reclaining seat.

Mobil “Penjelajah Waktu” Akan Diproduksi Lagi

BeritaBintang –    Masih ingat dengan film ‘Back to the Future’ yang mengisahkan perjalanan menembus waktu oleh Marty McFly dan Doc Brown? Salah satu yang menonjol dari film yang diproduksi pada 1980-an itu adalah mobil DeLorean ‘DMC-12’ yang digunakan sebagai “mesin” penjelajah waktu.

Perusahaan DeLorean Motor Compony yang berbasis di Humble, Texas, Amerika Serikat, mengumumkan rencananya untuk memproduksi replika mobil “penjelajah waktu” tersebut mulai awal 2017. Mobil yang akan dibuat replikanya merupakan produksi 1982.

Meski sudah menghentikan produksi, mereka masih membuat suku cadangnya. Mobil replika yang akan diproduksi tersebut bisa menggunakan suku cadang yang ada karena sebagian besar komponennya dibuat persis dengan generasi pertama.

CEO DeLorean Stephen Wynne mengungkapkan, menghadirkan kembali mobil ‘Back to the Future’ merupakan rencana yang fantastis. Mobil ini menjadi terkenal setelah setelah film itu dirilis pada 1985.

“Ini sangat fantastis. Sudah sangat lama kami menginginkan ini terjadi. Sudah ada lampu hijau untuk kembali memproduksinya. Sebelumnya dilarang (memproduksi), melanggar hukum,” ungkap dia kepada KPRC.

Wynne mambawa merek DeLorean atau DMC-12 ke Houston pada 1987 dari Irlandia Utara. Namun sejak pindah ke AS, produsen ini tidak bisa memproduksi mobil terkait izin standar keselamatan.

Ia berharap di tahap awal bisa memproduksi satu DeLorean DMC-12 per bulan, lalu bisa dikembangkan lagi menjadi satu unit per pekan. Cukup lama untuk memproduksinya karena mobil ini dibuat secara manual.

Ia berharap produk barunya bisa dibanderol di bawah USD100 ribu, bergantung dari jenis mesin yang digunakan. Sementara untuk desain eksterior tidak akan diubah.

“Tidak ada alasan untuk mengubah penampilan mobil. Saat program ini sudah berjalan, kami baru akan memutuskan bagian-bagian mana saja yang butuh penyegaran,” ungkap Wynne. 

Berdasarkan Low Volume Motor Vehicle Manufacturers Act 2015, pemerintah federal membebaskan perusahaan automotif yang memiliki kapasitas produksi kecil dari mengikuti uji tabrak. Hal ini memberikan kesempatan kepada DeLorean untuk memproduksi kembali DMC-12. 

Seperti diketahui, DeLorean didirikan oleh John DeLorean seorang mantan pegawai General Motors pada 1970-an. Namun, perusahaannya bangkrut pada 1982. Meski bangkrut, DeLorean mendapat pengakuan internasional pada 1985 seiring penayangan tiga seri film ‘Back to the Future’.

Dihantam Skandal Emisi, Penjualan VW Gagal Tembus 10 Juta Unit

BeritaBintang –   Volkswagen Group telah merilis hasil penjualan globalnya selama 2015. Penjualan grup yang juga membawahi merek seperti Audi dan Porsche itu turun 2 persen dibanding perolehan pada 2014 menjadi 9,93 juta unit. Ini merupakan penurunan pertama yang dialami VW Group sejak 2002.

Tahun 2014 sendiri merupakan masa kejayaan VW Group karena untuk pertama kalinya produsen mobil yang berbasis di Kota Wolfsburg, Jerman, ini berhasil menjual 10,14 juta unit. Jumlah itu merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan tersebut.

Sementara dari beberapa merek yang dibawahinya, brand VW yang paling banyak mengalami penurunan yaitu sebesar 4,8 persen menjadi 5,82 juta unit. Penyebab penurunannya adalah melemahnya kondisi pasar di China dan Amerika Serikat. Dua negara tersebut merupakan pasar terbesar VW di dunia. Penjualan di China sendiri turun 3,4 persen menjadi 3,55 juta unit.

Selain karena kondisi ekonomi, anjloknya penjualan juga disebabkan skandal emisi gas buang mobil diesel yang sempat menghebohkan dunia. Seperti diketahui, kasus ini pertama kali ditemukan di Amerika Serikat.

“Kami harus bisa menangani situasi di pasar global di mana tren semakin bercampur aduk,” ujar Chief Executive Matthias Mueller, seperti dikutip dari Reuters.

Meski begitu, penjualan di Eropa naik 2,5 persen menjadi 3,95 juta unit. Namun, jumlah itu belum cukup untuk membantu mempertahankan penjualan secara global.

Sebenarnya VW sempat berjaya di semester I-2015 dan menyandang gelar sebagai produsen terlaris di dunia. Namun memasuki semester II-2015, penjualannya mulai anjlok. Hal ini salah satunya disebabkan skandal emisi yang menurunkan tingkat kepercayaan konsumen, terutama di AS, terhadap produk VW. Posisi penjualan VW Group pun disusul oleh Toyota Motor.

Tiga besar produsen terlaris di dunia dipegang Toyota, VW, dan General Motors. Namun, Toyota dan GM baru akan merilis hasil penjualan global mereka di akhir Januari.