Formula One

Kebanggaan Rio Haryanto Menjadi Pembalap Indonesia Pertama di F1

BeritaBintang – Pembalap kebanggaan Tanah Air, Rio Haryanto berhasil membawa nama Indonesia ke level tertinggi dalam dunia balap. Di balapan Formula One musim ini, Rio Haryanto menjadi pembalap pertama yang berasal dari Indonesia.

Jelas hasil tersebut membuat bangga masyarakat Indonesia karena setelah sekian tahun digelar, Indonesia akhirnya memiliki wakil dalam balapan bergengsi tersebut. Musim ini, Rio Haryanto mengaspal di setiap seri Formula One bersama Manor Racing.

Melalui Panduan Judi Online, Rio Haryanto menautkan video profile yang mengungkapkan kebanggaannya bisa membalap di Formula One. Dalam video tersebut, Rio Haryanto juga mengungkapkan mengapa dirinya sangat menyukai balapan F1.

“Saya menyukai Formula 1 karena ajang tersebut memeiliki level tinggi di motorsport dan banyak sekali pembalap di dunia memiliki mimpi untuk bisa membalap di Formula 1,” uja Rio Haryanto dalam video tersebut.

“Yang saya sukai tentang menyetir mobil Formula 1 adalah kecepatannya. Dalam menyetir mobil Formula 1 dibutuhkan fisik dan stamina yang kuat karena pembalap harus menghadapi g-force tinggi. Selain itu, kita juga harus serbabisa untuk menukar pengaturan yang ada di kemudi,” tambah pembalap yang berasal dari Surakarta tersebut.

Kerusuhan GP2 Tak Mungkin Terjadi di Balapan Sekelas F1

BeritaBintang – Sirkuit internasional Baku yang terletak di Azerbaijan mendapat kesempatan untuk menyelenggarakan dua balapan sekaligus dalam satu waktu yakni GP2 dan Formula One (F1). Pada balapan GP2, sempat terjadi kecelakaan besar yang dimotori oleh pembalap Jepang yakni Nobuharu Matshusita.

Kecelakaan terjadi pada balapan sprint race yang sempat dikendalikan oleh safety car. Matshusita yang berada di depan dengan konyolnya nyaris membalap safety car. Tak hanya itu, Matshusita sempat melakukan pengereman ketika pembalap lainnya melaju dengan cepat.

Rupanya, kecelakaan besar yang diakibatkan oleh Matshusita tersebut mendapat sorotan dari pembalap Formula One termasuk Jenson Button. Maklum saja, usai kecelakaan tersebut, balapan Formula One sempat diramalkan akan mengalami kecelakaan hebat juga. Namun, prediksi tersebut tak terjadi.

Menurut Button, kecelakaan di kelas GP2 terjadi karena para pembalap selalu berusaha untuk menonjol jika dibandingkan dengan lainnya. Itu dilakukan untuk segera promosi ke Formula One.

“Kami melihat insiden yang terjadi pada seri GP2. Itu terjadi karena mereka pembalap GP2. Jika A nda membalap di Formula One, itu tak akan terjadi,” ujar Button seperti dilansir Bintangbola.co, Selasa (21/6/2016).

“Seri GP2 selalu bertujuan untuk meloncat ke Formula One. Dapat dipahami kenapa mereka memiliki banyak kecelakaan. Sementara itu di Formula One semuanya menjunjung tinggi rasa hormat kepada pembalap lain. Tetapi saya tetap menikmati balapan GP2,” tandasnya.

Verstappen Mengaku seperti Terbang saat Mengendarai Mobilnya di Sirkuit Baku

BeritaBintang – Pembalap Red Bull, Max Verstappen, mengaku serasa seperti terbang kala menggunakan ban medium di Sirkuit Baku pada seri kedelapan Formula One. Kendati pada lap awal ia salah dalam memilih si karet bundar yang membuat waktunya terbuang.

Verstappen tak bisa menunjukkan kegemilangannya seperti di GP Spanyol. Ia harus puas finis di urutan kedelapan. Lantas Red Bull tak bisa menunjukkan menunjukkan performa maksimal di lintasan sepanjang 6.006 kilometer tersebut.

Alhasil, Verstappen berkilah bannya banyak mengalami degradasi karena memilih ban berjenis supersoft dan soft. Lantas, ketika berganti ke medium, ia menilai jet daratnya mampu berjalan baik hingga finis. Kendati demikian, ia senang dengan hasil balapan, dan tetap optimistis pada balapan selanjutnya.

“Bagi saya kami memiliki masalah saat menggunakan ban jenis supersoft dan soft. Kami mengalami banyak degradasi ban belakang sehingga membuat laju mobil sulit,” ucap Verstappen mengutip Panduan Judi Online, Selasa (21/6/2016).

“Namun begitu saya mengganti ban medium, itu rasanya seperti sedang terbang. Terutama 15 lap terakhir sangat luar biasa. Saya bahagia dengan kinerja saya, tentu berharap lebih baik lagi pada race berikutnya,” tuntas pembalap berusia 18 tahun tersebut.

Mitch Evans Optimistis Raih Poin di Sirkuit Anyar

BeritaBintang –Balapan ketiga GP2 memasuki pekan ketiga. Kini gelaran yang berada di bawah Formula One tersebut akan mengambil tempat di Baku, Azerbaijan. Para pembalap GP2 mendapat kepercayaan untuk menjajal sirkuit yang masih “perawan” tersebut.

Pembalap Pertamina Campos Racing, Mitch Evans, menjadi salah satu pembalap yang akan menjajal kerasnya GP Baku. Meski baru pertama kali, Evans optimistis bisa meraih poin untuk menjaga asa dalam perebutan gelar juara.

“Saya sangat suka tantangannya. Mudah-mudahan kami mendapat seting-an mobil yang bagus,” ujar Mitch Evans seperti dalam pernyataan resmi yang diterima oleh TaruhanBolaOnline, Jumat (17/6/2016).

Pada uji simulator di markas tim Campos di Valencia, Evans dan rekan setimnya, Sean Gelael mencetak waktu pada kisaran 1 menit 55 detik. Hasil ini dinilai cukup menjanjikan oleh tim.

Lintasan sirkuit melewati wilayah kota tua yang eksotis dengan bangunan bersejarah seperti alun-alun Azadlig, gedung parlemen, dan menara Maiden. Sementara sisi lainnya menampilkan panorama pesisir pantai Laut Kaspia.

Top Sport: Tiga Sirkuit Jalan Raya di Formula One 2016

BeritaBintang – FORMULA One (F1) telah memasuki seri ketujuh pada akhir peKan lalu. Pembalap Tim Mercedes, Lewis Hamilton, sukses meraih kemenangan di seri ketujuh tersebut setelah bersaing ketat dengan pembalap Ferrari, Sebastian Vettel.

Namun, ternyata bukan hanya persaingan antarpembalap yang menjadi daya tarik F1. Keindahan sirkuit juga kerap menjadi buah bibir para pencinta F1 di dunia. Meski begitu, ajang balapan F1 tidak selalu diselenggarakan di atas sirkuit permanen.

Setidaknya terdapat tiga jalan raya yang disulap menjadi sirkuit F1 2016. Bintangbola.co  berhasil merangkum tiga sirkuit jalan raya di F1 2016:

1. Sirkuit Baku di Azerbaijan

Sirkuit jalan raya Baku di Azerbaijan baru ditambahkan ke dalam daftar lintasan yang digunakan untuk balapan F1 pada musim ini. Para pembalap F1 akan bersaing di Sirkuit Baku, Azarbaijan pada 17-19 Juni 2016. Sirkuit ini memiliki panjang 6.006 kilometer dengan jumlah 20 tikungan.

2. Sirkuit Monte Carlo, Monaco

Sirkuit jalan raya Monte Carlo terletak di Monaco. Para pembalap F1 telah bersaing pada 26-29 Mei 2016 di atas Sirkuit jalan raya Monte Carlo, Monaco. Sirkuit ini resmi digunakan pada 1950. Para pembalap bersaing di sepanjang 3.337 km, dengan total panjang 260.286 km.

3. Sirkuit Marina Bay, Singapura

Sirkuit jalan raya Marina Bay terletak di Singapura. Para pembalap F1 akan bersaing di atas Sirkuit Marina Bay pada 16-18 September 2016. Sikruit yang terletak di kawasan Asia Tenggara ini pertama kali digunakan pada 2008. Sirkuit jalan raya Marina Bay memiliki panjang 5.065 km dengan total panjang 308.828 km. Sikruit Marina Bay terdiri dari 61 tikungan.

Raikkonen Gerah Ferrari Disebut Tak Mampu Berkompetesi

BeritaBintang –Ferrari dapat dikatakan tampil dengan cukup mengecewakan dalam balapan Formula One musim ini. Dari total enam balapan yang sudah dijalani, mereka sama sekali belum mendapatkan kemenangan. Tak ayal, Ferrari sering mendapat kritikan dari banyak pihak.

Namun pembalap Ferrari, Kimi Raikkonen menegaskan bahwa timnya terus berkembang untuk bersaing dengan Mercedes di urutan terdepan. Bagi Raikkonen, balapan Formula One masih panjang dan segala sesuatunya masih bisa terjadi.

“Pernyataan itu (Ferrari mengecewakan musim ini) terdengar seperti kami tidak akan melakukan perlawanan. Tetapi biar saya katakan satu hal kepada Anda: kami masih dalam pertempuran dan kami akan melakukan itu sampai akhir,” ujar Raikkonen seperti dilansir situs Taruhan Bola Online, Sabtu (11/6/2016).

“Sejauh ini, kami memang tidak menjalani musim dengan baik. Kami berdua pernah mnegalami gagal finis tetapi suatu hal kami tidak akan menyerah. Kami bekerja keras dan kami akan mendapatkan hasilnya,” tambah pembalap Finlandia tersebut.

“Tentu kami ingin memenangkan balapan, dan jika orang mengatakan bahwa kami lebih buruk dari musim lalu, maka saya tegaskan bahwa itu salah! Itu adalah fakta meskipun orang lain berkata lain. Apa yang meraka katakan adalah omong kosong,

Rossi Mengaku MotoGP Catalunya Berjalan dengan Berat

BeritaBintang – Tragedi sempat terjadi pada balapan MotoGP seri Catalunya. Pada seri tersebut, pembalap Moto2, Luis Salom sempat mengalami kecelakaan pada sesi latihan bebas kedua dan akhirnya meninggal dunia.

Hal tersebut mendapat perhatian khusus dari pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi. Menurutnya, balapan di Catalunya memang berjalan sangat berat usai kecelakaan Salom. Terlebih lagi pihak penyelenggara memutuskan untuk mengganti rute lintasan dengan rute Formula One.

Bagi Rossi, hal tersebut menyulitkan para pembalap yang membuat mereka harus mengurangi kecepatan pada putaran tertentu. Namun tetap, bagi Rossi, kehilangan Salom adalah suatu hal yang membuat seri Catalunya menjadi sangat menyedihkan.

“Balapan di Catalunya sulit bagi setiap pembalap. Terlebih lagi kami semua kesulitan ketika ada perubahan rute,” ujar Rossi seperti diberitakan Cara Bermain Judi Online, Rabu (8/6/2016).

“Saat itu kami tidak memiliki cukup kecepatan. Pergantian lintasan membuat kami jauh lebih lambat,” tambah pembalap yang menjadi juara pada seri tersebut.

Usai Alami Kecelakaan di GP Monaco, Pembalap Renault Raih Sasis Baru

BeritaBintang –Teknisi Renault, Nick Chester mengatakan driver mereka, Jolyon Palmer akan mendapatkan sasis baru jelang GP Kanada yang berlangsung pada 12 Juni 2016. Hal tersebut didapatkan karena pembalap asal Inggris tersebut mengalami insiden kecelakaan.

Ya jet darat milik Palmer harus menabrak pembatas lintasan kala mengaspal di Sirkuit Monte Carlo, Monaco pekan lalu. Alhasil, bodi depan mobilnya hancur dan harus digantikan menggunakan sasis anyar.

Tak pelak, Renault akan memperkenalkan sasis baru mereka pada seri tujuh Formula One. Bahkan mereka tak melakukan pergantian besar-besaran karena mereka sudah menyiapkan proyeksi sasis 04 dan hanya menyelesaikan bagian bahan bakar dan kabel.

“ Mobil itu menabrak hambatan cukup keras pada sudut miring sehingga merusak bagian depan sasis,” kata direktur teknis Renault Nick Chester.

“ Karena kita memiliki sasis baru yang tersedia maka sangat masuk akal untuk memperkenalkannya. Untungnya, sasis 04 cukup baik sehingga kita hanya perlu untuk menyelesaikan instalasi sel bahan bakar dan kabel untuk mengikuti GP Kanada,” pungkasnya.

Trek Diganti, Lorenzo Kecawa Tidak Diajak Diskusi

BeritaBintang – Komisi Keselamatan sudah memutuskan akan mengganti lay-out Sirkuit Catalunya untuk balapan MotoGP yang akan berlangsung malam nanti WIB. Namun ternyata, keputusan tersebut mendapat tanggapan negatif dari salah satu rider yakni Jorge Lorenzo.

Lorenzo mengaku sangat kecewa lantaran para pembalap tidak diikut sertakan dalam menentukan pergantian lintasan di Catalunya tersebut. Rider asal Spanyol tersebut mengatakan seharusnya, 21 pembalap diikut sertakan dalam mengambil keputusan penting seperti saat ini.

“Saya tahu setelah apa yang terjadi kemarin, Komisi Keselamatan memutuskan untuk mengganti tikungan, bersama dengan beberapa pembalap,”kata Lorenzo, seperti dikutip dari Panduan Judi Online, Minggu (5/6/2016).

“Tapi saya tidak menerima komunikasi apa pun dan saya tidak mengerti mengapa kami tidak ada bersama-sama, semua 21 pengendara, untuk mengambil keputusan penting. Untuk mengubah setelah (yang terjadi) hari jumat di lintasan. Kecewa, tapi sudah terjadi,” lanjut juara dunia musim lalu tersebut.

Komisi keselamatan memutuskan untuk mengganti tikungan 10 dan 13. Perubahan tersebut membuat balapan MotoGP kali ini akan menggunakan lay-out seperti pada ajang balap Formula One.

Marquez, Lorenzo dan Pedrosa Huni Grid Terdepan GP Catalunya

BeritaBintang – Para pembalap tuan rumah mendominasi sesi kualifikasi GP Catalunya yang digelar Sabtu (4/6/2016) malam WIB. Akan tetapi, pembalap andalan Repsol Honda yakni Marc Marquez-lah yang menyabet pole position.

Marquez memanfaatkan porsi kualifikasinya dengan maksimal dan melahap tujuh putaran. Dia memastikan diri bakal start terdepan dalam race yang digelar Minggu 5 Mei 2016 setelah mencatatkan waktu 1 menit 43.589 detik.

Marquez dibuntuti sang juara bertahan MotoGP, Jorge Lorenzo, yang memiliki catatan waktu 1 menit 44.056 detik atau tertinggal 0.467 detik. Rekan setim Marquez, Dani Pedrosa, melengkapi daftar tiga besar seperti dilansir Bintangbola.co

Sejatinya Hector Barbera tampil cukup menawan di kualifikasi dan sempat menduduki tempat kedua sebelum akhirnya harus puas di urutan empat. Valentino Rossi menjadi satu-satunya pembalap non-Spanyol yang menghuni lima besar.

Adapun Circuit de Barcelona menggunakan layout edisi Formula One menyusul tragedi memilukan yang merenggut nyawa pembalap Moto2, Luis Salom, ketika mengikuti latihan bebas pada Jumat 3 Juni 2016.

Berikut hasil lengkap kualifikasi GP Catalunya, seperti dilansir Crash, Sabtu (4/6/2016):

1. Marc Marquez Repsol Honda Team (RC213V) 1m 43.589s [Lap 7/7] 338km/j

2. Jorge Lorenzo Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 44.056s +0.467s [6/7] 339km/j

3. Dani Pedrosa Repsol Honda Team (RC213V) 1m 44.307s +0.718s [7/7] 342km/j

4. Hector Barbera Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 1m 44.322s +0.733s [4/5] 338km/j

5. Valentino Rossi Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 44.324s +0.735s [7/7] 338km/j

6. Maverick Viñales Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 44.329s +0.740s [7/7] 336km/j

7. Cal Crutchlow LCR Honda (RC213V) 1m 44.366s +0.777s [6/6] 335km/j

8. Andrea Iannone Ducati Team (Desmosedici GP) 1m 44.458s +0.869s [6/7] 344km/j

9. Danilo Petrucci Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 1m 44.911s +1.322s [5/6] 338km/j

10. Andrea Dovizioso Ducati Team (Desmosedici GP) 1m 45.029s +1.440s [6/6] 342km/j

11. Scott Redding Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 1m 45.030s +1.441s [6/7] 339km/j

12. Pol Espargaro Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 45.218s +1.629s [6/7] 336km/j

13. Aleix Espargaro Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 44.914s 333km/j

14. Bradley Smith Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 45.197s 336km/j

15. Michele Pirro Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 1m 45.538s 336km/j

16. Yonny Hernandez Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 1m 45.690s 341km/j

17. Eugene Laverty Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 1m 45.885s 337km/j

18. Stefan Bradl Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 45.892s 335km/j

19. Jack Miller Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) 1m 45.942s 336km/j

20. Tito Rabat Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)* 1m 46.205s 333km/j

21. Alvaro Bautista Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 46.463s 334km/j