Esteban Gutierrez

Gutierrez Meminta Maaf kepada Rio Haryanto dan Hulkenberg

BeritaBintang – Pembalap Tim Haas, Esteban Gutierrez, menyatakan permintaan maafnya terkait insiden balapan yang terjadi di Sirkuit Sochi, GP Rusia, Minggu 1 Mei 2016 malam WIB. Menurutnya, ia merasa melakukan start yang buruk hingga membuat dua pembalap keluar dan tak bisa melanjutkan lomba.

Seperti diketahui, pembalap asal Meksiko tersebut menabrak jet darat milik Nico Hulkenberg (Force India). Tak pelak, mobil yang dikendarai Hulkenberg menyenggol bagian sayap kendaraan Rio, alhasil kedua pembalap  tersebut mengakhiri balapan lebih cepat.

Gutierrez menambahkan ia terlalu banyak mengambil jarak saat menikung. Tak ayal, ban mobilnya mengenai kendaraan Nico, sehingga ia merasa membuat kesalahan yang memalukan.

“Ketika saya mendekati tikungan pertama saya mengambil banyak jarak, kemudian saya merasa ban depan mengenai mobil (Nico). Saya merasa sangat buruk, jelas merusak banyak balapan,” kata Gutierrez menukil Bintangbola.co, Senin (2/5/2016).

“Saya mencoba untuk melakukan yang terbaik, namun saya melakukan membuat hal yang memalukan seperti itu,” tuntas pembalap berusia 24 tahun tersebut.

Atas tindakannya tersebut, Gutierrez mendapat hukuman penalti stop and go selama 10 detik di pit. Hukuman tambahan juga didapatkannya berupa poin penalti pada superlisensi sebanyak dua poin.

GP Rusia: Top Speed Tercepat, Rio Haryanto Asapi Pascal

BeritaBintang   –   Rio Haryanto berhasil menjaga konsistensi di latihan bebas ketiga (FP 3) yang berlangsung di sirkuit Sochi, Rusia, Sabtu (30/4/2016). Pembalap Manor Racing itu berhasil rebut posisi ke-19.

Dia berhasil asapi rekannya sendiri, Pascal Wehrlein yang berada di posisi ke-20. Rio Haryanto berhasil catatkan waktu 1 menit 39,599 detik. Dia terpaut 3,196 detik saja dari pembalap tercepat dari Mercedes, Lewis Hamilton.

Selama FP 3 yang berlangsung sejam itu, posisi Rio Haryanto sempat naik turun. Pada 40 menit FP3, Rio Haryanto sempat terperosok ke posisi 21.

Namun, menjelang akhir sesi latihan bebas, Rio Haryanto kembali menyodok ke posisi ke-19. Dia mengasapi tiga pembalap sekaligus yaitu Wehrlein, Marcus Ericsson dan Felipe Nasr.

Keberhasilan di menit-menit akhir itu boleh jadi disebabkan oleh keberhasilan Rio Haryanto puncaki speed trap atau top speed. Menjelang akhir lomba, Rio Haryanto mencatatkan top speed 327,7 km/jam.

Hasil FP3:
1. Lewis Hamilton GBR Mercedes-Mercedes 1m 36.403s
2. Nico Rosberg GER Mercedes-Mercedes 1m 36.471s
3. Sebastian Vettel GER Ferrari-Ferrari 1m 37.007s
4. Kimi Raikkonen FIN Ferrari-Ferrari 1m 37.727s
5. Felipe Massa BRZ Williams-Mercedes 1m 37.918s
6. Valtteri Bottas FIN Williams-Mercedes 1m 37.985s
7. Max Verstappen NED Toro Rosso-Ferrari 1m 38.133s
8. Jenson Button GBR McLaren-Honda 1m 38.260s
9. Carlos Sainz Jr ESP Toro Rosso-Ferrari 1m 38.465s
10. Sergio Perez MEX Force India-Mercedes 1m 38.542s
11. Daniel Ricciardo AUS Red Bull-Renault 1m 38.622s
12. Fernando Alonso ESP McLaren-Honda 1m 38.633s
13. Daniil Kvyat RUS Red Bull-Renault 1m 39.047s
14. Nico Hulkenberg GER Force India-Mercedes 1m 39.162s
15. Esteban Gutierrez MEX Haas-Ferrari 1m 39.230s
16. Kevin Magnussen DEN Renault-Renault 1m 39.238s
17. Romain Grosjean FRA Haas-Ferrari 1m 39.239s
18. Jolyon Palmer GBR Renault-Renault 1m 39.589s
19. Rio Haryanto INA Manor-Mercedes 1m 39.599s
20. Pascal Wehrlein GER Manor-Mercedes 1m 39.663s
21. Marcus Ericsson SWE Sauber-Ferrari 1m 39.740s
22. Felipe Nasr BRA Sauber-Ferrari 1m 39.898s

Pembalap Haas Aplikasikan Teori Simulator ke Balapan Asli

BeritaBintang – Pembalap Haas Racing, Esteban Gutierrez mengatakan dirinya memanfaatkan musimnya ketika menjadi pembalap cadangan Ferrari untuk mengembangkan gaya mengemudinya saat berlatih menggunakan simulator.

Sebelumnya, Gutierrez sempat kehilangan kursinya di Sauber pada musim 2014. Sejak saat itu, ia menghabiskan sebagian besar waktunya sebagai pembalap cadangan Ferrari. Meski demikian, pembalap berusia 24 tahun tersebut senang dapat kembali ke ajang balap jet darat Formula One (F1) bersama tim yang berbasis di Kannapolis, Amerika Serikat itu.

Ia menegaskan akan mengadaptasi gaya mengemudinya ketika berlatih menggunakan simulator Ferrari untuk lebih beradaptasi dalam kondisi yang berbeda pada musim 2016.

“Saya bisa bereksperimen dengan gaya mengemudi saya menggunakan simulator. Hal tersebut memberikan saya pengetahuan yang cukup dimana saya dapat mengembangkan gaya mengemudi dan dapat beradaptasi dengan berbagai keadaan,” tegas Gutierrez, menyadur dari Bintangbola.co, Selasa (26/4/2016).

“Saya mengambil setiap kesempatan ketika berada di simulator. Hal itu membantu dalam pengembangan pengaturan mobil dan pilihan gaya mengemudi yang luas, serta dapat beradaptasi dengan keadaan apa pun,” tuntasnya.

Rekan Rio Haryanto Puas dengan Hasil Seri Pertama F1

BeritaBintang –Pembalap Manor Racing Team, Pascal Wehrlein, menyatakan puas dengan hasil akhir yang berhasil diraihnya di seri pembuka Formula One (F1) di Sirkuit Albert Park, Melbourne, pada Minggu 20 Maret 2016. Dalam seri perdana tersebut, rekan setim Rio Haryanto ini berhasil finis di posisi 16.

“Pertama-tama itu adalah hasil yang luar biasa pada balapan pertama saya. Terima kasih kepada tim. Saya berhasil memulai awal yang baik, dan saya senang dengan hasil akhir yang saya capai,” ujar Wehrlein, seperti dikutip dari akun resmi Facebook Manor Racing, Senin (21/3/2016).

Mantan pembalap cadangan Mercedes itu mengatakan dirinya sempat mengalami masalah ban, tepat sebelum kecelakaan yang melibatkan Fernando Alonso dan Esteban Gutierrez. Akibat insiden tersebut, seri yang digelar di Sirkuit Albert Park ini sempat dihentikan beberapa menit.

“Setelah itu, setiap orang mulai memerhatikan saya karena kami sempat bermasalah dengan ban. Saya tidak dapat melakukan apa pun. Saat sudah dekat dengan akhir pertandingan, saya hanya fokus mencapai garis finis. Kami belajar banyak pada balapan tersebut. Setiap orang bekerja sama dengan baik. Kami berhasil memulai laga dengan baik. Kini kami akan fokus tampil lebih baik,” jelas Wehrlein.

Pada seri perdana F1 2016 tersebut, posisi tercepat diduduki pembalap Tim Mercedes, Nico Rosberg, yang disusul pembalap Mercedes lainnya Lewis Hamilton, dan di posisi ketiga diisi oleh pembalap Ferrari, Sebastian Vettel.

Target Ambisius Tim Anyar F1 2016

BeritaBintang –   Perhelatan Formula One (F1) 2016 akan dihiasi kehadiran tim baru bernama Tim Haas dengan dua pembalapnya yakni Romain Grosjean dan Esteban Gutierrez. Bagi setiap tim anyar F1, menjaga eksistensi di musim perdana menjadi sebuah target realistis yang harus dicapai.

Target itu sedianya juga dimiliki Haas. Namun, Gutierrez memiliki pendapat yang berbeda setelah dua musim pada 2013 dan 2014 bersama Sauber. Pembalap potensial yang terus dipantau Ferrari itu ingin timnya konsisten meraih poin di tahun ini.

“Hal itu target kami (konsisten meraih poin) sejak awal. Kami ingin ada di sana, jelas sekali, kami juga ingin berhati-hati dengan ekspektasi kami. Kami bekerja keras untuk mempersiapkan mobil terbaik sebisa mungkin, tapi kami tak akan tahu hingga ujian pertama,” ucap Gutierrez kepada Bioskopsemi , Kamis (14/1/2016).

“Dari perspektif tim baru, meraih poin adalah tantangan yang ambisius. Tapi kami di sini untuk berkompetisi. Saya pikir kami telah melakukan hal-hal cukup baik sejauh ini terlepas dari persiapan tim, dan kami ingin menargetkannya,” lanjutnya.