Formula One F1

Boullier: Honda Tidak Akan Berikan Revolusi Mesin bagi McLaren

BeritaBintang –Direktur Balap McLaren, Eric Boullier, telah memperingatkan bila pemasok mesin asal Jepang, Honda tidak akan meluncurkan sebuah revolusi ketika memperkenalkan spesifikasi mesin baru Formula One (F1) mereka.

McLaren dan beberapa petinggi Honda telah pesimis menanggapi klaim Fernando Alonso mengenai pengembangan mesin yang akan dilakukan jelang perlombaan seri ketujuh Grand Prix (GP) Kanada yang akan diselenggarakan pada 13 Juni 2016.

“Mesin Baru memang akan datang, namun tidak akan ada revolusi yang berarti yang diberikan oleh Honda,” tutur Boullier, sebagaimana dilansir Taruhan Bola Online, Jumat (3/6/2016).

“Jangan lupa, kami telah menggunakan sebgaian besar token untuk melakukan pengembangan mesin pada akhir tahun lalu. Namun, mereka tidak mampu menghasilkan apapun dan sebagian besar waktu yang mereka gunakan hanya untuk melakukan praktek,”

Masalah Ban, Pembalap Ini Mengaku Kesulitan di GP Monaco

BeritaBintang – Pembalap Tim Haas Esteban Gutierrez mengaku mengalami kesulitan di seri keenam balap Formula One (F1) di Sirkuit Monte Carlo, Monaco. Menurutnya, penggunaan ban ultrasoft membuatnya kurang percaya diri mengendarai jet daratnya.

Kondisi Sirkuit yang diguyur hujan sebenarnya tak membuat Gutierrez pesimis. Namun, ketika mobilnya menggunakan ban yang memiliki daya cengkeram paling kuat tersebut, membuatnya kesusahan mengendalikan. Alhasil ia finish di urutan ke-12, dan berharap ada bisa beradaptasi dalam mengenal karakter ban.

“Ini adalah balapan yang cukup sulit. Awalnya saya memiliki perasaan yang baik,karena kami memiliki kecepatan yang benar-benar hebat dalam trek basah,” ucap Gutierrez mengutip Panduan Judi Online, Selasa (31/5/2016).

“Ketika kami mengubah ke Ultrasoft, saya berjuang untuk mendapatkan kepercayaan dari mobil. Ini mulai menjadi agak sulit kemudian Anda tidak memiliki kepercayaan diri lagi,” tambahnya.

“Secara keseluruhan, saya pikir ada banyak hal yang dapat kita pelajari sebagai sebuah tim untuk mencoba dan menemukan lebih banyak konsistensi dan memahami ban yang lebih baik, yang merupakan fokus utama dari hari ini,” pungkas pembalap berusia 24 tahun tersebut.

Vettel Belum Mau Lempar Handuk

BeritaBintang –Pembalap Ferrari, Sebastian Vettel, menyatakan perburuan juara Formula One (F1) 2016 masih terbuka lebar alias belum usai. Dia belum mau melempar handuk dalam persaingan juara.

Mercedes kembali tampil dominan musim ini dengan menaruh Nico Rosberg sebagai pembalap yang memenangi empat seri beruntun. Publik memprediksi pembalap berkebangsaan Jerman tersebut akan dengan mudah mengangkat trofi juara di akhir musim.

Situasi berbeda 180 derajat justru sedang dialami Ferrari. Bahkan, media-media di Italia mengklaim tim berlogo kuda jingkrak tersebut gagal memenuhi target sang presiden yakni Sergio Marchionne. Vettel sendiri sudah tertinggal 67 angka dari pemuncak klasemen sementara, Rosberg.

“Kami baru mengikuti empat dari 21 balapan. Saya tidak pernah dengar seseorang mengatakan balapan telah usai setelah empat seri,” kata Vettel, seperti diberitakan Indowins, Kamis (12/5/2016).

“Tak peduli Anda membicarakan tentang saya atau Nico Rosberg, ini jelas masih sangat dini. Selalu menjadi ide yang bagus untuk terus bekerja dengan kalem dan sesuai rencana. Lalu menganalisa dengan benar di area mana Anda harus perbaiki,” urainya.

Sportpedia: Profil Circuit de Barcelona-Catalunya, Venue GP Spanyol

BeritaBintang –SERI kelima Formula One (F1) 2016 akan digulirkan di Circuit de Barcelona-Catalunya pada 15 Mei 2016. Banyak yang bilang GP Spanyol merupakan ujian pertama para pembalap dalam kalender F1 di setiap musimnya.

Berada di Montmelo, Circuit de Barcelona-Catalunya adalah trek yang memiliki tingkat variasi yang tinggi. Trek tersebut memiliki lintasan lurus yang panjang dan bermacam jenis tikungan. Circuit de Barcelona-Catalunya kerap dilabeli sebagai all-rounder circuit.

Circuit de Barcelona-Catalunya juga memiliki fasilitas memadai untuk menunjang para pencinta F1. Trek ini memiliki kapasitas 140.170 penonton dan berlisensi grade A oleh FIA (Fédération Internationale de l’Automobile).

Tikungan satu menjadi titik overtaking yang paling dilakukan oleh para pembalap. Tikungan satu merupakan zona mengerem yang menjadi titik akhir lintasan lurus DRS (drag reduction system). Bagian luar dan dalam tikungan satu sama sulitnya untuk melakukan manuver.

Pembalap Mercedes, Nico Rosberg, masih menjadi yang difavoritkan dalam race akhir pekan nanti, sebab dia dalam tren positif setelah memenangi empat kemenangan beruntun. Terlebih pada musim lalu, pembalap berpaspor Jerman inilah yang menguasai Circuit de Barcelona-Catalunya.

Sportpedia: Fungsi, Kecepatan, dan Spesifikasi Teknis Safety Car F1

BeritaBintang –BAGI para pencinta Formula One (F1) safety car memang bukan merupakan barang baru. Safety car kerap digunakan saat terjadi kecelakaan di gelaran F1 atau insiden yang tidak dapat diprediksi, seperti hujan deras.

Saat kejadian-kejadian tersebut berlangsung maka mobil-mobil pembalap F1 tidak diizinkan melintasi lintasan. Safety car baru akan mengizinkan para pembalap melewati lintasan setelah lintasan dinilai aman. Informasi mengenai hal tersebut akan diberitahu melalui radio komunikasi.

Namun para pembalap tidak langsung dapat dimulai begitu saja. Safety car akan mengiring mobil-mobil balap F1 sambil menyalakan lampu sirene berwarna jingga. Tetapi hal tersebut hanya akan terjadi di lap awal saja. Di lap berikutnya mereka akan memulai balapan kembali.

Safety car edisi terbaru untuk balap F1 mulai dipakai pada musim 2015. Otoritas F1 memilih mobil Mercedes-Benz AMG GT S yang ditenagai mesin 4.000 cc twin turbo dengan delapan silinder (V8). Mobil berwarna perak ini memiliki tujuh percepatan dan kekuatan hingga 510 horse power (HP). Mobil yang bisa berlari dari 0 km per jam sampai 100 km per jam hanya dalam tempo 3,8 detik itu menggantikan Mercedes-Benz SLS AMG yang memiliki kapasitas mesin 6.200 cc V8 dan sudah dipakai sejak 2010.

Masalah Besar Milik Hamilton

BeritaBintang   –   Musim ini tiga race pertama di ajang Formula One (F1) sudah dilalui oleh para pembalap. Namun, satu pun dilalui tanpa hasil yang memuaskan untuk pembalap milik Mercedes asal Inggris, Lewis Hamilton.

Menurutnya jarak poin yang cukup lebar dengan Nico Rosberg yang berada di peringkat pertama klasemen merupakan masalah besar untuknya. Saat ini driver pemegang tiga gelar juara dunia F1 tersebut maish terpaut 36 poin dari rekan satu timnya tersebut.

“Untuk saya itu adalah masalah besar! 36 poin adalah jumlah yang banyak. Namun tetap ada sisi baiknya yaitu saya masih bisa mengejar perolehan poin tersebut,” jelas Hamilton seperti dikutip dari laman Bintangbola.co, Jumat (29/4/2016).

Menurutnya untuk bisa menyalip kembali perolehan poin milik rekan satu timnya tersebut dibutuhkan usaha dan pengalaman. Dirinya mengaku beruntung memiliki pengalaman membalap lebih dari 23 tahun dan dapat menghadapi tantangan seperti ini.

“Segalanya mungkin. Saya sudah membalap selama lebih dari 23 tahun, jadi saya menghadapi banyak tantangan sebelumnya. Beberapa dari mereka bahkan lebih besar dari ini,” tegasnya.

Pengalaman Jadikan Hamilton Lebih Tenang

BeritaBintang –Pembalap Tim Mercedes, Lewis Hamilton, mengatakan bahwa dirinya sudah dapat lebih tenang saat ini. Pria asal Inggris itu mengungkapkan pengalaman adalah kunci ketenangannya selama menjajal balapan Formula One (F1) musim ini.

Pada seri ketiga di Shanghai, China, dua pekan lalu, Hamilton berhasil finis di posisi tujuh. Meski pencapaian tersebut terlihat tidak memuaskan, penampilan The Boss menuai banyak pujian. Sebab, ia memulai balapan dari posisi paling buncit.

Hamilton menilai apa pun dapat terjadi di seri keempat. Pada seri yang akan dihelat Minggu 1 Mei 2016 malam WIB di Sochi, Rusia, tersebut, dirinya bertekad kembali tampil impresif.

“Setelah beberapa tahun berkecimpung di dunia ini, pengalaman telah mengajarkan saya untuk tetap tenang dan maju ke depan saat saya mengalami kemunduran. Saya sudah balapan di sini (Sochi) selama beberapa kali. Apa pun dapat terjadi pada 18 seri ke depan. Saya sangat percaya diri dengan tim saya,” ujar Hamilton, mengutip dari laman resmi F1, Kamis (28/4/2016).

Sebelum bersaing pada akhir pekan ini para pembalap F1 akan terlebih dahulu menjajal sesi latihan pertama pada Jumat 29 April 2016 sore WIB. Kemudian sesi latihan bebas kedua akan digelar di hari yang sama setelahnya.

Sementara sesi latihan bebas ketiga akan digelar pada Sabtu 30 April 2016 sore WIB. Lalu kualifikasi digelar di Sabtu malam WIB.

Pembalap Haas Aplikasikan Teori Simulator ke Balapan Asli

BeritaBintang – Pembalap Haas Racing, Esteban Gutierrez mengatakan dirinya memanfaatkan musimnya ketika menjadi pembalap cadangan Ferrari untuk mengembangkan gaya mengemudinya saat berlatih menggunakan simulator.

Sebelumnya, Gutierrez sempat kehilangan kursinya di Sauber pada musim 2014. Sejak saat itu, ia menghabiskan sebagian besar waktunya sebagai pembalap cadangan Ferrari. Meski demikian, pembalap berusia 24 tahun tersebut senang dapat kembali ke ajang balap jet darat Formula One (F1) bersama tim yang berbasis di Kannapolis, Amerika Serikat itu.

Ia menegaskan akan mengadaptasi gaya mengemudinya ketika berlatih menggunakan simulator Ferrari untuk lebih beradaptasi dalam kondisi yang berbeda pada musim 2016.

“Saya bisa bereksperimen dengan gaya mengemudi saya menggunakan simulator. Hal tersebut memberikan saya pengetahuan yang cukup dimana saya dapat mengembangkan gaya mengemudi dan dapat beradaptasi dengan berbagai keadaan,” tegas Gutierrez, menyadur dari Bintangbola.co, Selasa (26/4/2016).

“Saya mengambil setiap kesempatan ketika berada di simulator. Hal itu membantu dalam pengembangan pengaturan mobil dan pilihan gaya mengemudi yang luas, serta dapat beradaptasi dengan keadaan apa pun,” tuntasnya.

Rio adalah Pembalap Bermental Baja

BeritaBintang  – Tiga seri sudah pembalap muda Formula One (F1) asal Indonesia, Rio Haryanto, menjajal lintasan F1. Kendati demikian, Rio masih belum berhasil menunjukkan taringnya.

Pemuda 23 tahun itu juga kerap mendapat cemoohan karena performanya yang belum juga signifikan. Kendati demikian, Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro menilai Rio adalah sosok pembalap bermental baja.

Selain mendapat kritikan terkait penampilannya, Rio juga harus mempelajari banyak hal baru selama menjajal gelaran F1. Meski demikian, Wianda menilai Rio tidak patah arang dan tetap terus maju.

“Ada 1001 item yang dapat menjadi momok bagi Rio. Ia juga kerap mendapat hambatan. Bahkan mungkin ada yang mencemooh Rio dan berkata bahwa Manor adalah tim papan bawah. Namun saya lihat Rio memiliki mental baja dan terus maju,” ujar Wianda saat ditemui di Jakarta belum lama ini.

Pada laga selanjutnya Rio akan menjajal Sirkuit di Sochi, Rusia pada Minggu 1 Mei 2016.

Dilanda Kecelakaan Nahas Dua Kali, Alonso Tetap Cinta F1

BeritaBintang – Bukan hal lumrah lagi jika ajang balapan mobil ternama di dunia, Formula One (F1) penuh dengan risiko. Hal tersebut pasti sudah disadari oleh setiap pembalap F1 tak terkecuali Fernando Alonso. Pembalap McLaren itu telah mengalami dua kecelakaan naas dalam dua musim beruntun.

Pada musim lalu, Alonso mengalami insiden tabrakan dengan pembalap Ferrari, Kimi Raikkonen di GP Austria, Juni 2015. Akibat dari kecelakaan itu, kedua pembalap tersebut harus menepi lebih cepat. Kini, Alonso kembali mengalami kecelakaan pada seri pembuka di Melbourne beberapa waktu lalu.

Meski demikian, pria 34 tahun itu mengaku tidak jera untuk kembali mengaspal. Namun kini, ia harus bersabar. Pasalnya, Alonso gagal melewati tes medis pascainsiden yang terjadi di Melbourne. Pihak medis mengatakan, kondisi Alonso tidak memungkinkan untuk kembali mengaspal dalam waktu dekat. Kendati demikian, belum ada keputusan berapa lama waktu yang diperlukan Alonso untuk dapat kembali bersaing di atas lintasan.

“Menurut saya, ini bukan waktu yang tepat untuk memikirkan mengenai risiko. Meski kini saya mengalami cedera ringan dan sakit di beberapa bagian dan bahkan sulit untuk tidur serta pergerakan saya terbatas. Namun saya ingin kembali duduk di dalam mobiln dan menikmati balapan,” ujar Alonso, seperti yang dikutip dari laman resmi F1, Sabtu (2/4/2016).

“Di dalam olahraga balap ini apapun dapat terjadi setiap seorang pembalap masuk ke dalam mobilnya. Namun saya sangat menyukai tantangan didalamnya dan risiko yang ada,” lanjut pria kelahiran Spanyol ini.