FIBA

Jalani Laga Penentuan di SEABA 2017, Pemain Indonesia Tak Takut Hadapi Filipina

BeritaBintangJalani Laga Penentuan di SEABA 2017, Pemain Indonesia Tak Takut Hadapi Filipina

Pemain basket naturalisasi Indonesia, Jamarr Johnson, mengaku tak takut untuk menghadapi Filipina di partai penentuan SEABA 2017 pada Kamis (18/5/2017). Meski Filipina memiliki reputasi tinggi dalam basket di Asia Tenggara, Johnson mengaku siap untuk mengalahkan mereka.

“Hal pertama bagi kami adalah untuk tidak takut dan bermain dengan tidak peduli dengan reputasi mereka. Kami hanya ingin ke sana dan bermain basket. Kami tahu Filipina punya reputasi tinggi, tapi dalam 40 menit basket bisa mengubah itu” ungkap Johnson, mengutip dari laman resmi FIBA, Kamis (18/5/2017).

Johnson pun berjanji dirinya akan tampil maksimal pada laga yang akan dimainkan pada pukul 18.00 WIB itu. Laga ini akan menjadi laga kedua bagi Johnson tampil di SEABA musim ini, setelah dirinya tak boleh dimainkan di pertandingan awal karena belum mendapat izin dari pihak FIBA.

[ Baca Juga – Kalahkan Celtics, Game Pertama Final Wilayah Timur Jadi Milik Cavaliers  ]

“Kami akan memainkan hati kami. Kami akan melakukan apa yang kami butuhkan untuk menang, mengorbankan tubuh saya untuk mencetak angka, rebound, lakukan apa saja yang harus kami lakukan untuk menang,” tambahnya.

Pada klasemen sementara, kedua tim kini memiliki poin yang sama yakni 10 angka dan menempati posisi pertama dan kedua. Maka laga sore ini akan menjadi partai terakhir mereka untuk bisa menentukan pemenang pada turnamen ini.

Mantap! FIBA Izinkan Pebasket Gunakan Penutup Kepala

BeritaBintangMantap! FIBA Izinkan Pebasket Gunakan Penutup Kepala

Federasi Bola Basket Antar Bangsa (FIBA) akan memungkinkan para pemain basket untuk mengenakan penutup kepala untuk alasan agama. Keputusan itu diambil setelah federasi dunia itu secara bulat menyetujui aturan baru yang akan mulai berlaku pada 1 Oktober 2017.

“Aturan baru ini muncul sebagai akibat adanya fakta bahwa setelan pakaian tradisional di beberapa negara ada yang meminta kepala atau seluruh tubuh tertutup, tidak sesuai dengan peraturan FIBA sebelumnya tentang penutup kepala di lapangan,” kata para pejabat FIBA dalam laman resmi mereka yang dipantau di Jakarta.

FIBA memulai periode revisi dan pengujian sejak September 2014 lalu, mengizinkan pengecualian di tingkat nasional. Dewan pusat federasi sendiri menyetujui modifikasi peraturan setelah menerima laporan pada Januari.

Mid-Term Congress dipilih sebagai momen bersejarah, sebuah pertandingan uji coba di Iran pada 13 April yang menampilkan wanita mengenakan hijab dan menandai pertama kalinya pria bisa menyaksikan acara olahraga wanita secara langsung.

[ Baca Juga – Cleveland Taklukkan Toronto, Houston Rockets Kalahkan San Antonio  ]

Dalam aturan baru ini, pengenaan penutup kepala diperbolehkan ketika berwarna hitam atau putih, atau warna dominan yang ada di seragamnya, serta warna yang sama untuk semua pemain dalam tim.

Penutup itu juga tidak boleh menutupi sebagian wajah pemain atau sebagian, tidak memiliki elemen pembuka atau penutup di sekitar wajah dan leher atau menimbulkan bahaya bagi pemain manapun.

Terkait dengan aturan tersebut juga, sebelumnya tim bola basket wanita Qatar mengundurkan diri dari Asian Games 2014 di Korea Selatan setelah izin mengenakan jilbab di lapangannya ditolak. Dan ratifikasi aturan oleh Kongres Pertengahan FIBA di Hong Kong tersebut, membatalkan larangan 20 tahun untuk penutup kepala berbau agama yang semula dipaksakan untuk alasan keamanan.

Adapun beberapa olahraga lainnya, termasuk sepak bola, telah memungkinkan pemain-pemainnya mengenakan penutup kepala selama pertandingan berlangsung.