EO

‘Limusin’ Mercedes Benz untuk Pernikahan Warga Gaza

BeritaBintang‘Limusin’ Mercedes Benz untuk Pernikahan Warga Gaza

Hidup dalam keterbatasan tidak menghalangi warga Gaza, Palestina, untuk berkreasi. Bahkan hidup di dalam ‘penjara’ membuat mereka semakin kreatif. Israel menutup semua akses ke Gaza sejak 10 tahun terakhir.

Praktis, semua kebutuhan hidup maupun berbagai kebutuhan lain yang masuk ke Gaza dikontrol oleh Israel. Israel tak membolehkan semua barang masuk ke Gaza, apalagi yang berkaitan dengan logam.

Namun kondisi ini justru membuat Salama al Odi, pemilik event organizer (EO) pernikahan, semakin kratif. Bersama rekan-rekannya, ia membuat mobil ‘limusin’ yang bisa digunakan untuk pernikahan.

{ Baca Juga, ” 5 Taman Safari Terbaik di Afrika ” }

Di bengkel kerjanya, ia memandu 30 anak buah untuk menyulap sebuah Mercedes Benz menjadi limusin. Ada lima mobil yang dikorbankan, diambil beberapa komponennya untuk dipasangkan satu per satu ke Mercy putih, sehingga bentuknya berubah dari sedan menjadi limusin.

“Kami membutuhkan waktu 3 bulan dan biaya USD21 ribu (sekira Rp280 juta) untuk membangun mobil yang semua komponennya ini benar-benar didapatkan murni di Gaza,” kata Odi, seperti dikutip dari JUDI ONLINE.

Hasilnya, limusin itu tampak seperti perpaduan antara mobil dan pesawat. Ada tambahan ruang di atap. Di samping mobil ada kreasi tangan sebagai pemanis tampilan.

Odi berjanji untuk menyewakan mobil ini kepada para pengantin dengan harga yang terjangkau. Banyak acara pernikahan di Gaza yang terpaksa ditunda karena kondisi ekonomi.

Lebih dari itu, baginya, mampu menunjukkan rakitan lokal sama saja seperti mengirim pesan kepada dunia internasional, “Kami tidak menyerah dengan keterbatasan”.

MotoGP 2017 di Indonesia Banyak Kendala, tapi The Show Must Go On

BeritaBintang –    Pencinta balap motor masih dibuat was-was karena kepastian Indonesia menggelar MotoGP mulai musim 2017 tak kunjung ada. Belum lagi dengan sederet kendala yang dimiliki Merah Putih. Akan tetapi, pemerintah dalam hal ini kemenpora menyatakan “The Show Must Go On”.

Dorna Sports sebagai promotor MotoGP menjamin Indonesia bisa menggelar MotoGP asalkan syarat yang diminta dipenuhi, yaitu masterplan kegiatan balap, pendanaan, renovasi Sirkuit Sentul dan Keputusan Presiden (Keppres) sebagai bukti keseriusan dari calon tuan rumah.

Meski Dorna sudah memberikan sikap positif, berbeda dengan Indonesia. Hingga kini belum ada kejelasan pendanaan MotoGP akan berasal dari mana dan bentuk kepanitiaan akan seperti apa. Padahal Dorna memberikan tenggat waktu terakhir penyerahan masterplan adalah pada 31 Agustus 2016.

“Namun demikian, the show must go on. Artinya, MotoGP tetap jalan dan kewajiban deadline tetap dipatuhi sampai dengan 30 Januari 2016. Sesuai hasil Sidang Kabinet Terbatas pada 11 Januari,” ujar Gatot Dewa Broto Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora kepada wartawan.

“Presiden sudah memberi arahan MotoGP tetap jalan, namun dikaji lebih mendalam. Insya Allah MotoGP tetap on schedule. Kepada pihak Pak Tinton (Direktur Utama Sirkuit Sentul) pun dibuka peluang untuk menjadi EO sejauh menang dalam bidding process,” sambungnya.

Pemerintah menegaskan, penyelenggaraan MotoGP tidak boleh memakai uang negara yang berasal dari APBN. Alasannya balap MotoGP adalah program swasta dan hiburan, bukan dalam rangka pembinaan olahraga nasional.

“Akan keluarkan Keppres untuk Pembangunan Sirkuit MotoGP (oleh PU/Menpora) yang bisa dijadikan komitmen pemerintah untuk penyediaan sirkuit, sesuai dengan LOI Menpora dengan Dorna,” papar Gatot.

“Penyelenggara MotoGP harus dilelang ke swasta, dan penyelenggara bisa menyewa sirkuit yang dibangun pemerintah sehingga dari aspen APBN aman,” tutupnya.