Esteve Tito Rabat

Rookie MotoGP Ingin Belajar dari Kesalahannya

BeritaBintang –   Pembalap pendatang baru di gelaran MotoGP 2016, Esteve ‘Tito’ Rabat memberikan sedikit penilaian terhadap performanya dalam dua sesi latihan pramusim bersama Tim Honda Marc VDS Racing.

Pembalap berpaspor Spanyol itu mengakui bahwa kemampuannya membalap masih jauh dari kata sempurna untuk bisa bersaing di MotoGP 2016. Maka dari itu, ia pun menyatakan akan memperbaiki segala kekurangannya di sesi latihan pramusim ketiga yang rencana berlangsung di Sirkuit Losail.

“Saya telah belajar banyak selama berada di (sirkuit) Philip Island, dan saya merasa sedikit mengalami perkembangan dibanding sebelumnya saat ini, terutama di lintasan basah,” ucap Rabat, seperti BintamgBOlA, Selasa (23/2/2016).

“Memang selama di sini saya mengalami dua kali kecelakaan, yang mana pertama terjadi di tikungan pertama dan kedua terjadi di belokan keempat. Namun berusaha untuk mengambil sisi positifnya,” sambung pembalap berusia 26 tahun itu.

“Faktanya dengan kecelakaan itu, saya sedikit memahami karakter dari ban Michelin serta perangkat elektronik baru. Kini kepercayaan diri saya untuk menyambut musim baru semakin meningkat, semoga kami meraih hasil yang diharapkan,” tutup juara Moto2 2014 itu.

Debutan MotoGP Nothing to Lose Jalani Musim 2016

BeritaBintang –  Rider asal Spanyol, Esteve “Tito” Rabat, dipastikan akan melakoni debut di MotoGP tahun depan. Setelah malang melintang cukup lama di Moto2 dan sempat jadi juara dunia di musim 2014, rider 26 tahun itu akan membela panji Marc VDS Honda tahun depan. Dia akan bertandem dengan rider muda Australia, Jack Miller.

Memang menarik menanti aksi Rabat menggeber motor Honda RC213V. Meski demikian, sang rider rupanya tak mau terlalu muluk dan mematok target tinggi.

“Posisi 10 besar di akhir musim sudah cukup bagus bagi saya. Ya, itu akan menjadi musim yang bagus. Ada banyak rider hebat di MotoGP, levelnya berbeda disini. Jadi, saya realistis saja,” ujar Rabat, seperti dilansir Bioskop168 , Senin (28/12/2015).

“Pastinya saya harus tampil 200 persen dan mengeluarkan segalanya di trek. Kita lihat saja seperti apa ke depannya nanti,” imbuhnya.

Sementara ketika ditanya soal nomor motor, Rabat mengaku mantap untuk kembali menggunakan nomor 53. Nomor ini memang sudah akrab melekat padanya di ajang Moto2.

“Di musim 2015, saya mengganti nomor 53 menjadi nomor 1 setelah menjadi juara di 2014. Sayang, musim 2015 tak begitu baik dan saya gagal mempertahankan gelar. Nomor 53 membawa keberuntungan untuk saya, jadi saya mantap untuk memakai 53 di MotoGP 2016,” tuntas Rabat.

Tunda Kepindahan ke MotoGP, Ini Target sang Jawara Moto2 2015

BeritaBintang –   Juara dunia Moto2 2015, Johann Zarco, mengaku mematok target kembali menjadi jawara intermediate class musim depan. Ya, rider Red Bull KTM Ajo berkebangsaan Prancis itu ingin kembali merebut titel sembari menunggu tawaran menarik dari tim-tim MotoGP untuk musim 2017.

Zarco yang mengoleksi 14 podium termasuk delapan kemenangan di musim 2015, sukses merebut titel Moto2 dari Esteve ‘Tito’ Rabat. Baru-baru ini, Zarco pun menolak tawaran untuk naik kelas dari Pramac Ducati dan Aspar Team, yang ia nilai tak punya motor yang cukup kompetitif.

“Alasan saya tak hijrah ke MotoGP karena tak ada paket motor yang kompetitif. Jika saya menunggu, maka tujuan saya adalah mendapatkan motor dan tim yang bisa bersaing,” ungkap Zarco, seperti dilansir Bioskop168 , Selasa (8/12/2015).

Zarco pun tak berkecil hati melihat Rabat telah mendahuluinya naik kasta ke MotoGP musim depan. Rabat telah dipastikan gabung Marc VDS Racing. Zarco bahkan dirumorkan telah menandatangani prakontrak dengan KTM yang akan kembali ke MotoGP pada musim 2017.

“Saya rasa naik ke MotoGP merupakan keputusan tepat, bahkan meski Tito tak memenangkan gelar tahun ini. Tito kini jauh lebih kuat ketimbang setahun yang lalu. Jadi, bagus baginya naik ke MotoGP sekarang,” pungkas rider berusia 25 tahun tersebut.