FIA

Kecelakaan Alonso di GP Australia Akhirnya Diungkap FIA

BeritaBintang  –  Kecelakaan yang dialami pembalap Tim McLaren Honda, Fernando Alonso, di GP Australia akhirnya terungkap. Hal tersebut didapatkan setelah pihak Federasi Automotif Internasional (FIA) memasang kamera berkecepatan tinggi di setiap jet darat.

Menurut General Manager FIA, Laurent Mekies, rekaman video kamera akan memberikan kontribusi untuk keamanan lebih baik. Terlebih lagi posisi kamera dibuat mengarah ke belakang, alhasil saling melengkapi dengan onboard perekam data dan in ear accelerometers.

Dari hasil data yang diperoleh pada insiden kecelakaan mantan driver Ferrari tersebut, ia memacu mobilnya dengan 313 kilometer per jam. Namun saat Alonso ingin melewati Esteban Gutierrez (Haas) terjadi tabrakan yang berlangsung dengan kecepatan 305 km/jam.

Alhasil, mobil Alonso hancur berat termasuk sasisnya. Untungnya, pembalap berusia 37 tahun tersebut tak mengalami cedera parah. Atas insiden ini, FIA menilai fungsi kamera yang terpasang menjadi alat untuk evaluasi di masa yang akan datang.

“Kita dapat memahami gerakan dinamis dari kepala, leher dan bahu dalam kecelakaan tinggi dan bagaimana berinteraksi dengan bagian lain dari lingkungan kokpit. Bagaimana sandaran kepala melakukan apa yang perlu kita lakukan untuk menghasilkan kokpit generasi berikutnya,” ucap Mekies, mengutip dari Panduan Judi Online, Kamis (9/6/2016).

Hamilton: Insiden dengan Rosberg Tak Berpengaruh pada Atmosfer Mercedes

BeritaBintang – Lewis Hamilton menyatakan insidennya dengan Nico Rosberg dalam GP Spanyol tidak berpengaruh pada atmosfer Mercedes. Pembalap berkebangsaan Inggris tersebut juga meminta maaf menjadi biang keladi kegagalan Silver Arrow –julukan Mercedes– di seri ini.

Berada di posisi satu-dua sejak awal, banyak yang memprediksi Mercedes akan kembali berjaya. Akan tetapi, Hamilton merusak itu dengan menabrak mobil Rosberg setelah keluar dari tikungan keempat Circuit de Barcelona, Katalunya.

Setelah lomba, Rosberg, Hamilton, Toto Wolff, serta para mekanik senior menganalisis insiden tersebut dan menyimpulkan bahwa ini murni kecelakaan. FIA pun memutuskan untuk tidak menjatuhkan penalti terhadap dua pembalap tersebut.

“Saya telah meminta maaf kepada tim. Itu adalah momen paling menyesakkan ketika mobil berhenti, dan saya memikirkan seberapa keras tim telah bekerja untuk memberikan saya kesempatan untuk membalap. Ini adalah pengalaman menyakitkan buat kami,” kata Hamilton, seperti dilansir Kamusjudi.com, Senin (16/5/2016).

“Insiden itu tidak mengubah apa-apa. Kami hanya akan terus membalap. Jadi, jelas bahwa kami akan memastikan hal seperti ini tidak terjadi lagi,” jelasnya.

Rosberg Raih Pole Position, Rio Haryanto Ke-21

BeritaBintang –Dominasi pembalap Mercedes tampaknya belum juga terpatahkan. Buktinya, Nico Rosberg berhasil menjadi pembalap tercepat dengan catatan waktu satu menit 35,4 detik. Ia berhasil unggul dari Sebastian Vettel yang menjadi pembalap tercepat kedua pada sesi kualifikasi.

Meski Vettel menyelesaikan kualifikasi sebagai yang tercepat kedua, namun pembalap asal Jerman harus  terkena sanski oleh FIA berupa pengurangan lima posisi grid. Sanksi yang diterima oleh Vettel terjadi akibat pergantian girboks yang dilakukan Ferrari.

Pada saat yang bersamaan, Lewis Hamilton gagal melakukan kualifikasi kedua karena ada kendala pada mobilnya. Hamilton mengatakan terjadi permasalahan daya seperti yang ia alami ketika menjalani akhir pekan di GP China.

Sementara itu, pembalap Indonesia, Rio Haryanto harus puas diasapi oleh rekan setimnya, Pascal Wehrlein. Rio yang sempat tampil cemerlang di sesi latihan terakhir hari ini gagal memberikan yang terbaik. Menurut manajernya, Piers Hunnisett, Rio Haryanto mengalami masalah karena dipanggil oleh FIA untuk menimbang ban.

Berita Online

 

Juara Dunia F1 Tak Ingin Berdebat soal Aturan Baru

BeritaBintang –Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, menegaskan dirinya hanya berfokus pada balapan yang akan dihadapi dihampir setiap pekan. Menurutnya, ia tak ingin banyak berdebat terkait beberapa aturan yang berubah-ubah di tubuh Formula One (F1).

Peraturan kualfikasi F1 musim ini memang mengalami perubahan ketimbang musim lalu. Musim ini, FIA memberlakukan waktu yang terbilang lebih singkat. Meski durasi waktu tidak jauh berbeda, dalam tujuh menit pertama, harus ada pembalap yang keluar dari kualifikasi dan setiap satu menit kemudian, akan ada pilot yang harus menghentikan kualifikasinya.

Jawara dunia tiga kali tersebut menjelaskan apabila apa yang dilakukan beberapa pembalap terkait perubahan hanya bisa diam kala menghadiri briefing bersama Charlie Whiting. Lantas ia tak ingin larut dalam beberapa protes yang diajukan oleh Asosiasi Pembalap Grand Prix (GDPA)

“Saya bergabung di sini sudah beberapa tahun dan kemudian memilih keluar, ketika rapat kami duduk bersama-sama dengan membahas isu-isu tertentu. Secara pribadi saya merasa lebih banyak waktu untuk memperbaiki hasil lomba. Terkait aturan sebaiknya kita berdiri bersama untuk tujuan yang lebih baik,” kata Hamilton mengutip Crash, Minggu (10/4/2016).

“Saya mengingat ketika kami melakukan briefing bersama dengan Direktur perlombaan (Charlie Whiting) yang bertanya pada kami apakah ada yang mengomentari hasil kualifikasi. Sayangnya tak ada yang bersuara di sana. Kadang saya merasa tak setuju dengan apa yang mereka katakan di media,” pungkas sosok berusia 31 tahun tersebut.

Rekan Setim Rio Haryanto Dihukum

BeritaBintang – Rekan setim Rio Haryanto di Tim Manor, Pascal Wehrlein, resmi diberi hukuman oleh Federasi Otomatif Internasional (FIA) akibat melanggar peraturan pitlane pada sesi free practice 1 (FP1). Pembalap asal Jerman diberi hukuman berupa denda sebesar 400 euro atau sekira Rp6 juta.

Setelah mendapat laporan dari Race Director, Steward memutuskan Wehrlein melanggar pasal 22 ayat 10 peraturan yang dibuat FIA. Mantan pembalap cadangan Tim Mercedes, melanggar batas kecepatan maksimum yang ditetapkan. Wherlein melaju dengan kecepatan 83,1 km/h dari 60km/h yang ditetapkan oleh FIA.

Pada sesi FP1, Wehrlein berhasil meraih catatan waktu 1 menit 36,371 detik dan berada di posisi 17. Sementara itu pembalap Tim Mercedes, Nico Rosberg, kembali menjadi yang tercepat dengan waktu 1 menit 35,073 detik.

Hasil berbeda diraih oleh Rio yang masih belum bisa menunjukan kelasnya. Pembalap asal Indonesia hanya mampu menempati posisi terakhir dengan waktu 1 menit 37,714 detik.

Bos F1 Jelaskan Awal Perkara Sistem Kualifikasi

BeritaBintang – Format baru kualifikasi ajang balap Formula One (F1) masih menuai pro dan kontra. Sebab itu selaku Bos F1, Bernie Ecclestone, menjelaskan sistem tersebut berawal dari ide Federasi Otomotif  Internasional (FIA).

Memang sinar ajang jet darat dalam beberapa tahun belakangan seperti meredup. Lantas, untuk menghidupkan kembali agar terlihat menarik para petinggi mengusulkan perubahan pada kualifikasi.

Alhasil, para petinggi balap F1 mengadakan pertemuan penting membahas kelayakan menggunakan aturan baru kemudian disetujui oleh World Motor Sport Council. Lantas Ecclestone hanya bisa mendukung apa yang dianggap tepat dan merupakan solusi yang baik untuk semuanya.

“Jadi saya katakan kepada mereka, kami akan mendukung apa pun yang mereka anggap tepat untuk dilakukan, Namun tidak seorang pun yang tahu apa hal terbaik yang perlu dilakukan, kami berusaha bertahan di posisi kami dan melihat setelah race ini,” kata Ecclestone mengutip Autosport, Sabtu (26/3/2016).

“Setelah dua race, kita lihat lagi. Percobaan ini apakah benar atau salah,”  jelasnya.

Sayang setelah ditetapkan, peraturan ini menimbulkan kebingungan di antara pencinta F1 dan pembalap pada GP Australia. Kejadian tersebut tentu menjadi evaluasi bagi FIA untuk tak menerapkan peraturan tanpa mengkaji secara mendalam.

Uji Coba Perdana, Sauber Masih Gunakan C34 Ferrari

BeritaBintang –    Tim Sauber Formula One (F1) telah melakukan uji coba daya tahan mobil yang dilangsungkan oleh FIA. Pabrikan asal Swiss tersebut menjajal mobil barunya C35 agar bisa tampil pada musim 2016.

Sauber merupakan tim ketujuh yang mengumumkan pihaknya telah mendapatkan lampu hijau dari FIA setelah melakukan lolos uji chassis. Sebelumnya sudah ada enam tim yang melakukan uji coba tersebut yakni Haas, Renault, Manor Racing, Ferrari, Force India, dan Toro Rosso.

Namun jelang uji coba perdana yang dilangsungkan di Barcelona pada 22-25 Februari 2016, pihak Sauber masih menggunakan mesin lama yakni C34-Ferrari. Bahkan mereka menunda memperkenalkan mobil barunya karena lambatnya penyesuaian mesin yang dilakukan pada tahun lalu.

“Secara konsep mirip dengan musim lalu. Hanya saja arsitekturnya berubah banyak dengan beberapa penyesuaian yang sesuai dengan chassis,” tulis pernyataan Sauber di situs resminya, Rabu (10/2/2016).

Pirelli Takut Hadapi Musim 2017

BeritaBintang –    Perusahaan ban asal Italia, Pirelli, dilaporkan sedang mengalami kekhawatiran lantaran takut produknya tidak mampu mengatasi regulasi baru Formula One (F1). Peraturan baru menginginkan mobil yang lebih cepat dan lebih agresif untuk membumbui pertunjukan musim 2017.

Kekhawatiran tersebut membuat Pirelli untuk terus melakukan riset dan pengujian on-track dengan beberapa tim balap ternama F1. Selain melakukan pengujian, mereka juga melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh terkemuka di markas Milan pada 2 Februari 2016 untuk membahas target kinerja ban.

“Pirelli melihat pertemuan ini sangat penting dalam rangka mengkonsolidasikan kerja sama erat yang mulai berlangsung tahun lalu dengan FIA, FOM dan para driver. Di mana Pirelli mengambil lebih dari 250 kejuaraan bersama Formula One (F1),” ujar juru bicara Pirelli, seperti diberitakan Sportinglife, Jumat (29/1/2016).

“Pada 2017 aspek teknis menjadi lebih kompleks sehingga Pirelli membutuhkan pengujian lebih lanjut. Ini merupakan faktor yang sangat terbatas waktu. Kami harus melakukan evolusi untuk meningkatkan kerja berikutnya,” tegasnya.

Pembalap Muda Juga Bisa “Berbicara” di F1

BeritaBintang –   Pembalap junior Red Bull, Pierre Gasly, percaya penampilan impresif Max Verstappen membuktikan bahwa driver belia bisa unjuk gigi dalam Formula One (F1). Gasly menyatakan Verstappen memang memiliki bakat alami luar bisa yang mengantarnya berjaya.

Verstappen menjadi bahan pembicaraan publik lantaran performanya sangat bagus di F1 musim 2015. Meski berstatus rookie, pembalap berkebangsaan Belanda ini mengakhiri musim di peringkat 12 dengan 49 poin, dan pencapaian terbaiknya adalah dua kali finis keempat dalam GP Hungaria dan GP Amerika Serikat.

Masih muda dan tak berpengalaman sempat membuat Verstappen dalam tekanan, tapi skill-nya kala melakukan overtake membuat publik angkat topi. Pembalap berusia 17 tahun ini pun masuk tiga kategori dalam penghargaan akhir musim FIA.

“Menyenangkan bisa melihat pembalap muda bisa melaju cepat di F1. Saya pernah balapan dengan Vertappen dan Carlos Sainz beberapa tahun yang lalu, jadi saya tahu apa dan bagaimana mereka bertualang di F1. Saya pikir mereka tampil bagus di F1,” kata Gasly kepada Bioskop168 , Selasa (8/12/2015).

“Verstappen memiliki bakat yang bagus. Tapi agar bisa menembus F1, Anda membutuhkan semuanya seperti dukungan dari sponsor, keberuntungan, dan kesempatan untuk mendapatkan tim. Semuanya datang di waktu sempurna buat Verstappen,” jelasnya.

FIA Pensiunkan Nomor 17 dari Arena F1

BeritaBintang – Untuk menghormati pebalap Jules Bianchi, pihak F1 sepakat tak lagi menggunakan nomor 17 dalam ajang tersebut.

Pebalap Tim Marussia, Jules Bianchi, meninggal dunia Jumat (17/6/2015), setelah mengalami koma selama sembilan bulan akibat kecelakaan yang dialaminya saat GP Jepang musim lalu.

Keputusan pensiunnya nomor 17 diumumkan FIA melalui akun resmi mereka.

“Karena nomor kendaraan merupakan pilihan pribadi dari si pebalap, maka FIA memutuskan tak lagi menggunakan nomor 17 yang merupakan pilihan Bianchi.”

“Nomor tersebut tak akan lagi digunakan dalam lomba mobil F1,” demikian FIA.

Bianchi yang meninggal di usia ke-25, berjuang dalam kondisi koma selama sembilan bulan dengan menjalani perawatan di rumah sakit Centre Hospitalier Universitaire, Nice, Prancis.

Bianchi bergabung dengan Marussia pada 2013 dan ikut dalam 34 lomba. Ia merupakan pebalap pertama yang tewas di ajang F1 setelah kematian legenda balap asal Brasil, Ayrton Senna di sirkuit San Marino pada 1994.