Eugene Laverty

Kesuksesan Ducati Tak Lepas dari Sosok Ini

BeritaBintangASSEN – Pembalap Aspar Team MotoGP, Eugene Laverty, memberikan pujiannya kepada mantan bos Aprilia yang saat ini menjabat sebagai General Manager Ducati, Gigi Dall’igna. Menurutnya, kesuksesan Ducati pada musim lalu tak lepas dari kontribusinya.

Ducati memang tampil mengesankan, terutama untuk tim utamanya yang dibela duo Andrea, Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone pada musim lalu. Kedua pembalap tersebut sukses bersaing di papan atas.

Perkembangan signifikan tim utama Ducati juga berimbas kepda tim-tim satelitnya. Menurut Laverty perkembangan yang dilakukan oleh Ducati sangat penting, terutama untuk beradaptasi dengan ban baru yakni Michelin.

“Ducati sangat menolong kami untuk memberikan arahan dalam mengatur motor. Ada perubahan yang besar dan sangat diperlukan karena motor dikembangkan untuk menyesuaikan diri dengan ban,” ujar Laverty seperti dikutip dari TaruhanBolaOnline, Kamis (23/6/2016).

“Anda bisa memberikan kredit untuk Gigi. Dia memiliki total delapan pembalap di atas trek, dan dia memberikan dampaknya tak hanya kepada para pembalap tetapi juga para mekanik,” tuntasnya.

Ada yang Salah dengan Motor Ducati di GP Prancis

BeritaBintang –Pembalap Tim Ducati, Andrea Iannone, memiliki masalah dengan motornya ketika bertarung di GP Prancis akhir pekan lalu. Masalah pada motor Ducati ternyata tak hanya dialami Iannone, melainkan juga dialami oleh rider Tim Aspar, Eugene Laverty.

Laverty finis di posisi 10 pada GP Prancis. Pembalap berusia 29 tahun itu mengungkapkan ada yang salah dengan motor Ducati yang ditungganginya di Sirkuit Le Mans. Alhasil, ia pun tidak bisa tampil dengan maksimal.

“Di Le Mans, saya membuat permulaan yang baik. Saya mampu menjaga jarak dengan Petrucci dan Barbera. Tapi, kemudian saya merasa ada yang salah dengan motor saya,” ungkap Laverty, seperti dimuat Indowins, Kamis (12/5/2016).

Setelah merasa ada yang salah dengan motornya, pembalap berkebangsaan Irlandia itu memutuskan untuk tidak terlalu memaksakan diri. Ia memilih untuk berhati-hati agar bisa menyelesaikan balapan hingga garis finis.

“Saat itu yang paling penting hanyalah finis. Jika melihat ketidakberuntungan yang dialami beberapa pembalap lain, saya beruntung karena bisa menyelesaikan balapan dan meraih lima poin,” papar Laverty.

Laverty Gunakan Lencana Spesial di GP Spanyol

BeritaBintang –Ada yang berbeda dengan penampilan pembalap asal Irlandia Utara yang membela Aspar, Eugene Laverty, saat nanti balapan GP Spanyol pada Minggu 24 April 2016. Laverty akan memasang lencana Northern Ireland (NI) Air Ambulance pada kostumnya untuk mendukung program amal.

Irlandia Utara masih belum memiliki ambulans udara. Dan itu menjadi prioritas seorang dokter balap, John Hinds, sebelum dirinya meninggal pada Juli 2015.

Kini, sudah ada lebih dari 30 unit helikopter medis yang beroperasi di Inggris Raya. Irlandia Utara pun berharap menjadi negara yang ikut mendapat jatah helikopeter medis tersebut.

“Kami semakin dekat bisa mendapatkan ambulans udara untuk Irlandia Utara. Penting untuk menjaga benak orang segar agar kami bisa mencapai tujuan Dokter John Hinds yakni membawa ambulans udara ke Irlandia Utara,” kata Laverty, seperti dilansir Crash, Minggu(24/4/2016).

“Kami hampir mencapai tujuan itu, dan untuk sekadar mengingatkan, saya akan membalap dengan logo NI Air Ambulance pada kostum. Banyak orang yang bekerja keras di Irlandia Utara agar visi ini menjadi kenyataan, dan saya bangga memiliki kesempatan untuk membantu,” lanjutnya.

Rider Ini Benci Disalip di Lap Terakhir

BeritaBintang – Pembalap Monster Yamaha, Pol Espargaro, kesal dengan jalannya race GP Argentina. Usai bersaing sengit dengan Hector Barbera, Espargaro langsung kehilangan dua posisi saat lap terakhir.

Espargaro memasuki lap terakhir di posisi enam, dan sejatinya memiliki kesempatan finis keempat usai dua pembalap Ducati, Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso, terjatuh di tikungan terakhir. Dalam hal ini, Iannone mendapatkan penalti karena ulahnya itu.

Sementara itu, Barbera dan Espargaro terlibat dalam persaingan yang sangat sengit. Lalu, rivalitas panas itu diredam Eugene Laverty yang berhasil menyalip dua rider itu untuk mengamankan urutan empat.

“Ketika Anda bersaing dengan beberapa pembalap dan tak terbiasa bertarung dengan mereka, mereka dipastikan akan membuat banyak pergerakan overtake. Itu bukan gaya yang indah, tapi masalahnya adalah kami tidak harus terlibat dengan pertarungan itu,” kata Espargaro, seperti dilansir Crash, Selasa (5/4/2016).

“Jika sedang bersaing dengan beberapa pembalap, kami harus mengambil risiko bahwa pembalap itu menyalip seperti ini. Mereka jelas membalap dengan cara berbeda dibandingkan pembalap top,” jelasnya.

Suzuki dan Ducati Siap Patahkan Dominasi Yamaha-Honda

BeritaBintang –  MOTOGP 2016 dinilai akan lebih bervariasi jika dibandingkan dengan musim sebelumnya. Pada musim 2015, Movistar Yamaha dan Repsol Honda menjadi dua tim yang mendominasi balapan MotoGP. Musim lalu rasanya mustahil bagi tim-tim kecil mampu untuk bersaing dengan Honda dan Yamaha.

Menyambut balapan 2016, Dorna membuat dua regulasi bagu yang dinilai akan membuat peluang tim peserta MotoGP menjadi lebih seimbang. Kedua regulasi tersebut adalah penggunaan komponen pengontrol elektronik yang baru serta pergantian ban dari Bridgestone menjadi Michelin.

Menghadapi dua regulasi baru tersebut pihak Dorna melakukan dua ujicoba yakni di Valencia dan di Jerez. Uji coba pertama di Valencia berlangsung pada 10 dan 11 November 2015. Dalam uji coba yang dibagi menjadi dua hari tersebut, Marc Marquez masih menjadi yang tercepat.

Meski begitu hasil mengejutkan ditunjukkan oleh tim Suzuki Ecstar dan Ducati. Pada uji coba sesi pertama tanggal 10 November 2015, Andre Iannone berhasil menduduki posisi dua diikuti oleh Dani Pedrosa, Maverick Vinales, dan Cal Crutchclow. Hasil tersebut menggambarkan bahwa dominasi Yamaha harus tersisih jauh karena Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo hanya mampu menempati posisi 12 dan lima.

Kejayaan tim kecil kembali terulang di sesi kedua yang terjadi di 11 November 2015. Pembalap Suzuki, Maverick Vinales berhasil menempel ketat Marquez yang berada di posisi satu. Hebatnya, rekan Vinales, Aleix Espargaro juga mampu meraih posisi empat besar.

Uji coba MotoGP 2016 jilid kedua terjadi di Jerez, Spanyol pada 25, 26, dan 27 November 2015. Uji coba tersebut terjadi atas inisiatif Michelin yang terus mendapat protes dari para pembalap usai uji coba di Valencia.

Pada uji coba di Jerez, Marquez dan Perdosa memang mampu berada di posisi puncak. Satu hal yang mengejutkan, mereka berdua diikuti oleh pembalap tim Aspar, Yonny Hernandez dan Eugene Laverty yang berada di posisi empat dan lima.

Ducati kembali berjaya di uji coba hari kedua. Marc Marquez memang berhasil menjadi pembalap tercepat, namun empat pembalap dibelakangnya adalah pembalap yang menggunakan mesin Ducati yakni, Scott Redding, Michele Pirro, Danilo Petrucci, dan Hector Barbera.

Redding akhirnya berhasil menjadi yang tercepat di uji coba terakhir. Pembalap Pramac Racing Ducati tersebut berhasil menyisihkan Marc Marquez yang sebelumnya menjadi pembalap yang mampu meraih hasil maksimal.

Hasil dari dua jilid uji coba tersebut menggambarkan secara jelas bahwa dua regulasi terbaru MotoGP mampu membuat pembalap-pembalap yang berada di tim lemah mampu bersaing dengan pembalap-pembalap papan atas seperti Rossi dan Lorenzo.

Jika hasil dua uji coba tersebut terulang di uji coba Sepang, maka sudah pasti balapan musim 2016 akan menjadi balapan yang menegangkan. Kerasnya persaingan Honda-Yamaha bisa saja runtuh karena kekuatan Suzuki dan Ducati.

Hayden Tidak Sabar Mencoba Aspal Losail

BeritaBintangLOSAIL – Nicky Hayden siap menghadapi tantangan yang sudah membentang di depannya jelang lomba pertama musim 2015 di Losail, Qatar, akhir pekan ini. Dia penasaran apakah masih bisa tampil bagus.

Hayden merupakan salah satu pembalap veteran di MotoGP karena sudah 13 tahun berlomba di kelas primer. Namun, entah kenapa dia sangat tidak sabar kembali mengaspal pada 29 Maret 2015. Salah satu alasan yang paling masuk akal adalah, pembalap berjuluk The Kentucky Kid ini sempat cedera pada musim lalu.

“Pertunjukan akan segera dimulai dan kami siap untuk musim yang baru. Jelas, saya bukan seorang rookie lagi tapi saya masih merasakan level kegembiraan yang serupa. Saya memiliki gairah yang sama seperti di setiap musimnya,” kata Hayden.

“Kami memiliki tantangan besar dalam genggaman, jadi saya sangat menanti untuk lomba pertama tahun ini. Seperti yang terlihat saat tes pramusim, level musim ini sangat tinggi. Saya pikir itu adalah yang yang bagus. Saya sangat menyukai Sirkuit Losail karena menyenangkan untuk dikendarai,” sambungnya.

Hayden akan menggunakan motor spesifikasi terbuka Honda RC213-RS. Di awal musim, dia memiliki rekan baru yaitu Eugene Laverty.

“Jelas kami masih harus mengerjakan beberapa area, terutama elektronik. Tapi, semoga saya bisa bekerja dengan baik di Qatar untuk membuat tim dan fans bangga,” lanjutnya.