Gedung Putih

Trump Enggan Hadiri Jamuan Makan Malam Bersama Wartawan

BeritaBintangTrump Enggan Hadiri Jamuan Makan Malam Bersama Wartawan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan tidak akan hadir dalam acara Asosiasi Wartawan Koresponden Gedung Putih (WHCA), jamuan makan malam tahunan yang digelar asosiasi media dan pers.

Padahal, acara ini sudah menjadi tradisi sejak 1921 di mana presiden AS selalu menjadi tamu kehormatan dalam acara tersebut.

“Saya tidak akan menhadiri acara WHCA tahun ini. Saya berharap semua orang tetap dalam keadaan sehat dan menikmati acara malam yang besar tersebut,” tutur Trump melalui akun Twitternya seperti dikutip AFP, Minggu (26/2).

Cuitan Trump ini datang di tengah hubungannya dengan sejumlah media dan pers renggang. Sejak dilantik menjadi presiden AS ke-45, taipan real estate itu kerap menyerang dan menganggap skeptis media.

Bahkan, Trump mengatakan sejumlah media besar di AS kerap membuat “berita palsu” tentangnya, lantaran sejumlah kantor berita pernah melaporkan dan membandingkan suasana pelantikannya dengan suasana inaugurasi Presiden Barack Obama yang dianggap jauh lebih ramai dan hidup.

Sejak itu, Trump kerap mengkritik dan menilai pemberitaan media arus utama AS sebagai bias, yang dinilainya kerap membuat retorika dan melebih-lebihkan kekurangannya guna meredupkan prestasi serta capaian yang telah ia tempuh.

Baca Juga: ” Wow! Nangka Ampuh Membunuh Sel Kanker Loh

Konglomerat asal New York ini bahkan menyulut perangnya tersebut dengan menyebut bahwa media adalah “musuh rakyat” dan “pihak oposisi pemerintah”.

Pada Jumat (24/2), Trump juga memerintahkan Gedung Putih memblokir akses peliputan CNN dan sejumlah media besar AS lainnya pada acara konferensi pers rutin yang digelar kantor kepresidenan tersebut.

Media lain yang turut diblokir tak bisa masuk dalam konferensi pers di ruang Sekretaris Pers Sean Spicer, di antaranya New York Times, the Los Angeles Times, Politico, BuzzFeed, BBC dan The Guardian.

Sementara media konservatif seperti Breitbart News, The Washington Times dan One America News Network diizinkan masuk.

Pelarangan masuk bagi media ini baru kali pertama dilakukan Gedung Putih dan menjadi penanda buruk bagi kebebasan pers.

The New York Times menggambarkan pemblokiran peliputan ini sebagai bentuk “penghinaan pada nilai demokrasi.”

Dalam sebuah editorial, Los Angeles Times bahkan menyebut langkah kontroversial Trump ini “memperumit perang antara pers dan Gedung Putih.”

WHCA juga turut memprotes keras langkah Trump ini.

Menanggapi keengganan Trump untuk datang di acara pada 29 April tersebut, WHCA menegaskan acaranya tetap akan berjalan seperti biasa meski tanpa kehadiran orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu.

“Acara ini akan tetap berjalan seperti biasa, digelar untuk merayakan Amandemen Pertama dan peran penting yang dimainkan media independen di republik yang sehat ini,” Presiden WHCA Jeff Mason.

Trump Cabut Aturan Simbol Toilet Transgender Gagasan Obama

BeritaBintangTrump Cabut Aturan Simbol Toilet Transgender Gagasan Obama

Amerika Serikat di bawah komando Presiden Donald Trump mencabut aturan gagasan pemerintahan Barack Obama mengenai penggunaan simbol transgender di toilet.

Pedoman ini dicanangkan oleh Obama pada Mei 2016 dengan menginstruksikan seluruh sekolah publik untuk memasang simbol transgender di toilet agar siswa dapat memilih ruangan sesuai dengan orientasi jenis kelamin yang mereka yakini.

Sebagaimana dilansir Reuters, aturan ini sebenarnya sudah ditangguhkan oleh hakim federal. Namun kini, pemerintahan Trump mencabut aturan tersebut.

Sekretaris pers Gedung Putih, Sean Spicer, mengatakan bahwa pemerintah AS mengambil keputusan ini setelah didesak untuk bertindak karena ada satu kasus transgender di Mahkamah Agung yang terus tertunda.

Kasus tersebut diajukan oleh seorang anak transgender, Gavin Grimm. Ia menuntut seorang pejabat yang melarangnya masuk ke toilet laki-laki di Gloucester County School Board.

Melalui keputusan ini, Gedung Putih juga mencabut surat dari Kementerian Pendidikan AS yang berisi dukungan terhadap kasus Grimm.

Baca Juga: ” Nyanyi saat bermain dengan Bayi bikin Otaknya Makin Cerdas

Kementerian Pendidikan AS sendiri mengatakan, mereka masih akan mengkaji regulasi ini. Pedoman pengganti akan segera dikirimkan ke seluruh sekolah di AS.

Sementara itu, Kementerian Kehakiman juga turut angkat bicara meskipun tak terkait dengan kasus ini. Melalui pernyataan resminya, Jaksa Agung AS, Jeff Sessions, juga mempertanyakan pedoman Obama tersebut.

Ia mengatakan, pedoman ini berlandaskan satu hukum yang dikenal dengan sebutan Title IX. Aturan itu melarang diskriminasi seksual dalam pendidikan, tapi tak merujuk langsung pada identitas jenis kelamin pribadi.

“[Pedoman Obama] tidak mencakup analisis hukum atau menjelaskan bagaimana interpretasi itu sesuai dengan bahasa dalam Title IX,” katanya.

Hukum itu memang masih terus dikaji oleh pengadilan. Sessions pun mengimbau agar revisi hukum ini segera dirampungkan.

“Kementerian Kehakiman tetap mendukung interpretasi layak dari Title X dan perlindungannya terhadap semua siswa, termasuk siswa LGBT, dari diskriminasi, penganiayaan, dan kekerasan,” tutur Sessions.

Pencabutan aturan ini kembali memantik perdebatan antara kaum konservatif dan liberal di AS. Tak lama setelah aturan ini dicabut, ratusan orang berkumpul di depan Gedung Putih sambil mengibarkan bendera pelangi, lambang dukungan terhadap kaum LGBT.

Tak Lepas Kepemilikan Bisnis, Trump Langgar Konstitusi AS

BeritaBintang – Donald Trump memang belum dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat, namun di hari pertama dia menduduki Gedung Putih, sudah ada aturan yang ia langgar.

Trump dalam sebuah wawancara dengan Judi Online mengatakan bahwa ia akan menyerahkan pengelolaan perusahaan kepada anak-anaknya, tetapi tidak akan menyerahkan kepemilikan bisnis. Hal itu jelas akan melanggar konstitusi AS.

“Semua orang tahu bahwa saya adalah pemilik real-estate terbesar di seluruh dunia. (Nanti) Saya tidak akan ada hubungannya dengan manajemen perusahaan,” ujar Trump.

Dia menambahkan, mempertahankan kepentingan kepemilikan perusahaan belum tentu akan memicu konfilk kepentingan.

Namun ada kecenderungan, Trump akan melanggar pasal 1, pasal 9 Konsititusi AS yang intinya adalah pejabat publik tidak menerima apapun dari kantor tertentu, atau negara asing.

Ini artinya Poker Online, Trump masih menerima pendapatan dari perusahaan dimilikinya dan beberapa perusahaan yang berafiliasi dengan negara asing.

Belum lagi, negara-negara di luar negeri sengaja akan menggunakan hotel Trump, yang dapat ditafsirkan sebagai pemberian hadiah bagi konglomerat New York itu.

Obama Sering Telepon Trump, Berikan Bimbingan

BeritaBintang – Mantan manajer kampanye Donald Trump, Kellyanne Conway, memaparkan bahwa presiden terpilih Amerika Serikat itu kerap berbincang dengan presiden petahana, Barack Obama, beberapa kali setelah pemilu presiden berakhir.

Media AS menyebut perbincangan kedua tokoh ini merupakan upaya Obama untuk memberikan bimbingan kepada konglomerat asal AS yang belum memiliki pengalaman di bidang politik itu.

Dalam program Meet the Press yang disiarkan stasiun televisi AS, NBC, pada Selasa (29/11) lalu, Conway mengungkapkan bahwa perbincangan teranyar antara Trump dan Obama terjadi pada akhir pekan, selama 45 menit.

Conway memaparkan bahwa Obama dan taipan real-estate itu “secara rutin membicarakan sejumlah isu,” termasuk pertanyaan Obama soal kebijakan yang akan diterapkan Trump kepada Kuba usai kematian pemimpin revolusi negara itu, Fidel Castro.

Dilansir dari Bandar Bola Terbaik, Conway menyatakan bahwa Trump saat ini belum menetapkan kebijakan yang akan diluncurkannya terhadap Kuba setelah ia menjabat di Gedung Putih pada Januari mendatang. Conway mamaparkan Trump hingga kini masih terus berkonsultasi dengan sejumlah penasihatnya dan berbagai tokoh lainnya, termasuk Obama, terkait hubungan AS dengan Kuba.

AS dan Kuba sepakat menghentikan permusuhan yang telah berlangsung selama lebih dari lima dekade. Kedua negara mulai menormalisasi hubungan, salah satunya dengan membangun kantor kedutaan besar di masing-masing negara dan membuka kembali rute pesawat komersil antara kedua negara.

Dalam berbagai kampanyenya, Trump sendiri berjanji akan meninjau kembali setiap negosiasi perdagangan dengan Kuba yang mulai marak sejak hubungan kedua negara membaik.

Meski Trump dan Obama kerap saling serang selama pemilu, keduanya sepakat untuk bertemu dan berbincang di Gedung Putih, hanya dua hari setelah Trump dinyatakan memenangi pemilu presiden pada awal November lalu.

Media AS, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Obama “berencana untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan penggantinya, daripada yang biasanya dilakukan presiden AS,Linkalternatif.info” karena Trump jelas “membutuhkan bimbingan lebih.”

Dalam wawancaranya dengan NBC, Conway juga menyatakan, “Negara ini tidak terbiasa dipimpin oleh pebisnis sukses. Jadi ini akan berbeda.” (

Presiden Obama Undang Donald Trump ke Gedung Putih

BeritaBintang – Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah secara resmi mengundang Donald Trump ke Gedung Putih setelah dinyatakan memenangkan pemilihan presiden kali ini Linkalternatif.info.

Pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Gedung Putih itu menyebut bahwa Obama ingin bertemu dengan Trump untuk membahas pemindahan kekuasaan yang selama delapan tahun telah dipegangnya.

“Memastikan transisi kekuasaan agar berjalan dengan baik sudah menjadi prioritas Presiden Obama pada awal tahun lalu, dan pertemuan dengan presiden terpilih adalah langkah selanjutnya,” ujar juru bicara Gedung Putih, seperti dilansir Agen Bola Online, Kamis (10/11).

Tidak hanya mengundang Trump, presiden AS dari partai Demokrat itu juga memanggil kandidat dari partainya, Hillary Clinton ke Gedung Putih. Obama dijadwalkan bakal memberikan pernyataan pada hari Rabu, waktu setempat.

Dengar Lagu Drake, Presiden Obama Luwes Berdansa

BeritaBintang – Presiden Amerika Serikat, Barack Obama memang dikenal dekat dengan beberapa musisi. Ia bahkan terang-terangan pernah mengaku menggemari Beyonce. Sekali waktu, Obama juga berfoto bersama Kim Kardashian dan suaminya, Kanye West.

Kini, untuk pertama kalinya setelah dua periode menjabat, Obama menggelar kegiatan musik di Gedung Putih, Selasa (25/10). Tampak hadir dalam acara BET’s Love and Happiness itu, beberapa musisi seperti Usher, The Roots, Dave Chappele, dan lainnya.

Dari salah satu video yang diunggah ke internet, Obama terlihat sangat luwes berhadapan dengan para musisi itu. Ia tampak sangat berbaur, meski busananya masih sangat formal: celana kain hitam dan kemeja putih.

Selain berinteraksi santai dan beramah-tamah, Obama juga menjadi pusat perhatian saat ia berjoget bersama para musisi yang diundangnya.

Diberitakan Judi Bola Online , Obama berjoget untuk lagu Drake yang membuatnya dianugerahi banyak penghargaan: Hotline Bling. Obama berjoget menggerakkan pinggul dan menjentikkan jari-jarinya, bersama Usher, Janelle Monae, dan tamu lain.

Usher terlihat sangat senang bisa mengajak Obama bergoyang. Demikian pula Moane dan tamu-tamu lain. Video berdurasi tak sampai setengah menit itu diunggah Usher ke Panduan Judi Online.

Drake termasuk lagu yang disukai Obama. Baru-baru ini sang presiden mengungkapkan bahwa ia punya setidaknya 10 lagu favorit untuk didengar sembari berolahraga di rumah.

Lagu-lagu itu termasuk milik Beyonce, Black Eyed Peas, Bob Marley, Nina Simone, Sting, Jay Z, dan Drake. Obama bahkan mendengarkan lagu berjudul Emergency yang, mengutip NME,, dibawakan oleh penyanyi Icona Pop dari Swedia.

Itu bukan kali pertama Obama mengundang figur publik ke Gedung Putih. Awal pekan lalu, ia menyelenggarakan makan malam bagi undangan terbatas. Yang diundang termasuk Frank Ocean Linkalternatif.info, Chance The Rapper, Gwen Stefani, Jerry Seinfeld.

Makan malam kali itu formal karena kode busananya adalah hitam putih dan berdasi. Sehingga, tak ada Obama berdansa atas lagu Drake di acara itu.

Lima Lokasi Berhantu di AS

BeritaBintang –   Lokasi berhantu selalu menjadi daya tarik sendiri bagi beberapa pihak, walaupun pada dasarnya manusia takut akan lokasi tersebut. Banyak yang berasumsi justru karena rasa takut yang muncul, manusia cenderung menyukai berbagai hal yang dapat meningkatkan detak jantung dan menjadikan bagian dari pemicu adrenalin.

Percaya atau tidak mengenai keberadaan arwah atau hantu, namun fenomena ini tidak pernah hilang dan cenderung sangat dekat dengan masyarakat di Indonesia. Kali ini, BintangBoLa akan mencoba merangkum lima lokasi yang terkenal berhantu di Amerika Serikat (AS).

  • Vilisca Axe Murder House

Lebih dari 100 tahun yang lalu, sebuah rumah di Kota Vilisca yang berada di barat daya Des Moines, Iowa, AS menjadi saksi dari pembunuhan kejam enam orang yang berasal dari keluarga Josiah B. Moore dan dua perempuan muda.

Pembunuhan ‘kampak’ Vilisca terjadi pada 9 Juni 1912 – 10 Juni 1912 di Kota Vilisca. Korban insiden ini terdiri dari enam anggota keluarga Moore dan dua tamu yang sedang menginap disana.

Delapan korban tewas, yang termasuk dengan enam anak-anak ditemukan dalam keadaan mengenaskan dengan luka di kepala akibat terhantam kampak.

Pada saat itu diadakan penyelidikan besar-besaran terhadap kasus ini, dan menghasilkan beberapa tersangka, namun tidak satupun yang terbukti menjadi pelaku. Hingga saat ini kejahatan ini tidak pernah terungkap.

Hingga kini banyak warga yang tinggal di sekitar sana mendengar suara anak-anak menangis dan melihat penampakan pria membawa kampak berkeliaran dekat rumah yang menjadi saksi pembunuhan sadis.

  • Trans-Allegheny Lunatic Asylum

Rumah sakit jiwa yang terletak di Weston, West Virginia, menjadi saksi dari ribuan orang yang meninggal pada saat mengidap gangguan jiwa dan para arwah dari para korban perang sipil di AS.

Trans-Allegheny Lunatic Asylum dibangun antara tahun 1858-1881, bangunan ini adalah bangunan dengan bahan batu bata terbesar di wilayah Amerika Utara. Bahkan dikabarkan ini adalah bangunan dengan dasar batu bata terbesar kedua di dunia. Yang pertama adalah Kremlin di Rusia.

Rumah sakit ini pada awalnya hanya memiliki daya tampung untuk 250 jiwa dan dibuka pada 1864, namun membludak pada 1950 dengan total 2.400 pasien. Hal ini membuat keadaan perawatan serta sanitasinya menjadi buruk.

Akhirnya pada tahun 1994, rumah sakit ini resmi ditutup oleh pemerintah setempat. Rumah sakit jiwa ini kerap masuk ke dalam acara investigasi paranormal di televisi AS.

Banyak orang-orang yang suka menguji nyali mendatangi rumah sakit ini dan mengatakan mereka sering melihat penampakan para pasien dan suara-suara erangan dari arah kamar bekas tempat tinggal para pasien.

  • Gedung Putih

Gedung Putih di Washington, AS terkenal juga akan seringnya muncul penampakan arwah. Ya, ini adalah bangunan yang menjadi kantor sekaligus rumah dari orang nomor satu di Negeri Paman Sam.

Salah satu bangunan ikonik di AS ini, bahkan termasuk ke dalam daftar salah satu rumah paling berhantu di Negeri Paman Sam. Dilaporkan, dari mulai presiden, ibu negara bahkan para staf yang bekerja di Gedung Putih kerap melihat penampakan bahkan suara-suara aneh yang tidak tahu berasal dari mana.

Penampakan yang kerap muncul adalah para arwah dari presiden-presiden generasi awal AS. Namun yang paling terkenal dan populer adalah penampakan arwah dari sosok Abraham Lincoln.

Dilaporkan, para staf di Gedung Putih mengatakan bahwa arwah dari Lincoln berkeliaran di bangunan tersebut semenjak ia tewas akibat ditembak. Bahkan Eleanor Roosevelt dan Ratu Wilhelmina dari Belanda pernah bersaksi melihat penampakan dari arwah presiden yang menjadi saksi perang sipil di AS tersebut.

Selain Lincoln, penampakan arwah yang paling terkenal di Gedung Putih adalah penampakan dari Presiden Andrew Jackson yang kerap muncul di kamar tidurnya dulu dan berkeliaran di lorong-lorong Gedung Putih.

Arwah Ibu Negara Abigail Adam juga dikabarkan kerap muncul mengejutkan para staf dan juga sering terlihat menghantui lorong-lorong Gedung Putih sambil terlihat sedang memegang sesuatu.

  • Mercusuar St. Augustine Light

Mercusuar St. Augustine terletak di Florida, AS dan dibangun pada 1874 oleh Dr. Alan Ballard. Ia dipaksa menjual mercusuar tersebut kepada pemerintah pada 1865.

Karena pada saat itu, pasca Perang Saudara, dana pemerintah Florida menipis dan berniat membayar mercusuar tersebut dengan harga yang murah. Ballard langsung menolak ketika ditawari harga jauh lebih murah dari biaya yang ia keluarkan untuk membangun mercusuar itu.

Ketika pemerintah semakin menekan, Ballard bersumpah tidak akan pernah meninggalkan mercusuar itu. Hingga kini banyak orang-orang yang sering melihat penampakan dari Dr. Ballard di sekitar mercusuar.

Selain itu, orang-orang yang mengunjungi mercusuar ini kerap melihat penampakan dari mantan penjaga disana, yang bernama Peter Rasmussen yang suka merokok cerutu.

Selain melihat penampakannya, para pengunjung juga suka mencium aroma cerutu di sekitar mercusuar. Selain itu juga di mercusuar ini kerap muncul dua arwah anak perempuan yang dikabarkan tewas tenggelam ketika ayah mereka sedang merenovasi bangunan. Hingga kini banyak orang yang kerap melihat dua arwah perempuan kecil berbaju warna biru dan tertawa sambil berlarian di sekitar mercusuar pada malam hari.

  • Medan Perang Gettysburg

Banyak yang mengatakan lokasi yang pernah menjadi medan perang berdarah pada tahun 1800-an adalah salah satu lokasi paling berhantu yang ada di AS. Sebuah lapangan yang berlokasi di Gettysburg, Pennsylvania ini pernah menjadi saksi dari tumpukan jenazah yang menjadi korban Perang Sipil.

Sekitar 8.000 pasukan Union dan Confederate tewas serta puluhan ribu orang terluka pada 3 Juli 1983 di lapangan ini. Banyak penampakan arwah para tentara, hingga suara-suara orang yang seperti sedang berperang kerap terdengar di lapangan ini.

Para pengunjung yang mendatangi bekas medan perang ini kerap bersaksi melihat orang berpakaian tentara berjalan dan mendadak menghilang. Lalu, suara teriakan, erangan, suara meriam sering terdengar oleh para penguji nyali yang datang ke lapangan ini pada malam hari.

Bahkan ada satu video yang direkam oleh Tom Underwood pada 2001 yang memperlihatkan penampakan di Triangular Field yang berada di bekas medan perang Gettysburg.

ISIS Rilis Video Terbaru Ancam Robohkan Menara Eiffel

BeritaBintang –  Pengikut ISIS dari dalam negeri Prancis baru saja meluncurkan video ancaman terbarunya. Rekaman itu ditujukan kepada Presiden Prancis Francois Hollande. Dalam rekaman itu, kelompok teroris menempelkan adegan salah satu film di mana Menara Eiffel runtuh.

Lalu seorang pria memakai balaclava atau tutup muka hitam berbicara dalam bahasa Prancis di video terbaru tersebut.

“Kami akan datang, kami akan hancurkan negara kalian,” begitu kata si militan yang diposting di Twitter salah satu pengikut kelompok itu, seperti dilansir dari Daily Mail Selasa, 24 November 2015.

Dan kau, Francois (Hollande), kau bilang perang padahal kau tak mungkin menang. Kamu … tidak akan pernah bisa menang, kamu janjikan kemenangan untuk orangmu? padahal itu untuk Barat, koalisimu,” kata pria itu.

“Tapi, kemenangan itu telah dijanjikan kepada kami, oleh Tuhan kami,” ujar pria itu lagi.

Sejauh ini tak diketahui di mana rekaman video itu direkam.

Rekaman itu juga menampilkan campuran gambar Menara Eiffel runtuh dan pasukan Prancis memborbadir Suriah. Serta ditambah gambar-gambar di lokasi teror Paris pada Jumat malam 13 November 2015 yang menewaskan 130 orang.

Seorang ahli mengatakan, editing dalam rekaman itu terlihat sangat rapi dan bagus dan diduga memakai perangkat mahal. Uniknya, ISIS menggunakan salah satu adegan film GI Joe: The Rise of Cobra.

Dalam beberapa minggu terakhir, ISIS juga menyebarkan video ancaman untuk hancurkan Washington dan New York City.

“Kami memulai di Paris, dan akan kami akhiri di Gedung Putih. Kami akan bakar Gedung Putih,” kata seorang pria berbahasa Inggris dalam salah satu video tersebut.

Menurut Middle East Research Institute, rekaman ancaman ke Washington tersebut dilakukan secara profesional dan pengambilan gambar dilakukan di Provinsi Dijjah, Suriah — sebuah kota basis ISIS.

Dalam rekaman itu juga terpampang simbol al Hayat Media Center, sayap propaganda ISIS yang menyebarkan video eksekusi serta perekrutan.

Obama Tidak Akan Menyambut Presiden Jokowi

BeritaBintang – Presiden Joko Widodo dan rombongan dijadwalkan tiba di Amerika Serikat pada Minggu, 25 Oktober 2015 pagi waktu setempat atau Minggu malam WIB.

Pesawat kepresidenan jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2), varian dari Boeing 737-800, yang membawa rombongan dijadwalkan mendarat di landasan udara Joint Base Andrews, fasilitas militer Amerika Serikat yang terletak di negara bagian Maryland, tak jauh dari ibu kota Washington DC.

Sejak tahun 1959, landasan udara yang merupakan kediaman pesawat kepresidenan AS “Air Force One” ini memang ditetapkan sebagai titik keluar masuk tamu negara.

Presiden akan disambut oleh Duta Besar RI untuk AS, Budi Bowoleksono dan perwakilan pemerintah Amerika namun bukan oleh Presiden Obama sendiri. Mengapa demikian?

Memang sesuai protokol, sejak tahun 1960-an biasanya Presiden AS tidak menyambut tamu negara termasuk kepala pemerintahan ke landasan udara Andrews, sebagaimana yang dilakukan oleh Presiden John F Kennedy ketika menjemput Presiden Soekarno April 1961 dan September 1961.

Hanya ada beberapa pengecualian dalam penyambutan tamu negara di Andrews, yaitu ketika Presiden Obama dan keluarganya menyambut Paus Fransiskus bulan September lalu, melanjutkan tradisi yang dimulai Presiden George W Bush ketika menyambut Paus Benediktus tahun 2008.

Atau bilamana presiden dan tamu negara akan segera terbang ke lokasi lain, sebagaimana yang dilakukan Presiden Obama saat menjemput Presiden Perancis Francois Hollande ke Andrews tahun 2014 kemudian mengajaknya terbang ke Charlotesville mengunjungi Monticello, kediaman Thomas Jefferson, presiden ketiga Amerika Serikat.

Dari Andrews, Presiden Jokowi menuju Blair House, wisma khusus untuk tamu negara yang terletak tak jauh dari Gedung Putih. Staff Blair House sudah siap menyambut Presiden Jokowi termasuk dengan pengibaran bendera merah putih di depan gedung. Presiden Jokowi baru akan bertemu Presiden Obama dalam pertemuan di Gedung Putih yang dijadwalkan hari Senin, 26 Oktober.

300 Tentara Amerika Perangi Milisi Boko Haram di Kamerun

BeritaBintang – Presiden Amerika Serikat Barack Obama menurunkan 300 tentara pasukan bersenjata ke Kamerun untuk menumpas kelompok bersenjata Boko Haram

pernyataan tersebut disebutkan oleh perwakilan Gedung Putih, Josh Earnest, Rabu (14/10/2015).

Penerjunan 300 tentara sebagai misi Obama untuk menghentikan penyebaran organisasi-organisasi ekstremis yang kerap melakukan kekerasan di Afrika Barat.

“Ini akan menjadi bagian dari upaya regional untuk menghentikan penyebaran Boko Haram dan organisasi ekstremis lainnya di Afrika Barat,” ucap Josh

Josh menambahkan, meski pasukan yang dikirim dilengkapi persenjataan, mereka tidak akan dilibatkan dalam operasi serangan.

Pengiriman pasukan itu akan diatur oleh pemerintah Kamerun, yang akan melibatkan mereka dalam operasi mata-mata, pengintaian, dan pengawasan melalui udara.

Selain itu, dikatakan pihak Pentagon juga akan mengirimkan pasukan ke Kamerun untuk membuat sebuah landasan drone di negara itu, namun tidak dijelaskan rinciannya di mana.