FBI

Mobil Van Berisi Alat Pengintai Bekas Digunakan FBI Ini Dijual, Mau?

BeritaBintangMobil Van Berisi Alat Pengintai Bekas Digunakan FBI Ini Dijual, Mau?

Mobin van Dodge Ram 350 tahun 1989 dilelang melalui eBay. Bukan kendaraan biasa, di dalam mobil van bersasis panjang ini masih terdapat perangkat alat untuk memata-matai musuh yang pernah digunakan oleh agen federal Amerika Serikat, FBI.

Sang penjualnya menawarkan mobil ini sejak empat hari lalu dengan harga pembuka nyaris 1 dolar Amerika. Dalam tiga hari harga mobil melonjak hingga posisi terakhir saat berita ini dirilis adalah USD15.900 atau sekira Rp212 juta.

{ Baca Juga, ” FOOD STORY: Kupas Tuntas Rahasia Kelezatan si Hitam Manis Semur, Keharuman Bumbu saat Ditumis Jadi Modal Utama ” }

Mobil van berkelir cokelat ini sudah digunakan oleh pemilik sebelumnya dengan jarak 36.800 kilometer.

Di eksteriornya terdapat perangkat tambahan seperti kanopi, cocok digunakan untuk berlibur. Namun tidak diketahui apakah pemilik sebelumnya menambahkannya atau kondisi mobil sudah seperti ini sejak digunakan oleh para agen.

Mobil Van Berisi Alat Pengintai Bekas Digunakan FBI Ini Dijual, Mau?

Sementara itu perangkat pengintaian yang ada di interior meliputi baterai untuk menyuplai listrik ke perangkat elektronik seperti layar LCD, tape recorder, amplifier, sederet alat elektronik, radio scanner, intercom, serta radar. Tidak ada penjelasan apakah peralatan-peratalatan itu masih berfungsi atau tidak.

Kondisi monbil masih tampak mulus. Disebutkan dalam eBay bahwa hanya sedikit baretan di bodi mobil. Mesinnya masih berfungsi dengan baik. Interior mobil juga terawat apik.

Anehnya, peralatan interior mobil menggunakan aksen kayu ala tahun 1970-an di beberapa bagian. Tidak lazim digunakan untuk mobil agen rahasia. Namun ada kemungkinan pemilik sebelumnya sudah memodifikasinya sehingga mampu menghadirkan kesan kendaraan agen rahasia.

Selain itu juga terdapat toilet serta fitur untuk menyalakan dan mematikan mobil dari kabin belakang.

Ini mobil yang cukup aneh untuk dilelang. Setidaknya, mengapa sang pemiliknya tidak melepas dulu semua peralatan di kabin belakang. Dalam dokumen resmi yang ditampilkan di eBay, mobil ini dilaporkan pernah digunakan oleg para agen yang betugas mengungkap kasus obat-obatan terlarang. Pemerintah melelangnya kepada pemiliknya saat ini sebelum dilepas kembali di eBay.

Sebelum AS, Rusia Disebut Kerap Retas Eks Negara Soviet

BeritaBintangSebelum AS, Rusia Disebut Kerap Retas Eks Negara Soviet

Di tengah mencuatnya protes Amerika Serikat terhadap dugaan campur tangan Rusia melalui serangkaian serangan siber dalam pemilu, sejumlah negara bekas Uni Soviet mengaku sudah dilanda serangan serupa sejak bertahun lalu.

Menteri Pertahanan Latvia, Janis Garisons, menuturkan bahwa sejumlah instansi pemerintah negaranya kerap menjadi target serangan siber dari Moskow. Perang informasi itu menyerang lembaga pemerintah negara itu setiap harinya selama bertahun-tahun.

“Peretasan dalam kampanye pemilu yang menurut sejumlah pihak [seperti AS] adalah hal baru, menurut kami itu sudah terjadi sejak bertahun-tahun lalu,” ujar Garisons.

“Kami menghadapi propaganda Rusia, perang informasi, dan bahkan psikologi sejak dulu,” tuturnya lagi.

Tak hanya Latvia, mantan presiden Georgia, Mikheil Saakashvili, menuturkan bahwa Kremlin telah melakukan sejumlah serangan siber dalam periode berbeda.

“Bagi saya [peretasan Rusia di pemilu AS] itu deja vu,” ucap presiden Georgia ke-3 itu.

“Pada 2012 lalu, Rusia jelas-jelas terlibat dalam pemilu Georgia. Mereka juga menyebarkan rumor dan melakukan trik kotor lainnya. Saat itu, Duta Besar AS malah menganggap kami berlebihan,” kata Saakashbili.

Sementara itu, baru-baru ini Ukraina juga mengumumkan sejumlah instansi pemerintahnya menjadi target dari sepuluh serangan siber besar.

Sejumlah lembaga seperti perusahaan kereta api nasional, kementerian keuangan, dan kementerian infrastruktur menjadi sasaran serangan dunia maya tersebut.

Melalui laman Facebook, Kementerian Infrastruktur Ukraina membenarkan peretasan situs lembaganya itu.

“Kami menganggap serangan pada situs kami sebagai upaya serangan terhadap sumber-sumber pemerintah yang semakin kuat belakangan ini,” tulis kantor pemerintah itu.

Desember 2015 lalu, salah satu perusahaan listrik Ukraina menjadi korban peretasan yang menyebabkan terputusnya jaringan listrik pada setidaknya 186 kota di seluruh penjuru negara itu.

Pemerintah Ukraina tidak pernah menyebutkan secara gamblang pelaku penyerangan siber ini. Namun, ahli dari Kementerian Pertahanan Nasional AS dan penyelidik Ukraina menyimpulkan, penyebab kejadian ini adalah sebuah dokumen Microsoft Word yang terinfeksi virus dan diyakini berasal dari Rusia.

Baca Juga: “ DPR Minta Pemerintah Kaji Ulang Kenaikan Biaya Urus STNK & BPKB

Direktur Komunikasi Strategis Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Janis Sarts, mengatakan bahwa peretasan yang kerap disebut sebagai strategi perang hybrid Rusia ini telah mengakar dan menjadi taktik intelijen negara itu sejak 1970-an.

“Mereka menggunakan taktik ini melalui kordinasi dengan media tradisional, sosial media, aktor non-pemerintah, dan lembaga berpengaruh dengan cara yang koheren untuk medapatkan efek yang diinginkan penonton,” kata Sarts.

Isu peretasan dan intervensi Rusia ini kembali mencuat usai kekalahan Hillary Clinton dari Donald Trump dalam pemilu lalu. Isu ini semakin menjadi setelah sejumlah komunitas intelijen seperti Lembaga Pusat Intelijen AS (CIA) mengatakan bahwa campur tangan Rusia dalam pemilu kemarin bertujuan untuk membantu Trump.

FBI bahkan mengaku memiliki bukti sampel kode komputer berbahaya yang digunakan dalam peretasan besar-besaran oleh Moskow ini.

Bersamaan dengan rilisnya laporan FBI, Obama memutuskan untuk menjatuhkan sejumlah sanksi diplomatik dan ekonomi terhadap Rusia, termasuk dengan mengusir 35 diplomat Rusia dari AS.

Sementara itu, Moskow terus menampik tudingan keterlibatan dalam peretasan ini.

Pada Jumat pekan lalu, juru bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov, menyebut tudingan Gedung Putih terhadap Kremlin ini sebagai tuduhan tidak bertanggung jawab dengan tanpa dasar yang konkret.

Rusia bahkan menyebut AS telah memanfaatkan Rusia sebagai kambing hitam untuk menutupi kekalahan Clinton dalam pemliu kemarin.

Penasihat Trump Sebut Rusia Terlibat Peretasan di AS

BeritaBintangPenasihat Trump Sebut Rusia Terlibat Peretasan di AS

James Woolsey, penasihat utama presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, meyakini Rusia terlibat dalam peretasan guna mencampuri proses pemilu pada 8 November lalu. Pernyataan ini sangat bertolak belakang dengan sikap Trump yang selalu membantah mentah-mentah tudingan keterlibatan Moskow itu.

“Saya pikir Rusia ada [terlibat] di sana. Namun, bukan berarti pihak lain [di luar Rusia] tidak terlibat juga. Tidak mudah memang untuk mengatakan siapa [pelaku peretasan] karena ada banyak trik untuk menyembunyikan ini,” ungkap Woolsey.

Mantan bos Lembaga Pusat Intelijen AS (CIA) ini menyatakan, memang sulit menentukan dalang di balik peretasan ini.

Namun ia percaya, pihak asing termasuk Rusia terlibat dalam aksi campur tangan yang dianggap Presiden Barack Obama telah membahayakan kepentingan negaranya itu, meski belum tentu peretasan yang dilakukan Moskow ini berpengaruh pada hal-hal yang penting.

“Terkadang orang-orang di Lembaga Keamanan Nasional AS saling berbincang dan mengungkapkan gagasan mereka terkait kemungkinan modus peretasan ini. Tapi saya pikir hal ini bukan jadi masalah substansial di sini. Saya pikir [keterlibatan Rusia] hanya sebatas dialog bolak-balik saja,” kata penasihat keamanan nasional Trump itu.

Baca Juga: ” Lantunan ‘ Cinta Palsu ‘ Drake dan Jlo

Komentar Woosley ini datang beberapa hari usai Biro Investigasi Federal (FBI) merilis laporan investigasi terbaru terkait dugaan intervensi Kremlin dalam pemilu untuk membantu kemenangan Trump.

FBI bahkan mengaku memiliki bukti sampel kode komputer berbahaya yang digunakan dalam peretasan besar-besaran oleh Moskow.

Bersamaan dengan rilisnya laporan FBI, Obama juga memutuskan untuk menjatuhkan sejumlah sanksi diplomatik dan ekonomi terhadap Rusia, termasuk dengan mengusir 35 diplomat Rusia dari AS.

Hingga saat ini, Trump dan tim transisinya terus menampik dan menyebut tuduhan Gedung Putih ini sebagai tudingan konyol yang tidak berdasar.

“Saya tahu banyak tentang peretasan. Peretasan sangat sulit dibuktikan, jadi bisa saja dilakukan oleh pihak lain,” kata Trump.

Juru bicara Trump, Sean Spicer, bahkan mengatakan bahwa tudingan ini tidak bertanggung jawab karena belum ada laporan akhir intelijen yang mampu menjelaskan bahwa kemenangan Trump dibantu oleh Rusia.

“Tidak ada bukti bahwa mereka memengaruhi pemilu. Gagasan untuk menyimpulkan sebelum memiliki laporan akhir adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab,” kata San kepada Fox News, Rabu(4/1).

Isu peretasan dan intervensi Rusia ini kian mencuat usai kekalahan Hillary Clinton dari Trump dalam pemilu lalu.

Jaringan surel internal partai Demokrat sempat diretas saat masa kampanye pemilu berlangsung. Hal ini cukup membuat Clinton kelimpungan mempertahankan kredibilitasnya semasa kampanye.

Hillary Clinton Rangkul Bintang Hollywood untuk Dulang Suara

BeritaBintang – Kandidat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Hillary Clinton mulai mengerahkan bintang-bintang Hollywood untuk mendulang suara di negara bagian-negara bagian yang menjadi area pertarungan tersulit.

Jennifer Lopez akan menggelar konser gratis di Miami pada Sabtu waktu setempat. Hal tersebut dilakukan tak lain untuk mendulang suara pendukung, sekaligus menyemangati para relawan di sana.

Hal ini memberikan peluang bagi Clinton untuk terhubung dengan generasi milenial yang kerap sulit diraih Linkalternatif.info, sekaligus menutup isu kontroversi surel (surat elektronik) yang ditemukan FBI baru-baru ini.

Jumat lalu, FBI menyatakan tengah melakukan penyelikian untuk surel lain sebagai bagian dari penyelidikan atas penggunaan sistem surel pribadi oleh Clinton.

Eric Kasper, pakar ilmu politik dari Universitas Wisconsin0Eau Claire mengatakan acara-acara yang didukung oleh selebritis seperti konser musik bisa mengalihkan perhatian publik dari kontroversi semacam itu. “Ini adalah cara untuk menutupi hal-hal kontroversial, karena cenderung lebih positif,” katanya.

Konser yang melibatkan J-Lo merupakan yang pertama dari rangkaian upaya Clinton melibatkan selebritis Hollywood untuk mengumpulkan dukungan.

Dilaporkan Reuters, pekan depan mantan menteri luar negeri AS ini dijadwalkan manggung bersama rapper Jay-Z di Cleveland. Penampilan Clinton berikutnya dijadwalkan pada 5 November bersama Katy Perry di Philadelphia.

Sebuah jajak pendapat yang diinisasi Universitas Harvard pekan ini menunjukkan pemilih milenial yang berusia 18 hingga 29 tahun cenderung mengunggulkan Clinton ketimbang rivalnya dari Partai Republik Donald Trump. Pamor Trump yang notabene adalah selebriti yang membintangi Agen Bola Online justru tidak lebih baik di mata pemilih muda.

Namun begitu, laporan jajak pendapat Reuters/ Ipsos menunjukkan bayang-bayang golput di kalangan kaum muda masih menjadi kekhawatiran. Anak muda cenderung mempersepsikan hal negatif jika menyangakut politik pada Pemilu kali ini.

Peran selebritis yang memiliki penggemar dalam jumlah besar disebut Kasper bisa membantu mengubah imej negatif bagi kedua kandidat presiden terutama di kalangan pecinta budaya pop. Dengan adanya penggemar dalam jumlah besar dari masing-masing selebritis menunjukkan gelombang dukungan yang kuat untuk masing-masing kandidat.

“Adanya koneksi psikologis antara selebritis dengan penggemar menjadi celah menarik untuk mendulang suara dari kandidat tertentu, misalnya,” kata Kasper.

Pejabat Kemlu AS Tekan FBI demi Lindungi Hillary Clinton

BeritaBintang – Pejabat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Amerika Serikat (AS) Patrick Kennedy, dituduh berupaya menekan Biro Investigasi Federal (FBI) untuk melindungi Hillary Clinton dalam skandal e-mail. Pria berusia 67 tahun itu dinilai ingin melindungi atasannya yang kala itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.

Kennedy meminta FBI menarik kecurigaan terhadap server pribadi yang digunakan Hillary saat menjabat sebagai Menlu dengan menyebut informasi di dalamnya bersifat sangat rahasia. Fakta itu terungkap dalam dokumen penyelidikan FBI yang dirilis Senin 17 Oktober 2016.

Seperti dimuat Agen Judi Online, Selasa (18/10/2016), salah satu pejabat FBI menuturkan, Kennedy berulang kali menekan beberapa pejabat FBI untuk memindahkan sejumlah pesan berlabel rahasia di salah satu e-mail Clinton. Pesan tersebut berisi informasi mengenai serangan mematikan untuk Perwakilan AS di Benghazi, Libya, pada 2012.

Juru Bicara Kemlu AS Mark Toner menuturkan, Kennedy tidak berusaha untuk menekan FBI, tetapi hanya ingin memantau sejauh mana proses klasifikasi FBI bekerja. Sebab, dokumen tersebut ternyata berasal dari FBI, artinya biro investigasi itu punya hak menentukan kerahasiaan dokumen.

Sengketa bermula pada musim panas 2015. Saat sejumlah pejabat FBI sedang sibuk meninjau ulang 30 ribu e-mail Hillary, tiba-tiba saja puluhan ribu e-mail tersebut dikembalikan ke Kemlu jelang rilis ke publik sesuai perintah pengadilan dalam dua termin, yakni 2015 dan 2016.

Pejabat FBI itu menuturkan, Kantor Penasihat Hukum Kemlu memanggilnya untuk menanyakan apakah FBI telah mengklasifikasi informasi tersebut. FBI sendiri tetap pada keputusan mereka. Setelahnya Linkalternatif.info, Kennedy menelefon salah satu agen FBI untuk meminta bantuan dengan mengubah-ubah klasifikasi e-mail Hillary.

Panggilan tersebut dinilai sebagai upaya Kennedy melindungi Clinton dengan seminimal mungkin menampilkan informasi rahasia di e-mail yang berasal dari server pribadinya. Hillary sendiri telah meminta maaf dan menyadari kesalahannya karena menggunakan server pribadi di rumahnya untuk urusan pekerjaan sebagai Menteri Luar Negeri pada 2009-2013.

​Hacker ISIS Bobol Situs Bisnis AS

BeritaBintang – Kelompok militan Islamic State (ISIS) kembali beraksi di dunia maya. Setelah dua akun Twitter milik militer Amerika Serikat (AS), kali ini ISIS meretas sebuah situs bisnis bernama Eyeflow.com.

Saat pengunjung berusaha mengakses Eyeflow.com, situs bisnis di Pittsburgh, AS, mereka melihat bendera ISIS berwarna hitam dengan tulisan Arab. Terdapat pula sebuah tautan (link) di dekat logo ISIS.

“Saya memeriksa situs kami, dan di situ disebut kami telah diretas ISIS dan mereka mengatakan ada dimana-mana,” tutur CEO Phil Laboon, seperti dikutip wtae.com, Minggu (8/3/2015).

“Situs kami benar-benar dibobol. Saya pikir itu hanya lelucon. Masa ISIS beraksi sampai sini. Ini pertama kalinya ISIS beraksi di sini (Pittsburgh),” sambung dia.

Laboon meyakini situsnya menjadi target karena cukup dikenal di dunia internasional. Eyeflow.com belakangan ini muncul dalam surat kabar di 40 negara dalam acara pengumpulan dana.

“Menurut saya aksi ISIS ini adalah propaganda. Jika mereka bisa membobol situs tanpa harus ada di negara ini, mereka dapat menyebarkan rasa takut,” ungkap Laboon.

Saat ini Laboon bekerja sama dalam FBI dalam menyelidiki sumber peretasan. Ia berjanji akan meningkatkan keamanan situsnya agar tak mudah dibobol.

Selain Eyeflow.com, situs dua restoran ternama di Cincinnati dan situs lintasan balap telah dibobol ISIS.