Final Liga Champions

Kisah di Balik Tetesan Air Mata Pepe

BeritaBintang –Pemain bertahan Real Madrid, Pepe, terlihat menitihkan air mata ketika timnya menjalani babak adu penalti di Final Liga Champions saat melawan Atletico Madrid. Ia mengaku sangat emosional ketika itu dan yakin akan memenangkan pertandingan.

“Itu adalah suatu hal yang sangat sulit untuk dijelaskan. Saya mulai meneteskan air mata ketika Lucas Vazquez dengan santai mencetak gol dengan rasa percaya diri yang tinggi,” ujar Pepe seperti diberitakan Taruhan Bola Online, Sabtu (4/6/2016).

“Saya merasa sangat emosional dan kami akan memenangkan pertandingan. Saya sudah merasa yakin ketika Sergio Ramos mengatakan adu penalti akan berada di depan pendukung kami,” tambah pemain berkepala plontos itu.

“Saya tak mengerti mengapa bisa menangis, bahkan setelah saya berbicara dengan istri dan keluarga, itu adalah pertama kalinya saya menangis di lapangan,” tutup pemain berpaspor Portugal itu.

Madrid harus menjalani babak penalti pada Liga Champions 2015-2016, karena mereka harus bermain imbang 1-1 di waktu normal dan perpanjangan waktu. Cristiano Ronaldo menjadi penentu kemenangan Real Madrid atas Atletico Madrid.

Atletico Madrid Tetap Bangga meski Dikalahkan Real Madrid di Final Liga Champions

BeritaBintang –Atletico Madrid harus mengubur mimpi mengangkat trofi Liga Champions pertamanya setelah di final dikalahkan Real Madrid melalui adu penalti, Minggu 29 Mei 2016 dini hari WIB. Gelandang El Atleti, Koke, menyatakan dirinya tetap merasa bangga dengan kiprah timnya.

Atletico seperti demam panggung ketika 20 menit pertama melawan Madrid. Pertahanan Los Rojiblancos yang dikomandoi Diego Godin terus digempur Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan. Gawang Jan Oblak akhirnya kebobolan oleh sontekan jarak dekat Sergio Ramos pada menit 15.

Atletico menaikkan intensitas permainan di babak kedua, dan sempat mendapatkan hadiah penalti yang gagal membuahkan gol. Baru pada menit 78, pasukan Diego Simeone ini menyamakan skor melalui Yannick Carrasco.

Mental bertanding Atletico kembali diuji ketika melakoni babak adu penalti. Dan benar saja, Juanfran menjadi satu-satunya pemain El Atleti yang gagal mencetak gol melalui titik putih, sementara lima pemain Madrid berhasil melesakkan gol.

“Kami menyerang tapi tidak sukses. Saya pikir ini adalah musim yang harus kami banggakan,” kata Koke, seperti dilansir Taruhan Bola Online, Senin (30/5/2016).

“Saya meminta maaf kepada seluruh fans Atletico yang memiliki antusiasme tinggi. Sekarang kami harus melanjutkan kerja keras dan bertarung di musim depan,” jelasnya.

Diego Simeone Terluka Melihat Kekecewaan Fans atas Kegagalan Atletico di Final Liga Champions

BeritaBintang –Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, kembali gagal mengantarkan Los Colchoneros -julukan Atletico- mengatongi gelar juara Liga Champions pertama mereka. Atletico harus rela mengakui keunggulan Madrid lewat kekalahan 4-5 dalam adu penalti di Final Liga Champions yang berlangsung di Stadio San Siro, Minggu (29/5/2016) dini hari WIB tadi.

Simeone mengaku sangat kecewa dengan kegagalan yang diraih Atletico. Ia mengaku merasa bertanggung jawab dengan kekecewaan yang dirasakan oleh para pendukung Los Colchoneros.

“Saya tidak apa yang lebih mengecewakan dari ini. Saya merasa sangat terluka melihat kekecewaan para pendukung yang hadir di sini. Saya merasa bertanggung jawab karena tidak berhasil memberikan apa yang mereka inginkan. Itulah yang menjadikan ini sangat menyedihkan,” ujar Simeone, sebagaimana dilansir dari Taruhan Bola Online, Minggu (29/5/2016).

Pelatih berambut kelimis itu mengakui bahwa anak didiknya tidak bermain maksimal di paruh pertama laga Final Liga Champions. Kendati demikian, ia puas dengan performa pasukannya yang mampu bangkit di babak kedua.

“Kami memulai laga dengan buruk, lalu kami dapat tampil lebih baik 20 menit kemudian. Di babak kedua, kami sudah dapat bermain dengan cepat, kami bermain dengan baik,” pungkasnya.

Atletico Madrid Bakal Kalahkan Real Madrid di Final Liga Champions

BeritaBintang –Mantan pemain Atletico Madrid, Juninho Paulista, yakin Los Rojiblancos bakal mengalahkan Real Madrid di partai final Liga Champions 2015-2016. Pasukan Diego Simeone tersebut memiliki kolektivitas yang bakal sulit diredam Los Merengues.

Duo Madrid akan saling bentrok untuk memperebutkan trofi si Kuping Besar pada Minggu 29 Mei 2016 di San Siro, Milan. Ini merupakan ulangan final Liga Champions dua tahun lalu.

Atletico memiliki jalan yang lebih terjal dibandingkan Madrid sebelum lolos ke final, sebab mereka menyingkirkan Barcelona dan Bayern Munich. Sementara El Real mengalahkan VfL Wolfsburg dan Manchester City. Juninho tak sabar melihat Koke dan kolega menjuarai Liga Champions.

“Jika melihat dari segi individual, Real Madrid lebih baik ketimbang Atletico Madrid. Mereka memiliki Cristiano Ronaldo yang bisa membuat perbedaan kapan saja. Tapi, Atletico Madrid lebih kuat dari Real Madrid dari sisi tim,” kata Juninho, seperti dikabarkan Bintangbola.co, Jumat (27/5/2016).

“Atletico Madrid memiliki spirit bertanding besar dan telah mengalahkan dua tim raksasa. Menurut saya, dua tim yang telah mereka singkirkan adalah klub-klub terbesar dunia, Barcelona dan Bayern Munich. Atletico Madrid memiliki momentum bagus jelang final,” lanjutnya.

Musuh Terbesar Real Madrid di Final Liga Champions

BeritaBintangWinger muda Real Madrid, Lucas Vazquez, menyebut musuh terbesar yang bakal dialami timnya saat bersua Atletico Madrid di final Liga Champions pada Minggu 29 Mei 2016 dini hari WIB. Vazquez menilai, bukan Atletico yang notabene lawannya sebagai musuh terberat.

Pemain berusia 24 tahun justru menyebut performa Los Blancos –julukan Madrid– di partai final adalah musuh terberat yang dialami timnya. Klub asuhan Zinedine Zidane tampil konsisten di 12 laga terakhir La Liga.

Dalam periode tersebut, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan selalu berhasil meraih tiga poin. Namun ditakutkan, hasil positif di 12 laga tersebut membuat personel Madrid besar kepala.

Karena itu, Vazquez mengimbau rekan-rekannya untuk tampil optimal di laga nanti. Harapannya, Madrid dapat memenangi pertandingan dan meraih trofi Liga Champions ke-11 sepanjang sejarah klub.

“Kami tidak tahu bagaimana performa Atletico, namun kami hanya takut kepada pola permainan kami nantinya,” jelas Vazquez mengutip dari Kamusjudi.com, Rabu (25/5/2016).

Madrid Tidak Nyaman Jumpa Atletico

BeritaBintang –Kapten Real Madrid, Sergio Ramos mengaku tidak nyaman berjumpa dengan Atletico Madrid di partai Final Liga Champions 2015-2016. Sebab Altetico dinilai bermain terlalu bertahan seperti saat melawan Bayern di fase semifinal.

“Pertandiangan dengan Atletico mungkin akan lebih tidak nyaman. Melawan Bayern, mereka memiliki pertahanan yang sangat baik,” tutur Ramos, seperti dkutip dari Indowins, Jumat (6/5/2016).

Atletico berhasil memastikan diri lolos ke final setelah berhasil menyingkirkan raksasa Bundesliga Bayern Munich. Armada Diego Simeone lolos dengan keunggulan agresivitas gol tandang dengan agregat 2-2.

Sementara itu, Madrid berhasil memastikan diri tampil di partai puncak setelah menyudahi perlawanan wakil Inggris, Manchester City. Bermain imbang 0-0 di leg pertama, Los Blancos berhasil unggul 1-0 pada pertandingan kedua yang lewat gol bunuh diri gelandang City, Fernando.

Final Madrid kontra Atletico akan menjadi yang kedua sepanjang sejarah Liga Champions bergulir. Keduanya juga pernah bertemu di partai Final Liga Champions pada musim 2013-2015. Kala itu, Los Blancos yang keluar sebagai juara dengan kemenangan 4-1.