Firza Husein

Jika Habib Rizieq Berani Pulang, Kapolda Metro Angkat Topi

BeritaBintangJika Habib Rizieq Berani Pulang, Kapolda Metro Angkat Topi

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Mochamad Iriawan akan mengangkat topi tanda hormat seandainya Rizieq Syihab alias Habib Rizieq, berani pulang ke Indonesia untuk menjalani proses hukum.

“Hukum harus ditegakkan dan harus dihadapi. Itu saja. Itu paling elegan dan saya akan angkat topi kalau beliau datang,” kata Iriawan di silang Monas, Senin, 19 Juni 2017.

Seperti diketahui, hari ini sudah genap 20 hari Rizieq berstatus buronan polisi. Dia ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 31 Mei 2017.

Tapi, Kepolisian tak kunjung bisa menemukan keberadaan pentolan ormas FPI itu untuk ditangkap sebagai tersangka dalam kasus pornografi.

Dalam perjalanan kasus ini, Kepolisian telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni Firza Husein dan Rizieq Syihab.

Keduanya dijerat dengan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 35 Undang-undang nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

[Baca Juga -“Jokowi Ajak Kepala Daerah Bergerak Cepat“]

Firza Husein ditetapkan sebagai tersangka lebih dahulu, yakni pada pukul 22.00 WIB, Selasa, 16 Mei 2017, sementara Rizieq baru ditetapkan sebagai tersangka pada pukul 12.00 WIB, Selasa, 29 Mei 2017.

Selama ini hanya Firza Husein yang berhadapan dengan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Sementara Rizieq belum diperiksa, karena melarikan diri ke Arab. Dia diketahui mulai menghilang dari Indonesia sejak dua kali mangkir dalam panggilan pemeriksaan penyidik, saat masih berstatus sebagai saksi dalam kasus ini.

Polda Metro Jaya sudah menerbitkan surat penangkapan dan juga menetapkan Rizieq sebagai buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Sejauh ini, Mabes Polri baru menerbitkan blue notice untuk mencari tahu identitas, posisi, dan kegiatan Rizieq di negara tempat dia bersembunyi. Polri juga melakukan cara police to police yakni menggunakan jalur diplomasi antara kedua Kepolisian negara sahabat yang diduga menjadi tempat keberadaan Rizieq.

Polisi Diminta Seimbang Usut Kasus Habib Rizieq

BeritaBintangPolisi Diminta Seimbang Usut Kasus Habib Rizieq

Mirza Zulkarnaen, pengacara dari Fatimah alias Kak Emma, salah satu saksi kasus pornografi dengan tersangka Rizieq Shihab alias Habib Rizieq, meminta kepolisian untuk menangkap pemilik situs baladacintarizieq.

Menurut Mirza, pemilik situs baladacintarizieq merupakan orang yang paling bertanggung jawab atas beredarnya foto wanita tanpa busana dan pesan-pesan mesum.

Mirza membandingkan proses pengusutan kasus yang melibatkan pentolan ormas FPI itu dengan pengusutan kasus penyebaran dan pembuatan percakapan palsu Kapolri dan Kabid Humas Polda Metro Jaya.

“Yang Kapolri sama Pak Argo saja langsung ketangkap, masa yang ini enggak bisa ketangkap?” kata Mirza, Selasa, 6 Juni 2017.

Mirza menuturkan, perlu ada keseimbangan pemeriksaan dalam sebuah kasus. “Kita minta keseimbangan pemeriksaan. Penyebar belum diperiksa, enggak pernah ditangkap,” ujar Mirza.

Sementara Fatima alias Kak Emma dipastikan tidak bisa memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa, karena sedang sakit.

Selain Fatima, penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Firza Husein. Wanita ini diperiksa besok, Rabu, 7 Juni 2017, juga sebagai saksi atas tersangka Rizieq Shihab.

[Baca Juga -“Muncul di Jalan, Wanita Telanjang Tak Peduli Saat Ditegur“]

Rizieq ditetapkan sebagai tersangka pada pukul 12.00 WIB, Selasa, 29 Mei 2017, sementara Firza Husein ditetapkan sebagai tersangka pada pukul 22.00 WIB, Selasa, 16 Mei 2017.

Keduanya dijerat dengan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 35 Undang-undang nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Mereka dijerat pasal pidana ini terkait beredarnya foto wanita tanpa busana dan pesan mesum di situs baladacintarizieq.

Dalam perjalanan kasus ini, Rizieq menghilang dari Indonesia sejak dua kali mangkir dalam pemanggilan pemeriksaan. Sementara Firza tetap berada di Indonesia dan memenuhi semua panggilan penyidik.

Karena Rizieq tak pernah mau datang untuk diperiksa, Polda Metro Jaya sudah menerbitkan surat penangkapan dan juga menetapkan Rizieq sebagai buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Rizieq dikabarkan sedang berada di Arab Saudi. Tapi tak diketahui di mana tepatnya dia bermukim selama di negara ini.

Sebelum statusnya ditingkat menjadi tersangka, Rizieq pernah dijadikan saksi kasus pornografi ini, karena dalam pesan mesum dan juga rangkaian foto vulgar yang diunggah di situs baladacintarizieq, terdapat nama akun WhatsApp seorang pria yang sama dengan namanya.

Sejauh ini petugas sudah memeriksa kecocokan ciri tubuh wanita yang berpose tanpa busana di situs itu dengan ciri tubuh Firza Husein. Dan kepolisian menyebutkan telah menemukan hasil dari pemeriksaan ciri tubuh itu.

Firza Husein Jadi Tersangka, Polisi: Habib Rizieq Masih Saksi

BeritaBintangFirza Husein Jadi Tersangka, Polisi: Habib Rizieq Masih Saksi

Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah resmi menetapkan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein sebagai tersangka dalam kasus video chat mesum yang juga melibatkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, untuk status Habib Rizieq tetap sebagai saksi. Pasalnya, hingga saat ini penyidik masih terus mendalami kasus tersebut untuk menentukan status suami Syarifah Fadlun bin Yahya itu.

[Baca Juga -“Novel Bamukmin Yakin Penangguhan Penahanan Ahok Tak Bakal Dikabulkan“]

“Belum (tersangka), masih saksi, sementara baru satu (Firza). Nanti kita dalami penyidik, masih di dalami oleh penyidik,” ungkap Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/5/2017) malam.

Argo menyampaikan, pihaknya masih belum berencana akan menjemput Habib Rizieq yang sedang berada di Jeddah, Arab Saudi karena masih mengkaji Undang-Undang kepolisian Arab Saudi tentang mekanisme penjemputan seseorang yang terbelit kasus.

“Kita tunggu saja nanti tindak lanjut penyidik. Kita kan UU-nya berbeda antara negara sini dan negara sana, kita tunggu saja gimana penyidik,” pungkas Argo.